Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 68


__ADS_3

London.


Elis datang dengan membawa nampan berisi mangkuk dengan es batu didalam nya juga handuk kecil disana, menghampiri Geo yang duduk bersandar di sofa.


"Buka baju mu Geo, kompres dengan ini untuk menghilangkan memar di punggung mu."


"Elis,biarkan saja?! Geo bukan anak kecil lagi! kau itu terlalu memanjakan nya?!."


"Ayo Sayang."


ujar Glory sambil mengajak Felisya berlalu meninggalkan mereka menuju kamar tamu.


Felisya mengikuti Ibu nya Geo dari belakang.


"Tidak Elis... benar kata Ibu,biarkan saja. Itu sama sekali tidak perlu."Joshe menimpali sambil menyilangkan kaki mengherdikan bahu.


Elis tidak mengidahkan ucapan kedua nya,Ia mengompres wajah Geo dengan perlahan. Kemudian beralih ke punggung nya,begitu banyak memar disana.


" Sudah lama Kau tidak pulang,Ibu mu sangat merindukan mu Geo. Kami disini tidak hanya membutuhkan uang mu?!."


Geo hanya diam tak bergeming.


"Ibu mu tau kau sesekali mengirimkan orang untuk melihat keadaan kami disini juga mencukupi kebutuhan kami tapi bukan hanya itu yang Ibu mu ingin kan Geo!"


"Glory memang sangat kejam mendidik kalian, Tapi ketahui lah,Dia sangat menyayangi mu."


tekan Elis pada luka Geo.


"Au..Pelankan sedikit"


rintih Geo.


"Felisya sepertinya gadis yang baik, Ibu mu begitu menyukai nya."Elis mengulas senyum di balik punggung Geo.


"Ibu salah faham, Kami hanya berteman."pungkas nya.


" Dia wanita pertama yang kau bawa kerumah ini. Dan seperti nya kau tidak pernah dekat dengan wanita manapun!."Joshe menimpali.


"Aku khawatir kau itu penyuka sesama jenis?!."


Lirik Joshe pada Geo.


"Tutup mulut mu?!."


Geram Geo meraih es batu melemparkan pada kepala Joshe.


"Au.. Sakit sialan!!."pekik Joshe mengusap usap kepala nya.


Geo menyeringai." Cukup Elis, terimakasih."


"Aku akan menyiapkan kamar mu." ujar Elis berlalu dari sana.Elis sudah lama bekerja pada keluarga Glory sejak Geo masih kecil hingga sekarang usia Geo sudah 34 tahun.


"Untuk apa kau kemari"


Joshe meninggikan alis nya.


"Kau rupa nya menyadari nya, Ada pekerjaan untuk mu!"


Geo melemparkan ponsel nya kearah Joshe.


secepat itu Joshe menangkap ponsel Geo, menyentuh layar ponsel kemudian melihat apa yang ada di dalam sana.


Joshe menyentuh rahang nya mengusap kemudian, tampak berfikir sesuatu.


"Apa imbalan nya?"


"Imbalan? akan setimpal dengan pekerjaan mu."


Joshe meninggikan alis nya"Wanita mu?!."


"TUTUP MULUT MU..?!."


"Kau bilang hanya berteman kan?Mengapa kau marah???Ayo lah brother..?!!."

__ADS_1


Joshe bangun dari duduk nya mengulas senyum disana,sepertinya Geo tercekat.


"Apapun asalkan bukan Felisya?!."


"Baik lah, tunggu hingga Ibu dan Elis tertidur. Dan pastikan mereka tidak akan terjadi apapun dengan masalah mu dan Farel. Dan juga jaga wanita mu agar tidak terlibat!."


Ujar Joshe sambil berlalu meninggalkan Geo yang hanya diam mendengar kan nya bicara.


*********


Jakarta.


"Terimakasih untuk makan malam nya sayang"


ujar mommy sambil meraih air mineral di sana.


"Sama sama mom,saya senang mommy menyukai nya." senyum Aisyah pada mommy.


"Mommy naik dulu ya Aisyah, Farel Bu Inah. Selamat malam"


ujar tuan Ramadhian bangun dari duduk nya.


"Malam." jawab Aisyah dan Farel dan Bu Inah bersamaan.


Mommy dan Daddy berlalu meninggalkan meja makan menaiki tangga menuju kamar nya.


"Sayang lihat..."


Farel memberikan ponsel nya pada Aisyah menunjukan foto Felisya bersama Geo saat sidang promosi dokter di London.


Aisyah terperangah menutup mulut nya kemudian.


"Ada apa Aisyah?"


Bu Inah menimpali.


"Alhamdulillah Felisya lulus bu.."


Aisyah menunjukan foto foto Felisya bersama Geo juga para profesor dari ponsel milik Farel.


"Hubungi Felisya sekarang,Ibu mau bicara."


"Hallo?!."


terdengar suara Felisya dari sana.


"Ini Ibu Nak,"


ujar Bu Inah berkaca kaca.


"Ada apa bu?Ibu baik baik saja kan?Apa terjadi sesuatu pada Aisyah?Aisyah baik baik saja kn Bu?"


pertanyaan bertubi tubi dari Felisya.


"Berhentilah mencemaskan kami. Selamat sayang, maaf kan Ibu yang tidak hadir disana."


Bu Inah mengusap mata nya yang basah.


"Jaga dirimu sayang"


"Kami mencintai mu." ujar Bu Inah dan Aisyah bersamaan.


***


Farel merebahkan diri di ranjang menunggu Aisyah yang tengah membersihkan diri, kemudian keluar dari kamar mandi dengan lingerie warna hitam melekat ditubuh nya.


"Kau menggodaku hm...?" Farel bangkit dari tidur nya memeluk Aisyah dari belakang.


"Tidak,bukan begitu.."


Aisyah berbalik mencubit hidung Farel kemudian.


Farel menyentuhkan hidung mancung nya pada hidung Aisyah,menatap bola mata cokelat Aisyah wanita yang sangat Ia cintai.

__ADS_1


"Aku mencintai mu."


Lirih nya.


"Terimakasih."


Farel mengecup bola mata Aisyah turun ke pipi lembut nya kemudian menautkan bi..bir disana.


Tautan sangat lembut semakin lama dengan tangan kiri ma...suk pada lingerie me...ra...ba... gundukan keny...al disana me..re....mas perlahan.


Membuat Aisyah meremang.


Tangan kanan Farel mulai me...ra.....ba... ke bawah me...re....mas disana denan jari mulai ber ge rak nakal dibawah sana.


Farel mendorong Aisyah perlahan hingga merebah kan diri di atas ranjang kemudian melafadz kan Do'a jima'.


Farel menaut kan bi..bir lagi dengan lidah mulai melilit sempurna dengan tangan kiri sudah me...re...mas gundukan keny...al itu.


"Kak Farel..."


Li..dah Farel mulai men...je...la...jah setiap lekuk Aisyah me...nye...sap gundukan itu dengan tangan kiri me..ra...up me...re...mas... disana.


"Kak Farel.."


De...sa...han Aisyah membuat Farel semakin bersemangat hingga tangan kanan mulai me...ra...ba... inti disana yang mulai basah menggerakan jari nakal nya disana.


"No..."


Farel menarik selimut menutupi tub*h polos kedua nya di ba wah selimut.


"Aa...hhh...."


Farel me...ma..suk...an milik nya yang sudah lama me..ne..gang perlahan hingga terbanam sempurna. Menggerak kan dengan ritme perlahan membuat kedua nya men...de...sah.. menikmati aktifitas kedua nya.Perlahan memompa dengan ritme lebih cepat membuat Aisyah meledak disana.


Kamar yang tentunya sudah dipasang alat peredam suara membuat keduanya leluasa men..de..sah.. sempurna.Farel terus me..mom..pa hingga Aisyah kembali meledak juga Farel bersamaan.


"Aaa..hhh....."


Farel menaut kan bi..bir dengan lembut. "Terimakasih sayang"


Farel mengusap peluh Aisyah di dahi mengecup nya kemudian.Melepas milik nya perlahan.


**********


London.


Di tempat lain.


Mobil melesat dengan kecepatan tinggi pukul 3 dini hari.Joshe menginjak pedal gas semakin melajukan mobil nya keluar dari kota London.


Geo yang berada di samping nya hanya diam dengan tangan memasang amunisi pada revolver milik nya.


Ceklek.


Revolver siap digunakan dengan peluru yang terpasang sempurna.


Ciiittt......?!!!...


Mobil berdecit terparkir sempurna di depan gudang lusuh yang seperti nya lama terbengkalai.


Dua pria tampan keluar dengan gaya cool khas mereka membawa revolver ditangan nya.


"Braaakkkkkkggg.....?!!!..."


Geo mene"dang pintu gudang lusuh itu dengan kaki nya hingga pintu rapuh itu terpental kesana.


"Bragh...?!!"


Seorang pria dengan tangan ter..ik..at dengan kursi dan mulut di sum*al terkesiap dengan dua pria yang datang.


Geo meno*ong kan pist*l ke dahi pria itu yang terlihat menangis ketakutan..


DooorRrrrr....?!!!...

__ADS_1


Next....


__ADS_2