
Geo masih berada di sebuah mansion di tengah pulau,mencari informasi juga bukti apapun tentang Aziz disana.
"Pergi lah tuan,jangan buat masalah untuk ku."
ujar wanita paruh baya bangkit dari duduk nya.
"Ikut lah bersamaku." Geo menatap serius wanita itu.
"Tidak,aku akan tetap tinggal." ujar nya sambil meraih handle pintu berlalu dari sana.
Geo melihat arloji,masih ada waktu lima belas menit hingga semua kembali normal.Secepat itu Geo menyelinap kembali menuju ruang kerja milik Aziz membuka pintu rahasia menuju lorong bawah tanah yang menghubungkan dengan bibir pantai tanpa meninggalkan jejak apapun.
Geo sebelum nya telah mengabadikan foto foto yang Ia temukan di ponsel.
Geo keluar dari lorong itu sedikit berlari menuju helicopter."Bergegas lah."
Helicopter mengudara meninggalkan pulau itu kembali menuju negara Mesir.Geo menginstruksi untuk menuju area proyek pembuatan apartement yang sebelum nya mangkrak akibat ulah khamed pun ahir nya kembali Ia kerjakan.
Helicopter mendarat menciptakan angin bergemuruh menerbangkang debu debu di area itu sehingga Helicopter tidak begitu terlihat.
Dengan gaya cool khas nya Geo melangkah lebar
menerobos debu yang beterbangan itu.
Para karyawan yang bekerja di proyek terkesiap melihat siapa yang datang."Selamat datang tuan"
Seorang manager sedikit membungkuk menyapa Geo.
Geo membalas sapaan nya dengan mengangguk.
Suatu hal baru untuk manager itu."Hah..?Apa?Ini pertama kali nya tuan Geo membalas sapaan ku.Ada apa dengan nya?Salah minum obat atau Ah..Entah lah..."gumam gumam dalam hati.
Hanya begitu saja sudah membuat manager sangat senang.Bertahun tahun mengenal Geo sehingga sangat faham jika memang Geo itu pria yang acuh dan dingin.
Geo meninjau sendiri pembangunan apartement yang sudah delapan puluh persen.Geo hanya diam disana,menarik nafas dengan perasaan lega.Manager gemetar takut jika tanpa sadar membuat kesalahan.
Geo berlalu tanpa sepatah kata pun.Secepat itu manager membungkuk tanda menghormati dengan hati berdebar dan keringat yang bercucuran.
Geo menyentuh bahu manager tanpa sepatah kata pun membuat nya terkesiap tidak percaya sambil menyentuh bahu nya.Itu adalah tanda jika Geo menyukai pekerjaan nya.Manager tersenyum hingga memperlihatkan gigi disana sambil memandang punggung Geo yang terus berlalu menjauh dari sana.
Geo berlalu dengan gaya cool menuju Helicopter yang kemudian mengudara meninggalkan tempat itu.
Angin Kencang yang disertai debu berhamburan efek dari putaran baling baling.
Helicopter terus mengudara,butuh waktu cukup lama untuk sampai di kota Kairo.Helicopter mendarat di atas gedung apartement menciptakan suara bergemuruh disana.
Geo menuju kamar apartement Melepas pakaian melemparkan ke dalam kranjang.Terlihat tubuh atletis Geo yang kemudian berendam melepas lelah nya disana.
Geo melilitkan handuk di tubuh nya meraih ponsel
disana sambil duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
Geo mengetik pesan,kemudian menghapus nya.
Mengetik nya lagi,Geo menghela kemudian menghapus nya lagi.
Ponsel Geo berdering,terdapat nama disana.Geo mengulas senyum kemudian mengangkat nya.
"Apa kabar mu Geo?" suara khas Felisya yang selalu menghawatirkan orang lain.
"Ada apa?kau merindukan ku?"
"Tidak ada,aku mengganggu mu?Jika YA,matikan saja ponsel nya sekarang." ujar Felisya disana.
"Tidak,aku tidak terganggu."
Panggilan berubah menjadi Video Call.
Wajah cantik Felisya terlihat disana,Geo sedikit menarik ujung bibir nya samar.
"Hai." sapa Geo.
Felisya membelalak melihat Geo yang bertelanjang dada.
"GEO...?!!" Pekik Felisya mematikan panggilan nya kemudian.
"Sial..!!kau mengotori otak ku!! " gerutu Felisya.
Panggilan berubah menjadi hanya panggilan suara."Ada apa kau berteriak?"
"Maaf aku lupa,aku baru selesai mandi." ujar Geo mengulas senyum disana.
Felisya terdengar merancau entah apa yang diucapkan nya.
"Baik lah Geo,lain kali aku menghubungi mu."
"Sebenar nya apa yang ingin kau katakan?tiba tiba menghubungi ku dan tidak berkata apapun."
"Hanya memastikan kau baik baik saja.." ujar Felisya.
"Benar juga,untuk apa aku menghubungi Geo malam malam begini.Ah...aku sampai kehilangan kata kata."
"Kau menghawatirkan ku?" tanya Geo dengan nada sedikit mengejek.
"Tidak..tidak..Kau salah faham?!!..Ya Tuhan.. lain kali tidak akan lagi,maaf mengganggu mu." ujar Felisya.
"Aku senang kau menghubungi ku..Gadis bubur?!"
"Beristirahat lah..Selamat malam Geo.." Felisya mematikan ponsel nya.
"Good night Felisya.." ujar Geo membaringkan tubuh nya di ranjang.Geo terlelap dengan handuk masih melilit tubuh atletis nya.
***
__ADS_1
Farel menarik travel bag meletak kan dibagasi.
Aisyah sedang berdrama perpisahan dengan ibu nya.Aisyah dihujani nasehat dari ibu yang terus saja melarang ini dan itu juga berbagai nasehat untuk nya dan Aisyah
Mereka berpamitan pada ibu nya.Saling memeluk kemudian melambai pada Bu Inah.Mengucapkan salam.Farel menginjak pedal gas menuju airport.
Armada besi menerbangkan Farel dan Aisyah menuju jakarta.
"Selamat datang sayang"ujar Nyonya Ramadhian yang sudah menunggu di anak dan menantunya di sana.Memberi kejutan sebaket bunga untuk Aisyah.
" Terimakasih mom"ujar Aisyah, kemudian menghambur memeluk mertua nya disana.
"Apa kabar mu Boy?tuan Ramadhian menepuk bahu Farel.
" Alhamdulillah Dad,seperti yang kau lihat."balas nya.
"Seharusnya mommy menunggu kami di rumah." tutur lembut Aisyah pada Ibu mertuanya.
"Mana mungkin bisa begitu,mommy sudah sejak semalam tidak bisa tidur.Tidak sabar menunggu kedatangan kalian." ujar tuan Ramadhian.
"Mari tuan." ujar sopir membuka pintu mobil disana.
Mereka masuk kedalam mobil.
Mobil melaju meninggalkan airport menuju kediaman tuan Ramadhian.
Disana sudah menunggu pelayan dan asisten rumah tangga yang menyambut kedatangan Farel juga Aisyah disana.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam." ujar nya serempak.
Pelayan membawa barang barang menuju kamar Farel.
"Mari silahkan sayang."Nyonya Ramadhian mempersilahkan masuk menantu idaman nya itu.
" Ini rumah kita semua."ucap Nyonya Ramadhian memeluk Aisyah."Terimakasih kau menerima Farel anak ku menjadi suami mu,cintai lah dia sepenuh hati.Berbahagia lah sayang,lahirkan anak anak yang banyak untuk kami..penerus keluarga Ramadhian.. "Mommy mengusap air mata yang lolos dari netra nya,kemudian mengecup dahi Aisyah.
Aisyah disambut dengan sangat ramah oleh seluruh penghuni kediaman tuan Ramadhian.
Suatu anugrrah yang luar biasa Allah memberikan nikmat untuk Aisyah. Dicintai orang orang sekitar dengan ketulusan tanpa syarat apapun.
-
-
Terimakasih sudah membaca..
aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian..mohon maaf jika masih banyak kekurangan
mohon dukungan nya kawan...
__ADS_1