Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 82


__ADS_3

Mobil melesat menjauh dari resto dibawah terik nya matahari di kota Kairo.


Kristian melirik pada Geo menelisik disana kemudian mengulas senyum.


"Aku berharap melihat raut cemburu diwajah mu."


Batin Kristian.


"Sejak kapan kau mengenal Felisya?"


Kristian sengaja memancing.


"Sudah lama sekali, aku tidak menyangka bertemu lagi dengan nya ketika di samarinda."


"Cinta pertama"


"Lebih tepat nya begitu."


Rangga melirik pada Geo entah apa yang Ia fikirkan.


"Sebenarnya aku sedikit penasaran mengapa akses tentang Felisya begitu sulit di lacak dan dari mana dia memiliki begitu banyak bodyguard."


Mengingat kejadian kejadian tempo hari.


"Difta, Nama panggilan kecil nya.


Dia anak dari salah satu pengusaha terkaya di negara kita. Rumor mengatakan jika dia tewas bersama orang tuanya juga ayah dari Aisyah istri nya Farel. Namun sepertinya Felisya sengaja di sembunyikan bersama Aisyah dan ibu nya untuk melindungi diri nya."


Kristian mengerti.


Sedangkan Geo hanya diam dan terus menatap jalanan melesatkan mobil nya.


Pesawat pribadi milik Farel beserta pilot telah menunggu di sana.


"Sampai jumpa lagi Geo, Jaga adik ku. Aku percaya pada mu."


Kristian menepuk bahu Geo.


Geo hanya sedikit mengangguk meng iya kan.


Kristian berlalu menuju pesawat disana sedangkan Rangga menghampiri Geo untuk berpamitan.


"Jaga dia Geo, dia wanita yang baik pantas untuk mu."


ucapan rangga terdengar tulus membuat Geo sedikit memperlihatkan ekspresi yang berbeda. Secepat itu Geo menetralkan diri nya.


Rangga melambai kemudian mengikuti Kristian masuk kedalam pesawat.


Armada besi meninggi menerbangkan Kristian dan Rangga menuju ke negara asal nya.


Geo melesatkan mobil nya dengan kecepatan tinggi menembus terik nya matahari di kota itu.


Mobil terus melaju melesat hingga sampai di resto milik Aisyah.


***


Adzan dzuhur berkumandang di masjid masjid kota Kairo.


Aisyah dan Farel memilih melaksanakan kewajiban mereka di tempat ibadah yang terletak di dalam resto.


Sedangkan Felisya berada di dalam kamar nya.


Farel meninggalkan Aisyah yang sedang melantunkan ayat ayat suci di tempat ibadah, Menuju kamarnya memasuk kan beberapa helai pakaian nya juga milik Aisyah memasukan nya kedalam travel bag disana.


"Kak Farel mau kemana?"


Farel kaget dengan Aisyah yang tiba tiba muncul.


"Mengapa tidak mengucapkan salam?"


"Sudah, Kak Farel yang tidak dengar."


"Begitu, ya."


"Kak Farel mau kemana?."


Aisyah duduk di tepi ranjang.


"Bersenang senang dengan mu."


Mencubit hidung Aisyah.


"Honeymoon?"


"Mengapa mendadak begini?."


"Tidak ada yang mendadak, Geo sudah mempersiapkan sejak lama Namun kejadian demi kejadian menunda semua nya."


"Geo?."


"Ya siapa lagi. Setelah itu kita bisa berkunjung ke pulau milik Felisya."


"Geo ikut?."


"Tentu saja tidak. Dia hanya akan mengawasi dari jauh memastikan kita baik baik saja."


"Sesetia itu kah dia pada mu?."

__ADS_1


Farel mengangguk."Sepertinya."


"Aku sedikit takut dia juga menyukai mu kak Farel." teringat ocehan Rangga.


"Kau ini bicara apa? Geo itu mencintai wanita.".


Mengecup dahi Aisyah kemudian.


***


Geo memasuki resto yang sudah tampak ramai pengunjung. Melangkah dengan gaya cool khas nya melewati para gadis yang terpana mengagumi.


Felisya yang melihat itu terlihat menggelengkan kepala entah apa yang Ia fikirkan.


Geo melangkah menuju Vip room.


" Geo?!."


Suara wanita yang sudah tidak asing di telinga memanggil nama nya.


Wanita itu tiba tiba menghambur memeluk Geo disana.


"Geo, aku merindu kan mu."


Tidak ada jawaban dari lawan bicara apa lagi membalas pelukan Ainsyel. Geo melepaskan pelukan nya seketika itu Ainsyel mencium pipi Geo sebelah kiri.


"Muah."


Felisya melihat itu hanya diam tanpa ekspresi.


"Felisya? Kau disini?.


Ainsyel menyapa.


" Ya, tepat nya sudah beberapa hari."


"Senang bertemu lagi dengan mu Felisya."


Senyum manis Ainsyel.


Farel keluar dengan menarik travel bag disana.


" Kak Farel, apa ini cukup?."


Aisyah mengingat jika Farel hanya memasukan dua helai pakaian nya.


"Aku akan membelikan nya untuk mu."


"Beli?Ah kak Farel."


tanya Geo.


"Hai Aisyah, Farel."


Sapa Ainsyel.


"Kau sudah lama disini?."


Farel terkesiap dengan datang nya Ainsyel.


"Aku baru saja datang."


"Kita pergi sekarang."


ujar Geo kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Ainsyel yang mengherdik kan bahu.


Geo membukakan pintu mobil untuk bos nya disana."Silahkan."


"Terimakasih Geo."


balas Aisyah.


"Hati hati."


Felisya melambai pada mobil yang baru saja keluar dari resto.


Mobil melaju meninggalkan resto melesat jauh disana.


Farel menggenggam tangan lembut Aisyah mengecup nya kemuan.


"Kak Farel."


Seketika Aisyah bersemu.


"Ada apa?.'


" Aku hanya malu." Aisyah meninggikan alisnya menujuk pada Geo.


"Tidak usah perdulikan dia."


Farel mengecup pipi Aisyah kemudian.


Sebuah pesawat pribadi pemberian dari tuan Ramadhian telah menunggu dan siap untuk menerbangkan mereka.


Farel menggenggam tangan Aisyah sambil menaiki tangga menuju ke dalam pesawat.


Geo menunggu di bawah hingga armada besi itu lepas landas mengudara meninggi disana.

__ADS_1


Di dalam pesawat.


Farel meraih Aisyah masuk dalam dikapan nya.


Aisyah merasakan kenyaman hingga mulai terlelap.


"Kau mengantuk?."


ucapan Farel membuyar kan lamunan.


"Sedikit"


"Maka tidur lah."


Farel mempererat dekapan nya.


"Katakan dulu, kita mau kemana?"


Aisyah melepaskan pelukan nya.


"Kita akan berkunjung ke beberapa negara."


"Kau suka?"


Farel menyentuh dagu Aisyah.


"Tidak kah itu berlebihan?."


Aisyah berkerut dahi.


"Tidak sayang. Izin kan aku membuatmu bahagia dan menghabiskan waktu ku dengan mu."


ucapan Farel itu membuat Aisyah menghangat.


"Kak Farel."


Lirih Aisyah.


Seketika Bibir kedua nya bertemu pun bertaut sempurna. Menikmati anugrah cinta dari Yang Maha Kuasa.


***


Di dalam restoran Felisya tampak sibuk dengan membantu melayani pembeli.


Wajah yang cantik dengan tubuh tinggi dan sexy bak seorang model membuat para pria yang berkunjung silih berganti menyapa diri nya.


"Ikut Aku."


Geo yang sejak tadi memperhatikan itu memilih mengajak Felisya menjauhi para pria disana.


"Ada apa Geo?."


Felisya mengikuti Geo dari belakang.


Geo menuju menaiki tangga menuju lantai dua duduk menyandarkan diri di sofa.


"Ada apa dengan mu? Kau tidak lihat aku bahkan sedang sibuk."


Berdiri disebelah Geo dengan terus mengoceh protes dengan sikap nya yang tidak bisa ditebak.


Geo hanya diam dengan masih menyandar disofa menutup mata nya.


"Eh.. tunggu."


Felisya meraih tangan Geo melihat arloji disana.


"Ini sudah sore." Felisya refleks menutup mulut nya.


"Gao, jangan katakan hanya itu yang mengisi perut mu sejak pagi."Teringat ketika dirinya dan Geo sarapan pagi tadi.


" Lalu?."


Berucap tanpa membuka matanya.


"Tunggu sebentar Geo, biar aku yang siapkan."


Bergegas menuruni tangga menuju dapur restoran mengambil sesuatu yang mungkin Geo akan suka.


Tanpa Felisya sadari Geo mengulas senyum disana.


"Maaf lama menunggu."


Felisya datang menghampiri Geo kemudian meletakkan nampan di atas meja.


"Oh ya, tadi Ainsyel berkata jika Ia datang ke rumah mu, namun kau tidak ada. Sepertinya esok dia akan menemui mu lagi. Kau tinggal di apartement bukan? Apa kau sering membawa nya ke rumah mu?."


Tidak ada balasan dari lawan bicara. Geo memilih diam dan menyuapkan sendok berisi nasi dan potongan daging ke mulut Felisya agar diam.


"Geo kenapa jadi aku yang disuapi. Maaf aku lupa jika kau bukan orang Asia, dan tidak suka dengan nasi."


Terus mengoceh dengan mulut masih terisi penuh.


"Diam lah kau bisa tersendak."


"Geo, sendok itu bekas mulut ku."


Gumam Felisya melihat Geo makan dengan sendok yang sama.

__ADS_1


__ADS_2