Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 95


__ADS_3

London.


Geo dan Felisya melangkah masuk ke dalam rumah diikuti Ibu dan Elis menuju ruang tamu.


"Aku senang kalian datang."


Wajah berseri nampak disana.


"Ibu."


Geo melangkah maju mendekat pada Ibu nya.


Semua tertegun saat tiba tiba Geo berlutut di hadapan Ibu nya.


"Aku akan menikah."


Lirih Geo menunduk.


"Aku mohon restui kami."


"Apa yang kau lakukan anak Nakal"


Glory merendahkan tubuh nya memeluk putra nya disana.


"Aku merestui mu Geo, Bahkan sejak sebelum kau meminta pada ku. Aku merestui mu, Bahkan sejak kau membawa nya kemari waktu itu."


Mendekap erat putra nya.


"Hingga aku mengerti seberapa besar dia memenuhi hati mu. Sampai aku saja merasa iri dibuat nya. Dia satu satunya wanita yang kau bawa kemari. Satu satu nya wanita yang pernah berinteraksi langsung dengan mu.


Aku menyukai calon istri mu Geo. Bahkan sejak awal dia datang hari itu."


Glory mengusap bulir bening yang tiba tiba menetes.


Geo melepas pelukan Ibu nya. Mengusap mata yang sebelum nya basah saat baru saja menunduk.


Felisya dan Elis ikut terharu.


"Se istimewa itu kah aku bagi mu?."


Batin Felisya menatap Geo yang baru saja bangkit.


Glory melangkah mendekati Felisya.


"Terimalah putraku yang seperti itu adanya. Cintai lah dia sepenuh hati mu meski aku sendiri sering kesal karena sikap nya."


Memeluk Felisya.


Felisya mengharu,menangis disana.


"Hai, jangan bersedih. Jika nanti Geo membuatmu kesal. Hajar saja dia seperti aku menghajar nya."


Berkata sambil berdecak pinggang disana.


"What??"


Geo dengan raut wajah keberatan. Bergedik ngeri membayangkan di pukul pakai sapu berkali kali.


Felisya terkekeh.


"Mana mungkin aku melakukan itu. Aku begitu tergila gila pada putra anda."


Bisik Felisya pada Glory, Ibunya Geo.


"Sungguh??"


Glory menutup mulut nya.


Felisya mengangguk.


"Kakak."


Lirih Jhose.


"Jhose?!."


"Sejak kapan kau berdiri disitu?."


"Sejak kau baru saja datang."


Geo dan Jhose saling memeluk.


Wajah Glory semakin berseri ketika di meja makan. Anak anak nya berkumpul menikmati kalkun panggang kesayangan Glory disana.


***


Dan pagi nya.


Jhose yang tertidur di sofa, perlahan membuka mata nya."Sudah pagi."


"Mengapa kalian tidur terpisah?."


Melihat Geo dan Felisya keluar dari kamar yang berbeda.


Geo dari kamar nya sedangkan Felisya dari kamar tamu.


"Lalu?." Geo mengherdikan bahu.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kalian yang hampir menikah tidak tidur satu kamar?"


"Hampir tapi belum kan?."


Balas Geo.


Geo keluar untuk lari pagi di sekitar halaman rumah. Tetesan peluh membasahi tubuh Geo terlihat pada kaos yang melekat di tubuh nya.


Felisya membuka tirai kamar tempat nya tidur semalam. Terlihat ada Geo di luar sana.


Felisya memperhatikan Geo yang tidak melihat nya.


"Mengapa kau terlihat sangat tampan."


tersenyum senyum sendiri di balik jendela.


"Mimpi apa aku semalam. Hingga kau berlutut di hadapan ibu mu untuk meminta restu menikahi ku."


Mencubit pipi sendiri.


"Apa!."


Geo tiba tiba ada di hadapan Felisya yang terhalang oleh kaca jendela.


"Tidak ada."


Felisya menggeleng.


"Kau mengagumi ketampanan ku. hm...?"


Menyentuh kan dahi di kaca jendela.


"Tidak!!."


Felisya meninggikan suara menetralisir yang seperti tertangkap basah.


Felisya secepat kilat menutup tirai.


****


Di tempat lain.


Di dalam tempat Ibadah.


Upacara pemberkatan pernikahan Ainsyel dilangsung kan.


Pemuka agama membacakan do'a do'a disaksikan orang tua dan keluarga dari Ainsyel juga calon suami.


Pemberkatan diahiri dengan memasang cincin pernikahan dan kecupan hangat mendarat di bi..bir Ainsyel. Bibir saling bertaut dihadapan para tamu undangan saksi pernikahan mereka.


"I love you."


"I love you too"


Balas Ainsyel.


Pelepasan burung merpati diikuti pelemparan baket bunga di langsung kan.


Pengunjung yang belum memiliki pasangan hidup berebut menangkap nya.


Berahir dengan tawa bahagia disana.


Ainsyel beserta suami menaiki mobil limousine menuju Hotel milik Ainsyel untuk acara resepsi pernikahan mereka.


Tamu undangan silih berganti datang mengucapkan selamat.


Felisya mengenakan dress terbaik dengan sentuhan make up semakin mempercantik dirinya.


Melangkah menuju Hotel tempat Ainsyel melangsungkan resepsi dengan tangan menggenggam lengan Geo disebelah nya.


Tamu undangan menatap takjub pada pasangan ini. Melangkah bersama mendekati Ainsyel disana.


Netra Ainsyel menangkap sosok yang dia kenal.


Tatapan fokus pada tangan Felisya berada di lengan Geo.


"Selamat Ainsyel."


Felisya memeluk Ainsyel.


"Terimakasih Felisya."


Mengulas senyum kemudian berbisik.


"Kalian sangat serasi."


"Selamat."


ucapan datar terdengar dari bibir Geo.


"Ahir nya kau datang membawa nya. Kau tidak khawatir aku cemburu?."


Geo berkerut dahi.


"Hahaha Aku hanya bercanda. Terimakasih kalian sudah datang kemari."


Para tamu undangan menikmati hidangan.

__ADS_1


Pesta semakin meriah dan acara semakin romantis ketika semua mulai berdansa.


Seorang pria datang menghampiri Felisya.


"Maukah anda berdansa dengan ku?."


mengulurkan tangan.


Felisya hendak meraih tangan itu.


"Ayo pulang."


Tiba tiba Geo menarik tangan Felisya berjalan tergesa disana.


"Ada apa Geo, acaranya belum selesai."


Berbicara sambil menarik tangan agar Geo melepaskan nya.


Geo semakin mempererat genggaman nya membawa Felisya keluar dari hotel.


"Geo, ada apa dengan mu?!."


Felisya meninggikan suara.


"Apa kau marah? Katakan apa salahku?."


Geo tidak menjawab. Membuka pintu mobil kemudian.


"Masuk."


Pasrah, ahirnya Felisya masuk kedalam mobil Geo yang entah sejak kapan mobil Geo diperbaiki dan kembali seperti semula.


Geo menutup pintu nya keras. Menuju tempat nya melesatkan mobil nya disana. Menginjak pedal gas, semakin melajukan mobil nya.


"Ada apa Geo, kenapa kau marah?."


Berkata dengan lembut.


Geo mulai menepikan mobil nya di atas jembatan. terlihat sangat indah di malam hari.


Geo keluar dari mobil bersandar pada mobil nya.


"Geo."


Felisya tiba tiba saja sudah ada di belakang Geo.


Geo hanya diam menatap lampu lampu yang terlihat dari atas jembatan.


Felisya mendekati Geo.


"Kau sering kemari?.


" Bagaimana kau tau?."


Tanya Felisya.


"Jangan katakan kau mencari tau semua tentang aku. Apakah kau mulai penasaran?."


Geo tidak membalas Felisya.


"Geo."


Masih tidak merespon.


Felisya memilih diam bersandar pada Mobil disamping Geo.


Felisya terkesiap tiba tiba tangan kekar itu meraih kepala Felisya untuk bersandar di bahu nya.


"Eh..?"


"Kau berada di sini saat merindukan orang tua mu kan?."


ucapan Geo terdengar lembut.


Felisya terdiam."Bagaimana kau tau?."


Felisya pun menyandarkan kepalanya pada bahu Geo. Berdebar debar hati Felisya tentu nya.


Kedua nya hanya diam memandang air mengalir memantulkan kelap kelip cahaya lampu di malam hari dari atas jembatan.



"Geo, apa kau cemburu saat di acara resepsi banyak pria mendekati ku?."


Tidak ada respon. Geo terus saja melajukan mobil nya.


"Bahkan ada yang mengajak ku berdansa lho..?!"


Berkata dengan nada girang.


"Ciiiiittttt......!!!"


Geo menginjak rem secara mendadak.


"Aaaa... Geo, Apa kau cemburu...??? Katakan kau Cemburu Geo?!.


Katakan kau mencintai ku Geo..!!"

__ADS_1


Pekik Felisya.


__ADS_2