
"Bismillahi Allahumma jannibnaas syaithoona wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa."
Farel mengecup picuk kepala Aisyah. Cup.. menautkan bibir di sana semakin dalam,menikmati setiap sentuhan hingga Aisyah meremang.
Farel membaringkan tubuh Aisyah perlahan.Farel mengukung nya kembali menautkan bibir disana.
menjelajahi setiap inci lekuk dengan lidah nya, menciptakan efek tagih ingin melakukan lebih.
Terus menjelajah hingga sampai di dua gundukan,menyentuh dan menghisap disana hingga membuat beberapa tanda Aisyah pun meremang.
Entah sejak kapan kedua nya sudah polos tanpa sehelai pun menutup diri di bawah selimut.Farel terus menjelajah bergerilya disana hingga pada inti di sana membelah perlahan,keduanya semakin mengila menggeram dengan munculnya efek tagih yang semakin menjadi.sesuatu yang telah menegang dan mengeras sejak tadi mulai membelah emenuhi inti disana terasa begitu sulit.
Rasa sakit perih sepeti disayat benda tumpul membuat nya mencakar punggung hingga seprey yang telah kusut.pergulatan keduanya dengan nafas yang tidak lagi beraturan Farel meledak disana menciptakan kehangatan membuat Aisyah juga semakin menjadi pun juga terjadi hal yang sama.
Tetesan peluh seolah ikut menyaksikan aktifitas disana."Terimakasih sudah menjaga nya."Farel mengecup Aisyah.
Aisyah mengulas senyum,Farel meraih Aisyah agar Ia berbaring pada lengan Farel suami nya.
Memeluk Aisyah pun yang ahirnya terlelap disana.
***
Felisya keluar dari kamar mengedarkan pandangan pada sekeliling ruangan.
"Sudah sepi mungkin mereka sudah tidur,Apa yang Aisyah lakukan malam ini ya?"Gumam nya tersenyum senyum sendiri sambil membayangkan aktifitas Aisyah malam ini yang pasti malu malu "Atau jangan jangan malah agresif.Hahaha." Felisya tertawa puas menistakan Aisyah sambil menuju dapur meraih gelas mengambil air minum disana.
Terlihat dari kaca jendela sosok pria yang Ia kenal duduk melantai di teras belakang.termenung di bawah sinar lampu remang remang pada malam yang telah larut.
"Siapa itu?mungkinkah...Ya Tuhan itu Geo."Felisya merasa iba.
Felisya membuatkan dua coffee white
juga membawa beberapa cemilan dengan nampan menuju teras belakang.
"Kau belum tidur Geo?" Ujar Felisya sambil meletak kan nampan disamping Geo.Kemudian Felisya duduk di sana.
"Minum lah.." Felisya meraih secangkir coffee menyerahkan pada Geo.
"Terimakasih." balas nya sambil meraih secangkir coffee dari tangan Felisya.
Felisya hanya berhedik sambil meraih coffee panas meniup niup coffee di tangan nya.Malam telah larut,udara terasa sangat dingin.
"Kapan kau kembali ke london?"
"Mungkin lusa.Kau kapan ke Kairo?"
"Secepat nya." Balas Geo."Kita bisa pulang bersama setidak nya sampai di jakarta.kau mau?"
__ADS_1
tanya Geo.
"Kedengaran nya tidak buruk,Baik lah aku mau." ujar Felisya."Tidak kah kau menjadikan ku pelarian karena cintamu yang hanya bertepuk sebelah tangan?"Felisya menatap Geo penuh selidik.
"Astaga Felisya..!!Aku tidak seburuk itu...!!" geo mininggikan suaranya.
"Hahaha." Felisya menutup mulut nya."kau serius sekali Geo...Aku hanya bercanda!!"pungkas nya.
Geo menikmati cemilan bersama Felisya.Tempat cemilan yang tadi nya terisi penuh pun hanya tinggal setengah."Geo..apa yang dilakukan Aisyah ya?"Felisya tersenyum senyum sendiri duduk blingsatan menbayangkan Aisyah lagi.
"SINGKIRKAN OTAK KOTOR MU!!" geram Geo.
"Hahaha...Kenapa kau marah?" Felisya semakin terbahak bahak."Kau seperti wanita sedang datang bulan."ujar Felisya secepat nya menutup mulut.
"APA??.." Geo tersentak menoleh pada Felisya yang menahan tawa menutup mulut nya dengan mata melirik ke kiri dan ke kanan.
Geo mengetuk dahi Felisya keras"Aauu SAKIT!!"pekik Felisya.
"Rendah kan suara mu!kau bisa membangunkan orang seisi rumah ini." Geo meletak kan cangkir coffee yang telah kosong,bangkit dari duduk berlalu dari sana.
"Geo kau mau kemana?tunggu!!" Felisya mengejar Geo kemudian berjalan disamping nya.
"Kau terus saja mengikuti ku,tidak kah kau takut kau jatuh cinta pada ku?" lirik Geo pada Felisya.
"APA???Tidak akan Geo..Kau tau sendiri bukan aku tidak tertarik dengan pria bule sepertimu.
"Tidak kah kau lihat?Aku sangat tampan?!." Geo menyentuh rahang nya.
"Ya Tuhan...Geo kau terlalu percaya diri?!ujar Felisya mengelengkan kepala.
" Ainsyel wanita yang baik,Dia terlihat begitu tulus mencintai mu."Lirih Felisya.
"Kau benar.Dia hanya mengejarku seumur hidup nya." balas nya.
"Mengejar mu?" Felisya mulai mencerna kata kata Geo.Felisya mengerti jika Geo belum membuka hati nya untuk Ainsyel.
"Ya..Dia selalu mengatakan menyukai ku,bahkan sejak masih kuliah.Teropsesi atau semacam nya." Geo mengherdikan bahu,enggan untuk membahas tentang Ainsyel.
Felisya dan Geo berjalan di kegelapan,jalanan sudah sangat sepi.," Jalan ini sangat gelap Geo,kita kembali saja"ujar Felisya.
"Ada apa?kau takut?"
"Terus saja bertanya!jika ada binatang buas memakan mu,aku tidak akan perduli!!"Felisya mengarang cerita,mana ada binatang buas di desa itu.
" Baiklah baiklah..kau takut bukan?katakan jika iya."Geo berbalik arah kemudian.
Mereka memilih duduk di taman seberang rumah Aisyah.
__ADS_1
Keduanya saling diam tidak membahas apapun.
" Geo,sebaiknya aku ke rumah saja."Bangkit Felisya dari duduk.
"Temani lah aku sebentar lagi atau kau sudah mengantuk?." tanya Geo.
"Ini di desa Geo,tidak sama dengan negara mu..Jika petugas ronda datang kemari dan mendapati kita berdua tarut malam begini,Kita akan dibawa ke kantor desa dan segera dinikahkan!!terkadang tanpa toleransi dan mendengar penjelasan malam ini juga akan dinikah kan!." Felisya bergedik ngeri membayangkan hal itu,membayangkan petugas ronda memukul kentongan membangunkan orang satu kampung dan membawa Felisya juga Geo di bawa ramai ramai dan dinikah kan Di sana.Felisya bergedik "Itu sangat mengerikan" ujar nya,kemudian berlalu meninggalkan Geo.
"Khayalan mu itu sangat berlebihan Felisya?!"
Felisya tidak memperdulikan ucapan Geo melilih pergi tanpa menoleh kebelakang.
Menuju teras belakang rumah Aisyah, duduk melantai di tempat yang sama seperti sebelum nya.
Tidak lama Geo muncul mendekati Felisya. "Kenapa mengikuti ku?Kau juga takut bukan?"
Felisya berhasil membalas Geo.
Geo hanya diam,duduk melantai di sebelah Felisya. "Kau tidak mengantuk?" ujar nya.
"Aku tadi sudah tidur,kau sendiri?sudah kah merasa lebih baik?" tanya Felisya.
Geo mengangguk samar"Terimakasih. "ujar nya.
Felisya dan Geo benar benar duduk disana hingga menghabiskan cemilan.Felisya bercerita kesana kemari membuat Geo sedikit melupakan hati yang sedang terluka.Geo dan Felisya terlihat tertawa entah apa yang sedang mereka ceritakan.
" Hoaammm..Maaf Geo aku mengantuk."Felisya menguap mata nya pun berair.
"Tidur lah..." Geo bangun dari duduk membawa nampan berisi cangkir coffee dan tempat cemilan yang telah kosong menuju dapur.
Felisya bangkit dari duduk mengulas senyum samar,melihat yang Geo kerjakan.
"Selamat malam Geo." ucap Felisya.
"Selamat malam." Balas Geo.
Kedua nya menuju kamar masing masing merebshkan diri ke ranjang.Jika Felisya memeluk guling kesayangan nya,berbeda dengan Geo yang terlentang dan memejam disana.
-
-
-
Like..like...like...
Terimakasih sudah membaca..Mohon dukungan nya kawan..
__ADS_1