Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 50


__ADS_3

Tragedi di gunung menangis secepat itu diliput berbagai media.Aparat keamanan negara telah berada disana memasang garis polisi juga tim pemadam kebakaran berusaha memadam kan api.


Belum diketahui siapa yang menjadi korban jiwa karena sulitnya medan yang akan dijangkau untuk mengevakuasi korban yang berada di dalam kobaran api mobil yang terbakar di jurang sana.


"Aisyah....?!Aisyah...?!" mommy berteriak memanggil Aisyah ketika melihat braking news di televisi.Sebuah kecelakaan di bukit gunung menangis yang menyebabkan mobil meledak terbakar disana.


Jantung mommy bertalu talu secepatnya meraih ponsel untuk menghubungi sang putra.Aisyah turun dari tangga menemui Ibu mertua nya yang terdengar panik saat memanggil diri nya.


"Ada apa mom?"


Mommy terlihat gusar menunjuk pemberitaan di televisi,air mata nya berlinang berkali kali menghubungi Farel putra nya namun hanya mesin penjawab yang terdengar disana menandakan ponsel Farel tidak aktif.


Aisyah tersentak melihat pemberitaan "Astaghfirullahal'adzim."refleks menutup mulut nya,jantung nya berdetak kencang dengan air mata yang tiba tiba lolos dari ujung mata nta.


"NANDAAA....EVAAAN....?!" pekik Nyonya Ramadhian.Memanggil bodyguard.


Bodyguard juga pelayan berlari menuju Nyonya Ramadhian yang memekik disana.


"Ada apa nyonya?"


"Itu..itu..." Nyonya Ramadhian menunjuk pemberitaan pada layar televisi.Cari tau siapa korban kecelakaan itu dan cari keberadaan Farel sekarang!!"


"Baik nyonya." Dua bodyguard membungkuk berlalu mengikuti perintah Nyonya Ramadhian.


Nyonya Ramadhian bolak balik kesana kemari terlihat sangat gusar.Berkali kali pula Ia menghubungi putra nya pun tetap tidak bisa.


"Ya Allah ya Tuhan ku,Lindungilah Farel anak ku."


Lirih nya.


Aisyah pun melakukan hal yang sama berkali lali menghubungi suami nya namun tetap tidak aktif.


Aisyah berkali kali berDo'a untuk suami disana.


Tuan Ramadhian berlari masuk ke dalam rumah.


"Mommy...Mommy..."memanggil istri nya dengan sangat gusar.


"Kau sudah datang Dad?"


Tuan Ramadhian duduk di sofa mengusap wajah nya kasar.Air mata nya berlinang,terpancar rasa sedih dan kegelisahan disana.Seolah benar meyakini jika Farel berada di dalam mobil yang medak itu.


"Dad?!..Kau sudah mengerahkan orang orang mu untuk melacak Farel putra ku?" lirih Mommy memilih duduk di sebelah suami nya.


Ramadhian mengangguk pelan memijat pelipis nya.Ada perasaan campur aduk dalam hati Ramadhian,seolah berkata jika mobil itu yang membawa putra nya.


Sudah dua jam keluarga Ramadhian juga Aisyah menunggu kabar dari orang orang yang diperintah kan untuk melacak keberadaan Farel.


Ponsel Ramadhian berdering.Persekian detik tuan Ramadhian langsung menjawab nya."Sudah ada kabar?".


Seseorang disana mengatakan jika mobil yang terbakar di gunung menangis adalah benar mobil yang sama yang membawa Farel bersama nya.

__ADS_1


Seketika ponsel tuan Ramadhian terjatuh.Praakk...


Ramadhian terduduk lemas.


"Ada apa Dad?!.."tidak ada jawaban dari lawan bicara,hanya air mata yang mengalir deras dengan wajah yang pucat.


"Kenapa kau dian saja???KATAKAN?!!!"Nyonya Ramadhian berlinang sambil menggoyang goyang kan tubuh suami nya.


Secepat itu kabar tentang kecelakaan seorang pengusaha muda putra dari Ramadhian salah satu pengusaha terkaya di negara ini mencuat di berbagai media.


Pemberitaan mulai membanjiri dari televisi hingga di sosial media.


Nyonya Ramadhian limpung tidak sadarkan diri mendengar kabar tentang putra nya.Tubuhnya diangkat oleh para pelayan menuju salah satu kamar di lantai satu.sedangkan Tuan Ramadhian duduk lemas di sofa dengan air mata yang terus mengalir dan bibir yang terus ber istighfar.


Tubuh Aisyah yang tiba tiba lemas terduduk dilantai." Nona.."Beberapa pelayan wanita memapah Aisyah menuju sofa.


Bibir Aisyah terus berucap Istighfar dengan hati yang masih tidah percaya.


\*\*\*


Geo yang baru saja mendapat kabar dari salah satu orang kepercayaan nya bergegas pergi meninggalkan kantor dengan langkah lebar bergegas menuju mobil yang telah menunggu disana.


"Siapkan penerbangan untuk ku ke jakarta."


"Baik tuan."


Mobil melaju meninggalkan kantor menuju pesawat pribadi milik Farel yang telah siap untuk lepas landas.Telah menunggu pilot dan beberapa orang kepercayaan nya disana.


Armada besi menerbangkan Geo beserta orang orang kepercayaan nya mwnuju jakarta.Butuh waktu berjam- jam untuk sampai di sana.


Kali ini Geo benar benar gusar,dengan tangan yang mengepal seperti tersulut emosi.Entah kenapa perjalanan ini terasa begitu lama.


"SIAL..!!" Geo mengusap wajah nya dengan kasar.


\*\*\*


Di kediaman Ramadhian telah berdatangan orang orang yang berbela sungkawa silih berganti memenuhi ruangan.Banyak karangan bunga berisi ucapan bela sungkawa dari berbagai kalangan mulai dari sahabat hingga rekan bisnis memenuhi halaman rumah itu.


Walaupun jenazah belum bisa di evakuasi karena mobil yang telah terbakar saat itu menghanguskan apa saja yang ada di dalam.


Aisyah tampak duduk melantai di ujung sana bersandar pada dinding dengan membaca kitab suci dan air mata yang tidak berhenti mengalir. pelayan wanita terus menenangkan diri nya juga mengusap air mata nya sendiri.


Nyonya Ramadhian masih dikamar tidak sadarkan diri dengan tim medis yang berjaga disana.Tuan Ramadhian duduk lemas membaca ayat ayat suci yang dipimpin oleh seorang ustadz berjama'ah bersama orang orang mendo'akan Farel.


Para tamu terus berdatangan silih berganti hingga hampir malam.


"Aisyah.." Lirih bu Inah menghambur memeluk putri nya.


"Ibu?"


Hik..hik..hik...

__ADS_1


Bu Inah terus mempererat pelukan nya dengan air mata yang terus mengalir.


Geo sudah berada di depan kediaman Ramadhian. Melangkah dengan perasaan kelu melihat begitu banyak karangan bunga disana.


Geo terus melangkah memasuki rumah utama.


"Maaf kan aku Tuan." Geo berlutut menunduk di depan tuan Ramadhian.


"Bangunlah Geo ini bukan salah mu."


tuan Ramadhian meraih Geo untuk berdiri.


Namun Geo masih berlutut enggan untuk berdiri.Geo menggenggam erat tangan Ramadhian."Kenapa kau tidak menghukum ku?!".


Ramadhian merangkul Geo menangis tersendu hingga sesenggukan disana,menumpahkan semua kesedihan yang Ia rasakan saat ini


Geo menatap wajah Ramadhian penuh arti kebudian memerintahkan seluruh bodyguard berkumpul di rumah belakang.


Geo menuju rumah belakang memandangi para bodyguard yang berdiri gemetar disana.Kecuali Nanda dan Evan yang tidak terlihat karena masih berada di area gunung menangis.


Bugh..!! Bugh.. Bugh..!!


Geo menghantam semua bodyguard disana.


Seolah melampiaskan perasaan nya terus menghajar bodyguard menghantam mereka bertubi tubi.


Bodyguard hanya meringis menahan sakit dengan mulut yang terus meminta maaf dan memohon ampun.


"Apa?? Maaf??Kau pikir nyawa Farel akan kembali dengan kau minta maaf Brengsek??. Apa saja kerjaan kalian?!!" Bugh..Bugh...!!!


"Kenapa tidak ada satu pun yang mengawasi Farel..Haahhh!!!!" Bugh..!!Bugh...!!


Geo benar benar hilang kendali.Ia mengeluarkan revolver membidik para bodyguard yang sedang berlutut.


"HENTIKAN Geo..?!..."Pekik Aisyah.


Dooorrr!!...


-


-


Terimakasih sudah membaca..


Mohon dukungan nya ya kawan..



ini kisah Kris dan Desi..


Akan kah mereka bersama?atau Desi bahagia dengan Fa'at suami nya?yuk ikuti kisah nya di judul yang berbeda..Goodbye KRISTIAN..

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2