
Dooorrr..?!.
Aisyah menepis tangan Geo melesatkan peluru ke langit langit ruangan itu.
"Hentikan Geo ku mohon..."
Lirih Aisyah yang terduduk di lantai kemudian.
"Kendalikan dirimu Geo.."
"Aisyah maafkan aku..."
Geo merendahkan tubuh nya.Kemarahan nya seketika mereda melihat keadaan Aisyah yang terlihat begitu terpuruk.
"Maafkan aku tidak menjaga kalian dengan baik."
"Kau tidak bersalah Geo.Kau tidak melakukan kesalahan apapun."
Aisyah menunduk menitik kan air mata menetes membasahi lantai.
"Aku tidak marah dengan siapapun Geo... tapi aku tidak pernah yakin jika kak Farel berada di dalam mobil itu."Lirih Aisyah.
" Maksud mu???"
"Kau belum menemukan tulang hingga abu nya bukan?!Kendalikan dirimu Geo... Cari lah kak Farel walaupun hanya tulang bahkan abu nya.Bawa kemari.Bawa dia pada ku."
Aisyah bangkit meninggalkan Geo yang memandang punggung nya terus berlalu dari sana.
*****
" Assalamu'alaikum"
Seorang pelayan membukakan pintu melihat siapa yang datang pagi pagi begini.
"Aku Felisya saudara Aisyah."
"Mari silahkan nona."
"Terimakasih.
Felisya masuk kedalam rumah dengan suasana duka yang masih terasa menyelimuti disana.
Bu Inah menuruni tangga menyambut kedatangan Felisya." Nak.."
Bu Inah menghambur memeluk Felisya.
"Aisyah mengabari mu?"
"Tidak bu.."
Kemarin lusa saat sekertaris Rey mengabari jika taxi yang membawa Farel mengalami kecelakaan secepat itu Felisya langsung membuka berita di social media.
Sepersekian detik Felisya menghubungi sekertaris Rey untuk menyiapkan penerbangan dengan pesawat pribadi milik nya menuju jakarta
"Kerahkan semua orang orang mu untuk membantu Aisyah." Perintah Felisya pada sekertaris Rey sambil melangkah menaiki pesawat kemudian mematikan panggilan nya.
Ini untuk pertama kali nya Felisya kembali menggunakan fasilitas dari peninggalan mendiang orang tuanya.Sejak sekian lama Felisya hidup sederhana layak nya orang orang pada umum nya.
Armada besi menerbangkan Felisya hingga ke jakarta.Disambut orang orang yang memang sekertaris Rey yang menyiapkan untuk menjaga nya.
"Aisyah???". Felisya berlari memeluk Aisyah.
Aisyah menangis mempererat pelukan nya.
" Aku akan membantu mu."
Felisya melepaskan pelukan nya menyentuh wajah Aisyah dengan kedua tangan nya.
Felisya menatap tajam Aisyah.Teringat kembali kesedihan dimasa lalu ketika Pak Nang meninggalkan Aisyah untuk selama nya.
__ADS_1
"Bangkit lah Aisyah?!"
"Serahkan semua pada Allah.."
Aisyah mengangguk."Aku mengerti."
Pagi ini helicopter mendarat di halaman Kediaman Ramadhian. Menciptakan angin kencang bergemuruh disana.
Geo terkesiap mendengar gemuruh nya suara helicopter.Geo yang sejak sebelumnya berbaring di sofa dengan semalaman terjaga tidak mampu memejam.
"Aku belum memerintahkan apapun,lalu helicopter siapa itu." Gumam Geo sambil berlalu menuju helicopter.
"Aisyah aku pergi dulu."Felisya bergegas keluar hendak menuju helicopter
"Aku ikut dengan mu?!!"
Aisyah meninggikan suara.
"Tidak Aisyah. Menyusul lah setelah aku menghubungi mu."
Felisya menghubungi sekertaris Rey. "Kerahkan seluruh orang orang mu!! bawakan aku tim ahli forensik juga detektif terbaik dari dalam dan luar negeri secepat nya?!."
Felisya mematikan ponsel nya kemudian melesat cepat menuju helicopter.
"Tunggu Felisya, aku ikut dengan mu."
Geo berlari menuju helicopter duduk disana disebelah Felisya.
Helicopter mengudara menimbulkan angin ribut bergemuruh disana.Felisya terus memandang Aisyah disana.
"Aku akan berusaha mencari suami mu hidup atau mati Aisyah."lirih Felisya.
Geo terkesiap mendengar ucapan Felisya.
Helicopter terus mengudara menuju pulau Kalimantan.Kemudian mendarat di lapangan jauh dari kota samarinda.
Geo turun dari helicopter diikuti dengan Felisya yang sambil meraih ransel di sana.
Seorang pria yang usia nya lima puluhan taun membungkuk menyapa Felisya.Kemudian membuka pintu mobil.
"Sekertaris Rey bersikaplah seperti biasa?!."
sepersekian detik Geo dan Felisya sudah berada di dalam mobil yang melaju mulai menaiki bukit menangis.
Tidak lama sampailah Ia di atas jurang tempat kejadian.Banyak aparat keamanan negara yang berada disini. Memeriksa dan meneliti penyebab kejadian perkara.
Geo bergegas turun dari mobil melihat pembatas jalan yang rusak sepertinya bekas hantaman mobil Farel yang kemudian terjun kesana.
"Jurang ini sangat dalam apalagi mobil meledak disana."
Geo menatap tajam Felisya yang sedang melihat ke dalam jurang sambil berpegangan pada pembatas jalan.
"Mustahil jika Farel bisa selamat." pungkas Felisya berkaca kaca.
"Aku akan turun kesana."
"Aku ikut dengan mu."
Felisya mengikuti Geo dari belakang.
"Itu sangat berbahaya."
"Kau fikir aku takut?"
Geo tampak bicara dengan beberapa polisi disana. Secepat itu Geo langsung mengenakan alat pengaman dan seuntas tali yang biasa di gunakan untuk evakuasi korban.
Geo melesat menuruni jurang dengan tali itu membutuhkan waktu yang cukup lama hinga Ia sampai di sana.
Geo memperhatikan sisa sisa mobil yang hangus terbakar.Juga mendongak ke atas memperhatikan cara mobil itu jatuh.Seolah seperti sedang menonton adegan Film Geo membayangkan cara mobil itu terjatuh dan terbakar.
__ADS_1
"Geofani"
Seorang polisi yang menyentuh bahu Geo secepat itu Geo menoleh ke arah nya.
Ya Dia adalah seorang perwira atau inspektur polisi sahabat lama Farel juga teman Geofani bernama Rangga.Sengaja Rangga terjun langsung ke lapangan untuk memastikan sendiri penyebab kecelakaan Farel sahabat lama nya.
"Kau menemukan sesuatu."
Rangga hanya mengedipkan mata nya perlahan.
Geo langsung mengangguk mengerti.
"Ya Tuhan.." ucap Felisya tersentak melihat sisa mobil yang hancur dan hangus terbakar.
Geo dan Rangga reflek menoleh ke arah wanita di belakang nya.
"Kembalilah ke atas nona,disini berbahaya untuk mu?!"
Felisya hanya tersenyum terpaksa tidak mengidahkan perkataan polisi itu.
"Wanita ini sepertinya keras kepala" gumam Rangga.
"Kau benar."
ujar Geo yang seperti nya mengerti apa yang Rangga fikirkan.
Felisya memperhatikan polisi itu yang sepertinya pernah mengenal nya."Wajah itu..seperti tidak asing."
Geo mengenakan handscoon kemudian memeriksa sisa sisa mobil yang terbakar.
Diikuti Felisya yang melakukan hal yang sama.
Beberapa polisi juga sedang mengumpul kan barang bukti.
"Apa ini?!" Felisya mememukan sesuatu pada sisa ban yang sepertinya melesat dan hangus terbakar.
Felisya memperhatikan yang Ia dapat dan menggenggam nya.
"Mobil ini hancur."
Gumam Geo.
Geo kembali mendongak kan kepala nya ke atas kemudian memejam.
"Jika hanya terguling dan meledak,mengapa mobil bisa sehancur ini?"fikir Geo dalam hati.
" Hah...?!Apa mungkin???"Geo tersentak menoleh pada Rangga kemudian.
Rangga mengangguk.
"ASTAGA?!!"
Geo bergumam dalam hati.Geo mengepal kan tangan nya geram.
"Temui aku nanti malam."
Rangga berbicara sambil meraih tali berlalu menaiki tebing meninggalkan Geo dan rekan nya di bawah sana.
Geo terus memeriksa disana berharap menemukan barang bukti entah apapun disana.
Sedangkan Felisya masih berharap ada keajaiban bukan Farel yang berada di mobil taxi ini.
Ia berharap cctv bandara salah. Walaupun mustahil untuk tidak benar arena plat nomor pada taxi yang membawa Farel yang tertangkap pada rekaman cctv bandara itu sama dengan nomor polisi mobil yang naas di bukit menangis.
-
-
- Terimakasih telah mendukung Cinta Tulus Aisyah..
__ADS_1
Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian...