Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Extra Part 8


__ADS_3

"Bokong ku sakit Felisya, ambilkan kompres cepat?!."


"Iya, iya.. Nyaring Sekali suaramu Geo! Telinga ku sakit."


Menggerutu sambil keluar dari kamar menuju dapur.


"Astaga?! ini pasti lebih dari memar."


Geo menurunkan celana nya di depan cermin.


Sengaja menghadapkan bokong nya di depan cermin tentu nya.


"Sial?!"


" Bodoh sekali, Bagaimana aku bisa melihat cermin jika membelakangi nya."


Berfikir berfikir berfikir...


"Oh iya, Aku foto saja."


Geo meraih ponsel kemudian


cekrek!!


"Ini pertama kali dalam sejarah Manusia. bokong ber selfy?!."


Felisya tiba tiba muncul sambil membawa baskom.


"Ini kali pertama nya juga aku melihat kebodohan mu, Tuan Geofani!."


" Ini sakit Felisya, Kau tidak mengerti jika tidak merasakan nya


Geo naik keatas ranjang telungkup di sana.


" Bisakah kau membantu ku mengompres?."


Menoleh ke samping memohon.


" HM, Sidah kuduga, pasti akan begini."


Menempelkan beberapa es batu yang dibungkus dengan handuk kecil.


"Kau tenang saja Felisya, aku sangat tampan dan putih bersih menyeluruh, begitu juga dengan bokong ku."


Hehe.


Menyebalkan!!.


"Bisa bisanya masih percaya disi disaat begini."


Mengumpat dalam hati sambil menekankan tangan nya.


"Aww!! "


"Sakit, Pelan pelan sedikit."


"Sudah diam! Nikmati saja."


Felisya menekan es batu pada bokong Geo lagi dan lagi.


"Aww...!!"


"Aww..!!"


Menggeliat geliat pun lama lama tenang terbiasa.


Tuit..


"Bunyi apa itu?."


Sial aku kelepasan!.


Geo diam pura pura tidak tahu.


"Bau sekali,"


"ASTAGA..!! Kau buang angin GEO???"


Suara Felisya menggema.


"Uhuk..!! Uhuk ...!! Menjijikkan, bau sekali."


Felisya melompat dari ranjang menuju kamar mandi menutup pintu nya kemudian.


"Geo SIALAN?!."


Geo tergelak menahan tawa, tidak berani terbahak takut dosa pula menertawakan Felisya.


"Felisya kemarilah."


Geo memanggil.


"Tidak mau?!."


"Ini masih sakit...?!"


Memelas.


"Bodo Amat!!."


Felisya mengumpati Geo dari dalam kamar mandi, sedangkan Geo semakin tergelak menahan tawa hingga tubuh nya bergetar di atas ranjang.


***


Sementara suasana dikamar Geo berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam kamar tamu.


Aisyah menyibak tirai membuka jendela, membiarkan angin malam masuk kedalam kamar menerpa wajah nya menerbangkan rambut panjang nya sayu ....

__ADS_1


Langit malam terlihat begitu indah mungkin karena saat ini bulan purnama.


Semakin terasa nyaman ketika Farel mempererat pelukannya dari belakang.


"Aku mencintaimu Aisyah, akan selalu terus begitu hingga kita menua bersama."


Farel mengecup pucuk kepala Aisyah, wanita istimewa yang semakin terlihat cantik dan merona berseri ketika menanggalkan hijab nya.


Farel merasa paling beruntung karena hanya dia yang bisa melihat nya.


"Terimakasih kau telah menemani hari hari ku, dan mengajariku banyak hal. Menjadi suami mu adalah Anugrah dari Tuhan yang akan aku jaga seumur hidup."


Suasana semakin romantis sebab tidak ada yang mengganggu, Baby Fasya tidak tidur bersama Aisyah tapi Madam Glory membawa nya tidur bersama.


"Kak Farel, Aku juga bersyukur Tuhan menyatukan kita. Kau yang membuat aku terasa istimewa kak Farel."


Membalikkan tubuh nya mengalungkan tangan dileher menjinjit mencium bibir Farel.


"Aku semakin menyukai mu jika sudah begini."


Farel menyeringai mendekatkan wajah nya menutup bibir Aisyah dengan bibir nya.


Tangan Farel berada di pinggang dan Aisyah masih pada posisi nya.


Terjadilah dibawah pantulan cahaya purnama, Bibir kedua nya bertemu, bertaut meresapi cinta yang halal atas kedua nya. Angin yang menerpa mereka semakin menghangatkan suasana.


Hingga beberapa menit dan melepaskan panggutan nya.


"I Love you kak Farel."


"Love You too Aisyah."


Farel kembali menautkan bibir nya, tangan Farel menarik tali Lingerie di belakang leher Aisyah, sekali tarik langsung tertanggal lingerie itu di lantai menyisakan dalaman yang melekat.


"Kak Farel..."


Aisyah melepas ciumannya memukul bahu Farel yang terkekeh.


"Aku masih teringat saat malam pertama dengan mu Aisyah. Kau malu malu tapi juga menginginkan nya."


Berkata sambil menggendong Aisyah membawa nya merebah di atas ranjang.


"Kak Farel, Jangan menggodaku, kita sedang bertamu dirumah orang.?!."


"Kita dirumah madam sayang, bukan dirumah orang, anggap saja dirumah sendiri."


Berbicara tapi tangan Farel melepas kait cup di punggung Aisyah melempar sembarangan.


"Kak Farel...."


Aisyah terdiam saat Farel membaca do'a jima' sebelum menyentuh nya.


Dan terjadilah di dalam kamar tamu, suara suara indah mem..de..sah.. mendominasi.


Jendela yang terbuka memperlihatkan bulan purnama yang menjadi saksi percintaan di atas ranjang kedua nya.


***


" Kau imut dan cantik sekali sayang."


Mengusap usap rambut pirang Baby Fasya.


"Jika Aisyah tidak keberatan, kau tinggal disini bersama madam Glory dan Elis "


Glory bernyanyi, mengusap usap rambut baby Fasya yang terlelap.


"Kau tahu baby Fasya?!, Madam dan Elis sangat kesepian. Setiap hari hanya bertengkar dengan Elis untuk mengusir kesunyian. Madam merindukan tawa anak kecil yang akan meramaikan rumah ini."


Madam Glory mencurahkan isi hati nya pada seorang bayi yang tidur terlelap.


Hingga lelah bercerita Ahir nyamadam ikut memejam.


***


Di kamar Geo.


Felisya Sudah tidak lagi terdengar mengumpati.


Bokong Geo pun tidak lagi terasa nyeri setelah Ia oleskan salep milik Jhose adik nya.


Entah terbuat dari apa salep itu ajaib sekali.


Gumam Geo dalam hati.


"Felisya."


"HM?!."


"Kau masih marah?."


Melirik Felisya.


"Menurut mu?."


Bicara tanpa menoleh pada Geo.


Eh?


Geo menggenggam tangan Felisya membawa nya keluar dari kamar.


"Kau mau membawa ku kemana?."


"Kita jalan jalan."


"Malam malam begini?!."


Felisya menoleh pada Geo.

__ADS_1


"Malam ini bulan purnama, ikut saja kau pasti akan senang."


Geo membawa Felisya menuju teras samping rumah."Duduk disini, tunggu aku sebentar."


Geo bicara kemudian berlalu masuk kedalam.


sedangkan Felisya duduk melantai di teras samping rumah.


Tidak lama Geo membawa tikar selimut dan satu bantal.


Menghamparkan tikar di teras, meletakkan bantal."Kita tidur disini malam ini."


"Sungguh?!, Ibu mu tidak akan memukuli mu lagi?"


"Tidak akan, selama aku tidur memeluk mu."


Geo merebah merentangkan tangan.


"A...Geo?!."


Felisya merebah menjadikan tangan Geo sebagai bantal.


"Aku mencintaimu mu Geofani."


Memeluk Geo menenggelamkan wajah nya di dada


Geo menarik selimut menutupi tubuh keduanya.


"Aku juga mencintaimu, Felisya."


Mendarat kan bibir di dahi Felisya,


Tidak butuh waktu lama pun Ahirnya mereka memejam. Di teras rumah dibawah pantulan sinar purnama.


-


-


PENGUMUMAN.....!!!!


Novel terbaru rilis tgl 14 February 2022


Bocoran cerita.....


Hazelo Zadureingaz Walson mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras tentunya menahan amarah akibat pertengkaran dengan sang istri yang baru satu bulan Ia nikahi.


******


15 menit yang lalu.


"Kau mau kemana?."


Hazelo baru saja pulang dari kantor bertanya pada istrinya sambil melepaskan arloji meletakkan di atas nakas.


Mendapati istrinya mengenakan pakaian yang memperlihatkan setiap lekuk disana dengan belahan dada menonjol dan paha yang terekspose disana bahkan tatto di dada yang baru kali ini Hazelo lihat terekspose juga.


"Bukan urusan mu!."


Berkata dengan ketus sambil memasang high heels di kaki nya.


Acuh! Sedikit pun tidak melirik kedatangan hazelo suami nya.


"Suka atau tidak, aku itu suamimu?!"


Hazelo meninggikan suara.


"Persetan dengan itu kau Fikir aku peduli???! "


Mengherdikan bahu meraih tas dan ponsel nya kemudian.


"Gaby kau sudah menikah dan aku berhak tau kau pergi kemana!."


"Persetan dengan pernikahan kita!!."


Gaby melangkah melawati hazel hendak membuka pintu.


"Apa maksud mu?!"


Menarik tangan Gaby menahan nya agar tidak pergi.


"LEPASKAN!!."


"Kau tahu kan Tuan Muda Hazelo yang terhormat, aku tidak pernah tertarik dengan pria!!."


Berbicara dengan lantang menekan kalimat terakhir nya.


"Lalu mengapa kau menyetujui pernikahan ini?!."


Mendorong tubuh Gaby mengukung nya di dinding.


"Orang tua ku yang menjodohkan kita sejak masih kecil tuan Hazelo. Perjodohan bodoh ini membuatku tersiksa."


Gaby menatap Hazel dengan tatapan benci.


"Kau tahu Hazelo?! sedikit pun aku tidak pernah tertarik dengan mu."


Mendorong tubuh Hazel menghempaskan tangan nya kemudian meraih handle pintu.


Brrrraaakkk!


Gaby membanting pintu kamar membuat Hazelo tersentak.


"Brengs*k!! Kau benar benar menginjak injak harga diriku Gaby. Kita lihat saja, kau akan tergila gila pada ku dan mengemis cinta setelah aku campak kan."


BERSAMBUNG.....


Lanjutan nya tgl 14 bulan depan... Terimakasih kawan....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2