
Farel melihat arloji di tangan kiri nya.Ia bergegas menuju mobil yang sedari tadi menunggu nya.
"Silahkan tuan" Kris membuka kan pintu.
Farel masuk ke mobil,dan Kris menutup nya.
Kris mengemudikan mobil membawa bos nya ke kantor.
"Kau sudah menyelidiki khamed?" tutur Farel memecah keheningan.
"Semua sesuai rencana tuan,Anda harus berhati hati dengan sekertaris nya."tutur kris mengingatkan.
Kris memberikan sebuah map.Farel membaca map itu .Berisi tentang sekertaris hamed dan rencana keji nya untuk menjebak Farel dan membuat alibi seolah terjadi skandal antara mereka.
" ini sangat menjijikan!"Farel melempar berkas itu ke atas dashboard.
"Bereskan secepat nya..!!!Farel nampak sangat geram.
" Baik tuan."
"Tuan,ada pesan dari mommy" Kris melirik pria di sebelah nya.
"Mommy masih ingin menjodohkan ku?"
"Mommy belum menyerah?Katakan pada nya,
Aku tidak tertarik dengan perjodohan!"
"Anda lebih tertarik pada nona Aisyah,bukan?" Kris
menggoda.
"Tutup mulutmu..!!!"
"Hahahaha"Ayolah tuan... jangan menipu dirimu sendiri."
Mobil sampai di parkiran kantor.Farel dan Kris memasuki gedung perusahaan,para karyawan menyapa sedikit membungkuk tanda menghormati.
Ting..
Sampailah di depan ruangan presedir,Kris membukakan pintu.
"Silahkan tuan."
Farel duduk di kursi kebesaran nya,membuka layar lipat nya.
"Saya permisi tuan."
Kris keluar menuju ruangan nya,banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan disana.
Di tempat lain
Aisyah yang sedari pagi sudah berangkat ke kampus,hari ini ia harus memaparkan Draft Disertasi dan hasil penelitian pada forum seminar
hasil penelitian.
Jika Draft Disertasi dan penelitian nya di terima,Ia akan lolos dan menuju tahap selanjut nya.
Tahap sidang tertutup.
Di restoran milik Aisyah
karyawan sangat sibuk di jam makan siang.
Seperti biasa Kris dan Farel makan siang di restoran itu.Sorot mata Farel tidak menangkap
sosok wanita yang Ia kagumi.
Kris melirik bos nya,kemudian bertanya pada salah satu karyawan yang bekerja di tempat itu.
"Dimana nona Aisyah?" tanya Kris pada salah satu karyawan resto.
"Mba Aisyah di kampus,tuan."
__ADS_1
"Jam berapa bos mu datang".
"Ahir ahir ini mba Aisyah pulang malam,tuan.Ia sedang mempersiapkan disertasi,persiapan sidang dan lain sebagainya."
"Baik lah,kau boleh pergi."tutur Kris.
Sepertinya bos nya sudah puas dengan jawaban pelayan tadi.
" Jika anda menyukai nona Aisyah,sebaiknya segera khitbah saja tuan.."tutur Kris.
"Mungkin sebaik nya aku menunggu nya lulus lebih dulu." jawab Farel yang akhir nya mengakui perasaan nya.
"Anda menyukai nya bukan?" Kris bertanya tapi tidak ada jawaban dari lawan bicara.
"Baik lah...anda tidak menyukai nya,tapi anda mencintai nya?.." tetap tidak ada jawaban dari kubu sebelah nya..
"Bukan...bukan..!!lebih tepat nya anda mulai tergila gila pada nona Aisyah!"
"Tutup mulut mu..!!" Farel sedikit meninggikan suara nya.
"Aku akan meminta petunjuk dari Tuhan ku,sebelum mengkhitbah Aisyah,Aku mencintai nya karena Allah..." tutur Farel dengan tulus.
"Ku dengar kau mulai belajar mengaji?tanya Farel.
"Kalaul itu,sama sekali tidak ada hubungan nya dengan seorang wanita."jawab Kris.
"Menikahlah tuan...agar saya yakin kalau anda itu pria yang normal." Kris melirik lawan bicara.
"Apa??!!Kau ini sungguh IDIOT..!!!!"
hahahaha Kris tertawa terbahak bahak..
sungguh Kris sangat senang karena bos nya sukses Ia kerjai.
Ponsel Farel berdering.
"Assalamu'alaikum mom"..
" Wa'alaikumsalam nak.."jawab seorang wanita dari sana.
"Maaf mom,Farel masih sangat sibuk."tutur Farel.
" Kan ada Kris yang menggantikan mu,pulang lah nak..."
"Baik lam mom..akhir pekan aku pulang,Assalamu'alaikum."
Farel mematikan ponsel nya.
Farel bangun dari duduk meninggal kan kris yang masih menikmati makan siang nya.Farel menuju tempat ibadah yang berada didalam resto itu.
Kris melihat Desi dari kejauhan.Desi tampak sedang sibuk melayani pembeli disana.
Kris tersenyum melihat Desi dengan semangat kerja nya.Wajahnya yang cantik,polos dan senyum nya yang tulus,membuat Kris ingin terus memandangi gadis itu.
Kris yang sudah mengetahui semua tentang Desi,
Ingin rasanya Ia melindungi gadis itu.Kris ingin memberikan kehidupan yang jauh lebih baik untuk
Desi yang Ia cintai.
Desi kecil hidup dalam kesederhanaan.Bersekolah sambil keliling kampung untuk berjualan agar mendapatkan uang jajan.
Untuk bisa meneruskan di Madrasah Aliyah saja harus sambil bekerja menjadi Asisten rumah tangga di rumah Aisyah.
"Tunggu aku Desi...,Tunggu sampai aku layak jadi imam untuk mu.Aku akan dengan bangga memperkenalkan mu pada ayah Ramadhian bahwa Desi kumala marwan adalah calon istri ku!"
"Selesaikan makanan mu dan berhenti memandangi seorang gadis!!" Baritone itu sukses membuyarkan lamunan Kris.
"Siallan..!!" umpat kris dalam hati.Kris melihat Farel sudah berdiri di depan nya.
"Sudah..mari bos kita pergi.saya akan meninjau sendiri hasil kerja dari khamed di lapangan." jawab kris sambil bangun dari duduk nya.
"Laporkan apapun yang kau lihat."
__ADS_1
"Baik tuan."
Farel dan kris meninggalkan resto.
Kris mengantar bos nya sampai di ruangan presedir.kemudian Ia berpamitan untuk meninjau lokasi proyek yang khamed kerjakan.
Perusahaan milik Farel bekerja sama dengan perusahaan itu untuk membangun sebuah apartement mewah di kawasan kota Kairo.
Manager proyek itu terkesiap ketika melihat Kris datang bersama para bodyguard nya.
Ia merasa sangat gugup.Kris menatap tajam pada manager itu.
"Suatu kehormatan untuk saya,anda meninjau langsung proyek ini tuan."
"Tidak usah berbasa basi!!"Tatapan setajam elang yang siap menyengkram mangsa nya.
"Laporkan apapun yang kau tahu,jangan pernah menghianati ku!!" suara gertakan Kris membuat nyali siapapun menciut.
"Baik tuan..."bodyguard menariknya dan menduduk kan nya di tanah.
Kris pergi meninggalkan tempat itu di ikuti para bodyguard.
" Lakukan tugas kalian,laporkan apapun yang kalian lihat".Kris memberi perintah.
"Siap tuan".
Malam semakin larut,Kris berniat kembali ke perusahaan memeriksa beberapa pekerjaan yang belum selesai.
Di tempat lain,
Aisyah yang baru pulang dari kampus berjalan pulang menuju resto.jalanan sudah sepi,Aisyah mempercepat langkah nya.Ia terkesiap mendengar seseorang memanggil nama nya.
" nona Aisyah?"
Aisyah menoleh ke sumber suara.Suaranya sangat Ia kenal,tapi wajahnya tidak terlihat jelas karena sudah larut malam hanya pantulan cahaya lampu remang remang penerang jalan.Pria itu mendekatinya.
"Jangan takut,saya Farel.Ini sudah malam sebaiknya jangan jalan sendiri.Saya antar ya... nona Aisyah."
Aisyah hanya diam tidak menjawab tapi juga tidak menolak.
Kedua nya berjalan dibawah sinar lampu remang remang penerang jalan.
"Bagaimana Disertasi nya?" Farel memecah keheningan.
"Alhamdulillah..tinggal mengikuti sidang tertutup
dan selangkah lagi." Aisyah menarik nafas nya berat.
"Semangat" Farel mengepalkan tangan ke atas.
"Terimskasih" Aisyah sedikit menarik ujung bibirnya.
Ini pertama kalinya Farel melihat senyum tulus dari Aisyah.
Jantung Farel berdetak kencang,Ya Tuhan.. ada apa dengan ku,gumam farel dalam hati.
"Sudah sampai,Trimakasih tuan.." tutur Aisyah lembut.
"Aku merindukan mu." tutur Farel.
"Apa?"
"Lupakan!..Masuklah nona,istirahat dan tidur yang nyenyak.Selamat malam."
"Assalamu'alaikum tuan."
"Wa'alaikumsalam"
vote...vote...vote..
terimakasih sudah membaca novel ku..
aku tidak ada apa apanya tanpa kalian..
__ADS_1
mohon tulis komentar kalian kawan..
terimakasih..