
Geo membuka mata melihat wanita dengan nafas beraturan di hadapan nya.
"Kau lelap sekali."
Geo terlentang menandang langit yang masih gelap disana kemudian bergumam."Ini untuk pertama kali nya aku tidur disebelah wanita."
Geo mengulas senyum bangkit dari tidurnya kemudian duduk menyandar pada pohon besar disana.
Geo membuka ponsel nya,begitu banyak pesan dan e-mail yang masuk.Sejak kemarin Ia sangat sibuk tidak mengidahkan ponsel nya.
Geo membaca pesan dari Rangga.
"Dimana kau sialan?!sejak siang tidak bisa dihubungi!".
Geo tidak membalas pesan dari Rangga,
" Cekrek.."Mengambil Gambar hutan didepan nya dengan menggunakan ponsel kemudian mengirim pada Rangga.Mematikan ponsel nya memasuk kan kedalam kantong jaket nya kemudian.
" Kau sudah bangun Geo? "suara serak Felisya khas bangun tidur.
" Ini masih gelap,kau tidur saja."
"Aku melupakan sesuatu."
"Apa?"
Felisya membuka ransel nya mengeluarkan kue kering dan beberapa buah apel disana."Makan lah Geo,aku tertidur hingga melupakan makan malam mu."
Geo meraih buah apel dan mengupas nya.menyodorkan pada Felisya tanpa bertanya.
Felisya bangun dari tidur nya,duduk menyandarkan tubuh nya di pohon "Terimakasih Geo."
Geo juga memasukan apel ke mulut nya sendiri.
Felisya
Felisya bangun dari duduk nya."Tunggu lah sebentar."Felisya berlalu dari sana mengedarkan pandangan mencari air.Felisya tidak menemukan sumber air disana,ahir nya memilih untuk bertayamum memetik daun daun kemudian menghamparkan nya disana.
Mengeluarkan mukena dari ransel nya kemudian
mengenakan nya.Menghamparkan sajadah kemudian shalat subuh disana.Geo terus memperhatikan yang Felisya kerjakan.Berfikir sejenak,ini sudah ke lima kalinya Felisya melakukan ibadah itu sejak turun dari helicopter menelusuri hutan.
Felisya selesai melaksanakan ritual ibadah nya melepas mukena menyimpan nya didalam ransel kemudian.
"Geo lihat?!" Felisya menatap takjub indah nya matahari yang akan terbit dilihat dari atas bukit.
Warna merah mendominasi orange seolah menghempas kabut dan gelap nya warna hitam dilangit.
Felisya mengabadikan panorama itu juga hutan disekeliling nya menggunakan ponsel Kemudian mengirim nya pada Aisyah.
Geo bangkit dari duduk nya menuju kearah Felisya
berdiri di sebelah nya.Menghirup segar nya udara pagi di atas bukit."Boleh aku tanya sesuatu?"
"Katakan,mengapa jadi formal begitu?!."
"Tentang ibadah yang kau lakukan,mengapa kau melakukan itu di hutan seperti ini?" Geo meninggikan alis nya melirik pada Felisya.
__ADS_1
"Kami umat muslim diwajibkan untuk berIbadah 5x sehari untuk mengingat Allah Tuhan Yang Maha Pengasih."Senyum tulus Felisya pada Geo.
Geo mengangguk berusaha memahami." Tidak kah itu merepotkan?"
Geo memicingkan mata nya.
"Tidak Geo,kami sangat bangga bisa melakukan nya." Felisya kemudian menghela."Kau tau Geo, berapa yang harus kita bayar dengan oksigen yang kita hirup secara terus menerus?kau tidak mampu membayar nya bukan?Tuhan Maha Baik karena memberikan oksigen pada kita secara gratis."
"Degghh..."
Tutur kata Felisya lembut mengingatkan Geo pada lembut nya ucapan Aisyah.
Geo hanya diam mencerna kata kata Felisya. Berlalu dari sana meraih ransel bergegas meninggalkan Felisya.
"Geo tunggu..?!! Apa kau marah??"Felisya berusaha mengejar Geo.
Geo melanjutkan perjalanan menelusuri hutan diikuti Felisya dibelakang nya.Hening..tanpa ada pembicaraan disana.Geo terus melesat tanpa bicara sepatah kata pun menelusuri hutan hingga tiba di sebuah danau.
" Wow..ini indah sekali Geo?!. "ucap Felisya memecah keheningan.
Geo hanya diam tak bergeming.
" Kau marah?"lirih Felisya sambil menatap Indah nya danau.
"Tidak,aku hanya merasa malu terhadap diri sendiri."
"Eh..apa maksid nya" gumam Felisya dalam hati.
"Bisa kah kau menjelaskan mengapa Tuhan mu tidak terlihat?Aku ingin mengetahui nya?! Aku percaya ada nya Tuhan namun aku tidak memahami."
"Allah,Tuhan Yang Maha Besar.Kau tau Geo, orang seperti kita tidak akan mampu melihat Tuhan.. itu sebab nya Tuhan kami tidak terlihat.Berfikir lah menggunakan otak dan hati mu.Semoga Allah memberi hidayah untuk mu."
Geo diam sejenak,menatap pada Felisya.Mengulas senyum disana.
"Kau ingin mandi?" lirik Geo pada Felisya.
"TIDAK..!!Aku tidak ingin mandi bersamamu."
Felisya reflek menutupi dada nya menyilangkan kedua tangan disana.
"Apa yang kau fikir kan FELISYA?!! Aku hanya bertanya pada mu?! Bukan ingin mengajak mu mandi bersama...!!" pekik Geo.
"Eh..benar juga,aku berfikir apa tadi?" Felisya menggaruk kepala nya yang tidak gatal duduk blingsatan menahan malu.
"BODOH?!." ujar Geo sambil melepas jaket nya.
"Aku mau mandi! Berbalik lah,jangan menguntit ku?!.Geo memicingkan mata nya.
" Aku tidak tertarik pada mu!"Kesal Felisya menghentak kan kaki berjalan menjauhi danau.
"Kau tidak ingin melihat tubuh ku lagi FELISYA??" Geo meninggikan suara,menggoda sambil mengulas senyum disana.
"TIDAK" pekik Felisya cepat."Aku pernah melihat Geo bertelanjang dada saat tidak sengaja Video Call hari itu."gumam Felisya.
"Ahhh...Sial kau mengotori otak ku Geo?!.. Dasar menyebal kan?!." Gerutu Felisya sembunyi dibalih pohon besar.
__ADS_1
"Byyuuurrrrr..?!."
Terdengar suara Geo yang melesat kedalam air.
"Ini sangat menyenangkan Felisya..?!" Pekik Geo.
"Hahaha..Kau pasti sedang menelan silva kan..?!
Membayangkan aku disini!!"
"TUTUP MULUT MU GEO..?!" pekik Felisya kesal.
Geo mengoceh kesana kemari menggoda Felisya agar semakin kesal disana.
"Geo..Diam!!Kau cerewet sekali..?!."
Geo terbahak bahak menertawakan Felisya.
"Geo sialan!"
Felisya menggerutu mengumpat Geo di balik pohon.Ia sebenarnya juga ingin mandi namun tidak membawa baju ganti.
"Aku bau dan berantakan.Ah..sialan?!."Felisya menelan bisa silva nya mendengar ocehan Geo yang terdengar begitu menyenangkan berenang didalam danau.
Geofani Seorang pria tampan yang bersikap sangat acuh dan dingin bisa begitu terbuka dan menjadi pribadi yang lain ketika bersama Felisya.
Pria datar yang kejam tidak berperasaan bisa menghangat seketika jika bersama wanita ini.
Geo pun terkadang merasa ada yang berbeda dengan dirinya ketika bersama Felisya menjadi sangat cerewet.
Geo menyelesaikan aktifitas nya dari dalam danau, mengenakan pakaian yang tadi Ia kenakan melesat menuju Felisya yang menggerutu dibalik pohon.
Geo meraih sisir dari dalam ransel merapikan rambut nya yang basah." Pantas saja ransel mu berat kau membawa barang banyak sekali."
Felisya menoleh kearah Geo."Kau memang tampan,pantas saja banyak wanita terpesona pada mu."gumam Felisya dalam hati.
"What..?!Tampan???tidak..tidak.. Felisya ayo lah..
dia bule,sama sekali bukan tipe mu?!" gumam gumam Felisya.
"Sepertinya kita sudah dekat,lihat lah Geo." Felisya menunjuk arah jalan setapak yang sepertinya sering digunakan untuk akses jalan oleh penduduk.
"Bergegas lah Felisya?!."
Geo melangkah menelusuri jalan setapak itu diikuti Felisya yang menyusul dibelakang.
"Ya Tuhan,Berikan lah titik terang keberadaan Farel." Batin Felisya.
-
-
Terimakasih kawan.. sudah berkenan membaca..
Mohon dukungan nya kawan..
__ADS_1
Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian... Terimakasih..