Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 7


__ADS_3

Hari minggu pagi Kris bergegas turun dari apatremen,Ia mengenakan pakaian santai.


Jaket hoodie dan celana selutut sepatu sneakers warna putih.


Ting.. lift terbuka..


Kris berlari pagi menuju sebuah taman,beberapa pasang mata wanita tertuju pada nya. Kris memang tampan,tubuhnya yang atletis ditambah tinggi badan nya yang proporsional,membuat para wanita tertarik pada nya.


Kris memasang head set di telinga,berlari kecil sambil mendengarkan musik.Kris berpapasan dengan wanita yang Ia kenali.


"Desi..?" sapa Kris sambil melepas head set nya.


"Tuan kris.." Desi sedikit tertegun dengan penampilan Kris,tampak santai tapi tetap tampan.Namun Desi berusaha menepisnya.


Dua manusia duduk di kursi panjang di taman itu,namun kedua nya tetap menjaga jarak.


"Kau sering kemari?" Kris membuka keheningan.


"Tidak juga,saya kesini hanya jika sedang senggang."


"Ngga ke resto?"


" Nanti sore...,kalau anda?"Desi balik bertanya.


"Aku sering kemari,aku tinggal di apartemen dekat sini."


Desi menoleh ke arah Kris,Desi tidak percaya jika Kris tinggal di sekitar sini.Karena Ia tau,tidak ada apatremen mewah disini.


"Bukan..bukan...!!ini tidak seperti yang kau fikirkan,


Aku tinggal disini bukan karena penasaran dengan mu!!..,bukan juga karena ingin dekat dengan mu!...ini tidak lebih karena aku suka berhemat..!!"


Sial..!!aku bicara apa sih..kenapa bodoh sekali..!!! itu alasan sangat konyol..


gumam kris dalam hati.


Desi tertawa kecil,lalu menutup mulut nya.


Bagi Desi pria di sebelah nya lucu dan sangat manis."apa?manis..!! oh..tidak,ayolah Desi jangan tertarik pada nya!!"gumam Desi dalam hati.


"Maaf?!" Kris menatap ke depan.


"untuk apa?" Desi menatap ke arah yang sama.


"Aku selalu lancang memaksa mu menemani ku makan siang....Kau tau?..hanya dengan begitu saja sudah membuat ku sangat bahagia." tutur Kris tulus.


"Apa?" Desi tersentak kaget..Sejujurnya Desi memiliki perasaan yang sama tapi keyakinan yang membuat Desi harus mengubur perasaan nya dalam...


"Kenapa kau tidak melanjutkan kuliah mu?" Kris menoleh,sebenarnya Kris tau alasan nya.Kris mencari tau semua tentang Desi.Kris hanya ingin dengar sendiri jawaban dari Desi.


"" Bagi saya bisa lulus S1 di Al- Azhar itu sudah sangat luar biasa....saya bisa sampai disini karena dibiayai sama mbak Aisyah.Kami satu kampung satu sekolah saat di Madrasah Aliyah."

__ADS_1


"Mba Aisyah juga yang membiaayai kuliah saya.


Saya bekeja dengan mba Aisyah sejak saya masih di Madrasah Aliyah,saya menjadi Asisten rumah tangga di rumah mba Aisyah sepulang sekolah.


Kak Felisya yang membayar gaji ku.


Lulus dari Madrasah Aliyah saya masih bekerja di rumah mba Aisyah menjaga ibu nya..Kemudian mba Aisyah mengajak ku kemari,mengurus semua keperluanku dan membiayai pendidikan ku.


Saya tidak secerdas mba Aisyah dan kak Felisya. Saya hanya sedang beruntung bisa di terima di universitas Al- Azhar.


Mba Aisyah merintis warung makan dengan menyewa ruko kecil tidak jauh dari universitas Al Azhar tempat saya menimba ilmu."Saya membantu nya dan mulai bekerja dengan nya sampai sekarang,sudah hampir 8 tahun.


Bahkan usia saya sekarang hampir 29 tahun..


Ya Tuhan..saya sudah tua ya..?Desi tertawa.. persekian detik Ia menutup mulut dengan tangan nya.


" Mba Aisyah tidak pernah memotong sepeserpun gaji saya untuk membiayai saya selama kuliah."tutur Desi lagi.


"Saya sangat senang bekerja dengan Mba Aisyah.


Saya berharap jika nanti pulang ke indonesia,saya ingin membuka usaha kuliner. Seperti mba Aisyah.Karena itu lah saya bersemangat mengumpulkan uang."tutur Desi panjang lebar membuat Kris terharu.


" Desi kumala marwan!"


heh Dia tau namaku?gumam desi dalam hati.


"Aku mengetahui semua tentang mu?" tutur Kris.


"Ya..semua.." Kris menoleh ke arah Desi.


"Aku ingin menutup luka mu,menghapus air mata mu dan menjadi imam mu."


"Aku mencintai mu Desi kumala marwan!"


Degg..


Desi terkesiap..


"Aku mempelajari Islam dari hati ku sendiri.. bukan karena Aku mencintai mu.Bukan karena ingin menikahi mu...Bukan..."


"Aku menyerahkan semua tentang jodohku pada Tuhan Yang Maha Esa!"


"Kau tidak perlu menjawab apapun,jangan pernah menjauh dari ku..!" Kris bangun dari duduk dan pergi meninggalkan Desi.


Desi berlari menuju kontrakan sempit tempat tinggal nya.Ia menuju kamar dan mengunci nya.


jantung nya berdetub kencang nafasnya ter engah engah.Ia membenturkan kepalanya di pintu kemudian terduduk bersandar di pintu.


Ia menyentuh dada nya..


"Apa ini minpi?"

__ADS_1


"Kristian menyukai ku?"


"Ya Allah.. jika Kristian jodoh ku.


Berikan lah hidayah untuk nya..


jadikan Ia seorang Mualaf..


Jadikan Ia imam ku yang akan membawa kami menuju Surga Mu ya Allah..."


Desi menitikan air mata.


Ditempat lain..


Kris yang merasa bodoh telah menyatakan perasaan nya..Ia menjatuhkan diri di sofa Apartemen nya.Memijit pelipis nya dan mengutuki kebodohan nya.


"Pasti aku sudah gila..!" Kris menyandarkan kepala nya di sofa.


Kris memesan makanan untuk sarapan juga memesan sarapan untuk di antar ke tempat Desi.


Pesanan datang..


Kris sarapan sambil tersenyum senyum sendiri mengingat reaksi Desi ketika di taman.


Wajahnya memerah karena malu.


Pesanan pun sampai di kontrakan Desi.


teman desi yang menerima paket pesanan itu.


tok..tok..


Desi membuka pintu.


"Ini ada pesanan untuk mu," tutur teman se kontrakan dengan Desi.


"Terimakasih"ucap Desi.


" sama sama"


Desi membaca paket itu..dari Kristian.


.


Terimakasih sudah membaca karya ku..


Aku tidak ada apa apanya tanpa kalian..


jangan lupa tulis komentar nya ya..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2