
Felisya terbangun di waktu subuh,sedikit terlambat dari biasanya bergegas membersihkan diri meraih outfit dan memakai nya,kemudian melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Felisya memoles wajah nya,memasuk kan barang barang kedalam ransel yang sepertinya akan diperlukan ketika berada di hutan gunung menangis nanti.
Felisya meraih revolver menyimpan nya di dalam nakas."Beruntung aku tidak jadi menggenakan mu." ujar Felisya pada senjata milik Geo.
Geo menutup layar lipat nya setelah semalaman tidak memejam sedikit pun menyelesaikan pekerjaan dari perusahaan Farel yang ada di Kairo yang sempat tertunda.
Geo merah handuk membersihkan diri kemudian bergegas bersiap untuk pencarian nya bersama Felisya. Tidak ingin pergerakan nya dibaca lawan sehingga memilih mengurangi orang orang nya0 disana.
Geo keluar dari kamar menuju depan pintu kamar Felisya yang juga telah siap disana.
Geo dan Felisya bergegas menuju helicopter yang telah menunggu mereka.Helicopter mengudara menciptakan angin kencang bergemuruh,terus terbang mengudara.
Helycopter terus mengudara mengelilingi bukit menangis, merendah kan penerbangan nya dengan Geo menatap awas dengan menggunakan teropong juga Felisya melakukan hal yang sama.Belum ada tanda tanda apapun yang berhubungan dengan Farel disana.
Helicopter terus berputar perlahan mengintari gunung menangis dengan Geo terus memperhatikan hutan di bawah sana.
***
Di tempat lain.
Nyonya Ramadhian keluar dari kamar untuk pertama kali nya sejak kabar tewas nya sang putra.Menuruni tangga menyapa dengan senyuman pada Bu Inah,ibu nya Aisyah yang berada di sofa.
"Maaf bu Inah,saya tidak pernah menyapa anda sejak kedatangan anda kemari." ujar Nyonya Ramadhian sambil duduk di sofa dihadapan bu inah.
"Tidak apa apa,anda tidak perlu sungkan" Bu Inah diam sejenak."Serahkan semua pada Allah."lirih nya.
Nyonya Ramadhian mengangguk.
"Saya juga minta maaf karena menyusahkan Aisyah."
Memang sejak kepergian Farel,Mommy begitu terpuruk,kesedihan yang mendalam dengan air mata yang terus mengalir memikir kan sang putra membuat Nyonya Ramadhian jatuh sakit.
Selama sakit Aisyah yang merawat mommy didampingi tim medis tentu nya.Setiap hari harus membujuk nyonya Ramadhian untuk makan. Menghibur mommy agar tidak semakin larut dalam kesedihan.
Bu Inah bangkit menghampiri besan nya kemudian memeluk nya."Terimakasih bu inah."
"Ikhlas kan semua nya." lirih bu Inah.
***
Di tempat lain Geo dan Felisya yang masih di dalam helicopter terus berusaha menemukan apapun yang berhubungan dengan Farel,
helicopter terus berputar disana hingga berkali kali mengelilingi gunung menangis yang entah sudah yang ke berapa kali nya melewati tempt yang sama.
Ponsel Felisya berkedip,ada sebuah pesan masuk disana.Felisya tampak berfikir sejenak.
Felisya membuka ransel yang tampak sangat penuh dan terlihat berat mengeluarkan tali kemudian mengenakan alat pengaman di tubuh nya,Sepersekian detik tali itu diikatkan dengan simpul yang kokoh pada benda yang terbuat dari besi di helicopter.
"Apa yang akan kau lakukan Felisya??" Geo terperangah tampak berfikir sendiri.
"Jangan katakan jika kau mau melompat dari sini???" Geo meninggikan suara.
Benar saja,Felisya melemparkan ransel nya yang telah Ia ikat dengan tali terlebih dahulu menurunkan nya kemudian.
"Jaga keseimbangan aku akan turun!"
Felisya memberi perintah pada Pilot helicopter.
"Felisya HENTIKAN?!!!.apa kau sudah Gila??? Itu sangat berbahaya!!!"
"Percayalah pada ku Geo" Secepat itu Felisya langsung turun dari helicopter menggunakan tali.
"ASTAGA...!!!" Geo bergegas memakai pengaman pada tubuh nya yang Felisya tinggal kan tadi.
__ADS_1
Secepat itu bergegas turun mengikuti Felisya.
"Hahaha ahirnya kau turun juga Geo. Ini menyenangkan bukan???" Teriak Felisya pada Geo diatas nya.
"dasar BODOH..?!!!" umpat Geo.
"Ini sangat menyenang kan Geo...." Pekik Felisya.
"Diam dan konsentrasi!!"
Felisya mendarat sempurna,melepas tali dan pengaman yang mengait di tubuh nya.
"Kau lihat Geo?!Aku tidak mati!." ujar Felisya membuka kompas berlalu meninggalkan Geo.
"Jelaskan pada ku mengapa kau lakukan ini?"
Felisya menoleh,Geo ternya sudah berada di belakang."Jika terus mencari dengan helicopter kita tidak akan berhasil."ujar nya.
Geo mengerutkan dahi tampak berfikir sebentar."Apa rencana mu?"
"Aku mendapat pesan jika terdapat suku pedalaman yang memang sengaja bermukim didalam hutan daerah gunung menangis."
Berbicara dengan terus berjalan menatap kedepan dibawah pohon yang menjulang tinggi.
"Kau sudah menyelidikinya?"tanya Geo sabil terus berjalan mengikuti Felisya.
" Akan aku lakukan?!."
"Akan??"
"Kenapa tidak kau suruh saja orang orang mu untuk menyelidiki?! ini terlalu berbahaya untuk mu."
"Tidak Geo,mungkin pergerakan kita telah terbaca.Sebaik nya berhati hati lah." Felisya menoleh pada Geo, tersenyum pada nya kemudian.
gumam nya.
"Geo lihat di belakang mu?"
Felisya menunjuk kebelakang Geo.
Geo menolek,seketika.
"Dia mirip dengan mu Geo."
Lirih Felisya berkata tanpa dosa.
"Apa?!.." Geo tersentak.
"Ssttttt....." Felisya meletak kan telunjuk nya dibibir Geo tanpa merasa bersalah.
Geo meraih tangan Felisya."Dia jauh lebih mirip dengan mu?!Kau lihat?dia wanita sama seperti mu?!."Geo meninggikan suara.Orang hutan itu tampak kaget sepersekian detik melompat melewati pohon dan berlalu dari sana.
"Kau membuat nya takut Geo?!." Gerutu Felisya.
"Kita mau mencari Farel bukan orang hutan?!."
"Kau ketus sekali Geo?!.Menyebal kan?!."
"Kau sama saja!"
"Aku tidak mirip dengan mu!." Kesal Felisya bergegas meninggalkan Geo.
__ADS_1
"Awas..ular...?!pekik Felisya.
Felisya terus berjalan di depan Geo,dengan pandangan menatap sekeliling dengan takjub,mengoceh kesana kemari berbicara lhas Felisya yang seolah tanpa beban. Felisya berhenti sejenak. " Ini indah sekali Geo,pantas saja jika suku pedalaman disini enggan untuk meninggalkan hutan.Mereka mencintai alam Geo."
Tidak ada balasan dari lawan bicara,Felisya kembali diam. Hari sudah semakin sore.
"Kau tidak lelah?"
"Jangan khawatirkan aku."
Felisya kemudian duduk di bawah pohon besar.
Mengeluarkan dua kotak makanan dan dua air mineral.
"Duduk lah Geo,Kau tampak letih." Felisya mengusap usap akar pohon besar itu agar Geo duduk disana.
Geo mengulas senyum melihat sikap Felisya tanpa Felisya sadari.Geo duduk disana kemudian.
"Luruskan kaki mu Geo, seperti ini." Felisya meluruskan kaki nya memberi contoh pada Geo.
Geo menikuti perintah Felisya melurus kan kaki nya.
"Kau tampak kelelahan Geo." Felisya menatap Geo tampak berfikir sejenak.
"Jangan bilang kau tidak tidur semalaman Geo?"
Berkata sambil memberikan kotak bekal pada Geo.
"Banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan."Geo meraih kotak bekal itu dari Felisya.
" Bisa kubayangkan kau pasti sangat sibuk."Felisya membuka kotak itu memasukan kue kedalam mulut nya.
Geo terperangah melihat kotak bekal yang telah kosong.
"Aku lapar Geo...Jangan menatap ku begitu, aku akan terlihat sangat rakus dika terdesak." Berbicara sambil terus mengunyah.
"Tunggu disini jangan kemana mana." Felisya membuka ransel meraih pisau beranjad dari sana.
"Geo menunggu Felisya sambil memakan kue hingga habis,meraih air mineral kemudian meneguk nya."
Felisya datang dengan membawa dedaunan,menyusun nya dibawah pohon besar itu hingga terbentuk hamparan daun.Mengambil bantal kecil dari dalam ransel nya.
"Tidur lah sebentar disini Geo, aku akan menjaga mu."menepuk nepuk bantal kecil disebelah Felisya duduk.
Geo beranjak menggeser tubuh nya.
" Tidur kata ku Geo?!."
Geo pun mengikuti yang Felisya katakan.
"Mengapa aku jadi terlihat bodoh jika bersama mu." Gumam Geo dalam hati.
"Felisya.."
Hm..Apa?"
"Apa ransel mu seperti kantong Doraemon atau ransel milik Dora yang bisa memuat apapun???"
"hahaha..Apa yang kau fikir kan cepat tidur!."
Felisya memperlihatkan Geo yang benar benar memejam disana.Felisya mengusap rambut Geo perlahan.Mengulas senyum disana,seketika hati Felisya menghangat...
-
__ADS_1
-
Mohon dukungan nya kawan...