
Farel mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jas.
"Mom, ini untuk calon istri ku." Menyerahkan Sebuah kotak perhiasan berisi cincin kepada Ibunda nya untuk dilingkarkan pada jari manis Aisyah.
Farel tidak bisa melakukan nya karna Ia belum halal untuk menyentuh Aisyah, walaupun hanya sekedar menyentuh jari.
Nyoya Ramadhian menerima itu dengan rasa haru
sambil memandang wajah putranya.Terbesit rasa kagum pada Aisyah,kejadian ini cukup menjadi bukti jika Aisyah wanita yang sangat terhormat.
Nyonya Ramadhian meraih tangan Aisyah, melingkarkan cincin pada jari manis nya dengan rasa haru.Semua yang hadir bertepuk tangan.
Seseorang dibalik tirai menghela nafas berat berlalu keluar dari tempat itu tanpa memperlihatkan batang hidungnya di depan mereka yang sedang berbahagia.Menginjak pedal gas melaju kencang menerobos cuaca cerah disore hari.
Memarkirkan mobil di taman Al-Azhar park Cairo
menghibur diri sendiri berjalan di taman yang merupakan icon pariwisata di kota itu.
Banyak orang lalu lalang bersama pasangan nya atau ada juga yang bersama keluarga nya juga ada yang menggandeng anak kecil.
Semakin pilu hati Geo.
kemudian Ia lebih memilih duduk sendiri di bawah pohon jauh dari keramaian.Geo menghela nafas nya berat.
"Kau disini Geo?" Suara wanita memekik telinga.
"Pergi lah jangan mengganggu ku!".
" Kau mengusir ku??Astaga!!kau jahat sekali?"Ainsyel duduk disamping Geo.Bukan Ainsyel nama nya jika menyerah.
"Kau datang sendiri?Mana pacar mu yang kau banggakan tempo hari?"berkata sambil melirik lawan bicara dengan nada mengejek.
"Jangan mengejek ku begitu!Bagaimana jika di kemudian hari kau tergila gila pada ku." Ainsyel memandang wajah Geo sambil mengedip-edipkan mata nya.
"Cih..!!Itu tidak akan terjadi."Geo memalingkan wajah nya." Ya Tuhan..mengapa harus bertemu wanita sepertimu disini?."Ucap Geo mendesah.
"Hahaha mungkin kita berjodoh??." Ainsyel antusias."Kau tau?Jika kau marah kau terlihat sangat kereeennn?!!!."Tersenyum senyum sendiri sambil menggoyangkan badan nya hingga bersentuhan dengan lengan Geo.
"Sungguh kau wanita idiot!!mengapa harus bertemu dengan mu disini?"umpat Geo.
" Hahaha ku kira kau menyukai nya.."
" Kau tidak kembali ke negara mu?"Tanya Geo.
"Aku ada proyek disini,papa yang mengirim ku kemari.jadi tidak ada alasan untuk ku kembali.Ternyata bertemu dengan mu sangat menyenangkan bukan?." Ainsyel tersenyum memperlihatkan gigi nya.
__ADS_1
Tingkah konyol Ainsyel sukses membuat Geo menarik ujung bibir nya,secepat kilat Ia menetral kan wajahnya yang sedikit terhibur.
Di sisi lain...
Tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat acara.Aisyah dan Farel mengucapkan terimakasih pada tamu yang telah hadir.
Aisyah,Farel dan keluarga bergantian melaksanakan Shalat Asyar di dalam tempat ibadah yang berada di resto.Tim dekorator petugas kebesihan datang sesuai perintah membereskan tempat itu seperti semula.
Aisyah melepas lelah duduk di salah satu kursi,Farel melihat kemudian berjalan mendekati Aisyah dengan membawa dua gelas berisi minuman,duduk berhadapan dengan Aisyah terhalang oleh meja di depan nya.
Farel meletak kan gelas di depan Aisyah.
"Minum lah." tutur Farel
"Terimakasih Kak..." Lirih Aisyah.
"Jangan sungkan..."
"Aisyah... Terimakasih untuk hari ini." tatap Farel.
Aisyah menundukan wajah nya yang bersemu.Sebenarnya Aisyah sangat bahagia,bisa bertunangan dengan pria yang selama ini Ia rindukan.Ia kenali hanya dala!
Farel yang selalu menjaga jarak dengan Aisyah karena Ia sangat menghormati wanita ini.
Walaupun sebenarnya bohong jika Farel tidak ingin memeluk Aisyah dan berkata "Terimakasih sayang."
"Ada apa kak Farel?" Tanya Aisyah.
"Tidak...kau tau Aisyah?Aku sangat bahagia." Jawab Farel.
Aisyah hanya tersenyum.
Felisya datang menghampiri."Apa aku ngganggu?"
tanya Felisya.
"Ah...tidak..Silahkan". jawab Farel
" Aku ke london besok,kabari aku jika hari pernikahan sudah ditentukan.kata Felisya.
"Secepat itu kah?Tanya Aisyah.
" um.."Felisya mengangguk.
"Aku harus berusaha agar bisa sepertimu Aisyah!!"
__ADS_1
Aisyah tersenyum."Baik lah...SEMANGAT.!!"
"Aku kesana dulu." Pamit Felisya menunjuk arah bu Inah dan dan Nyonya Ramadhian berada.
Entah apa yang mereka bicarakan,terlihat kedua nya tertawa bersama..
hari semakin larut,Body guard menjemput orang tua Farel,lalu mengantarkan nya ke hotel.
Tuan dan Nyonya Ramadhian melepas lelah di dalam kamar hotel bernostalgia mengingat masa lalu mereka dan saling berbagi kehangatan.
Farel melajukan mobil nya menuju Apartement milik nya mengisi bathUp dengan air hangat.Melepas lelah dengan berendam di dalam bathUp.
Disisi lain Geo yang mau tidak mau harus terpaksa mengantar Ainsyel dan mendengarkan semua ocehan nya selama di dalam mobil.
"Sudah sampai." kata Geo.
"Selamat malam...Geo Terimakasih..."tutur Ainsyel.
" Masuk lah..ini sudah malam."Geo berkata pada Ainsyel yang masih duduk mematung memandang wajag Geo.
"Kau tidak ingin mencium ku sambil berkata selamat malam sayang??" Ainsyel duduk blingsatan malu malu sanbil tersenyum memperlihatkan gigi putih nya.
Wajah Geo mendekat...,mendekat...,dan...
Geo Melempar wajah Ainsyel dengan tisu di dalam laci dasboard.
"Sial...?!..." Umpat Ainsyel dalam hati.
"Masuk dan istirahat lah!!!dasar wanita menyebalkan!!"kata Geo yang sedikit meninggikan suara.
Ainsyel kesal kemudian keluar dari mobil dan membanting pintu mobil .
" Selamat malam"Jawab Ainsyel dengan nada kesal.
Geo turun dari mobil menghentikan langkah Ainsyel.
"Kau akan mencium ku???" Gumam Ainsyel dalam hati.
"Maaf...jika aku terlalu kasar pada mu.Naik ke kamar mu dan,Tidur lah..." Geo berlalu meninggalkan Ainsyel yang mematung di parkiran mobil.
Geo melaju menembus dingin nya kota Kairo.menuju apartement milik nya.
berendam air hangat melepas lelah setelah seharian beraktifitas.
Vote..vote..
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca cerita ku..
Maaf...banyak tempo dan kesalahan yang bertebaran..Terimakasih..