
Helicopter mendarat di pinggir pantai,tidak jauh dari tempat Aisyah berdiri.
Geo mengulas senyum,lega Aisyah baik baik saja.
"Kau tidak apa apa?"Geo berlari menghampiri Aisyah.
"Seperti yang kau lihat,aku berhasil meloloskan diri.Namun Kak Farel...."belum sempat Aisyah meneruskan kata kata nya
" Kau tidak perlu khawatir,tidak semudah itu Farel akan mati."
"Ikut aku" Aisyah menunjukan jalan yang tadi Ia lewati menuju mansion.Menggeser batu yang menutupi jalan itu.
"Jalan ini akan membawa mu menuju ruang kerja Aziz kakak dari khamed yang kalian penjarakan."
"Kau mengetahui nya?" tanya Geo.
"Aku sempat mendengar sedikit pembicaraan Aziz dan kak Farel."jawab Aisyah.
"Kembalilah..biar aku yang akan mengurus semuanya." Geo berbicara sambil menatap Aisyah disamping nya.
"Aku akan membantu mu.Pergilah" lirih Aisyah.
"Kau benar benar keras kepala!!" Geo berlalu meninggalkan Aisyah memasuki lorong bawah tanah.Tubuh Geo yang tinggi membuat nya membungkuk.Sedikit kesulitan melewati lorong bawah tanah itu.
Di dalam mansion terjadi kegaduhan dua bodyguard terjebak di dalam toilet dan tawanan berhasil meloloskan diri.Salah satu bodyguard melaporkan pada Aziz.
Aziz terlihat geram menatap bodyguard nya dengan tatapan membu**h membuat nyali bodyguard menciut.
Dua Helicopter mendarat di sekitar mansion.
Dorr..!!..Dorr!!Dorr..!!Terjadi baku tembak antara bodyguard dan Aparat keamanan negara yang menggunakan Helicopter.
Suara senapan bergemuruh terdengar sampai kedalam mansion.
Dorr..!!Salah satu bodyguard melepaskan tembakan pada Farel tanpa instruksi.
Farel berhasil menghindar.Dorr..!!kemudian melakukan hal yang sama tanpa menoleh kearah bodyguard itu.
Brugh..!!Bodyguard limpung tidak sadarkan diri.
Tangan Farel yang satu nya tetap membidik ke arah kepala pria yang duduk di sofa.
Aparat keamanan negara mulai menerobos kedalam mansion.dorr..!! dorr!! dorr!!.Satu persatu bodyguard dihadapan Farel jatuh berhasil di lumpuhkan.Farel mengulas senyum melihat siapa yang datang.Geo menuruni tangga membidik ke arah Aziz.
"Apa aku sudah terlihat seperti dewa penyelamat untuk mu SIALAN??Kau benar benar menyusahkan."umpat Geo.
Aziz mulai merasa terdesak,ini diluar rencana kemudian dorr..!!melesatkan peluru kearah dada Farel.Menyentuh tombol yang ada di sofa nya.Secepat itu Aziz masuk kedalam lantai yang terbuka bersama sofa yang Ia duduki.
Geo semakin menggila melihat Farel terkapar.Dorr..!! dorr!! dorr!! dorr..!!"Melesatkan tembakan ke berbagai penjuru menghabiskan amunisi pada senjata itu.
Geo berteriak sambil mengangkat tubuh Farel membawa nya menuju Helicopter.Jantung Geo berdetak kencang,keadaan Farel kali ini benar benar kritis.Geo memasang Alat bantu pernafasan yang Ia siapkan jika terjadi sesuatu yang darurat.Geo tidak mengerti.Amunisi sejenis apa yang mampu menembus rompi anti peluru yang Farel gunaka.
Helicopter membawa Farel dan Geo meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Kau tidak boleh mati bod*h!!..."Geo menitikan air mata.helicopter membawa mereka menuju rumah sakit.
Aisyah melihat dari kejauhan,satu Helicopter meninggal kan mansion.
"Mungkin sudah berahir" gumam nya.
Aparat keamanan negara segera menggeledah mansion setelah seluruh bodyguard yang masih hidup menyerahkan diri.Ditemukan heroin dalam jumlah besar tersimpan pada ruang bawah tanah juga gudang persenjataan ilegal.
Sangat disayangkan Aziz pemilik tempat itu berhasil meloloskan diri.
Kapal milik keamanan negara bersandar di pinggir pantai membawa personil nya untuk mengangkut semua senjata ilegal dan heroin untuk dijadikan barang bukti.
Pillot Helicopter diperintahkan membawa Aisyah menuju rumah sakit yang menangani Farel saat ini.
" Ikut aku nona,semua sudah selesai."
"Baik" Aisyah masuk kedalam Helicopter.
Tidak lama mereka pun terbang meninggalkan pulau itu.
Sampai di rumah sakit,Tim dokter tampak sibuk memeriksa keadaan Farel.Memasang alat alat medis.Juga menyiapkan ruang oprasi.
Salah satu perawat menghampiri Geo."Tuan Farel akan segera dilakukan oprasi mohon pihak keluarga segera menyelesaikan administrasi."
Geo geram mendengar itu,Ia bangun dari duduk mencengkram kerah perawat"Berapapun akan ku bayar BODOH???segera lakukan tindakan dan hentikan OCEHAN MU!!!Jika kau masih ingin bekerja!!!"
Perawat itu bergetar ketakutan.Geo segera melepaskan cengkraman nya.
Farel di bawa menuju ruang oprasi.Geo menunggu dengan perasaan sangat cemas.Tidak
"Apa yang terjadi?" Aisyah terlihat panik.
"Farel tertembak,sedang dilakukan oprasi untuk mengambil peluru itu.BerDo'a lah..Ia akan baik baik saja."
Aisyah meninggalkan Geo menuju masjid rumah sakit.Mengambil air wudhu melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim,juga mengganti shalat yang Ia lewatkan ketika tidak sadarkan diri.Membaca Al Qur'An memperbaiki hafalan nya,tidak lupa Ia mendo'a kan untuk kesembuhan Farel.
Diam diam Geo memperhatikan Aisyah,Geo mengulas seyum.Terbesit rasa kagum dihati nya juga rasa khawatir jika nanti Farel tidak selamat.
Peluru itu masuk kedalam dada Farel.
Geo menghembuskan nafas dengan kasar berlalu meninggalkan Aisyah menuju ruang tunggu oprasi.
"Aku memang mencintai mu Aisyah,namun bukan dengan cara seperti ini aku mendapatkan mu.Farel pria yang baik pantas bersanding dengan mu.Pria yang baik untuk wanita yang baik pula."
Beberapa jam Geo menunggu,Farel telah selesai dilakukan oprasi.
"Dokter Bagaimana keadaan Farel?"
"Peluru yang masuk ke dada pasien bersarang pada tulang rusuk nya,beruntung tidak tembus masuk ke organ vital di dalam.Pasien segera dipindahkan menuju ICU untuk menstabil kan kondisi nya." dokter berlalu setelah menjelaskan pada Geo.
"Bagaimana keadaan kak Farel?" tanya Aisyah yang baru saja datang.
"Farel baik baik saja,oprasi nya berjalan lancar.
__ADS_1
Kau istirahat lah,semalaman kau tidak tidur bukan?"
"Geo kau tidak perlu mencemaskan ku." Aisyah berjalan disamping Geo.
"Didekat sini ada hotel,istirahat lah disana dan bersihkan dirimu."
"Apa aku terlihat sangat berantakan dan bau?" Aisyah memajukan bibirnya.
"Mengapa kau jadi terlihat begitu menggemas kan?"Gumam geo.
Bodyguard suruhan Geo mengantarkan ransel berisi pakaian wanita lengkap beserta dalaman nya.
"Aku sudah memesan kamar hotel untuk mu,istirahat lah disana." Geo menyerahkan ransel itu pada Aisyah.
Aisyah memeriksa isi tas ransel itu,berisi pakaian hijab wanita lengkap dengan dalaman nya juga make up yang biasa Aisyah gunakan."Bagaimana Geo tau ukuran dalaman ku?
hingga make up yang aku gunakan?"gumam Aisyah dalam hati.Ia menatap Geo penuh selidik.
"Tidak..tidak...Kau jangan salah faham dulu!
aku hanya sembarangan memilih nya.aku tidak tega melihatmu begitu berantakan." Lirih Geo yang terlihat begitu bod*h.Padahal bisa saja Geo mengatakan jika Bu Inah yang memberi tau.
"Terimakasih." Ucap Aisyah.
"eh...kau tidak marah?"
"Tentu saja,aku banyak berhutang budi pada mu.Untuk apa aku marah."Aisyah mengulas senyum.
" Istirahat lah,aku yang akan menjaga nya."Geo berlalu meninggalkan Aisyah."Jika berlama lama dekat dengan mu,aku takut semakin tidak bisa melepaskan mu!"gumam geo.
Aisyah meninggalkan rumah sakit menuju hotel.
Membersihkan diri mengenakan pakaian. Memoles wajahnya dengan sedikit taburan
make up yang terdapat pada tas ransel pemberian dari Geo.Dipadukan hijab pasmina semakin mempercantik wajah Aisyah.
Aisyah bersiap menuju rumah sakit,masuk ke ruang ICU menuju tempat Farel berada.Wajah tampan dengan berbagai peralatan medis menempel pada tubuh lemah yang belum sadarkan diri.
Aisyah melihat Geo terlelap dengan posisi duduk tidak jauh dari situ.
"Tempat ini sangat dingin."
Aisyah melepaskan sweeter nya untuk menutupi tubuh Geo yang tampak kedinginan.
Geo menyadari sesuatu kemudian membuka mata nya.Geo mengulas senyum tanpa Aisyah sadari.Hanya seperti itu saja sudah membuat hati Geo sangat bahagia.
-
-
Vote...Vote...Vote...
Terimakasih sudah membaca karya ku..
__ADS_1
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan..
tulis komentar kalian kawan..Terimakasih