Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 70


__ADS_3

"UANG?? Apa maksud mu?!."


Jhose mengerutkan dahi.


"Aku dan Farel yang membuat khamed meringkuk dipenjara. Menggagal kan rencana nya mengambil alih proyek Apartement mewah di Mesir."


"Aku dan Farel juga yang meledakkan dua gudang senjata mereka hingga mereka mengalami kerugian yang cukup besar."


"Kau membuat api, kau juga harus memadam kan nya." Jhose mengherdikkan bahu.


"Aku pancing dia untuk keluar?!."


Jhose tampak berfikir menatap punggung Geo yang berlalu keluar dari gudang.


"Lepaskan aku dulu... SIALAN..!!!" Pekik Erald yang masih terikat pada kursi berteriak pada Jhose dan Geo yang pergi menuju pintu keluar.


Mobil melaju melesat meninggalkan tempat itu. Matahari mulai menampakkan diri dengan sinarnya menyorot mobil yang masih melaju.


"Apa rencana mu?"


Berbicara sambil menatap jalanan tanpa melirik lawan bicara.


"Memancing Aziz keluar dari sarang nya dan menghancurkan nya."


"Itu sebab nya kau bawa Felisya pada Ibu untuk melindungi nya?"


Refleks menoleh pada Geo disamping nya.


Geo tidak menjawab apapun.


"Diam mu menjawab semuanya."


Mobil terparkir sempurna dihalaman rumah Geo dengan Ibu nya telah menunggu didepan pintu.


"Astaga.. Ibu sudah bangun?!." Jhose mengusap wajah nya kasar.


"Dia jauh lebih menyeramkan dari pada bandit bandit penjahat kelas kakap yang sering Aku seret kepenjara."


" Kau membandingkan Ibu dengan bandit???."


Geo meninggikan alisnya menatap tajam Jhose disamping nya kemudian beralih pada Ibu nya yang berdiri siaga didepan pintu.


"Menurutmu apa?, Adakan yang lebih menyeramkan dari itu?"


"Ibu jauh lebih mengerikan dari setan yang bangkit dari pemakaman."


Geo menelan silva nya.


"Ternyata kau lebih gila dari ku, jika membayangkan wajah Ibu." Jhose melirik kakak nya.


"Diam, dan cari alasan yang tepat!."


Keduanya duduk diam berfikir alasan yang tepat.


Belum sempat mereka berdiskusi, Ibu Geo sudah mengetuk kaca mobil dengan gagang sapu.


"Keluar?!."


Hening... tidak ada yang berani keluar daru mobil.


"KELUAR CEPAT..!!" pekik Ibu nya Geo membangunkan orang seisi rumah, dengan Geo dan Jhose langsung meraih pintu mobil keluar dari sana.


"Katakan darimana saja kalian semalaman baru kembali?" kata kata dingin yang muncul dari bibir ibu nya Geo tentu membuat nyali nya menciut.

__ADS_1


Jhose langsung kabur ketika mendapat kan celah untuk itu.


Geo berjalan cool menuju belakang rumah tanpa memperdulikan ibu nya yang terus mengoceh dari mana,


Dibawah pohon tepat di rerumputan belakang rumah, Glory dan Geo menyandar pada pohon yang sama.


"Ibu, Kau ingat?Aku pernah mengatakan aku akan melindungi keluarga Ramadhian?." Geo menoleh pada Ibu nya.


Glory mengangguk mengingat jasa Farel dan ayah nya begitu besar ketika dulu Ia dan mendiang ayah nya Geo mengalami kebangkrutan.


Hingga hampir tidak memiliki apapun.


Farel dan Tuan Ramadhian lah yang menyelamatkan mereka hingga membiayai kehidupam keluarga Geo hingga Geo lulus kuliah.


"Kau akan melakukan nya?"


Geo mengangguk."Biar kan Felisya tetap disini. Dia akan aman bersama mu."


"Kau menyembunyikan nya?"


Glory mengeryitkan dahi.


"Tidak, Aku menyelamatkan nya?."


"Kau mencintai nya?"


Tidak ada jawaban apapun, Geo berlalu dengan Ibu nya masih menatap punggung tegap putranya hingga menjauh tidak lagi terlihat.


**********


JAKARTA.


Farel menggenggam tangan Aisyah menaiki pesawat pribadi nya dengan pengawalan yang sangat ketat. Hari ini mereka akan kembali ke negara Mesir tepat nya di kota Kairo.


Bu Inah menuju kota Solo, Sedangkan Tuan dan Nyonya Ramadhian menuju kota Samarinda.


Kabar tentang selamat nya Farel putra pengusaha ternama di kota itu tertangkap media. Seketika kabar itu mencuat dipermukaan mbanjiri internet dan tranding topik di berbagai stasiun TV.


Namun belum ada pernyataan resmi dari juru bicara Keluarga pengusaha itu.


Armada besi mulai mengudara dengan Farel terus mencium punggung tangan istri nya di sana.


"Perjalanan ini akan lama dan cukup melelahkan.


Kita bisa beristirahat disana jika lelah."


Farel menunjuk arah kamar yang terdapat pada pesawat pribadinya.


"Kita?"


Aisyah mengerutkan dahi.


"Jangan birfikir macam macam, kita didalam pesawat tidak mungkin melakukan itu." Farel mengerlingkan sebelah mata nya menggoda Aisyah.


"Kak Farel,Aku tidak berfikir kearah kesana.."


Aisyah menjarak kan tubuh nya sedikit kesal.


"Kemarilah, Jangan jauh jauh."


Menggeser tubuh nya mendekat pada Aisyah.


"Aku tidak ingin lagi jauh dari mu."

__ADS_1


"Kak Farel.."


"Hm.."


"Aku mencemaskan mu."


"Tentang?Farel mininggikan alis nya.


" Jangan berpura pura seolah semua nya baik baik saja."


"Geo akan menyelesaikan nya. Percayalah?!"


Berbicara sambil menggeser tubuh nya mengusap perut Aisyah dari belakang


"kita bisa honeymoon seteh nya."


"Hentikan, Geli.."


Menahan tangan Farel yang bergerilya entah kemana.


Farel terkekeh"Baik lah.. ini di pesawat, jadi aku akan mengalah."


"Hai sayang.. Apa kau sudah tumbuh disana." Mengusap perut Aisyah lagi lan lagi.


Aisyah mengelengkan kepala. "Maaf.."


"Ssssttt... Kita bisa melakukan nya lagi."


Bisik Farel pada telinga Aisyah.


"Apa?!"


Farel terkekeh mengecup pucuk kepala Aisyah kemudian.


*********


Dibelahan bumi yang lain...


PRAAAKKKK....


Seorang pria melempar ponsel nya pada layar datar televisi melihat pemberitaan pada sosial media yang menunjukan foto foto Farel letika berada di bandara bersama Aisyah.


"Bugh... Bugh.... buhhhh..." Hantaman bertubi tubi pada pria yang sebelum nya Ia perintah kan untuk melenyapkan Farel, namun ternyata Farel masih hidup.


"Ampun tuan..."


"Ampun.."


"Maaf kan saya, saya mereka fikir sudah benar benar melenyapkan Dia."


ujar pria itu dengan terbata dan gemetar ketakutan.


"Apa?? Maaf???.. Bodoh?!."


Doooorrrrttttt......."


Peluru melesat keluar dari revolver yang berada di tangan Aziz.


"Bereskan Dia ?!"Berucap sambil berlalu melangkahi pria yang tergeletak di lantai.


-


-

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca... mohon dukungan nya ya kawan...


__ADS_2