
Kairo,Mesir.
Aisyah sedang sibuk melayani para tamu di resto nya,ini jam makan siang tentu saja banyak pengunjung yang datang.
Seorang Pria duduk di VIP room memperhatikan Aisyah dari balik sekat dinding transparan di tempat itu.
Pria itu memanggil pelayan.
"Saya pesan ini." menunjuk daftar menu.
"Baik tuan,segera saya siapkan." jawab karyawan di resto itu dengan ramah.
"Siapa wanita itu?apa Dia bekerja disini?" tanya Geofani sepertinya penasaran dengan Aisyah.
"Itu Nona Aisyah pemilik resto ini tuan?" jawab nya.
"Sial..!!!itu kah calon istri mu Farel?" umpat Geo dalam hati.
"Ya sudah kau boleh pergi."
Pelayan resto pun berlalu.
"Silahkan tuan".. Pelayan resto meletakan pesanan Geo di meja.
" Terimakasih."
Geo menikmati makan siang nya namun netra nya tidak bisa lepas dari Aisyah.
"Wanita itu sungguh cantik,sayang sekali sudah jadi milik orang lain."gumam nya.
****
Hari sudah menjelang malam,Aisyah baru keluar dari kampus,berjalan sendirian menuju resto.
" Nona Aisyah? "Seseorang memanggil nya.
" Ya?"Aisyah menoleh.
"Nona Aisyah kan?Maaf mengganggu.Saya Geofani."
Aisyah hanya diam sedikit membungkuk tanda menghormati.
"Anda pemilik resto itu kan?Masakan nya enak sekali." Geo basa basi mengakrabkan diri berharap bisa berteman dengan Aisyah.
"Terimakasih tuan" Aisyah berjalan bersebelahan dengan Geo.Membuat Aisyah tidak nyaman.
"Maaf tuan,saya permisi.." tutur Aisyah lembut,tanpa sadar itu membuat hati Geo berdebar.
"Senang bertemu anda nona.." Geo berlalu menuju mobil nya yang terparkir di pinggir jalan.
Aisyah masuk kedalam resto,Sedangkan Geo masih duduk termenung di depan kemudi.
"Dia calon istri Farel sahabat ku..tidak..tidak..
aku tidak bisa mendekati nya.!!"
Aisyah membersihkan diri lalu shalat isya,membaca Al-Qur'an.
Aisyah membuka layar lipat nya di meja.Ia membaca ulang persiapan sidang terbuka.
"Selangkah lagi..Bismillah.."Ponsel Aisyah berbunyi ada panggilan dari nomer baru.
Aisyah mengangkat nya.
" Assalamu'alaikum ya Aisyah maaf mengganggu mu dan maaf juga aku lancang menghubungi mu."
__ADS_1
suara itu tidak asing untuk Aisyah.
"Wa'alaikumsalam kak Farel,ada apa?"
"Aku di jakarta,lusa ingin menemui ibu mu,jika kau tidak keberatan." jawab farel.
"Menemui ibu?" tanya Aisyah.
"Ya..Aku ingin ibu mengenal ku sebelum aku mengkhitbah mu." jawab Farel.
kata kata itu membuat hati Aisyah mengharu..Aisyah semakin yakin Farel pria yang baik,yang bisa membawa nya bersama sama menuju Ridho Allah SWT.
"Saya mengizin kan..." jawab Aisyah sambil tersipu malu.
"Terimakasih Aisyah.. Assalamu'alaikum"Ingin rasa nya Ia mengatakan Aku merindu kan mu Aisyah..namun Farel tidak berani.Farel melompat merebahkan diri ke ranjang,membuat pantulan dari ranjang besar nya.tersenyum senyum bahagia.Karena sama sekali tidak ada penolakan dari Aisyah." Alhamdulillah ya Allah... "Farel berucap syukur pada Tuhan nya.
"Wa'alaikumsalam.." Jawab Aisyah sambil tersenyum bahagia.Ia merebahkan dirinya ke ranjang dan tenggelam dalam mimpi indah nya.
Suara Adzan subuh berkumandang di masjid kota jakarta,tanda waktu beribadah untuk umat muslim guna melaksanakan kewajiban dan mengingat Tuhan Yang Maha Pencipta.
Farel dan Ayah nya berjalan menuju masjid terdekat dengan rumahnya.
Mereka menjalankan ibadah shalat subuh lalu mendengarkan tausiah dari ustadz di masjid itu.
Selesai Shalat Farel dan Ayah nya kembali ke rumah.
Ibunda Farel menyiapkan sarapan bersama para pelayan.Sedangkan Ramadhian bersiap untuk ke kantor.
Farel menuju kamarnya melepas pakaian nya masuk kedalam bathup berendam air hangat.
Merasakan relaksasi aroma teraphi.
"Nak..Mommy masak makanan kesukaan mu."Suara Ibunda Farel dari depan pintu kamar.
Farel membersihkan diri mengenakan pakaian dan memasukan beberapa pakaian kevdalam travel bag nya.
"Nak.. baru satu malam di rumah sudah mau pergi lagi?"tanya ibunda Farel sedikit kesal.
"Farel mau ke solo hari ini mom..,Menemui Ibu Aisyah.Mungkin lebih cepat lebih baik."Farel duduk di samping Mommy nya.
"Hati hati boy?!" Ramadhian menyahut sambil menuruni tangga dan melihat jam tangan.
Pria paruh baya namun masih terlihat tampan dan berwibawa.
"Do'a Mommy menyertaimu nak." Ibunda Farel ahirnya pasrah mengizinkan putranya pergi.
Semua menikmati sarapan pagi.
"Rasanya indah jika bisa seperti ini setiap hari" tutur ibunda Farel yang menginginkan Farel tetap di jakarta.
"Mom...." Ramadhian melirik istri nya.
"Maaf kan Farel mom..Insya Allah kedepan nya Farel akan lebih sering pulang." Jawab Farel.
Sudah hampir enam bulan Farel tidak pulang karena dulu Mommy nya berusaha menjodoh kan Farel dengan para gadis.
"Mommy ngga ke butik?Ramadhian mengalihkan pembicaraan.
"Ke butik dong...,Dady mau ngantar?" jawab Ibunda Farel antusias.
"Hm.." Ramadhian tersenyum pada istrinya.
"Sudah siap tuan?"tanya supir yang akan mengantar Farel ke bandara.
Farel berpamitan pada orang tua nya mencium punggung tangan Mommy dan Dady nya.
__ADS_1
Mommy memeluk Putra nya,sedangkan Dady menepuk bahu Farel.
" Hati hati boy.."
Kedua orang tua Farel mengantar kepergian putra nya sampai depan pintu.
"Assalamu'alaikum"Farel melambaikan tangan.
"Wa'alaikumsalam."
Armada besi menerbangkan Farel dari Jakarta menuju Kota Solo.butuh waktu satu jam untuk sampai di desa tempat tinggal Ibu nya Aisyah.
Suasana perkampungan mulai sangat terasa,pepohonan yang tinggi,udara terasa masih sejuk jauh dari polusi.
Sampailah Farel di Kediaman Ibu inah,ibunda Aisyah.Rumah paling besar yang ada di desa itu.
Rumahnya nyaman banyak pepohonan di sekitar halaman rumah.
Farel turun dari mobil mengedarkan pandangan,
Ia melangkah menuju pintu utama.
Tok tok tok..
"Assalamu'alaikum"
Ceklek..terdengar suara orang membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam"Wanita paruh baya membukakan pintu tersenyum menatap pria asing di hadapan nya.
" Ibu Inah?Ibunda De' Aisyah?"Tanya Farel.
"Iya benar nak..nak Farel silahkan masuk?" Tutur ibu Inah dengan ramah.Farel menyalami Bu Inah dan mencium tangan nya.
"Ibu Aisyah tau namaku?" gumam Farel dalam hati.Farel masuk ke dalam rumah mengikuti Bu Inah.Tempat ini sangat rapi dan nyaman.
"Silahkan duduk nak."
Farel pun duduk di kursi terbuat dari kayu mengkilap yang di ukir ukiran khas jawa.
"Aisyah berpesan kalau nak Farel mau datang menemui Ibu,Yah..seperti ini lah keadaan Ibu,nak.." tutur ibu dengan lembut dan rendah hati,
membuat Farel semakin mengagumi Aisyah juga Ibunya.Wanita di depan nya lah yang mendidik Aisyah menjadi sosok wanita terhormat dan menjaga kehormatan nya.
"Bu..Mohon maaf jika Kedatangan saya kemari mengganggu ibu." tutur Farel dengan sopan.
"Tidak nak..Ibu senang nak Farel silaturahmi kemari."Jawab bu inah.
" Saya mencintai de' Aisyah karena Allah...Saya berencana mengkhitbah nya setelah Ia lulus.Saya mohon Do'a restu dari Ibu untuk rencana dan niat baik saya pada de' Aisyah."
Ibu inah menitikan air mata,Ia yakin jika Farel itu pria yang baik.
"Ibu merestui mu nak..Do'a ibu menyertai kalian."
"Terimakasih bu.." Farel sedikit mumbungkukan badan nya tanda menghormati.
"Istirahat lah di kamar,Nak Farel pasti lelah.Mari ibu antar ke kamar nak Farel yang sudah ibu siapkan."Bu Inah bangkit dari duduk kemudian menunjukan kamar untuk Farel.
Kamar ini sangat nyaman walaupun tidak seluas kamar di rumah Farel.
Vote vote vote
Terimakasih sudah membaca cerita Aisyah..
__ADS_1
mohon maaf masih banyak kekurangan..