Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 60


__ADS_3

Aisyah telah selesai melaksanakan shalat dhuha membaca Al Qur'an juga memohon kepada Allah Tuhan yang Maha Pengasih agar diberikan petunjuk tentang keberadaan suami nya.


Aisyah telah selesai dengan Ibadah nya kemudian melipat mukena meraih ponsel disana.


Ada beberapa pesan masuk dari Felisya.


"Doa kan aku segera menemukan titik terang keberadaan suami mu."


"Aku berada disini sekarang.Indah sekali bukan?"



"Aku bersama Geo,kau tidak perlu cemas."


"Kau sudah makan?"


"Jangan menangis,semua akan baik baik saja.


Aku menyayangi mu"


Aisyah mengulas senyum melihat pesan masuk dari Felisya juga sebuah Foto yang menunjukan keberadaan dirinya.


"Maaf menyusah kan mu, bahkan aku tidak berguna hanya bisa berdiam diri disini... Jaga dirimu. Do'a ku menyertai perjalanan kalian" Aisyah membalas Felisya kemudian.


Aisyah menghela."Aku tidak akan menangis lagi,Insya Allah semua akan baik baik saja.Aku percaya pada mu Felisya."gumam Aisyah kemudian keluar dari kamar menuruni tangga menuju Bu Inah dan Mommy yang sedang sarapan pagi bersama Dady Ramadhian.


Keadaan nyonya Ramadhian sudah mulai membaik, walaupun terkadang masih meneteskan air mata jika teringat Farel disana. Tim medis sudah tidak terlihat lagi menjaga nya disana.


"Hmmm..kelihatan nya enak sekali." ujar Aisyah.


"Biar Mommy ambilkan untuk mu."


Mommy mengambilkan nasi beserta lauk dan sayur memberikan pada Aisyah.


"Terimakasih Mom..Maaf merepotkan."senyum Aisyah pada Mommy nya.


" Tidak usah sungkan sayang.Mommy lah yang banyak menyusahkan mu."


Mengingat ketika Ia sakit,Aisyah lah yang merawat dan menghibur diri nya.


"Ada kabar dari Felisya dan Geo?" tanya tuan Ramadhian.


"Mereka masih menelusuri hutan di sekitar bukit itu.Mohon Do'a nya mom,Dad.."

__ADS_1


"Kami akan selalu mendo'akan nya.." ujar Dady menimpali.


***


Ditempat lain Geo dan Felisya sampai di Sebuah perkampungan suku Dayak pedalaman. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.Nuansa adat masih sangat kental terlihat dari bangunan rumah panggung khas suku disana juga pakaian adat yang mereka kenakan.


"Selamat siang tuan." Sapa Felisya pada pria yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku tebal berada di undakan tangga rumah panggung itu.


"Selamat siang kakak,ada yang bisa saya bantu?"


jawab pria itu ramah.


"Maaf mengganggu,saya Felisya dari pulau jawa. ini teman saya Geo. Bisa tolong antarkan saya bertemu pak kepala suku disini?"


"Baik akan saya antar."ujar nya ramah.Pria itu bangun dari duduk menuruni undakan tangga kemudian sedikit membungkuk tanda menghormati. " Nama saya Naray,panggil saja begitu."



Felisya dan Naray berbincang mengakrabkan diri.


Bukan Felisya jika tidak mudah berteman dengan orang asing.Sesekali tertawa hingga sampai di kediaman kepala suku.


Sebuah rumah panggung paling besar diantara rumah rumah yang lain.Naray mengajak Geo dan Felisya menaiki undakan tangga rumah panggung itu.


Naray mengetuk pintu terdengar Ia berbicara menggunakan bahasa daerah nya.


Naray masuk kedalam diikuti Felisya dan Geo kemudian duduk melantai di dalam rumah panggung itu yang terbuat dari kayu.


Seorang Nenek dengan pakaian adat Dayak dan aksesoris khas dayak dikepala juga telinga yang panjang dengan banyak nya anting melingkar ditelinga menandakan begitu terhormat dan berwibawa nya wanita ini.


Begitu ramai suara para ibu ibu bercerita didalam rumah itu seperti sedang menyiapkan berbagai makanan untuk sebuah acara.Para Ibu itu lekas terdiam melihat Felisya dan Geo masuk kedalam rumah.


Felisya mendekati Uma mencium punggung tangan nya disana.Geo pun mengikuti yang Felisya lakukan hal yang sama.



Naray terdengar menggunakan bahasa daerah. Memperkenalkan Felisya dan Geo. Nenek itu juga terdengar menggunakan bahasa daerah yang sama.Kemudian Naray menerjemahkan."Ada perlu apa kalian jauh jauh datang kemari?"


"Aku tidak tau ini ada hubungan nya atau tidak, Kami sedang mencari Farel saudara ipar ku yang kecelakaan di bukit menangis." Mobil nya meledak namun tidak ada tanda tanda kematian nya disana. Kami mohon bantuan anda Uma,Juga meminta izin untuk menelusuri hutan ini."


Naray terperangah."Apa kata mu tadi?Saudara Ipar?"


Felisya mengangguk sedikit bingung dengan Naray saat ini.."Ada apa? Kau mengenal nya?"

__ADS_1


"Aku yang mengeluarkan nya sebelum mobil itu meledak.Dan membawa nya kemari."


"Dimana Dia?"


Uma bangun dari duduk nya diikuti Narai juga Felisya dan Geo. Menuju rumah belakang melewati ibu ibu yang tampak sibuk disana.


Felisya terperangah mendapati seorang yang sangat Felisya kenal berada di dalam kamar dengan tubuh yang masih terbalut ramuan ramuan untuk mengobati nya disana.


Seketika air mata Felisya tumpah."Farel?!!."


Geo pun terperangah mendapati apa yang dilihat nya.


"Kau Siapa?" lirih nya.


"Jangan katakan kau amnesia Bodoh?!"umpat Geo pada Farel yang tergeletak disana.Perasaan begitu lega melihat Farel walau dengan keadaan tubuh yang masih lemah.


" Kau yang bodoh Geo??!!!"


Tersenyum samar dengan raut wajah yang masih lemah menahan rasa sakit pada tubuh nya.


"hik..hik .Syukurlah kau selamat...Terimakasih Uma..." Felisya memeluk Uma menangis tersendu mengucapkan terimakasih berkali kali.Felisya mengusap air mata nya kemudian.


Uma tersenyum,melepaskan pelukan Felisya kemudian mengusap rambut Felisya disana. Duduk melantai diikuti Felisya dan Geo.


Uma duduk berbicara menggunakan bahasa daerah pada Naray.


"Uma berkata jika Farel mengalami luka tembak di bahu juga patah di bagian kaki kiri nya. Sepertinya seseorang menginginkan kematian Farel. Sengaja membuat Farel terjatuh dari tebing dan sengaja meledak kan nya disana."


" Biarkan saja Farel berada disini hingga dia benar benar pulih."


Felisya mengangguk."Kami mengerti,Maaf merepotan Uma,"


"Apa kabar dengan Aisyah? Katakan pada nya aku sangat merindukan nya." lirih Farel benar benar merindukan istri nya.


"Aisyah baik baik saja,Cepat pulih dan kembali lah.


Semua orang rumah merindukan mu." ujar Felisya.


"Geo, maaf selalu menyusahkan mu" ucap Farel menatap pada Geo.


Geo bergrdik.Ada perasaan lega bercampur haru disana.Pencarian yang cukup jauh dan melelahkan seolah terbayar dengan selamatnya Farel disana.Walaupun masih terbaring lemah setidak nya Farel selamat tidak benar benar tewas disana.


-

__ADS_1


-


Mohon dukungan nya kawn..


__ADS_2