
Aisyah melihat arloji pemberian nya melingkar di tangan Geo,Aisyah lega sepertinya Geo menyukai nya.Namun berbeda dengan Geo,Ia menganggap pemberian dari Aisyah itu begitu berharga dan istimewa bagi nya.
"Aku akan bersiap Aisyah,orang ku sudah mengantarkan mobil kemari." Geo berdiri membawa nampan menuju dapur.
Menyapa asisten rumah tangga disana lalu mencuci nampan piring dan gelas yang baru saja Ia gunakan.
Asisten rumah tangga menuju Aisyah melaporkan yang dilakukan Geo,Ia tidak tau cara mencegah yang Geo lakukan.
"Apa yang kau lakukan Geo?mengapa kau mencuci nya?tidak usah." ucap Aisyah.
"Sudah selesai,Aisyah." jawab Geo sabil berjalan menuju kamar tamu melewati Aisyah yang masih berdiri di dapur.
Geo membersihkan diri bersiap untuk pergi tidak lupa meraih arloji pemberian dari Aisyah.
Aisyah pun menuju kamar nya membersihkan diri.
Terparkir mobil sport milik Farel di halaman rumah Aisyah. Asisten rumah tangga Aisyah melihat dengan takjub kendaraan yang baru pertama kali Ia lihat.Seorang bodyguard keluar dari mobil menunggu Geo disana.
Tidak lama Geo muncul dengan gaya cool khas nya menuju mobil sport yang terparkir di halaman.
"Ini tuan." bodyguard menyerahkan kunci mobil pada Geo.
Geo meraih nya"Kau boleh pergi."ujar nya.
"Baik tuan." bodyguard sedikit membungkuk tanda menghormati.Berlalu pergi menuju mobil lain yang terparkir seberang jalan rumah Aisyah.
Geo melambai pada Bu Inah yang baru muncul di sana.Memasuki mobil melaju menuju Airport mengikuti petunjuk jalan dari ponsel nya.
Geo memasuki Airport duduk menunggu Felisya di sana.Tidak sulit untuk Geo mengenali Felisya.Ia pernah bertemu dengan Felisya di Kairo sebelum nya.
Geo menunggu sambil memainkan benda pipih di tangan,tidak lama wanita yang Ia tunggu datang.Geo melihat Felisya yang tampak cantik dan elegant.Namun Felisya tidak menyadari nya.
Felisya mengedarkan pandangan mencari Geo disana.
"Felisya kau mencari ku?" tanya Geo yang duduk tidak jauh dari Felisya berdiri.
"Hay Geo,maaf lama menunggu."Sapa Felisya.
" Tidak juga,aku baru saja datang."Geo bangun dari duduk mendekati Felisya.
"Senang bertemu lagi dengan mu Geo,
sebelumnya aku tidak pernah menyapa mu di Kairo."Ucap Felisya.
"Biar ku bantu."Geo meraih travel bag membantu Felisya.
" Terimakasih Geo."Felisya tersenyum pada Geo.
Geo dan Felisya berjalan keluar,"Kau tunggu disini.
Mobil ku terparkir di sana,biar ku ambil dulu."ucap Geo pada Felisya yang hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Geo berlalu mengambil mobil disana membawa kehadapan Felisya yang telah menunggu.Geo membuka bagasi memasukan barang milik Felisya ke dalam.
"Aku lupa sesuatu Geo,kau tunggu disini sebentar."
kata Felisya tergesa gesa menuju bagasi membuka travel bag mengambil sesuatu disana.
"Ada apa?ada masalah?" tanya Geo.
"Geo,Aisyah bisa membunuh ku jika dia melihatku BERPAKAIAN SEPERTI INI!!" Felisya meninggikan suara nya terlihat panik.
"Hahaha Semenyeramkan itu kah Aisyah?" tanya Geo dengan nada mengejek.
"Kau tidak mengerti Geo!!" Felisya berlari menuju toilet untuk berganti pakaian meninggalkan Geo.
Geo memperhatikan Felisya yang memang berpakaian sedikit terbuka.
Geo menunggu Felisya dengan bersandar pada jok mobil depan kemudi.
Felisya membuka pintu mobil kemudian duduk di samping Geo."Ajo jalan Geo."ucap Felisya.
Geo memperhatikan Felisya yang berpakaian lebih tertutup dari sebelum nya walaupun tanpa hijab di kepala.
"Kau tidak menutup kepalamu?" tanya Geo.
"Belum untuk sekarang ini,akan ku kenakan jika tujuan ku sudah ku capai." jawab Felisya.
"Maksud mu?" tanya Geo.
"Baiklah." Geo melajukan mobil nya tidak terlalu cepat sehingga Felisya bisa memperhatikan sekeliling jalanan.
Felisya menatap sekeliling mengulas senyum disana.
"Ada Apa?"tanya Geo.
"Aku merindukan tempat ini.Pria datar sepertimu.." Felisya menghela."Kau tidak akan mengerti Geo."ucap nya.
"Pria datar?" tanya Geo tidak mengerti.
"Tidak kah kau sadar Geo,kau itu pria yang sangat datar!!" ujar Felisya.
Geo hanya diam mengherdik kan bahu tanpa menimpali argumen dari Felisya.
"Geo,berhenti di sana." tunjuk Felisya.
Geo pun berhenti di tempat yang Felisya maksud.
"Turun lah Geo,Aku sangat lapar.Kali ini aku akan mengajak mu makan,kau tenang saja aku yang bayar." ujar Felisya.
Geo pun mengikuti Felisya menuju Gerobag bubur ayam di pinggir jalan.Geo mengedarkan pandangan merasa aneh."Mengapa kau mengajak ku makan di tempat seperti ini?"tanya Geo.
"Duduk lah,ini makanan faforite ku jika pulang ke solo." Felisa menepuk bangku di sebelah nya.
__ADS_1
Geo pun pasrah mengikuti kemauan Felisya.
"Pak,buat kan aku tiga." kata Felisya pada tukang bubur di sana.
"Baik nona,Apa anda baru datang?" tanya penjual bubur.
"Benar,Aisyah mau menikah." jawab Felisya.
"Mba Aisyah? katakan selamat pada nya dan Insya Allah bapak akan datang."pungkas nya." Nona,apakan pria bule di sebelah itu pacar mu"
yang dimaksud adalah Geo,pria tampan blasteran London- Australia di samping Felisya.
"Bukan!aku tidak tertarik dengan pria bule!" Felisya melirik ke arah Geo.
Geo yang tidak mengerti hanya diam saja.Penjual bubur meletak kan pesanan Felisya.
" Ini untuk mu Geo."Felisya meletak kan mangkuk berisi bubur ayam dihadapan Geo.
"Selamat makan Geo." Ucap Felisya sambil tersenyum kemudian Ia melahap bubur yang masih panas dengan meniup niup sendok.Secepat itu Felisya melahap dua mangkuk bubur membuat Geo yang sedari tadi memperhatikan Felisya melongo menelan ludah tidak percaya.
"Kenapa kau hanya diam Geo,ini enak sekali..?!"
Felisya mengambil bubur dengan sendok menyuapkan pada mulut Geo.
"Buka mulut mu cepat!!" perintah Felisya.
Geo hanya diam,wajahnya berubah tidak suka.
"Cepat Geo buka mulut mu?!" Felisya meninggikan suara nya.Geo membuka mulut nya mengikuti kemauan Felisya.
"Hap...!!Enak bukan?.tanya Felisya.Geo mengangguk mengiyakan.
" Kalau begitu makan lah sendiri."Felisa mendorong mangkuk kehadapan Geo.
Geo menikmati bubur ayam itu,Felisya mengulas senyum."Akhir nya kau menghabiskan nya juga.
Baik lah Geo,kita pulang."Felisya meletak kan sejumlah uang di meja,berpamitan melambaikan tangan pada penjual bubur.
"Aku kenyang Geo,bagaimana dengan mu?" Bertanya pada pria di samping nya yang duduk di depan kemudi.
"Aku heran mengapa kau habiskan dua mangkuk sekaligus." Ucap Geo sambil menyalakan mobil.
"Hahaha kau heran?aku sangat menyukai bubur itu,teropsesi atau semacam nya.Begitulah." ujar nya.
"Teropsesi ya...hm..." Geo menghela,sepintas teringat Ainsyel yang terobsesi pada Geo.Wanita yang berusaha keras agar Geo mau mengakui nya.Berkali kali Geo menolak namun dengan mental baja dia datang lagi seperti tidak terjadi apapun.
Geo menginjak pedal gas melaju menuju desa kediaman Aisyah.
-
-
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca...mohon dukungan nya ya kawan...