Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 94


__ADS_3

London City


Armada besi mendarat sempurna. Menurunkan Felisya dan Geo disana.


Geo dan Felisya berjalan berdampingan membawa Travel bag masing masing keluar dari bandara.


Tidak ada pelukan hangat apalagi kecupan di dahi seperti yang Felisya harapkan. Genggaman tangan saat menuruni pesawat Jet Pribadi pun tidak ada. Semua terasa biasa seperti Felisya mengenal Geo sebelum nya.


Tidak ada yang menjemput kedua nya. Tidak ada yang memperlakukan dengan Special disana.


"Tunggu disini."


Ujar Geo kemudian berlalu menuju mobilnya yang entah sejak kapan telah terparkir di area bandara.


Geo melajukan mobilnya menuju Felisya berdiri.


Geo menurunkan kaca mobil.


"Masuk."


"Menyebalkan sekali. Bahkan aku harus meletak kan sendiri Travel bag kedalam bagasi."


Menggerutu sambil menutup bagasi mobil Geo.


Felisya masuk kedalam mobil.


Geo terkesiap karena Felisya menutup pintu begitu sangat keras.


Geo mengulas senyum samar.


"Kau mudah sekali marah ya?"


Felisya tidak menanggapi. Memilih diam melihat kearah kaca disamping nya.


Geo melajukan mobil nya melewati kota london, terus melaju jauh hingga ke pinggiran kota.


Jalanan cukup sepi saat ini. Tidak ada pembicaraan apapun di dalam mobil. Felisya bungkam enggan untuk mengeluarkan suara tidak seperti biasa nya.


Felisya memperhatikan cincin pemberian dari Geo."Aku sangat sulit memahami perasaan mu. Tidak mengerti sebenarnya kau mencintai ku atau... Ah entah lah."


Gumam gumam dalam hati.


Tiba tiba...


Doooorrrttt...?! Dooorrrttt...?!


"Aaaa..."


Pekik Felisya tersentak kaget.


"Siapa mereka?."


Melihat mobil hitam yang melesatkan pe..lu..ru pada Mobil mereka.


"Doooorrrrrttt...?!"


Prrraaaaa...ng..!!!


Amunisi mendarat pada kaca mobil di sebelah kanan samping Felisya. Karena mobil yang Geo kendarai kemudinya di sebelah kiri.


"Felisya.. No...!!!"


Pekik Geo menginjak rem secara mendadak.


"Ciiiii.....ttttttttt...!!"


"Aku tidak apa apa Geo. Tidak perlu berteriak."


Felisya meninggikan suara.


"Lajukan mobil nya dan Kejar mereka?!."


Berkata sambul melepas seatbelt disana.


Felisya mengibaskan Dress nya mengeluarkan revolver yang tersemat di paha nya.


"Aku sudah menunggu kalian Brengs*k..!!"


" Dooorrrrtttt...?! Dooorrrrtttt...?!


Felisya membi..dik mereka melesatkan amunisi bertubi tubi.


"Prrraaang...!!!"


Kaca mobil hitam bagian belakan pecah di depan sana.


"Dooorrrrtttt..!! " Dooorrrrtttt...!!! "


Felisya meleratkan tembakan nya lagi hingga baku tembak tidak lagi terelak kan.


"Dooorrrrtttt....?!!!! "


Ban mobil pecah. Mobil hitam itu berguling di atas aspal.


"Bruuukkk....Brrraaakkkk"


"Ciiiittttt...!!!"

__ADS_1


Geo menginjak rem mendadak.


Keluar mendekati mobil hitam yang berguling.


Geo menarik paksa Pria yang berada di dalam mobil yang terbalik.


Menye..ret paksa pria yang terjepit mobil di bawah sana.


"Keluar kau Brengs*k..!!"


Pekik Geo.


"Buuugggghhh..."


Han..taman mendarat di perut nya. Kemarahan Geo memuncak terlihat dari raut wajah nya.


"Buuuggghhhh....!!!" Buuuuggghhh..!!!!"


Han..taman bertubi tubi mendarat pada pipi dan perut pria disana.


Geo menarik krah leher kemudian mengangkat nya.


"Ampun tuan"


Lirih nya tak berdaya.


"Sudah lah Geo, Kau bisa membun*h nya."


ujar Felisya yang bersandar pada mobil Geo meniup revolver disana.


"Ampun tuan, saya hanya diperintah.."


Lirih pria itu yang sudah berlumuran da..rah.


"Berani berani nya kau menyakiti calon istri ku!!."


Ceng..kram Geo pada leher pria itu.


Felisya terkesiap dengan ucapan Geo.


"Apa?..Calon istri?."


Seketika hati Felisya menghangat.


"Aaa Geo..."


Gumam nya girang.


Pada ahir nya pria itu buka mulut. mengungkapkan siapa yang berusaha mencela..kai Felisya.


****


Di tempat lsin.


Secepat itu Sekertaris Rey beserta Bram melesatkan mobil nya. Bukti bukti telah berada di kspolda metro jaya.


Sekertaris Rey menunggu di mobil. Sedangkan Bram mendatangi rumah petinggi perusahaan yang masih kerabat dari Almarhum Tuan Gunatama, Ayah Felisya.


"Brrraaakkkkkk....!!!"


Tendangan Bram mendobrak pintu.


"Siapa dia???"


Penghuni rumah terkesiap.


Tiga orang pria yang memang telah dicurigai sejak lama refleks berdiri melihat kedatangan Bram.


"Diam disana atsu aku akan mem..bu..nuh mu!"


Salah satu pria itu menod*ng kan senjata pada Bram.


Bram terus melangkah maju tidak meng idah kan ucapan itu.


"Dooorrrrtttt..!!"


Melesatkan tem..bakan ke atas untuk memperingat kan Bram.


"Jangan mendekat Bram, atau aku habisi dirimu."


Bram terus melangkah membuat nyalibketiga Pria yang berdiri di sana menciut.


"Diam ditempat!!."


Aparat keamanan negara meringkus petinggi perusahaan yang telah dicurigai sejak lama. Yang menginginkan perusahaan jatuh di tangan nya jika pewaris tunggal perusahaan telah tiada.


Percobaan pem..bu..nuhan terhadap Felisya putri tuan Gunatama mencuat di berbagai media.


Tiga Pria kerabat tuan Gunatama adalah dalang dari semua ini.


Tiga pria di ringkus secepat nya di bor..gol dibawa untuk dimintai pertanggung jawaban atas percobaan pem..bu..nuhan berencana yang mereka lakukan.


*****


London


Ditempat lain..( Masih di dalam mobil Geo. ")

__ADS_1


"Terimakasih Geo. Maaf merusak mobil mu. Biar aku suruh Bram untuk mengganti nya."


ujar Felisya mengulas senyum tulus disana.


"Kau ini bicara apa Felisya. Harusnya kupatah..kan saja leher nya tadi. kenapa kau mencegah ku?."


Masih geram.


"Kejam sekali."


Tertawa khas Felisya.


"Kau sepertinya sudah tau dia akan menyerang mu?."


Mengingat Felisya membawa revolver.


"Hanya berjaga jaga, Sudah lah lupakan. Semua sudah berahir. Sekertaris Rey dan Bram sudah mengurus nya.


Mobil memasuki halaman rumah yang Felisya pernah datangi sebelum nya.


Felisya meraih pintu mobil hendak membuka nya.


" Felisya, kau tidak apa apa? Apa ada yang sakit?."


Ucapan datar Geo sukses menggetarkan Felisya.


Ada kehawatiran disana. walaupun tidak begitu nampak.


"Aku baik baik saja Geo. Kau lihat kan? Aku bukan lah gadis manja."


Membuka pintu mobil kemudian.


"Tapi terkadang aku ingin dimanjakan oleh mu. hanya oleh mu."


Gumam Felisya dalam hati.


Geo mengikuti Felisya, Menekat tombol bell yang ada di samping pintu utama.


"Ting."


Felisya terkesiap tiba tiba Geo menggenggam tangan nya. Menaut kan jemari disana.


Hati Felisya bergetar. Wajah nya memerah, dadanya pun ikut berdebar.


Felisya menoleh pada Geo yang memandang lurus kedepan.


"Hanya begini saja sudah membuatku ingin terbang karena bahagia."


Batin Felisya.


Di dalam rumah.....


"Elis, Lihat siapa yang datang?"


Ujar Glory yang masih menyantap makan malam nya.


"Mungkin kekasih anak mu."


Elis keluar untuk membuka pintu.


"Jhose? Entah lah.. dia sering sekali didatangi wanita."


"Terkadang aku ingin meng..hajar nya pakai sapu."


Bell kembali berbunyi.


"Tunggu sebentar."


Elis membuka pintu.


Membelalak melihat siapa yang datang. Saking senang nya sampai ingin menangis.


Ingin menangis melihat tangan dengan jemari yang bertaut saling menggenggam.


"Glory...?! Glory..!look who's coming?!"


Pekik Elis. Kali ini benar benar menitik kan air mata karena terharu.


"Kau mengganggu makan malam ku..! Memang nya siapa yang datang hingga kau berteriak begini?"


Keluar sambil terus menggerutu.


Glory keluar menemui tamu yang datang.


Terkesiap seketika melihat Geo dan Felisya.


"Geo..."


Mata Glory berkaca kaca fokus melihat pada tangan yang saling bertaut menggenggam disana.


Terlihat oleh Glory seperti apa seorang Felisya memenuhi hati putranya.


-


-


Next..

__ADS_1


__ADS_2