Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 41


__ADS_3

Sepertiga malam Farel terbangun,pelan pelan melepaskan pelukan nya dari Aisyah. Meraih handuk menuju kamar mandi,melaksanakan ritual mandi besar disana.


Pintu kamar mandi terbuka perlahan,Fatel tidak ingin membangunkan Aisyah yang tampak begitu sangat pulas.Farel meraih baju koko dan sarung kemudian memakai nya.


Menghamparkan sajadah juga mengenakan kopyah kemudian melaksanakan ibadah shalat sunnah dan membaca Al-Qur'An.


Aisyah terbangun,mengulas senyum sambil memperhatikan sang suami beribadah.


"Kau sudah bangun?"tanya Farel sambil meletak kan Al-Qur'An ke dalam lemari.


Aisyah menggeser tubuh nya perlahan untuk menuruni ranjang sambil menutup tubuh polos nya dengan selimut.tersa perih pada inti nya saat ini.


" Hati hati sayang,aku akan menggendong mu."Seketika Farel mendekat ingin meraih Aisyah.


"Tidak perlu kak Farel,aku bisa sendiri." ucap Aisyah dengan lembut.entah lah..Aisyah sungguh merasa sangat malu pada nya.


Farel tidak mengidahkan Aisyah,Ia tetap meraih nya menggendong hingga kamar mandi.


Aisyah mencubit hidung suami nya."Ini terlalu berlebihan,aku malu."ujar nya.


"Aku mencintai mu." ucap Farel sambil menyentuhkan dahi nya dengan dahi Aisyah.


"Turunkan aku.." bisik Aisyah.


Farel menurunkan Aisyah di sana,Farel keluar dari kamar mandi menuju ranjang.Farel ingin merapikan sepry yang kusut disana,namun Ia mendapati bercak warna merah pada seprey.Farel mengulas senyum mengingat kejadian semalam bersama Aisyah.Farel memilih duduk di tepi ranjang dan menunggu istri nya.


Aisyah keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pada tubuh mulus itu.


Farel menunduk,bohong jika Farel tidak menginginkan lagi untuk menyentuh semua yang Ia lihat disana.


Aisyah membuka lemari."Tidak ada pakaian yang pantas disini."ujar Aisyah.


"Kenakan dulu yang ada,Nanti aku akan mengambilkan nya untuk mu."sarkas nya.


" Baik lah.Kamarku bersebelahan dengan Felisya,terdapat tulisan disana."Aisyah tertawa kecil menampak kan gigi nya.


Farel bangun dari duduk."Kau menggemaskan sekali,jangan salahkan aku jika nanti menggigit mu."ujar Farel sambil keluar menuju kamar yang Aisyah maksud.


Aisyah melaksanakan shalat sunnah juga melantunkan ayat suci Al-Qur'An sambil menunggu waktu subuh.


***


Felisya juga bu Inah juga Kristian berjalan kaki menuju rumah Aisyah,mereka telah selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid Pengantin baru tentu saja memilih shalat di kamar begitupun tuan dan nyonya Ramadhian.


Mereka berpapasan dengan Geo yang sedang berolah raga dengan head set di telinga.tetesan peluh membasahi tubuh Geo,justru itu membuat ketampanan Geo semakin meningkat di mata para gadis.

__ADS_1


Ya..!setiap pagi semakin banyak para gadis desa di sana untuk lari pagi atau sekedar ingin bertemu dan melihat Geo. Secepat itu nama Geo selalu jadi buah bibir seolah menjadi prioritas dan naik daun di kalangan para gadis desa disana.


Ketampanan,tubuh yang atletis dan tinggi badan nya yang proporsional ditambah gaya cool khas Geo membuat pesona nya begitu luar biasa.


Hanya saja pria ini sangat tidak mudah disentuh atau didekati.


"Geo...segera selesaikan dan antar kan aku..!!" pekik Felisya.


"Kau mau kemana?"tanya Kristian yang memang mulai terlihat dekat dengan Felisya.


" Ikut lah dengan kami,kau akan menyukai nya."


antusias Felisya.


"Tidak,Terimakasih. Seperti nya aku akan kembali tidur." balas nya.


"Baik lah.." Felisya mengherdik kan bahu.


Bu Inah yang sudah faham Felisya hendak pergi ke mana,memilih diam tak bergeming.


Felisya masuk kedalam kamar membersihkan diri bersiap untuk pergi.Memoles wajah nya hingga terlihat cantik di depan cermin."Sempurna!!"


Felisya berjalan gontai menuju Geo yang duduk melantai di teras belakang. "Kau mau kemana?" tanya Geo yang melihat Felisya telah siap untuk pergi.


"Jangan banyak bertanya,ikutlah dengan ku."


"Kau tidak mandi?" tanya Felisya.


Geo mengherdikan bahu"begini saja sudah terlihat tampan."


"Ya Tuhan...kau sungguh sangat percaya diri,aku tidak mengerti dengan mu Geo." Felisya menggelengkan kepala.Berjalan cepat menuju Geo yang telah membuka pintu mobil untuk nya.


"Kau sangat baik pada ku Geo, Terimakasih." Felisya duduk di sana.Geo menutup nya kemudian,tidak mengidahkan ucapan Felisya.


"Jaalaannn..." Felisya menaikan kedua tangan nya.


Diam diam Geo memperhatikan itu,menarik ujung bibir nya samar.Tanpa Felisya sadari.


"Kau girang sekali,memang nya kau mau kemana?"Lirik Geo sambil terus mengemudi meninggalkan rumah Aisyah.


" Jalan saja jangan banyak bertanya!"


Geo mengangguk mengiyaka."Jalan ini menuju kota,Tidak ada jalan lain disini.Mungkin Felisya mau berbelanja."Gumam Geo.


"Eh..ini kan masih sangat pagi,tidak mungkin pusat perbelanjaan buka di jam segini."Gumam nya lagi.

__ADS_1


" Jangan banyak bertanya Geo!"ujar Felisya sukses membuyar kan fikiran Geo.


"BERHENTI GEO." Pekik Felisya.


"Ada Apa?!" Geo terlihat panik atas pekikan Felisya.


"Minggir."


Geo pun mengikuti perintah Felisya.


Felisya keluar menuju seorang kakek yang telah renta menjajakan beberapa ubi dan daun daun disana.Felisya terlihat berbicara pada kakek itu dan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada nya.Geo hanya memperhatikan,tidak berpindah dari tempat sebelum nya.Kakek itu pergi dengan wajah cerah,melambai kan tangan pada Felisya, Ia pun membalas nya.


Felisya memasuk kan beberapa ubi dan daun daun yang tampak seperti sayuran memasukan nya kedalam karung.Geo keluar membantu Felisya memasuk kan nya ke dalam bagasi.


"Untuk pertama kali nya mobil ini mengangkut ubi satu karung." ujar Geo sambil melajukan mobil nya.


Felisya tersenyum memperlihatkan gigi nya menaik kan dua jari "sorry".hehehe.


Mobil terus melaju," Geo didepan sana berhenti." tunjuk Felisya.Geo pun mengikuti tanpa bertanya.


"Turun Geo,kita menyeberang." tunjuk Felisya.


Geo menyeberang jalan bersama Felisya,mengedarkan pandangan"Tempat ini seperti tidak asing."gumam Geo.


Felisya berlari menuju tukang bubur di pinggir jalan,ya..!mereka pernah kemari sebelum nya."Duduk lah Geo,tunggu apa lagi?!"Antusias Felisya sambil menepuk bangku kayu di samping nya.


"Untuk ku tiga,untuk Geo satu." Felisya mengangkat tangan menunjukan tiga jari pada penjual bubur itu.Geo hanya melongo melihat Felisya yang tidak merasa bersalah sedikit pun.


Apa lagi Ia memesan tiga mangkuk sekaligus.


Pesanan sudah di meja."Selamat makan Geo.."ujar Felisya.


Geo hanya diam pasrah.Pagi pagi Ia buru buru mengajak Geo hanya untuk makan bubur ayam!!


Geo tidak mengerti dengan Felisya, pantas saja Kristian menolak ketika Ia mengajak nya tadi.


"Astaga!!" Gumam Geo mengutuki kebodohan nya.


Padahal bisa saja Felisya memesan pada jasa pengantar online mengantarkan bubur ayam itu tanpa harus kemana mana tinggan menyentuh layar ponsel dan tidak menyusahkan Geo.


-


-


Vote..vote...vote..

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca..mohon dukungan nya ya kawan..


__ADS_2