
"Sejak kapan kau di Kairo? Bukan nya Geo bilang kau di London?"
tanya Aisyah sambil mengaduk minuman dingin yang sedang Ia buat.
"Mmmmm aku lupa." jawaban basa basi dari bibir Felisya yang sedang duduk di sofa restoran Aisyah menyilangkan kaki sambil memainkan ponsel nya.
Aisyah mendatangi mereka membawa nampan berisi Ice kapocino dan beberapa kue meletak kan diatas meja.
"Ini untuk menetralkan suasana tegang yang terjadi beberapa waktu lalu."
Felisya tanpa berbasa basi langsung melesap gelas itu dan melahap kue."Sudah kuduga, ini enak sekali."
Aisyah hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah Felisya.
"Pelan pelan Felisya, kau bisa tersendak?!."
"Aisyah, aku lapar ."
"Jangan katakan kau tidak mengisi perut mu sejak pagi?" ucap Aisyah.
"He.."
Tersenyum khas Felisya memperlihatkan giginya.
"Sejak pagi aku mengintai di sekitar Apartement memastikan tidak terjadi apapun pada kalian." batin Felisya.
Felisya melirik Farel. kemudian Farel bangun dari duduk mengerti apa yang Felisya ingin katakan.
"Sayang, kita kekamar. Sepertinya Kau perlu mengganti pakaian mu."
Farel mengusap pucuk kepala Aisyah bermaksud membawa nya meninggalkan mereka berdua.
"Felisya, Geo Aku masuk dulu."
Farel membawa Aisyah masuk ke kamar nya sedangkan Felisya dan Geo tetap berada di tempat sebelum nya.
"Ada apa?"
Geo meninggikan alis nya.
"Malam ini kita akan bergerak Geo, Bersiaplah."
"Kau yakin?."
"Hm.., sangat yakin."
"Adik mu bekerja di ICPO-Interpol bukan?"
Geo mengangguk.
"Sebaiknya kau disini saja menjaga Aisyah. Aku akan kesana bersama Jhos dan orang orang mu untuk berjaga jaga."
"Geo..."
"Hm.."
"Apa kau khawatir pada ku atau hanya pada Aisyah?"
Felisya menatap Geo pun tatapan keduanya bertemu.
"Memangnya kau ingin dapat jawaban apa?"
Geo memicingkan mata nya.
"Dasar kau pria datar menyebalkan." Gerutu Felisya.
"Jangan katakan kau mulai menyukai ku?!." Geo mendekatkan wajah nya pada Felisya begitu dekat dan sangat dekat.
Felisya terkesiap dan sial nya jantung nya berdetub kencang dan gemetar.
"Felisya ada apa dengan mu!" gumam Felisya pada diri sendiri.
Tatapan kedua nya bertemu. lama.
Hingga nafas keduanya yang terdengar.
"Tidak..?!" ucap Geo kemudian, seketika langsung berbalik dan menjauhi Felisya yang masih membeku.
Felisya seketika menyadarkan diri dari lamunan.
__ADS_1
"Tidak.. tadi Geo mengatakan tidak, artinya dia tidak khawatir dengan ku. Bodoh sekali."
Gumam Felisya mengutuki dirinya sendiri kemudian menghela menyandarkan diri di sofa.
***
"Kak Farel mengapa kau mengajak ku ke kamar?"
"Kau Akan mengganggu mereka."
"Maksud nya?"
"Felisya ingin mengatakan hal yang sepertinya penting pada Geo."
Farel meraih handuk."Aku mandi dulu."bisik Farel pada telinga Aisyah membuat Aisyah bergedik.
"Mandi sana."
"Tentu saja, aku sedang tidak ingin mandi bersama mu. Kau akan membuatku lama di kamar mandi dan masuk angin."
Ujar Farel sambil mengerlingkan mata nya.
"Apa." Aisyah tersentak.
"Kenapa jadi aku yang seolah menggoda mu?"
Aisyah memukul dada Farel membuat nya terkekeh.
"Aku mandi dulu sayang."
"Sudah sana.., Tidak usah terus menggoda ku.
Aisyah mendorong punggung Farel untuk memasuki kamar mandi.
Farel pun terkekeh.
Aisyah membuka lemari pakaian menyiapkan pakaian ganti untuk suami nya.
" Aku sudah selesai, sekarang giliran mu."
Farel keluar dengan handuk melilit di pinggang nya kemudian memeluk Aisyah dari belakang.
"Bahaya sedang mengancam mu, mengapa bisa setenang ini."
"Kita aman disini. Percaya lah."
Aisyah mengangguk.
"Bergegas lah mandi" Farel mencium bahu Aisyah.
Aisyah pun masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Sedangkan Farel menemui Felisya yang masih duduk di tempat sebelum nya belum beranjak dari sana.
"Maaf menyusahkan mu."
Ucapan Farel membuyarkan fikiran Felisya seketika Ia menoleh pada sumber suara.
"Tidak apa, jangan sungkan begitu." Senyum Felisya.
"Aku sangat panasaran bagaimana cara mu merayu ibu nya Geo hingga bisa disini."
Berbicara sambil menduduk kan badan nya di sofa.
"Sederhana, aku mengatakan jika aku mencemaskan nya."
"Siapa?"
"Geo, siapa lagi?!"
Felisya mengherdikkan bahu.
***
Suara Helicopter menderu diatas resto, Juga suara mobil mobil ferrari mengepung tempat itu.
"Ada apa ini."
Aisyah keluar menuju Farel yang bangkit dari duduk nya terkesiap dengan itu.
"Tenang lah." ujar Felisya.
__ADS_1
Geo keluar dari kamar tamu berlari mengeluarka revolver dari dalam jas nya.
Felisya, Farel dan Aisyah bergegas menyusul Geo.
"Geo, tenang lah. Mereka tamu ku."
cegah Felisya.
"Kau mengenal mereka?."
Geo menghentikan langkah nya.
"Dia tuan Charles monroe. Aisyah sangat mengenal nya."
"Selamat malam nona Aisyah, lama tidak jumpa."
Pria seusia tuan Ramadhian membuka pintu testoran.
"Tuan Charles? Suatu kehormatan anda berkunjung kemari." Aisyah sedikit membungkuk tanda menghormati.
"Jangan sungkan nona Aisyah. Apa ini suamimu? Felisya bilang kau sudah menikah." tuan Charles mengulurkan tangan pada Farel.
Farel menjabat tangan Charles kemudian."Farel."m
"Kau menikah bahkan tidak mengundangku."
"Maaf tuan."
"Tidak apa, tapi izinkan aku kali ini membantu mu." Charles Tersenyum pada Aisyah.
"Silahkan tuan."
Felisya mempersilahkan tuan Charles untuk masuk ke dalam.
Mereka semua menaiki tangga menuju lantai dua duduk di sofa yang berada di sana.
"Anda Sekertaris Geofani bukan? Senang bisa bertemu langsung dengan anda." Charles memecah keheningan mencairkan suasana yang tampak kaku disana.
"Nama anda begitu disegani dikalangan pengusaha. Sungguh kesempatan langka bisa bertatap muka langsung dengan anda."
"Anda terlalu berlebihan tuan."
Geo sedikit membungkuk disana.
"Aziz Yusra bukan lah orang yang mudah untuk dikalahkan. Hukum seolah tumpul terhadap nya."
Ucap Charles sambil menyalakan cerutu menghisap nya dan mengeluarkan asap disana.
"Karena itu lah kami meminta bantuan pada anda." ujar Felisya.
"Dari informasi yang saya dapatkan Aziz ada di mansion nya sekarang."pungkasnya.
" Kita bergerak malam ini. akan berdiri ICPO-interpol dibelakang."Geo menimpali.
"Dan kau Felisya, tetaplah disini bersama Aisyah. Kalian akan aman tanpa pergi kemanapun."
Ucap Farel pada Felisya dan Aisyah.
"Baik,"
Balas Aisyah sambil menoleh kearah Felisya yang hanya tersenyum penuh arti.
"Bukan Felisya jika dia mengikuti perintah Farel dan Geo begitu saja."Batin Aisyah.
" Maaf kami menyusahkan anda tuan Charles. Tapi bagaimana anda tau masalah kami, tuan?
Charles menghisap cerutunya meninggikan alis nya melirik pada Felisya.
"Saudara anda. Siapa lagi."
************
Flash Back....
Malam sebelum peresmian Apartement...
-
-
__ADS_1
-
Next...