
"Katakan apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku berdiam diri hanya dibawah pengawasan mu dan Ibu nya Geo."
Felisya berucap pada sekertaris Rey dengan panggilan Video.
"Percayalah nona, Aku dan Tuan Geo yang akan menyelesaikan Aziz. Dan kami pastikan dia akan meringkuk dipenjara bersama adik nya. "
suara sekertaris Rey disana.
"Lindungi Geo apapun yang terjadi?!. Buat penjagaan yang lebih ketat untuk Aisyah dan Farel, Aku tidak akan memaafkan mu jika Aisyah terluka!."
"Baik nona, Saya pastikan Aisyah akan aman selama dia berada di mesir, Tuan Geo sudah mengatur semuanya dan akan kembali ke Mesir hari ini."
"Tetap siapkan penerbangan untuk ku menuju kesana tanpa sepengetahuan Geo!."
"Tapi nona?!.."
"Mungkin aku akan terlambat,namun lebih baik dari tidak sama sekali."
"Lakukan yang ku printahkan!."
"Baik,nona"
Tut..tut..
Felisya mematikan panggilan nya menyandarkan kepala nya pada tirai jendela tempat dia berdiri sejak tadi.
Sesuai dugaan, Geo benar kembali ke mesir dan menyuruh Felisya tetap di rumah orang tua nya.
Glory hanya bisa menatap punggung Geo yang berlalu menuju mobil sport dengan Jhose yang siap mengantar nya.
"Jaga Felisya, pastikan dia tidak menyusul ku dan lindungi aku dari belakang?!."
Ucapan dengan nada perintah pada adik nya.
"Kau tidak perlu khawatir. Ku lihat api balas dendam dari sorot mata mu?!."
"Aku hanya sedikit Geram pada manusia seperti nya!."ujar Geo.
"Jika Alibi skandal antara Farel dan Amely mencuat ketika peresmian apartement bisa hancur reputasi Tuan Ramadhian juga sangat berpengaruh dengan perusahaan. Karena Amely bunuh diri tewas saat mengandung."
Jhose menimpali.
"Karena itu aku harus mencegah nya, Tidak menutup kemungkinan orang orang Aziz akan muncul disana."
"Jaga Dia, Jhos"
Geo menepuk bahu Jhose.
Mobil melaju meninggalkan rumah Geo melesat meninggalkan kota itu menuju Airport. Geo melangkah lebar masuk kesana dengan Penerbangan Business class membuat nya tak perlu lama mengantree.
Armada besi menerbangkan Geo menuju Negara mesir tepat nya di Airport salah satu kota disana.
Geo turun dari pesawat dengan orang orang yang telah menunggu nya membungkuk tanda menghormati secepat itu langsung melesat sesuai instruksi menunggu Farel beserta istri yang akan mendarat satu jam lagi.
"Anda bahkan belum tidur sejak kemarin tuan."
ujar bodyguard yang paling dekat dengan Geo.
"Diam lah, bos akan datang sebentar lagi, Kau sudah melakukan yang kuperintahkan?"
ucapan dingin keluar dari mulut Geo.
"Sudah tuan, aku memerintahkan orang orang anda untuk menjaga tempat ini hingga sekitar Resto?"
"Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk."
__ADS_1
"Dimengerti"
Armada besi milik Farel mendarat sempurna.
Semua bodyguard melangkah siaga disekitar pesawat. Juga orang orang yang sebelumnya diperintah kan untuk berjaga di sekitar Airport hingga Resto semua terlihat siaga sesuai intruksi.
Kabar tentang selamat nya Farel mungkin telah sampai di telinga Aziz, maka Geo harus membuat penjagaan yang sangat ketat juga Felisya yang memerintahkan seluruh orang orang nya untuk menjaga mereka tidak terkecuali Geofani.
Farel menuruni tangga pesawat dengan menggandeng tangan Aisyah. Geo sedikit membungkuk tanda menghormati dan sebagai ucapan selamat datang, Diikuti Seluruh bodyguard
yang juga sedikit membungkuk mengikuti yang Geo lakukan.
"Ya Tuhan.. Mengapa mereka menyambut kita dengan cara begini?"
Tanya Aisyah pada Farel yang masih menggenggam tangan nya.
"Kau tidak suka,hmm..."
menoleh pada istri nya.
"Bukan begitu, tapi ini berlebihan."
Farel tidak menanggapi ucapan Aisyah, Ia terus menggenggan tangan nya hingga di depan mobil dengan Geo telah membukakan pintu untuk nya.
"Silahkan nona Aisyah."
"Geo, bersikaplah seperti biasa. ucapan mu terdengar tidak nyaman di telinga."
"Terimakasih Geo."
Farel menepuk bahu Geo kemudian masuk kedalam mobil.
Geo menutup pintu mobil kemudian menuju kursi pengemudi menginjak pedal gas berlalu dari sana. Diikuti para bodyguard yang menuju mobil masing masing dengan gerakan yang terkoordinasi.
Mobil melesat melaju meninggalkan tempat itu menembus panas nya kota Kairo melewati jalan tol sepi sekitar gurun pasir.
Dorr... Dorr...
Ciiiittttttttt.....
Mobil tidak dapat di kendalikan dan dan berputar 180 derajat membuat menghentikan mobil mobil yang ada di belakang nya menginjak rem mendadak.
Brraaakkkkk...
Tabrakan tidak bisa dielak kan karena rem yang terlalu mendadak tidak sampai menghentikan mobil itu.
"SIAL!!"
Geo refleks berteriak memokot kemudi.
"Allahu Akbar."
Pekik Aisyah yang tersentak kaget dengan kejadian itu.
"Apa yang terjadi Geo?"
Farel meninggikan suara.
"Tenang lah Aisyah, Aku akan menyelamatkan kalian."
Salah satu mobil yang tiba tiba muncul dari arah berlawanan mengejar mobil yang baru saja menembak itu.
Ponsel Geo berdering.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Tuan, lanjutkan saja perjalanan biarkan orang orang ku yang akan menangani mereka."
terdengar suara sekertaris Rey di sana.
Geo mematikan ponsel nya menginjak pedal gas
Brakkk...
Geo sengaja melewati mobil didepan nya dengan menabrak sisi depan agar mobil ituvtidak menghalangi nya. Tentu kejadian tadi untuk mengecoh bodyguard agar mengejar mobil yang menembak tadi agar leluasa untuk menyerang Farel dan Geo sekaligus.
Geo semakin menginjak pedal gas melaju sampai spedometer tidak bergerak lagi.
Aisyah terus berdo'a menyebut Nama Tuhan benar benar ketakutan.
Farel memeluk erat Aisyah yangvtampak pucat pasi.
Dooorrrr...
Doorr...
"Doorr...
Amunisi mengenai badan mobil bertubi tubi.
Serangan dilakukan lagi lagi dari jalur yang berbeda dari arah berlawanan. Beruntung mobil dilapisi dengan anti peluru yang memang sengaja Geo memilih jenis mobil ini memang sudah Ia perkirakan sebelum nya.
" Bereskan mereka semua?!!.."
Geo memberi perintah melalui ponsel nya yang tersambung pada para bodyguard nya disana.
Dengan terus mempertahan kan kaki yang menginjsk kuat pedal gas membuat mobil terus melesat dengan kecepatan tinggi.
"Sayang tenang lah, kita akan baik baik saja."
usap Farel pada kepala Aisyah yang tertutup hijab."
"Aku percaya pada mu."
Aisyah mengangguk.
"Aku tidak mencemaskan diriku sebenarnya."
"Maksud mu?"
Geo tiba tiba menimpali.
"Geo bukan kah kau tadi berbicara pada sekertaris Rey?"
"Benar"
Farel yang menjawab.
"Itu atrinya Felisya pun mengetahui tentang ini, Aku mencemaskan nya. Dia mungkin ada disekitar sini."
"Tidak mungkin?!. Dia ada dirumahku bersama Ibu."Geo menimpali sambil terus menatap kedepan.
"Kau membawanya? Kau mencintai nya!."
Farel mengulas senyum disana." Felisya wanita pertama yang secara tidak langsung pernah dekat dengan mu."
"Tutup mulut mu?!, "
"Hentikan..! ini bukan saatnya bercanda?!. Felisya mungkin ada disekitar sini, Dia sangat mencemaskan aku."
Geo melirik ke arah Aisyah.
__ADS_1
"Aku mohon kak Farel, Cepat cari tahu dan lindungi Felisya." ucap Aisyah berkaca kaca.
Next...