Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 88


__ADS_3

Acara telah selesai di ahiri dengan menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Para pemegang saham terlihat silih berganti mendekati Felisya.


Pria tampan yang duduk jauh disana melihat itu meremas tisu.


Seluruh tamu yang hadir silih berganti keluar dari Gedung.


Felisya yang telah tampak letih berlalu dari sana hendak menuju kamar hotel milik nya tidak jauh dari Gedung tempat acara berlangsung.


"Kemana saja mereka, mengapa tidak satu pun ada yang mengawal ku pergi." Gumam Felisya.


Security dan para karyawan sedikit membungkuk menyambut kedatangan Felisya.


Felisya memasuki hotel. Menggunakan lift khusus menuju lantai tertinggi yaitu kamar pemilik dari hotel tersebut.


"Hah..?!"


Felisya terkesiap ketika lift tiba tiba berhenti.


Seketika lampu di dalam lift padam dan menjadi gelap gulita.


"Apa ada orang diluar???" Pekik Felisya berharap ada yang mendengar.


"Hai.. Tolong aku..!!"


Tidak ada satu pun orang yang menyahut.


"Ya Tuhan, Mengapa aku bisa lupa."


Membuka tas yang ada di tangan nya meraih ponsel disana.


Felisya membuka layar ponsel nya menyalakan penerang di ponsel itu.


Felisya tersentak kaget tiba tiba menangkap bayangan memantul di sana. Bayangan pria yang terlihat remang di belakang Felisya.


"Siapa Kau dan Apa Mau mu..?!!!"


Felisya meninggikan suara dengan dada yang berdebar.


Pria itu mendekat pada Felisya.


"Tek...tek....tek....."


Terdengar suara langkah kaki pria itu.


"Apa Mau Mu?!"


Felisya seketika berbalik.


Mata nya membelalak ketika menyorotkan penerang ponsel pada Pria itu.


PRAAA...kkk!!"


Felisya tersentak hingga menjatuhkan ponsel nya.


Seketika ponsel itu mati dan kembali gelap gulita di dalam lift.


"Mau apa kau kemari?."


Pekik Felisya.


"Kau tidak senang aku datang?."


"Tek..tek..tek."


suara langkah kaki maju kedepan.


"Pergilah dari sini?!."


Felisya mundur beberapa langkah hingga tubuhnya membentur dinding.


"Kau tidak lihat? Lift nya berhenti. Mana mungkin aku bisa keluar."


Terus maju kedepan.


"Jangan pura pura bodoh. Ini perbuatan mu kan???."


"Sejak kapan kau berada di sini?."


Masih dengan Nada tinggi.(kesal dan Marah? Tentu saja.)


Felisya membelalak ketika tiba tiba ada yang sedikit terasa berat di bahu nya.Pria itu merebahkan kepala nya di bahu Felisya.

__ADS_1


"Mengapa kau meninggalkan aku?."


Lirih pria itu.


Hati Felisya sangat ingin mendorong Pria itu, namun sepertinya tubuh nya menerima dan sangat merindukan pria yang sesuka hati bersandar pada nya itu.


"Geo...Aku..." Lirih Felisya yang terkesiap sendiri dengan tangan nya yang refleks mendekap punggung tegap disana.


"Ya Tuhan.., Felisya tangan mu memalukan sekali!!." Gumam Felisya dalam hati.


Keheningan menyelimuti disana. hanya suara nafas masing masing yang terdengar telinga.


Tangan kekar itu meraih Felisya masuk kedalam dekapan nya.


Felisya malah menangis di sana, Mengharu dengan dada yang masih berdebar tentu nya.


Felisya teringat kejadian tempo hari antara Geo dan Ainsyel.


"Pergilah dari sini Geo, Jangan buat aku serakah ingin memiliki mu dan merebut mu dari Ainsyel.


Mendorong tubuh Geo kemudian.


Serakah?"


" Ainsyel?. "


"Merebut?"


Geo mengulas senyum tanpa terlihat oleh Felisya.


"Jangan mengerjai ku?!"


Kesal Felisya.


"Marah lagi?."


"Pergilah dari sini Geo, Jangan buat aku jadi teman yang jahat dan merebutmu dari Ainsyel. Aku mencintai mu Geo. Jadi pergilah menjauh dari ku. Jangan buat aku jadi wanita yang serakah yang ingin memiliki mu seorang."


Felisya mengusap mata nya yang basah.


"Kau menyebalkan Geo, Kau membuatku jadi wanita cengeng yang lemah."


Hik.. hik.. ha..ha haa....menangis kemudian tertawa.


"Maaf..."


Kembali meraih tubuh Felisya masuk kedalam dekapan nya.


"Eh..?"


"Ada apa dengan mu Geo?"


Gumam Felisya dalam hati.


"Kau salah faham. Ainsyel datang memberikan surat undangan untuk ku. Dia datang untuk menyuruhku datang untuk pernikahan nya."


Mempererat pelukan nya. Dada Geo pun berdebar, mungkin Felisya pun merasakan nya.


"Pernikahan?."


"Ainsyel akan menikah. Sepertinya dia mampu jatuh cinta dengan pria selain diri ku. Kita akan datang ke London bersama juga meminta restu dari Ibu ku."


Mengusap kepala Felisya.


"Restu?."


Felisya melepaskan pelukan nya.


"Felisya, menikah lah dengan ku."


Meraih cincin yang ada di kantong Jas nya kemudian menyematkan cincin pada jari manis Felisya.


"Geo.?."


Kembali mengharu.


"Maaf aku tidak mengerti cara berkata romantis atau semacam nya. Kau wanita pertama yang aku bawa pada Ibu ku. Seharusnya kau bisa memahami nya."


Kecupan hangat mendarat pada dahi Felisya.


Felisya baru menyadari begitu berartinya dirinya di hati Geofani.


Felisya kembali menangis di dalam dekapan Geo.

__ADS_1


"


"Ssstttt...


Pelankan suara mu. Bodyguard mu bisa membun*h ku jika membuatmu menangis."


Felisya memukul dada Geo namun tidak sakit.


"A..Geo?!"


"Ahirnya aku menemukan kelemahan mu. Wanita pemberani yang terlihat selama ini bisa runtuh seketika karena pria tampan seperti ku."


"Tutup mulut mu Geo. Kau terlalu percaya diri."


"Kalau begitu lakukan lah ?!"


"Apa?!."


"Lakukan?jika menutup mulut Geo dengan bibir ku sama saja berciuman. Astaga?!.. Tidak.. tidak..


Aku akan bercium*an jika telah menikah."


Gumam gumam.


"Ajari aku jadi seorang muslim yang taat."


Ujar Geo meraih Felisya mempererat dekapan nya.


Felisya mengangguk. Meng iya kan.


Lampu kembali menyala dan lift pun kembali berfungsi seperti semula.


Perbuatan siapa? Tentu saja Geo, Siapa lagi?!


Pria yang seperti kurang kerjaan mengikuti Felisya mulai dari kantor polisi kota Kairo hingga memandang Felisya dari kejauhan menaiki pesawat.


Terus mengikuti hingga acara di dalam gedung tadi itu sampai merusak lift dan akses Cctv.


Pintu lift terbuka. Geo dan Felisya keluar dari sana.


"Beristirahat lah."


Mengusap pucuk kepala Felisya.


"Kau mau kemana?"


"Kenapa? Kau akan mengajak ku untuk tidur bersama mu." Mendekatkan wajah pada Felisya.


"Tidak tidak... Maksudku bukan begitu."


Salah tingkah dengan wajah memerah.


"Selamat malam Geo."


Berlari masuk ke dalam kamar hotel menutupi wajah malu nya disana.


"Terimakasih sudah membantu."


ujar Geo menatap ke balik dinding.


"Jagalah nona tuan Geo. Ku titipkan nona pada Anda." Sekertaris Rey menepuk bahu Geo disana.


Geo sedikit membungkuk menghormati Sekertaris Rey yang baru saja berlalu.


Geo memasuki Lift menuju kamar yang telah Sekertaris Rey siapkan.


"Mimpi apa aku semalam."


Ujar Felisya sambil melihat cincin di jari manis nya itu.


Di dalam kamar yang lain.


Geo merebahkan diri di ranjang menatap langit langit.


"Tuhan, Terimakasih Kau mempertemukan ku dengan nya. Karena Engkau aku berada disini malam ini. Izinkan aku mendekat dengan Mu dan ber Iman pada mu.


Kau membuatku menaruh perasaan pada Aisyah dan mempertemukan ku dengan wanita yang saat melihat nya aku bisa melihat diriku sendiri."


-


-


Next kita berlanjut pada Aisyah

__ADS_1


__ADS_2