
Ainsyel membersihkan piring dan peralatan dapur yang tadi Ia gunakan.Gerakan tangan Ainsyel seperti terbiasa melakukan nya.
Diam diam Geo memperhatikan Ainsyel,tidak disangka anak seorang pengusaha besar di london terbiasa dengan pekerjaan rumah seperti itu.
"Ada apa?" Ainsyel mulai menyadari Geo memperhatikan nya.
"Tidak,hanya saja..kau terlihat terbiasa melakukan pekerjaan itu." pungkas nya.
"Aku bukan lah anak manja!kau tau itu bukan?"Ainsyel melirik Geo yang memperhatikan nya.Ainsyel melanjutkan pekerjaan nya.
Geo memilih duduk di sofa sambil menyalakan televisi.
"Sudah selesai." Ainsyel menghampiri Geo.
"Apa aku sudah terlihat seperti calon istri mu?tanya Ainsyel berusaha memancing mendekati Geo yang sedang duduk di sofa di depan layar televisi.Namun seperti biasa Geo terlihat acuh dan tidak perduli.
" Kau suka pada ku?"Tanya Geo pada Ainsyel yang duduk di sebelah nya.
"Tentu saja!kenapa masih bertanya?" Ainsyel senyum senyum sendiri sambil memandang Geo disamping nya.
"Tentang pacarmu,kau hanya membual bukan?agar terkesan kau sudah laku!!hahaha...kau sungguh menyedihkan!!!" Geo tertawa terpingkal pingkal menistakan Ainsyel.
"Kau benar benar kejam Geo, aku sungguh ingin sekali membenci mu!"
"Lakukan lah!" Geo mengherdikan bahu nya acuh.
"Geo,apa kau benar tidak peduli pada ku?meski sedikit saja?" Ainsyel serius menatap Geo disamping nya.
"Kalau sudah tau jawaban nya untuk apa bertanya???" ketus Geo.
"Geo apa kau tidak akan merindukan ku jika aku pergi meninggalkan mu?" Masih dengan tatapan yang sama.
"Tidak akan."jawab Geo, tanpa menoleh kearah wanita disamping nya.
"Maaf Geo jika sejak dulu aku mengganggu mu."Ainsyel bangkit berlalu meninggalkan Geo, keluar dari apartement Geo sambil mengusap air mata nya.
Berjalan menuju lift sambil berharap Geo mengejarnya walaupun hanya sekedar meminta maaf,atau terimakasih karena Ainsyel memasak untuk Geo tadi.Namun harapan Ainsyel tidak akan terjadi,tidak akan pernah.Geo sama sekali tidak mengejar nya,semakin membuat hati Ainsyel terluka.
Ainsyel memesan taxi untuk mengantarkan nya kembali ke Apartement milik nya.butuh waktu cukup lama untuk bisa sampai di sana.
Ainsyel menangis sambil berbaring memeluk bantal guling.Mengingat begitu menyedihkan diri nya yang mencintai Geofani sejak lama tanpa ada respon dari Geo sedikit pun.
" Geo,kau tau?aku datang ke rumah mu ingin mengatakan jika urusan ku disini telah selesai.Papa menyuruhku kembali.aku pikir bisa berpisah dengan manis dengan mu Geo!
Dasar kau Geo JAHAT!!!Aku membenci mu Geo..."
"Sungguh?Benci aku kalau kau bisa!"
__ADS_1
Ainsyel tersentak,Ia bangkit dari tidur nya."Suara itu..apa Geo disini?"Ainsyel langsung mencari sumber suara yang barusaja Ia dengar.Mengedarkan pandangan ke seisi kamar,tidak ada apa apa disana.Ainsyel pun keluar dari kamar. Ceklek..
Mata Ainsyel membelalak sudah ada Geo duduk di sofa ruang tamu apartement nya.
"Astaga Geo, kenapa kau kemari?." Ainsyel berjalan mendekati Geo entah senang atau terkejut yang Ainsyel rasakan saat ini.
"Aku lupa jika belum berterimalasih pada mu tadi!" Ucap Geo tanpa menoleh ke arah Ainsyel yang mendekati nya.
"Geo..." lirih Ainsyel.
"hm"..
" Aku akan kembali besok."ucap Ainsyel kelu.
berharap Geo menahan nya atau meminta mengulur waktu untuk beberapa hari.
"Aku sudah mendengar nya.berhati hati lah,jaga diri mu." Masih tidak menoleh ke arah Ainsyel yang masih berdiri dengan mata sembab.
"Duduk lah." perintah Geo.
"kau tidak ingin minum?" tanya Ainsyel.
"Tidak,Duduk lah." ucap Geo.
Ainsyel pun pasrah mengikuti Geo duduk di samping nya.
"Geo, Kau masuk kerumahku tanpa izin!" tutur Ainsyel.
"Tidak...tidak..Jangan pergi!!aku senang kau mengikuti ku kemari." bukan Ainsyel jika tidak sangat berterus terang.
"Kau tidak malu seolah kau tergila gila pada ku?"
"Aku tidak peduli,seperti apapun diri mu...cara mu menjauhi ku...mencampakan ku bahkan menertawakan kebodohan ku karena melakukan apapun untuk bisa diakui oleh mu!!terserah apapun itu."
"Berhati hati lah,besok aku tidak bisa mengantarmu.!" Geo mengentuh kepala Ainsyel.
Bangun dari duduk kemudian meninggalkan Ainsyel yang masih tidak percaya atas apa yang Geo lakukan untuk nya.
Secepatnya Ainsyel sadar menyentuh kepala nya.
Ainsyel keluar mengejar Geo. "Geo tunggu..!!..
Geo berhenti dan menoleh ke arah Ainsyel yang mengejarnya.Ainsyel menghambur memeluk Geo
Geo membiarkan nya,tidak melepas atau pun membalas pelukan Ainsyel.
Ainsyel meresapi aroma Geo,menangis disana.Geo membiarkan nya.
__ADS_1
" Geo aku akan merindu kan mu!Aku mencintai mu Geo, sejak dulu hingga hari ini pun tetap sama tidak ada yang berubah."Ainsyel melepaskan pelukan nya.
"Terimakasih Ainsyel." Geo tersenyum untuk nya.
kemudian berpaling pergi meninggalkan Ainsyel yang masih mematung.Baru saja Geo menyebut nama nya dengan ucapan yang lembut.
"Geo, apa hatimu perlahan sudah mulai mencair?"
aku akan menunggu mu Geo, aku akan menunggu sampai saat itu,saat dimana hati mu mulai terbuka untuk ku Geo. Gumam Ainsyel dalam hati.
***
Geo keluar dari apartement Ainsyel menuju Gedung perusahaan.Geo menaiki lift khusus memasuki ruangan presedir pemilik perusahaan itu.Tidak ada yang menghalangi kehadiran nya tidak terkecuali sekertaris di perusahaan itu.
"Tuan Geo,bos mempersilahkan anda masuk." ucap sekertaris itu sambil membukakan pintu ruangan bos nya.
Geo masuk kemudian melempar rompi anti peluru buatan perusahaan itu di atas meja presedir.
"A-ada apa tuan Geo?"Pria itu benar benar menciut.
"TOLOL..!!! Itu buatan perusahaan mu bukan?Nyawa Farel hampir melayang karena itu!! Tutup saja perusahaan mu jika tidak becus membuat suatu produk!"Umpat Geo.
Pria itu mengambil rompi anti peluru yang berlubang dibagian dada.
" Maaf tuan,akan kami perbaiki ptoduk kami secepat nya.saya juga akan meneliti lebih jauh tentang ini.Jenis peluru yang digunakan hingga tempat pembuatan nya.
"CEPAT LAKUKAN!!" bentak Geo.
"Ba-baik tuan Geo..." jawab pria itu terbata bata.
Geo melangkah lebar meninggalkan tempat itu.
Pemilik perusahaan merasa ketakutan tidak terkecuali sekertaris dan para staf ikut bergedik ngeri menatap pria yang barusaja datang.
"Ada apa tuan Geo ketempat ini ya?"bisik para staf kepada karyawan yang lain.
" Tidak tau!jika sangat penting secepat nya pasti meating mendadak."jawab nya.
"lebih baik kita lanjutkan bekerja,tidak usah membahas nya.Kudengar tuan Geo itu bukan lah orang sembarangan."
Geo meninggalkan perusahaan itu menuju rumah sakit tempat Farel dirawat.sambil menunggu laporan berikut nya datang dari orang orang suruhan nya.
-
-
Trimakasih sudah membaca kawan....
__ADS_1
mohon like & tulis komentar kalian.
sku tidak ada apa apanya tanpa kalian semua.