
Sudah hampir satu bulan kapal pesiar itu berlayar,membawa sang pemilik yang sedang menikmati bunga bunga cinta di antara kedua nya.
De..sa..Han laknat yang hampir setiap hari terdengar di kamar terluas di lantai ter atas,
Beruntung karena telah terpasang alat peredam suara hingga suara suara itu tidak terdengar keluar.
"Rasa nya aku ingin terus seperti ini menghabiskan waktu ku dengan mu."
Ujar Felisya yang merebahkan tubuhnya di samping Geo dengan kepala berada di lengan kekar itu menjadikan nya sebagai bantal menatap langit langit kamar bersama.
Kedua anak manusia itu berada di atas ranjang dengan tubuh polos tanpa sehelai pun busana yang hanya tertutup selimut. Berbagi udara di dalam satu ruangan yang pasangan suami istri itu jarang lakukan.
"Kau pun tahu konsekuensi sejak awal jika bersama ku, begini lah ada nya."
Geo meraih tangan Felisya menautkan dengan tangan nya erat.
"Akan di negara mana kita berlabuh."
Sedikit bosan karena selama tiga Minggu berada di atas lautan.
"Kau bosan?."
"Tidak, aku tidak pernah bosan jika terus bersama mu."
Meringsut meletakkan kepala nya di dada Geo.
Dengan tangan iseng Felisya menggelitik put--ing kecil Geo.
"Aww Geli !! Hentikan?!."
Geo menggeliat.
Felisya malah tertawa terbahak bahak sambil menarik kembali satu selimut yang menutupi tubuh keduanya.
"Dimana kita akan berlabuh?."
"Kita berlabuh di London.,"
Mengusap rambut Felisya menggulung dengan jari memainkan nya.
"Sungguh?! Apa kau mengajak ku bertemu Ibu?."
Antusias Felisya hingga bangkit dari tidur nya duduk dengan menutup dadanya dengan selimut.
"Kau terlihat pucat"
Alih alih menjawab Geo memilih mengalihkan pembicaraan.
"Ini ulah mu yang tidak membiarkan aku tidur nyenyak semalaman."
Menggerutu memajukan bibirnya.
"Tapi kau menikmati nya kan?."
Bangkit dari tidur nya menyibak selimut melemparkan kesembarang arah.
"Aaa.. Kau mau apa Geo?!."
"Aku menyukai de..sa..Han mu apa lagi"
Geo mengherdik kan bahu nya. Meraih Felisya duduk di paha nya.
"Semalam kau sudah membuatku kurang tidur."
Bergedik karena Li dah itu bermain di telinga dengan tangan Kekar itu menyentuh da da nya.
"Ini bulan madu kita, Nikmati saja."
berbisik sambil me..re..mas dada indah dengan tangan kekar nya.
"Mmmmm"
__ADS_1
Felisya tidak bisa lagi berbicara saat bibir itu membungkam mulutnya
Dan terjadilah di dalam kapal pesiar itu seperti biasa.....
************
Kairo, Mesir
Aisyah melipat mukena setelah selesai dengan kewajiban ibadahnya di waktu subuh.
Berkerut dahi mendapati Farel sedang memasukkan beberapa helai pakaian milik nya dan juga baby Fasya kedalam travel bag.
"Kak Farel mau kemana?."
Bertanya dengan lembut khas Aisyah sambil mengenakan hijab Kemudian mendekat pada Farel dan duduk di tepi ranjang.
"Bersiaplah, Kau pasti akan senang."
Farel masih terlihat menyibukkan diri memasukkan barang barang milik Aisyah dan putri nya.
"Kau mau mengajak kami berlibur? Mendadak begini?."
Aisyah menelisik.
"Kak Farel jangan katakan kita akan melarikan diri seperti buronan yang bangkrut usaha nya dan tidak mampu membayar hutang."
"Hahaha, apa yang kau bicarakan Professor Aisyah Ramadhan?!."
Farel tergelak.
"Semalam kau pasti menonton sinetron Indonesia, sehingga terbawa suasana dan berbicara yang tidak masuk akal."
"Ini tidak ada hubungannya, Katakan kau mau mengajak ku kemana Sayang?."
Memeluk Farel dari belakang melingkar kan tangan di perut sambil nyungsep di punggung membuat Farel luluh seketika.
"Kau memanggilku sayang pasti selalu jika ada mau nya."
Melepas pelukan Aisyah membalik badan, mencubit hidung Aisyah seperti biasa selalu Ia lakukan.
"Katakan dulu kita mau kemana."
Aisyah mengalungkan tangan di leher.
"Sayang, Aku akan mengajak kalian ke London. Kau pasti senang jika bertemu saudara mu."
Aisyah berkerut dahi,
"Kita akan kerumah Geo? Kapal mereka berlabuh di London? Sungguh?."
Bertanya dengan mata yang berbinar dan senyum indah yang mengembang.
Farel meletakkan kedua tangannya di pinggang Aisyah, Sedikit menunduk menyentuhkan dahi Farel pada dahi Aisyah.
"Ya...Ya....Ya...
Bertanya satu satu, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan mu sekaligus. Kau senang?."
Menempel kan hidung mancung Farel pada hidung Aisyah.
"Tentu saja," Memalingkan wajah yang memerah.
"Kau selalu terlihat seperti sedang jatuh cinta jika menyangkut Felisya, Aku bisa cemburu lho?!."
"Kak Farel kenapa sih, Baiklah kak Farel selalu yang utama."
Mengecup bibir Farel secepat kilat.
Muach!!
Aisyah menjarak kan wajah nya setelah mencicipi Farel.
__ADS_1
"Bukan begitu cara berciuman, kau masih belum faham juga HM?."
Farel mendekat kan wajah nya namun Aisyah menahan bibir Farel dengan tangan lembut itu.
"Kita bisa terlambat jika nanti keterusan."
Aisyah melepas pelukannya dan menurunkan tangan Farel dari pinggang nya.
"Aku bersiap sekarang."
Aisyah meraih bathrobe melesat menuju kamar mandi.
"Hey sayang, kau mulai berani menolak ku?. "
Farel meninggikan suara sambil tersenyum penuh makna.
"Maaf kak Farel, tapi aku tidak sabar lagi bertemu Felisya."
Aisyah menjawab dari dalam kamar mandi.
Farel hanya mengherdikan bahu kemudian melanjutkan pekerjaan tadi yang sempat tertunda.
***
"Kau siap?"
Farel menggenggam tangan Aisyah sambil mendorong stroller baby keluar dari kamar, sedangkan travel bag dan barang barang lain sudah dibawa sopir nya tadi.
"Bismillah, Aku siap."
Aisyah berjalan disamping Farel melampaui pada para pelayan dan baby sitter yang tidak ikut serta.
"Hati hati nona..."
Suara pelayan itu terdengar sebelum pintu kubaikel besi itu menutup.
Farel masih menggenggam tangan istri nya hingga di lantai dasar telah menunggu sopir berdiri dengan sikap tegap sempurna di samping mobil.
"Kak Farel, sopir mu terlihat sangat tegang. Apa kau semenyeram kan itu ketika di kantor?."
"Geo yang menyeramkan, bukan aku."
Berbisik pada Aisyah kemudian masuk kedalam mobil setelah sopir itu membukakan pintu.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Farel meletakkan Baby Fasya di pangkuan nya, semakin cantik dan terlihat begitu imut ketika dia mulai bersuara.
"Ba...ba.....ba...."
"Ya, sayang. Kita akan berkunjung ke madam Glory. Dia akan senang melihat mu."
Mengecup kepala Aisyah berkali kali.
"Sayang, kau bicara dengan Fasya. Kenapa Aku yang dicium."
Aisyah meletakkan kepalanya di bahu Farel.
"Anggap saja aku menghukum mu karena kau menolak ku pagi tadi."
Mencium lagi dan lagi.
Tidak butuh waktu lama hingga mobil sampai di landasan pesawat.
Telah menunggu pilot co-pilot dan pramugari beserta dua perawat yang akan membantu Aisyah mengurus putri nya.
Aisyah Keluar dari mobil setelah sopir membuka kan pintu.
"Silahkan nona."
Farel pun keluar dari mobil sambil menggendong Baby Fasya mendekati Aisyah.
"Ayo sayang."
__ADS_1
Farel menggenggam erat Aisyah menaiki pesawat pribadi milik nya.
Mencium punggung tangan lembut Aisyah sambil menaiki tangga kemudian masuk ke sana.