Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 27


__ADS_3

"Huh.."Felisya menghela duduk di depan meja rias kamar Aisyah.


" Sudah lah,semangat untuk tanggung jawab besar yang menunggu mu!"Aisyah berdiri di sebelah Felisya sambil mengusap rambut nya,kemudian duduk di tepi ranjang.


"Semangat juga untuk mu Aisyah,menjadi istri pengusaha muda dan.." Felisya menggantung kalimat nya.


"Dan apa?" Aisyah mengeryitkan dahi.


"Selamat datang di dunia kenikmatan." Hahahaha


Tertawa menggoda Aisyah.


Aisyah melempar bantal mengenai kepala Felisya


"Au...!!!" Pekik Felisya.


Felisya tersenyum senyum sendiri membayangkan adegan yang akan dilakukan Aisyah setelah Ia menikah.


"Singkirkan otak kotor mu!.Tidurlah besok kau harus kembali ke London."


"Baik..baik..nyonya Farel Ramadhian?!hahaha"


Felisya berbaring di sebelah Aisyah masih terbahak bahak menistakan Aisyah.


"Kenapa?kau ingin menikah juga?"


"bukan bukan.Aku belum memikirkan kearah itu. Bagi ku pernikahan itu masih jauh.Aku ingin memimpin perusahaan peninggalan papa,sesuai amanah beliau." Felisa menghela.


"Itu lah takdir ku." Felisya menatap langit langit kamar.Tidak lama kedua gadis itu terlelap.


Bu Inah membuka pintu kamar memandangi dua gadis yang sedang tertidur pulas.Bu Inah tersenyum,bergumam dalam hati "Tuan,Nyonya,jika kalian masih ada.Lihatlah putri mu sudah tumbuh dewasa.


***


Pagi ini Aisyah bersama dengan Farel mengantar Felisya dan kedua orang tua Farel menuju Airport.


Mereka melakukan penerbangan ke arah yang berbeda.Jika Felisya ke London,Tuan dan Nyonya Ramadhian menuju ke jakarta.


"Jaga diri kalian sayang." mommy memeluk Aisyah dan juga Farel bergantian.


"Mommy hati hati ya?." Tutur Aisyah lembut.


"Mommy sudah tidak sabar mempersiapkan pernikahan kalian."Nyonya Ramadhian antusias.


" Mom..."Ramadhian melirik sang istri untuk menjaga sikap.


Mommy memajukan bibir nya membuat Aisyah tersenyum geli.


"Lihat mommy jika merajuk sangat menggemaskan bukan?"ejek Ramadhian sambil mencubit pipi istri nya membuat Nyonya Ramadhian bersemu malu.


" Nak Felisya hati hati ya?"Nyonya Ramadhian mengalihkan pembicaraan.


"Iya,tante dan om Ramadhian juga hati hati."balas nya.


Felisya mencium punggung tangan Nyonya Ramadhian."Mommy memiliki anak laki laki selain Farel,bagaimana jika di nikahkan dengan mu Felisya."tutur Nyonya Ramadhian.

__ADS_1


"Astaga Mommy?!! jangan memalukan begitu?!.


Kristian memiliki kehidupan nya sendiri.Mommy jangan asal bicara.


Maaf ya boy?Aisyah?Felisya?.


Dua Armada besi menerbangkan menuju arah negara yang berbeda.Aisyah dan Farel masih berada di airport menunggu Felisya yang siap untuk lepas landas.


Farel berdiri di sebelah Aisyah yang sedang memperhatikan pesawat lepas landas.


Farel memperhatikan Aisyah," Kau cantik sekali"


lirih Farel.


Aisyah menoleh "Kak Farel mengatakan sesuatu?"


"Ah..tidak," Fajah Farel mendekat pada Aisyah yang berada di samping nya,menatap lekat Aisyah dan memajukan wajah nya membuat jarak antara kedua nya sangat dekat.


Membuat Aisyah berdebar,sedikit mundur ke belakang menjarak kan tubuh nya.


Farel melihat ekspresi panik dari raut wajah yang biasa nya datar,sambil berbisik"I love you."Farel seketika berlalu dengan menarik ujung bibir nya.


"Hanya seperti itu saja sudah membuatku bahagia." Farel bergumam,dalam hati nya berkata


"Sial!!aku benar benar jadi ingin mencium mu." Naruri seorang pria menjalar di otak.Farel terus melangkah diikuti Aisyah dari belakang.


Aisyah tersipu,Farel berhenti kemudian berbalik melihat ekspresi Aisyah.


Aisyah segera menetralkan wajah nya seolah tidak terjadi apapun."Masih seperti biasa,wajah cantik,datar tanpa ekspresi."Gumam Farel berjalan disebelah Aisyah menuju tempat mobil di parkirkan.


"Terimakasih." Aisyah pun duduk di sebelah pengemudi.


"Masih tidak ada ekspresi?huh" Farel menghela.


"ya sudah lah,tidak apa jika Aisyah belum bisa mencintai ku,setidak nya Ia bisa belajar jika sudah sah menjadi istri ku."Gumam gumam.


Mobil melaju meninggalkan airport.Farel mengendarai mobil dengan santai tidak ingin cepat sampai di resto,sebab jarang sekali ada waktu untuk berdua dengan Aisyah.Bu Inah tidak ikut mengantar ke airport sebab sedang tidak enak badan.


Sampailah di depan resto,Aisyah turun dari mobil di buka kan Farel.


" Hati hati kak Farel,terimakasih"Aisyah tersenyum.


"Jaga dirimu." Mobil Farel berlalu meniggalkan resto.


Ada seseorang yang sepertinya mengikuti Aisyah,


tiga mobil berhenti di depan resto,Aisyah terkesiap beberapa bodyguard turun dari mobil mendekati Aisyah.


"Siapa kalian?"tanya Aisyah panik.


Salah satu bodyguard membungkam mulut Aisyah, menggunakan sapu tangan.tubuh Aisyah limpung di angkat bodyguard menuju mobil.


Gerakan mereka sangat rapi bahkan tidak terekam cctv.


Mobil yang membawa Aisyah melaju meninggalkan kota itu,telah menunggu helicopter disana.

__ADS_1


Helicopter membawa Aisyah meninggalkan tempat itu menciptakan angin kencang bergemuruh efek dari putaran baling baling. Helicopter mengudara perlahan meninggalkan tempat itu,menuju ke pulau terpencil jauh dari negara mesir.


Helicopter mendarat di landasan sebuah Mansion di tengah pulau.Aisyah yang masih belum sadarkan diri di bawa menuju salah satu kamar di lantai dua mansion itu.Sudah menunggu dokter dan tim medis keluarga itu memeriksa keadaan Aisyah.


" Bagaimana keadaan wanita itu."Tanya pria yang duduk di sofa menyilangkan kaki nya,memegang cerutu yang sedang dinyalakan oleh bodyguard menghisap cerutu dan menghembuskan asap ke udara.


"Semua baik tuan,tidak ada efek yang berarti dari bius yang diberikan.Mungkin besok sudah bisa siuman."jawab dokter keluarga itu.


Pria yang duduk di sofa mengangkat tangan menaandakan sudah cukup informasi nya.Dokter itu boleh pergi.


" Kita lihat,seperti apa dirimu Farel!!! jika kekasihmu tidak ada!"Hahaha baritone mengudara memenuhi ruangan.



***


Sudah larut malam Bu Inah gelisah anak gadis nya belum kembali.Ia menghubungi Aisyah namun ponsel nya tidak dapat di hubungi.


Bu Inah kemudian menghubungi Farel.


"Assalamu'alaikum nak Farel." suara serak terdengar di ponsel Farel,menandakan Bu Inah memang sedang sakit.


"Wa'alaikumsalam bu,ada apa?"tanya Farel.


" Apa Aisyah bersama nak Farel?bu Inah balik bertanya.


"Apa maksud Ibu,Aisyah sudah ku antar ke resto siang tadi." jawab Farel.


"Aisyah belum kembali,ponsel nya tidak bisa di hubungi." Suara panik mulai terdengar dari Bu Inah.


"Apa?" pergi kemana Aisyah? gumam Farel dalam hati.


"Saya segera ke sana." Farel mengambil jaket dan bergegas menuju tempat parkir mobil sportnya.


Menginjak pedal gas melaju kencang menuju resto Aisyah. Farel sangat panik mengusap wajahnya dengan kasar.


Sampai di resto Farel memarkirkan mobil sembarangan bergegas memasuki resto.


"Nak Farel,"Bu Inah menangis karena panik.


" Tenang lah bu,Farel akan mencari nya."ada perasaan tidak enak dalam benak Farel.Ia menuju meja kerja Aisyah di dalam resto memeriksa layar lipat di hadapan nya,membuka CCTV.Hasil nya nihil tidak ada apapun disana,berkali kali Farel mengulangi memeriksa layar lipat nya,namun tidak menemukan apapun.


"Apa ada seseorang yang sengaja membawa Aisyah.Ah...Sial!!!!" Gumam Farel.


Rekaman CCTV terputus setelah Ia mengantarkan Aisyah.Gerakan nya sangat rapih,tidak ada jejak apapun.Mereka bukan orang sembarangan.


Farel kemudian menghubungi Geo...


-


-


-Terimakasih sudah mampir di cerita ku..


Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2