
Geo meraih handle pintu perlahan. Masuk kedalam kamar saat seluruh penghuni rumah tertidur pulas.
"Mungkin Felisya juga telah tertidur."
Gumam nya.
Geo semakin berdebar ketika pintu terbuka melihat dekorasi indah di kamar utama. Juga melihat sekilas wanita dengan lingerie melekat di tubuh nya
Geo berusaha menetralkan dirinya. Masuk kedalam tanpa ekspresi.
Meraih handuk kemudian menuju kamar mandi.
"Cih, Kau tidak menatap ku."
Kesal Felisya sambil melihat pintu kamar mandi yang tertutup.
Geo bersandar di balik pintu kamar mandi.
"Sial, perasaan macam apa ini. Kenapa Felisya malah menunggu ku."
Geo kemudian me..lepas pakaian nya satu per satu melemparkan ke dalam keranjang.
Memutar Kran menikmati air hangat mengguyur tubuh atletis nya.
Felisya masih duduk menunggu Geo yang lama sekali di kamar mandi.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka. Mata Felisya berjalan menuju kesana.
Geo keluar dengan handuk melilit di pinggang nya.
"Astaga..tubuhmu indah sekali Geo. Ini kali kedua nya aku melihat itu."
Sebelum nya melalui panggilan video namun tidak terlalu jelas. tapi kali ini melihat secara live.
Glek..
"Sial air liurku menetes."
Gumam Felisya kemudian menunduk malu.
Geo meraih piyama menuju ruang ganti yang ada di ujung sana.
Geo keluar setelah berganti pakaian langsung naik ke atas ranjang. Kemudian berbaring tidak menghiraukan Felisya.
"Geo tidak menatapku sama sekali. Padahal aku menunggunya hingga larut malam begini."
Gumam gumam dalam hati.
"Tidur lah Felisya. Kau lelah kan?."
Geo berkata sambil memunggungi Felisya.
"Ketus sekali..!! menyebal kan."
Felisya naik ke atas ranjang juga ikut memunggungi Geo.
Felisya mematikan lampu menyisakan lampu tidur remang remang disana.
"Memang apa yang aku harapkan dari pria datar seperti Dia.
Tidak ada kecupan saat ijab kobul. Tidak ada hal romantis hingga malam pertama. Padahal aku menunggunya hingga larut begini. Geo menyebalkan.!!"
Umpat Felisya dalam hati.
"Aku sengaja membagi kebahagiaan pada pasangan yang menikah hari ini hingga penjuru negeri. Aku pikir ada moment indah bersama Geo. Namun nyatanya Geo tetaplah Geo. Pria datar yang sangat menyebalkan...Geo Jelek..!!"
Umpat Felisya lagi.
"Jika terus mengumpat kau tidak bisa tidur."
Ucapan lembut keluar dari bibir kubu sebelah.
"Eh...."
Felisya terkesiap tiba tiba Geo berbicara sambil tangan kekar itu berada di perut nya di dalam selimut.
Geo memeluk Felisya dari belakang membenamkan wajah nya di punggung Felisya.
__ADS_1
Jantung Felisya berdebar debar ingin meledak karena seperti ada aliran listrik menjalar di sana.
Terdengar nafas lembut Geo di punggung nya.
Terasa hanyat disana ketika Geo mempererat pelukan nya.
Dada Felisya semakin berdebar rasanya ingin meledak segera.
Felisya meringsut membalik kan tubuh nya.
Geo terkesiap ketika Felisya mendorong Geo dengan sekuat tenaga karena tubuh Geo itu besar sehingga Geo menjadi terlentang.
"APA???."
"Kau seenak nya membuatku menunggu..!!"
Menarik krah Geo me..nin..dih tubuh Geo kemudian.
"Kau pikir kau siapa? Seenak nya membuatku jatuh cinta pada mu!!."
Berkata di telinga dengan nafas yang tidak lagi beraturan.
"Felisya aku.."
Geo tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena Felisya menutup bibir Geo dengan bibir nya.
Menautkan bibir nya dalam dan cukup lama mengeluarkan perasaan cinta Felisya yang sejak lama tertahan.
Posisi Felisya belum berubah, Masih di atas tu..buh Geo.
"APA?!. Kau mau bilang aku Agresif???."
Berbisik Felisya di telinga Geo.
Felisya men..jila..ti telinga Geo sedikit meng..gigit nya disana.
"Kau benar Geo, Aku Agresif karena mu. Aku gila karena mu."
Menjelajahi le..her kekar Geo memberi tanda tanda disana.
Geo hampir gila karena tingkah Felisya di atas tu..buh nya.
"Aku mencintai mu Geo.."
Berbicara sambil menge..cup dan memainkan li..dah nya di dada bidang Geo yang telah terekspose.
Dada Geo berdebar debar dengan nafas yang tidak lagi beraturan.
"Tidak.. Aku tidak hanya mencintai mu. Namun aku tergila gila pada mu!!."
Berbicara sambil men..ji..lat pu..ting kecil Geo dengan tangan kanan Felisya me..ra..ba kebawah sana.
"Felisya No..."
Felisya me..ra.. ba benda di bawah ce..la..na yang telah menegang sempurna.
"A...hhh"
Felisya semakin menggila mendengar de..sa..han keluar dari bibir Geo.
"Kita lihat Geo, Sampai dimana pertahanan mu..!!"
Gumam Felisya.
Senyum kemenangan disana.
Felisya kembali menautkan bibir nya. memperdalam ci..uman nya.
"Kau mencintai ku Geo?. Maka lakukan lah."
Bisik Felisya pada telinga Geo kemudian meng..gi..git nya.
Geo menggeser tu..buh Felisya perlahan.
"Kau ini bicara apa sejak tadi mengumpat tidak jelas."
Ucapan lembut keluar dari bibir Geo. Kemudian mengecup dahi Felisya.
Ke..cupan turun ke mata, kedua pipi hingga me..ngecup bibir Felisya lembut.
__ADS_1
"Kau benar. Kau Agresif hingga tingkah mu meracuni otak ku."
Berbisik di telinga, Dengan li..dah bermain disana.
"Kau pikir kau siapa? Hm..? Seenak nya berkata mencintai diriku. Seharus nya aku lah yang pantas mengatakan aku cinta pada mu Felisya."
Berkata dengan Li..dah Geo semakin menjalar ke bawah hingga sampai di le..her menye..sap nya.
Tangan kanan Geo mulai ber..gerilya na..kal
menyentuh gun..du..kan besar yang tertutup lingerie.
Nafas Felisya tidak lagi beraturan. Setiap sen..tu..han Geo membuat nya seperti ada aliran listrik yang menjalar.
Geo me..le..pas lingerie yang Felisya kenakan melemparkan ke sembarang arah.
Me..re..mas gundu..kan besar me..non..jol sempurna yang tertutup cup warna merah.
cup itu terbuka dengan li..dah bermain atas gu..du..kan di sana.
meng..hi..sap dan me..re..mas gun..du..kan keny..al terawat itu dengan tangan kiri.
"aaahhhh."
Suara laknat mulai mendayu di telinga.
"Kau tergila gila pada ku?. Kalau begitu aku akan membuatmu lebih gila lagi."
Berkata sambil terus menye..sap dengan tangan kanan mulai bermain dibawah sana yang telah ba..sah.
Geo me..le..pas segi tiga yang menutup inti disana.
Dengan Geo yang membuat kedua nya polos tanpa sehelai pun.
Geo me..nin..dih Felisya.
"Kau siap?."
Felisya mengangguk.
"Sayang.. Kau bisa membagi rasa sakit itu dengan ku."
Geo meraih tangan Felisya meletak kan pada punggung nya disana.
"Lakukan yang kau ingin kan tancapkan kuku mu atau ca..kar saja jika sangat sakit."
Felisya mengangguk.
Geo mulai mem..belah perlahan.
Terasa perih di bawah sana seperti tertusuk benda tumpul yang besar memenuhi intinya di nawah.
"Geo."
Felisya me..ngge..ram menahan rasa sakit mencakat punggung Geo
Proses begitu lama hingga burung camar terbenam sempurna.
"Aaahh...."
Geo mulai bergerak dengan ritme yang lembut.
Rasa sakit perlahan berubah. Geo Terus me..mom..pa sedikit mempercepat ritme nya hingga de..sa..han terdengar mendayu di telinga.
"Geo..."
Felisya hampir mencapai pun..cak nya hingga Geo mempercepat ritme nya.
Hingga kedua nya meledak menuju ke...ni....mat an bersama.
"Terimakasih sayang."
Geo mengecup dahi Felisya. Mengusap tetesan peluh disana.
"Ini pertama kalinya untuk ku. Maaf jika belum bisa mendominasi."
Geo meraih Felisya mendekap erat tu..buh polos nya.
"Aku mencintai mu."
__ADS_1
Bisik Geo di telinga Felisya.