Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 14


__ADS_3

Masih di rumah Ibunda Aisyah.


Di kamar tamu,Farel mengeluarkan isi dalam travel bag kemudian menyusun nya di lemari pakaian.


Masuk ke kamar mandi mengambil air wudhu kemudian melaksanakan Shalat Duhur,dan membaca kitab suci yang ada di dalam lemari bagian atas.


Ibu Inah berada di dapur memasak menyiapkan makanan untuk calon menantu(haaaa calon mantu??....)


Itu lah yang Bu Inah rasakan,


kebahagiaan seorang Ibu ketika memiliki anak perempuan yang telah dewasa namun tidak pernah dekat dengan pria manapun.


Aisyah selalu menolak jika ada pria yang meminta pada Bu Inah untuk mengkhitbah Aisyah.


Alasan nya selalu tentang pendidikan atau Aisyah sedang menunggu jodoh atas petunjuk dari Allah untuk nya.Membuat Bu Inah sedikit cemas.


Namun Saat kemarin Aisyah menghubungi Ibu nya jika ada seseorang bernama Farel dari Kairo mau datang mengunjungi Ibu dirumah.


Aisyah bercerita dengan nada suara yang berbeda membuat Bu Inah mengerti jika orang yang di maksud memiliki tempat khusus di hati anak nya.


Mungkin inilah jodoh dari Allah untuk Aisyah.


Bu Inah sangat bahagia,berucap syukur dam mendo'akan kebahagiaan untuk anak nya.


Bu Inah berjalan menuju kamar tamu,langkah nya terhenti di depan pintu ketika mendengar lantunan Ayat suci Al-Qur'an berasal dari dalam kamar.


Bu Inah menunggu di depan pintu sampai suara itu berhenti.


Tok.. tok..tok..


Suara seseorang mengucapkan salam.


Farel menjawab salam lalu membukakan pintu kamar.


Ceklek..


"Nak,mari makan dulu..kita makan siang sama sama ya?tutur ibunda Aisyah dengan lembut.


" Iya bu."Farel pasrah mengikuti Bu inah sang pemilik rumah mengajak nya ke meja makan.


Berjalan melewati dinding yang penuh dengan foto kenangan yang disusun memenuhi dinding mempercantik dinding kayu itu.


Farel memandangi foto Aisyah bersama seorang wanita,dari masa kecil hingga dewasa.


Aisyah kecil sangat lucu dengan pipi chuby tertawa memperlihatkan gigi ompong nya.


"Itu Aisyah dengan saudara nya Felisya."ucap Bu Inah berdiri di samping Farel memandang Foto yang sama.


"Silahkan nak.." Bu Inah menyuruh Farel duduk .


"Terimakasih bu..."


"Anggaplah rumah sendiri nak,jangan sungkan."


wanita paruh baya dengan senyum tulus di wajahnya.


Farel dan Ibu inah menikmati makan siang nya. Hening..seperti itulah suasana di meja makan.


" Ibu tinggal sendiri?"memecah keheningan karena Farel tidak melihat satu orang pun di rumah itu.


"Tidak nak...ibu tidak sendiri.ada yang menemani Ibu di sini."Sembari bangun dari duduk dan menuangkan air minum untuk Farel.


"Terimakasih bu.."


"Ibu senang nak Farel berkunjung kemari menemui Ibu."

__ADS_1


Di belahan bumi yang lain..


Kairo,Mesir.


Di jam makan siang Geo berada di resto Aisyah, sesuai perintah dari bos nya,Ia memastikan kalau Aisyah baik baik saja.


Geo mengedarkan pandangan namun tidak melihat sosok cantik Aisyah mungkin Ia sedang di kampus.gumam gumam.


Geo menghubungi seseorang.


"Siapkan mobil aku akan beri sedikit kejutan untuk khamed."


Geo keluar dari resto setelah selesai menikmati makan siang nya,berjalan dengan gaya cool khas dari Geofani.


Membuat beberapa pasang mata wanita melihat nya dengan mengagumi ketampanan nya.


Mobil melaju kencang di ikuti para bodyguard yang mengendarai mobil yang berbeda.


Menuju tempat pembangunan proyek Apartement mewah yang khamed kerjakan.


Debu debu berhamburan ketika mobil itu melewati area proyek.Hampir jalanan tidak terlihat karena tertutup debu yang beterbangan.


Citt...


Mobil berhenti mendadak membuat para pekerja bangunan tersentak.


Tatapan tajam menyorot pada ke empat mobil tersebut.Membuat jantung bertalu talu dari dalam dada manager pembangunan proyek itu.


"Pasti itu tuan kristian." gumam nya.


Geo keluar dari mobil mengenakan kaca mata hitam,diikuti para bodyguard.Berjalan dengan langkah tegap mendatangi tempat manager yang tadinya sedang duduk,Ia langsung berdiri.


"Kaki nya bergetar jantung nya bertalu talu lebih kencang dari sebelumnya.


Geofani melangkah mendekati manager itu dan memajukan wajahnya hampir menyentuh manager itu.


Wajah manager itu pucat pasi.Karena Ia tau Geofani jauh lebih kejam dari Kristian.Sudah tidak mungkin untuk berbohong atau berusaha membela diri.


Jika Ia mencium bau penghianatan.Tidak akan ada guna nya kata ampun atau minta maaf.


Manager itu berlutut memohon ampun.Padahal Geofani belum mengatakan apapun pada manager itu.Hanya dengan satu tatapan Geo bisa menciut kan lawan bicara.


Orang orang yang berada di situ tidak berani mengatakan apapun.


Para Bodyguard berdiri tegap di sekitar tempat itu salah satu dari mereka menggeser kursi,


"Silahkan tuan."


Geo duduk sambil menatap tajam pria yang berlutut di hadapan nya.


"Ampun tuan..saya tidak pernah bermaksud


menghianati tuan Farel."gemetar sambil menunduk.


" Saya di paksa melakukan itu.Saya beserta keluarga saya mendapatkan ancaman dan intimidasi."


Ampun tuan..pria itu menangis memohon agar Ia di ampuni.


Plak..!!Pla..kk!!!Geo mena***r Pria di hadapan nya.


kemudian melempar map ke wajah nya.


Brukkk!!!!


Pria itu memunguti Foto foto pertemuan nya dengan khamed beserta rekaman pembicaraan nya dengan khamed.

__ADS_1


Manager itu tersentak,sudah tidak mungkin untuk berbohong.Ia masih menyayangi nyawa nya.


Pria di hadapan Geo semakin bergetar ketakutan.


"Ampun tuan.." manager itu ahirnya bercerita dengan jujur tentang penggelapan dana material dalam jumlah besar.Ini semua adalah instruksi dari khamed.


Awalnya Ia menolak tapi setelah di iming imingi uang dalam jumlah yang menurutnya sangat besar memerlukan waktu bertaun taun untuk mendapatkan uang sebesar itu,ahirnya Ia menyetujui nya.


Geo menghubungi seseorang,tidak lama sirine mobil keamanan negara berdatangan.


Karena keserakahan nya sekarang manager itu,


dijemput pihak berwajib.Setelah semua bukti bukti kecurangan Khamed di dapatkan beserta rekaman Video,Geo pergi meninggalkan tempat itu diikuti para bodyguard.


Geo masuk kedalam mobil.


"Anda hari ini terlalu baik tuan." ucap salah satu bodyguard yang duduk di depan kemudi.Karena ia tau seperti apa seorang Geofani.Biasa nya penghianat seperti itu beruntung jika hanya jari jari nya yang patah.


Tapi kali ini hanya sebuah tamparan yang menurut bodyguard tidak terlalu sakit.


"Anggap saja si sialan itu sedang beruntung."


hening sejenak..


"Aku lebih tertarik pada khamed si breng**k itu!!"


Tangan Geo mengepal seperti memendam sesuatu.


"Jika kau mengerti persiapkan semuanya!!" Geo memberi perintah.


"Baik.Segera kami persiapkan semuanya tuan."


"Jalan."perintah Geo.


" Baik tuan."


Mobil kembali melaju kencang,meninggalkan tempat yang masih berserakan bahan material proyek.Menciptakan debu debu berterbangan.


Matahari sudah mulai tenggelam akan berganti menjadi munculnya bulan.


Tidak ada instruksi apa apa dari tuan Geo itu artinya kembali ke tempat sebelum kemari.


Ya benar..kembali ke resto Aisyah.


Entah kenapa tuan Geofani ingin datang ke resto itu,padahal jika Ia lapar banyak sekali restoran yang Ia lewati. Gumam bodyguard yang sedang mengemudi.


"Jangan terlalu penasaran dengan ku!!!"


Orang di depan kemudi tersentak."Astaga...tuan Geo mengerti yang ku pikirkan"Gumam gumam dalam hati.


.


.


.


Vote vote vote...


Terimakasih kawan sudah membaca


Mohon maaf banyak tempo bertebaran..


komen/Kritik dan saran agar bisa lebih baik lagi..


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2