
Syukuran atas kehamilan Aisyah berlangsung meriah.
Banyak sekali tamu yang hadir untuk mengucapkan selamat.
Tamu undangan silih berganti datang dan pergi.
Seluruh keluarga ikut berbahagia tidak terkecuali Felisya.
"Kau lelah?."
Farel bertanya pada Aisyah.
Aisyah mengangguk.
"Kita masuk ke dalam."
"Tapi,"
Aisyah merasa tidak enak pada Mertua juga Ibu nya.
"Beristirahat lah nak."
Mommy menimpali.
"Baik mom."
Aisyah masuk kedalam rumah disambut oleh Felisya, Geo dan juga Kristian.
"Selamat Aisyah. Aku turut bahagia untuk mu."
Felisya memeluk Aisyah disana.
"Aku juga ikut bahagia kau bisa kembali kerumah mu."
Aisyah melepaskan pelukan nya.
"Aku melihat pemberitaan di social media. Berusahalah. Tanggung jawab besar berada di pundak mu. Nona Difta Felisya Gunatama."
Aisyah sedikit membungkuk disana.
"Jangan bercanda?!. Aku tetaplah Felisya saudara mu."
Felisya mengajak Aisyah menuju sofa di depan layar televisi.
"Selamat Farel, Kau akan segera jadi seorang ayah."
Geo menepuk bahu Farel.
"Segeralah menyusul."
Farel membalas.
Geo menarik ujung bibir nya samar.
Kristian memeluk Farel.
"Jadilah ayah yang baik seperti ayah mu."
"Terimakasih."
Farel diam sejenak.
"Kakak."
Kristian mempererat pelukan nya.
"Kakak?."
Kris sedikit mengharu. Terlintas kembali ingatan masalalu, dirinya di adopsi oleh keluarga ini dari sebuah panti.
Berkata dengan lantang jika kelak akan menjadi anak yang baik untuk tuan dan Nyonya Ramadhian.
Semua duduk bersandar di sofa sambil menukmati acara TV yang sedang menyala
Aisyah terkekeh. Diam sejenak melihat cincin melingkar di jari manis Felisya.
"Apa ini?."
"Tidak mungkin kau membeli nya.
wajah Felisya berubah menjadi berseri.
" Geo yang memberinya untuk mu?."
Felisya mengangguk. Senang.
"Berbahagia lah. Dia akan mampu menjaga mu dan pantas untuk mu."
Mengusap pucuk kepala Felisya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan? Serius sekali."
Farel menimpali.
"Ini tentang Geo dan Felisya."
Balas Aisyah lembut.
"Ajari aku cara menjadi seorang muslim."
Lirih Geo tulus.
"Nanti setelah Adzan maghrib datanglah ke masjid. Aku yang akan mempersiapkan semua nya."
__ADS_1
Balas Kristian.
"Kris."
Kristian meninggikan alis nya.
"Terimakasih ."
Lirih Geo.
Kristian menepuk bahu Geo.
"Aku mengenalmu tidak kurang dari 10 tahun. Ini kali pertama nya kau ucapkan itu pada ku. Akan aku ingat baik baik."
"Ucapan Terimakasih dari bibir seorang Geofani sangat lah berharga."
"Diam kau SIALAN..?!"
Menekan kata terahir.
"Hahahaha."
Semua pun berahir dengan tawa.
****
Adzan maghrib berkumandang di masjid masjid seluruh penjuru.
Anggota Keluarga Ramadhian, bu Inah Geo serta Felisya berjama'ah bersama di masjid terdekat.
Ustadz dengan microphone membuka acara dengan bismillah. Lantunan Do'a terdengar hingga Ia mengulurkan tangan pada Geo dan Geo pun menjabat nya.
Kristian berperan sebagai penerjemah. Karena tentu saja Geo tidak bisa berbahasa Indonesia.
"Saudara Geo, Apakah anda serius ingin menjadi seorang muslim? "
"Mr Geo, Are you serious about becoming a Musliheart"
"I'm very serious, it's from my own heart"
"Saya sangat serius, itu dari hati saya sendiri."
"Has anyone ordered or forced you?"
"Apakah ada yang menyuruh atau memaksa anda?"
"Nothing, It's on my will"
"Tidak ada. Ini kemauan saya sendiri."
"Alright, Follow what I say"
"Baik lah Ikuti yang saya ucapkan."
saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
"I testify that there is no god but Allah and I testify that Muhammad is the messenger of Allah"
"Takbir"
"Allahu Akbar"
"Takbir"
"Allahu Akbar"
Geo mengharu memeluk Kristian.
Farel pun menghampiri memeluk Geo disana tidak terkecuali tuan Ramadhian.
"Mendiang Ayah mu bangga pada mu Geo."
Mempererat pelukan nya.
Felisya dan Aisyah menyaksikan itu pun juga ikut terharu.
Bu Inah dan Nyonya Ramadhian pun juga mengusap mata nya yang basah.
Seluruh anggota keluarga keluar dari masjid setelah melaksanakan Shalat Isya berjama'ah.
Berjalan kaki ramai ramai hingga sampai di dalam kediaman tuan Ramadhian.
"Bagaimana perasaan mu Geo?."
Tanya Tuan Ramadhian sambil melesap secangkir coffee buatan istri nya.
"Tidak bisa aku gambarkan om. "
balas Geo.
"Masih ada satu lagi Geo. Itu belum selesai begitu saja."
Tersenyum jahat disana.
Kristian tertawa kecil menutup mulut nya takut Dosa.
"Dari senyum kalian tampak nya ingin mengerjai ku."
Geo memicingkan mata nya.
"Tidak Geo, prasangka mu buruk sekali."
Farel kembali menarik ujung bibir nya.
__ADS_1
"Apa itu?."
Geo meninggikan alis nya.
"SUNAT"
Farel menahan tawa.
Aisyah menutup mulut nya menahan tawa pun juga Felisya dengan mulut menganga entah apa yang sedang berputar di otak nya.
Pletak.
"Aaauuu."
Aisyah mengetuk dahi Felisya keras.
"Sakit Aisyah."
"Singkirkan otak kotor mu?!."
Tatapan membun*h terlihat disana.
"Ampun."
Gumam Felisya memelas.
"What is it?"
Geo tampak tidak mengerti.
"S..U...N..A..T.."
Farel mengeja satu persatu.
"Kau akan tau besok pagi sekarang tidur lah. Aku harus menyelesaikan honeymoon yang tertunda."
"Kak Farel?!."
wajah Aisyah memerah karena malu.
"Lahirkan anak yang banyak."
Pekik Felisya pada Aisyah yang menaiki tangga.
"Katakan jika kau iri?!."
Celetuk Farel.
Felisya memajukan bibir nya membuat orang yang disana menertawakan dirinya.
***
Geo menyentuh tralis pada kamar tamu tempat nya tidur malam ini.
Perasaan lega bercampur haru hanya Ia yang merasakan hingga tidak bisa di ucapkan dengan kata kata.
"Terimakasih Tuhan. Bimbing aku menuju jalan yang benar. Agar aku bisa menggenggam Felisya bersama sama menuju jalan yang Engkau Ridhoi."
Di kamar yang lain Felisya belum bisa memejam.
Masih membayangkan Bagaimana jika besok Geo melarikan diri ketika akan di sunat.
Berteriak memaki maki Dokter yang akan melepas ce..la .na.. dan menyuntik ke..ma..luan nya. kemudian Geo menodong kan pis..tol.
Atau Geo semakin murka karena Dokter begitu grogi hingga memotong milik Geo hingga habis.
Hhhhaaaaaaaaaaaa...................
Pada ahir nya Felisya terbahak bahak sendiri membayangkan apa yang akan Geo lakukan besok pagi.
Klik..
Pesan masuk di ponsel Felisya.
"Aisyah??? Kurang kerjaan sekali dia malam malam mengirim pesan suara.
"Berhenti membayangkan yang tidak tidak...?!"
Suara ancaman terdengar disana.
"Aisyah sialan bisa bisa nya dia tau apa yang aku Fikirkan sekarang!!."
Umpat Felisya.
"Eh..tunggu. Apa yang Aisyah sedang lakukan ya?."
Bayangan kembali meraja lela hingga kantuk datang menghampiri. Ahirnya Felisya terlelap bersamaan dengan orang seisi rumah.
Namun tidak dengan Geofani.
Dia masih tampak sibuk dengan layar lipat nya memeriksa setiap pekerjaan barangkali ada yang terlewat.
Hingga malam telah begitu larut namun Geo tidak juga beranjak dari laptop nya.
Di kamar lain Aisyah terlelap dalam dekapan Farel.
Sedangkan Kristian memejam di kamarnya dengan guling yang setia disana.
Nyonya Ramadhian tidak mau kalah dari Aisyah, Tidur dalam dekapan sang suami.
-
Tunggu episode selanjutnya ya..
__ADS_1