
Malam ini kedua wanita yang biasa nya menghibur hidung belang memilih kembali pulang dengan memesan taxi online.Di dalam taxi mereka membuka amplop itu."Ini banyak sekali?"
terkesiap menghitung beberapa lembaran uang yang mungkin bisa Ia dapatkan jika bekerja melayani hidung belang selama satu minggu.
Salah seorang wanita disana membaca kartu nama" Dr Aisyah Ramadhan."
"Nona itu seorang Doktor,mungkin bisa membantu ku keluar dari dunia seperti ini."
gumam nya dalam hati.
Di tempat lain.
Aisyah dan Farel sampai di rumah,malam sudah larut Bu Inah pun sepertinya sudah tidur.Aisyah tidak ingin membangunkan Ibu nya atau asisten rumah tangganya disana.
Aisyah mengeluarkan kunci serep membuka pintu
perlahan."Assalamu'alaikum"lirih nya.
Farel mengikuti Aisyah menuju kamarnya.Aisyah meraih piyama di lemari. "Tunggu sebentar kak Farel." kemudian membersihkan diri di kamar mandi.
Farel duduk menunggu di tepi ranjang" Lama sekali."
Ceklek..
"Apa saja yang kau lakukan sayang,kenapa lama sekali?"
"Kak Farel jangan masuk,Aku malu?!. ini tentang ritual wanita,dijelaskan pun tidak akan mengerti."
Aisyah menutup dada nya dengan piyama.
" Aku sudah melihat semuanya,untuk apa malu."
Farel sedikit menarik ujung bibir nya meraih sikat gigi pun mulai berkumur di depan wastafel.
Aisyah memajukan bibir nya sambil mengenakan piyama kemudian berlalu dari sana menuju meja rias mengoleskan krim malam disana.
Farel keluar hanya mengenakan handuk melilit di pinggang memeluk istri nya dari belakang, mencium bahu Aisyah. "Kenapa berpakaian seperti ini?akan susah untuk ku membuka nya." Bisik Farel membuat Aisyah bergedik merinding.
Aisyah bangun dari duduk melingkarkan tangan nya pada leher Farel."Memang nya kau mau apa?!"
ujar Aisyah.
"Kau mulai berani menggoda ku?" Farel mencubit hidung istri nya,cup..cup..cup..menghujani ciuman diwajah cantik Aisyah.
Bibir keduanya bertaut,meresapi rasa cinta kedua nya dengan tangan Farel yang terus menjelajah masuk kedalam piyama meremas bagian kenyal disana.
Aisyah melepaskan tautan itu,kemudian duduk di tepi ranjang.Farel mengikuti Aisyah duduk di samping nya."Kau kenapa?"
Aisyah menggelengkan kepala"Tidak ada,Lihat lah kau tidak pakai baju."
Farel meletakkan tangan nya di pinggang sang istri.Membentur kan kepala nya pada kepala Aisyah namun tidak sakit."Ajari aku cara menjadi imam yang baik untuk mu."ujar nya.Aisyah mengecup bibir Farel,membuat Farel terkesiap.
"Kau benar benar sudah mulai berani." Farel menggelitik perut istri nya membuat Aisyah terlawa sambil naik keatas ranjang.
__ADS_1
"Kak Farel stop..hentikan..GELI?!"
Farel mengukung sang Istri menautkan bibir disana."Bismillah."Farel membaca do'a jima' kemudian.
Aisyah meremang menerima setiap sentuhan disana dengan Farel yang terus bergerilya dan terus meremas dengan lidah disana menghisap hisap area senfitif menciptakan efek tagih ingin melakukan lebih.
Farel melempar handuk sembarangan pun akirnya kedua nya polos tanpa sehelai benang dibawah selimut. Farel membelah disana dengan milik nya yang memang telah keras menegang,
perlahan memasuki inti dengan ritme yang lembut.
Desiran hangat yang semakin membuat kedua nya meremang menikmati setiap rasa saat ini.
Desahan dengan nafas yang tidak lagi beraturan membuat Farel mempercepat ritme pun ahir nya meledak bersamaan disana.
Bibir kedua nya kembali bertaut meresapi setiap rasa dan aktifitas yang telah mereka lakukan.
Farel mengusap perut Aisyah." Tumbuh lah sayang."ucap Farel kemudian mengecup dahi Aisyah.
***
Kairo.Mesir.
Geo membuka mata nya menguap disana.melihat arloji "Sudah pagi."
Sejak semalaman Ia bekerja hingga hampir pagi memilih untuk tidur di sofa yang ada di ruangan nya.
tok..tok..
"Masuk"Geo masih enggan untuk beranjak.
"Tunggu diluar." ujar Geo bangun dari duduk.
Geo berlalu untuk membersihkan diri.Bodyguard mengikuti perintah Geo menunggu di depan pintu.
Geo keluar dari ruangan nya dengan gaya cool khasnya melangkah lebar,bergegas meninggal kan tempat itu.Karyawan menyapa Geo dengan sedikit membungkuk mengucapkan selamat pagi.
Almoora memasuki lobi berpapasan dengan Geo.
"Pagi Mr Geo,Sepertinya kau bekerja hingga pagi."
Dengan nada mengejek Almoora menyapa Geo.
Geo diam tidak bergeming,terus melangkah meninggalkan Gedung itu,sambil mengetik layar ponsel nya melakukan panggilan."Siapkan helicopter untuk ku sekarang."
Geo menutup panggilan nya kemudian.
"Silahkan tuan." Bodyguard membukakan pintu mobil.
Mobil melaju meninggalkan gedung perusahaan menuju landasan helicopter tidak jauh dari sana.
Geo keluar dari mobil menuju helicopter yang telah menunggu disana.
Helicopter mengudara menciptakan angin bergemuruh disana terus terbang meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Anda yakin ingin langsung kesana?"
"Hm." hanya itu yang keluar dari bibir Geo.
Helicopter terus mengudara hingga melewati pulau pulau jauh dari negara mesir.
Helicopter mendarat di pinggir pantai sebuah pulau.Pulau yang memang tidak asing untuk nya karena sebelum nya Geo pernah datang kemari saat misi penyelamatan Aisyah,bukan..lebih tepat nya menolong Farel yang tertembak.
"Tidak langsung ke mansion saja tuan?" tanya seorang pilot pada Geo.
"Tidak." Geo turun dari helicopter menuju lorong bawah tanah yang sebelum pernah Ia lewati.
Hanya dengan penerangan pada ponsel nya Geo melewati tempat itu."Tempat ini pernah aku ledak kan."Gumam geo memandang sekeliling yang telah diperbaiki.Geo pun terus melalui lorong hingga terdapat tombol untuk membuka pintu yang menghubunghan menuju ruang kerja milik Aziz disana.
"Tempat ini begitu begitu rapih,sepertinya Aziz masih sering datang kemari." Gumam Geo sambil merusak akses cctv.Bukan Geo jika tidak mudah melakukan nya.Geo kemudian meneliti setiap sudut ruangan dan buku buku disana berharap menemukan sesuatu atau alasan dan motif nya begitu membenci Farel.Geo mengenakan sarung tangan mengeluarkan alat yang mampu mendeteksi sidik jari kemungkinan tertinggal di tempat itu.
Geo terkesiap menemukan Foto foto disana.Geo berlalu dari sana menuju ruangan lain,
bersembunyi di balik tirai sepertinya ada yang datang. Seorang wanita paruh baya yang kala itu menolong Aisyah,sedang membersihkan mansion.Wanita itu pelayan yang telah lama bekerja disana.
Secepat itu Geo menutup pintu dan mendudukkan wanita itu di kursi menodongkan pist*l disana.
wanita tua itu terkesiap"Apa mau mu tuan?" ujar nya.
"Katakan yang kau ketahui tentang Aziz." Geo menarik kursi duduk dihadapan wanita itu.
"Kau orang baik tuan,turunkan senjata mu.* tatapan memelas dari wanita tua itu meluluhkan Geo.
" Aku juga tidak akan melukaimu *Geo menurunkan senjata nya menggeser kursi duduk lebih santai di samping wanita paruh baya.
"Kau teman gadis yang bernama Aisyah?"
Geo terkesiap"Kau mengenal nya?"
"Aku yang pernah menolong nya."
Geo ingat ketika Aisyah pernah meloloskan diri ketika itu."Ceritakan mengapa khamed dan Aziz begitu ingin menghancurkan Farel."
"Kau tau mereka bersaudara bukan?Mereka tiga bersaudara." wanita itu menghentikan ucapan nya.
"Lalu?" tanya Geo.
"Adik Aziz bunuh diri karena nya." lirih nya.
"Maksudmu?!karena Farel?" Geo meninggikan suara nya.
Wanita itu mengangguk."Saat itu dia sedang hamil."
"APA!!Tidak mungkin.Ini pasti ada yang salah,Farel tidak pernah tidur dengan wanita.Astaga?!.." gumam Geo mengusap wajah nya kasar.
-
-
__ADS_1
mohon dukungan nya kawan...
trimakasih sudah membaca..