
Hari sudah sore,Felisya dan Geo masih di dalam mobil melanjutkan perjalanan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"Kita berhenti di sana." Felisya menunjuk tempat ibadah yang ada di pinggir jalan.
Geo mengikuti ucapan Felisya kemudian menepikan mobil nya memarkir kan di halaman masjid.
Felisya turun dari mobil menuju tempat ibadah untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.Felisya tidak pernah melewatkan kewajiban nya kecuali sedang berhalangan.
Geo menunggu di dalam mobil,memperhatikan tempat ibadah itu.Entah apa yang ada difikiran Geo saat ini.
"Apa rencana mu selanjut nya Geo?"
Felisya membuyarkan lamunan.
"Kau sudah selesai?"
"Um." Felisya mengangguk memasang seatbelt disana.
"Menemui Rangga di hotel juga Dokter ahli Forensik.Besok kita lanjutkan pencarian disekitar gunung menangis."
Felisya mengangguk tanda mengerti.
"Aku membutuh kan bantuan seorang wanita,bisa kan kau mencari kan nya untuk ku?"
Felisya berkerut dahi."Aku wanita Geo,Kau lupa?.Ada aku untuk apa mencari orang lain?!."
Geo menggeleng kan kepala."Ini terlalu berbahaya untuk mu?!."
"Pergerakan kita jangan sampai terbaca oleh seseorang yang berniat mencelakai Farel.Berhati hati lah dengan orang disekeliling mu.Aku yang akan kesana,seperti nya mereka belum mengenali ku."pungkas nya.
Geo menghela." Maaf menyusahkan mu."Menoleh sekilas kearah Felisya.
"It's Ok..?!" Senyum Felisya hingga terlihat giginya disana."
"Felisya.."
"Apa?"
"Kau tidak takut?"
"Kau pernah mengatakan jika kau akan melindungi ku bukan?Jangan biar kan mereka menyentuh kulit ku Geo...,walaupun hanya seujung kuku!!." Tegas Felisya di ahir kalimat nya.
Geo terdiam,dalam hati nya berkata"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik mu,apa lagi menyentuh mu."
Geo mencengkram kemudi disana tanpa disadari Felisya.
" Terimakasih telah membantu ku."
Berbicara dengan pandangan lurus kedepan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Felisya.
"Sama sama Geo." Senyum manis mengembang di wajah cantik Felisya.
Geo terlihat menarik ujung bibir nya samar.
__ADS_1
Felisya melepas seatbelt meringsut meyandarkan kepala nya pada jok sambil memandang pria yang sedang mengemudi.
"Geo."
"hm,tidur lah. Aku akan membangunkan mu jika sudah sampai."
Felisya pun terlelap disana.Geo terus melajukan mobil nya menembus hiruk pikuk nya jalanan kota Samarinda di sore hari.
"Felisya sudah sampai."
Berkali kali Geo membangunkan Felisya namun Ia tidak juga bangun.
"Felisya bangun lah,aku tidak mungkin menggendong mu."
Tetap tidak bergeming.
Geo menghela."Tidur mu seperti menelan obat bius Felisya?!"
Tetap tidak bangun juga.
Geo berlalu meninggalkan Felisya yang terlelap didalam mobil.Memerintah kan karyawan wanita
untuk mengawasi nya.
Geo melangkah dengan gaya cool khas nya memasuki hotel. Membuat beberapa pasang mata wanita terpana saat berpapasan dengan bule tampan blasteran Inggris-Australia itu.
Geo memasiki kamar hotel melepaskan pakaian nya melempar kan nya kedalam kranjang.
Memasuki bathub yang telah penuh dengan busa membenam kan tubuh atletis nya disana.
Menatap sekeliling,"Sudah sampai."
Felisya melangkah menuju kamar nya membersihkan diri. Mengenakan bathrobe duduk di depan meja rias memoles wajah nya.Kemudian meraih dress merah diatas lutut dengan sedikit terbuka di bagian dada, membuat tubuh Felisya semakin terlihat sangat sexy. Tubuh putih mulus terawat dan tinggi setara model internasional dengan dada yang indah menonjol juga pinggul yang indah semakin membuat para pria terpesona.
Felisya meraih blaazer tebal berbulu kemudian mengenakan nya untuk menutupi dress disana.Tidak lupa mengenakan high heals di kakinya.
"Sempurna."
Felisya keluar dari kamar meraih ponsel,menyentuh handle pintu. Felisya terkesiap ada Geo yang menunggu nya bersandar pada dinding hotel.
"Kenapa tidak kau ketuk saja pintu nya?"
"Kau yang mengatakan sendiri jika tidak suka ada pria masuk ke kamar mu?!."
"Benar juga,ah..sudah lah..Ayo?!"
Felisya dan Geo menuju tempat yang sudah dijanjikan sebelum nya untuk bertemu.
Felisya dan Geo memasuki lorong remang remang menuju ruangan gelap hanya pencahayaan yang terang diatas meja.
"Kau sudah siap?"
Terdengar suara Rangga yang wajah nya tidak begitu jelas efek dari gelap nya lorong itu.
__ADS_1
"Serahkan saja pada ku."
Felisya mengerlingkan sebelah mata nya pada Geo.
Seketika Geo memalingkan wajah nya.
"Hahaha Aku sudah terlihat seperti wanita penggoda!!Ya Tuhan..Ampuni aku."
Rangga melemparkan kunci mobil secepat itu Felisya langsung menangkap nya.
"Ayo Geo."
Felisya dan Geo menuju parkiran mobil yang telah disiapkan di depan hotel.
Bip..Bip..
Felisya membuka pintu mobil Lamborgini Aventador warna merah yang senada dengan dress nya,membuka blazer melemparkan ke dalam sana.Menyisakan dress menampak kan tubuh yang kian terlihat sangat sexy dengan menonjol kan dibagian dada
"Berpaling lah Geo"
Geo pun berbalik arah tidak menatap Felisya.
Felisya meraih revolver mengisi dengan beberapa amunisi.Kemudian mengibas kan dress nya menyimpan revolver disana dengan mengikat pada paha mulus nya.
"Aisyah akan membunuh ku jika dia lihat aku berpakaian seperti ini." Felisya menghela.
"Ini demi membantu mu Aisyah..Maaf kan aku Tuhan.."
"Sampai bertemu disana Geo." Felisya hendak memasuki mobin namun tiba tiba..Geo menghentikan langkah Felisya dengan tangan Geo meraih pergelangan tangan Felisya.
"Eh..?"
Felisya terkesiap.
Geo menarik Felisya perlahan,jarak kedua nya semakin dekat,dan lebih dekat lagi.Hingga tersisa beberapa centi disana.Geo memakai kan syal menutupi dada Felisya. "Berhati hati lah,maaf membuat mu terlibat sejauh ini."
Geo berlalu masuk kedalam mobil sport warna hitam melaju disana meninggalkan Felisya yang masih mematung menyentuh syal yang Geo berikan.
Sepersekian detik Felisya tersadar bergegas pergi dari sana melesat dengan Lamborgini Aventador warna merah menembus hening nya kota samarinda di malam yang telah larut.
Felisya sampai di salah satu rumah mewah di kota samarinda.Felisya memarkirkan mobil nya di depan rumah mewah itu.Turun dari mobil berjalan cantik dengan langkah elegant memasuki rumah yang tampak seperti rumah pada umum nya, namun disana jauh berbeda.
Terdapat casino juga tempat hiburan ilegal yang juga menjajakan wanita untuk menemani malam dan memuaskan hasrat para hidung belang.
Tatapan awas Felisya hingga sampai sudut sudut ruangan itu.Para pria menoleh seketika terpana dengan kedatangan Felisya, wanita cantik dengan tubuh yang sangat indah dibalut dress berwarna merah.
Mata Felisya tertuju pada Pria yang Ia lihat pada camera cctv mini market hari kejadian dimana mobil taxi itu terbakar.
Felisya semakin yakin jika pria itu terlibat dalam insiden di gunung menangis saat itu.
Felisya terus menyelidiki kemungkinan menemukan bukti lain juga menemukan orang orang yang memang terlibat dan bertanggung jawab atas meninggal nya sopir taxi dan hilang nya Farel.
-
__ADS_1
-
-Vote..vote...mohon dukungan nya kawan..