
Entah apa yang sedang meracuni otak Felisya. Mengapa bisa bertingkah sebodoh itu. Atau mungkin memang dirinya sedang sial hari ini.
"Seluruh dunia pasti menertawakan ku jika tau malam ini aku berada di kantor polisi hanya karena ceroboh berpacu di jam jam yang terlarang."
Gumam Felisya mengutuki kebodohan nya dihadapan aparat kepolisian lalu lintas yang sedang memintai keterangan dan menceramahi Felisya di hadapan nya itu.
"Aaaaaahhh Sial..?!!"
Ingin rasanya Felisya segera kabur dari sana.
Sekertaris Rey datang untuk menjamin kebebasan nya.
"Kenapa lama sekali?!."
Ucapan tanpa bicara terlihat dari lirikan mata Felisya pada Sekertaris Rey disana.
"Apa yang terjadi dengan mu nona? Mengapa kau bodoh sekali. " Gumam Sekertaris Rey.
Bertingkah bak anak kecil yang sedang patah hati atau cemburu dan atau sejenis nya dengan mengekspresikan kekesalan pada yang lain.
"Ah..?!Pasti Sekertaris Rey sedang mengatakan aku bodoh. tidak.. Lebih tepat nya aku sudah gila."
Gumam Felisya kesal rasanya ingin mencengkram rambut polisi di hadapan nya dan menyumpal mulut nya agar berhenti mengoceh.
"Hahaha Astaga!.." Tertawa di dalan hati membayangkan dirinya naik di atas meja dan mencabik capik rambut polisi itu juga menyu...mpal mulut nya dengan kertas.
"Apa yang anda Fikirkan nona, Bisa bisa nya senyum senyum sendiri disaat begini. "
Gumam Sekertaris Rey lagi.
Memohon maaf, berjanji tidak mengulangi bla...bla..bla.. Negosiasi terus berlangsung hingga pada ahir nya Sekertaris Rey bisa mengeluarkan Felisya dari kantor kepolisian setempat.
"Terimakasih Sekertaris Rey."
Berkata sambil meletak kan kepala nya di bahu lawan bicara yang berjalan di samping nya.
"Anda girang sekali."
"Tentu saja?!"
"Kau tidak lihat tadi?Aku cemas karena khawatir tidak bisa secepat nya keluar dari sana." Memperbaiki posisi berdiri.
"Sudah hampir pagi"
Menatap sekeliling.
"Maaf menyusahkan mu."
"Bukan kah anda bersama tuan Geo? bagaimana bisa berahir di kantor polisi."
Berkata sambil menginjak pedal gas di dalam mobil yang sebelum nya telah mereka naiki.
Sekertaris Rey sedikit menarik ujung bibir nya.
"Jangan pura pura tidak tau?! Kau bertanya atau sedang menertawakan ku?." Felisya menghentak kan kaki.
"Dasar menyebalkan..!!"
Kesal menyandar pada sandaran nya.
"Penerbangan jam 7 pagi, anda masih bisa beristirahat atau ingin menemui tuan Geo sekedar mengucapkan selamat tinggal."
"Jangan membahas dia lagi, Kau akan melukai ku."
Lirih Felisya kelu.
__ADS_1
Terbayang lagi tangan kekar itu menyentuh punggung Ainsyel.
Felisya menghela teringat lagi kata terahir dari Rangga sebelum Rangga pergi waktu itu.
"Geo sangat menyukai mu,Felisya. Dia pria baik yang pantas disisimu danakan mampu melindungi dirimu."
"Kenapa dengan bodoh nya aku jadi sangat percaya diri."
Gumam gumam lagi.
***
"Anda sudah siap nona?."
"Tunggu sebentar."
Felisya mengedarkan pandangan berharap orang yang Ia sukai berada di sana.
Nihil
"Aku sudah siap."
Menaiki anak tangga memasuki pesawat pribadi milik nya."
Felisya melihat kaca berharap Geo muncul disana sekedar melihat nya pergi.
Tidak ada.
Armada besi mulai lepas landas mengudara menerbangkan Felisya tinggi menjauh dari negara itu.
"Selamat tinggal Geofani."
Usap Felisya pada netra yang mengeluarkan bulir bening disana.
"Mengapa anda tidak keluar menampak kan diri tuan Geo."
Ujar Sekertaris Rey dalam hati.
Armada besi terus menerbangkan mereka hingga sampai di jakarta.
Disambut para bodyguard yang sedikit membungkuk menyambut kedatangan Felisya.
"Selamat datang kembali nona."
Felisya menuruni tangga sambil melepas kaca mata hitam dengan rambut terurai ditiup semilirnya angin.
Wanita paruh baya memeluk Felisya. "Selamat datang kembali nona."
Mengusap mata nya yang basah penuh haru.
Mobil melesat dengan pengawalan cukup ketat menghindari awak media yang sudah mencium rumor tentang anak dari tuan Gunatama salah satu pengusaha ternama di negri ini masih hidup.
Mobil terus melaju hingga sampai di depan gerbang kediaman Gunatama yang Felisya tinggaklan lebih dari 15 tahun.
Dengan dada yang berdebar pintu gerbang utama di buka.
Terbesit kenangan indah masa lalu. Saat dirinya bermain di halaman luas bersama Papa dan Mama nya juga Aisyah.
Kenangan ketika belajar bersepeda di halaman hijau yang sampai sekarang tidak berubah sedikitpun dari dulu Ia tinggalkan.
"Sepertinya kau mengurus semua dengan baik."
ujar Felisya sambil menyentuh pot bunga plastik yang berada di atas meja taman itu, Sama sekali tidak berubah sejak 15 tahun yang lalu.
Felisya memasuki pintu utama dengan pelayan yang telah berdiri menyambut nya.
__ADS_1
Banyak orang baru yang tidak Felisya kenal. Sebagian orangblama telah pensiun namun diantara mereka tetap datang sekedar menyambut kedatangan Felisya.
"Selamat datang kembali nona."
Sedikit membungkuk disana.
Salah satu wanita paruh baya mantan pelayan yang telah pensiun menatap Felisya dengan berkaca kaca.
Felisya memeluk nya."Nona, Selamat datang kembali. Anda sudah dewasa dan sangat cantik."
Berkata sambil mengusap pipi nya yang basah.
Felisya pun terbawa suasana mengharu biru bersama para pelayan disana.
"Nak," Wanita paruh baya yang merawatnya sejak kecil dan sangat setia terhadap keluarga nya datang menghampiri.
"Ibu.."
Felisya menghambur memeluk bu Inah.
Wanita hebat yang menjaga nya seperti anak nya sendiri.
Felisya menaiki tangga menuju kamar nya yang sama sekali tidak pernah berubah. boneka boneka dan mainan masih tersusun rapih tidak pernah berpindah se centi pun.
Felisya merebahkan diri menatap langit langit kamar nya disana."Papa Mama aku kembali."
************
Telah berkumpul tamu undangan dari para pemegang saham hingga para petinggi perusahaan. Gedung Aula besar yang dihadiri ratusan orang dari anak cabang perusahaan milik tuan Gunatama.
Awak media di persilahkan untuk meliput.
Sekertaris Rey berdiri di atas panggung memberikan sambutan.
"Terimakasih untuk yang sudah hadir di acara ini.
Saya akan memperkenalkan putri dari Almarhum tuan Gunatama sebagai pewaris tunggal perusahaan L.A.A Group."
Seluruh hadirin tersentak tidak percaya saling berpandangan.
"Rumor yang mengatakan jika nona Difta Felisya Gunatama masih hidup benar ada nya.
Sekarang beliau telah dewasa dan siap untuk memimpin perusahaan L.A.A Group"
Semua hadirin bertepuk tangan dengan muncul nya Felisya naik keatas panggung.
Lampu menyorot Felisya dan berbagai media yang yang memfokus kan kamera nya pada Felisya.
Felisya sedikit membungkuk disana dengan sambutan tepuk tangan yang meriah disana.
Felisya memberikan sambutan singkat.
" Saya ucapkan terimakasih pada seluruh yang hadir dan Terimakasih yang sebesar besar nya pada Sekertaris Rey dan bu Inah yang telah menjaga ku dengan baik selama ini. Untuk Aisyah, Aku menyayangi mu. Dan Untuk Papa dan Mama Aku mencintai mu."
"Mohon untuk bimbingan nya"
Felisya kembali membungkuk disana.
Tepuk tangan kembali terdengar di dalam Aula besar itu.
Hanya itu saja yang keluar dari bibir Felisya. Seketika pemberitaan membanjiri dunia maya hingga media setasiun televisi.
Nama Bu Inah dan Aisyah seketika meroket melebihi artis ibu kota. Apalagi Aisyah yang nota bene adalah istri dari pengusaha muda Farel Ramadhian tentu saja resto Aisyah pun seketika melejit nama nya hingga Desa tempat Felisya tinggal kala itu.
-Nex
__ADS_1