Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 58


__ADS_3

Bugh.. bugh.. bugh...


Hantaman mendarat pada perut dan wajah bertubi tubi,hingga begitu nyeri terasa disana.


"Ampun tuan,maaf..." rintih pria itu.


"Bugh.... Buuggh... Buuuggghhh..!!"


"Aaaaa....." Pekik pria itu ketika jari jari kaki nya harus berada dibawah kaki meja dan Rangga menduduki meja itu disana.


"Ampun tuan..Aku hanya diperintah."


"Katakan siapa yang MENYURUH MU?!!!!!"


Bugggghhhh....


"Aaaaaaa..."


Pekik pria itu lagi,jari kaki nya kembali di bawah kaki meja dan Rangga menduduki meja semakin menekan disana hingga kuku kuku hampir terlepas.


"Siapa yang menyuruh mu BRENGSEK!!" Rangga mencengkram leher pria itu.


"Aaaa..hhhh..." rintih pria itu.


"Sakit..kau akan merasakan jauh lebih sakit dari ini." lirih rangga.


"Ampuu..nn tuan..." rintih nya.


"Aziz..aziz..." lirih pria itu yang memang sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit akibat dari Rangga.


Rangga keluar dari ruangan itu menyerahkan sisa nya pada anggota tim penyidik yang lain.Rangga melangkah lebar dengan tergesa menuju parkiran.


Bip.. bip..


Rangga menginjak pedal gas melesat dengan kecepatan tinggi sambil mencengkeram kemudi disana.Raut wajah kesal dan Geram tampak terlihat diwajah nya.


Rangga kembali menekan pedal gas dengan kecepatan lebih tinggi dari sebelum nya melesat menuju hotel tempat nya menginap.


Tim penyidik meneruskan tugas nya sesuai perintah atasan nya.


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan tentu dengan mendesak bandit baj*ngan itu agar mengakui semua perbuatan nya.


Ahir nya mereka mengakui semua nya.Diperintah untuk menghabisi Farel tanpa jejak. Menghabisi nya hingga menjadi abu.Dengan memasang bom pada taxi yang membawa Farel.


Tim penyidik berhasil melaksanakan tugas nya mendapatkan informasi dari baj*ingan yang memang sengaja diperintahkan untuk mengintai Farel dari bandara hingga mengikuti taxi yang ditumpangi Farel kemudian memasang bom di bawah taxi saat taxi terparkir di depan mini market.Kemudian secara sengaja menembaki Farel juga memanggil rekan nya untuk menghadang dan berusaha menembak Farel hingga melesat menyerempet taxi itu hingga terjun ke jurang.Lima belas menit kemudian bom meledak menghempaskan mobil keatas efek dari ledakkan membakar dengan api yang meluap saat itu. Itu lah inti dari pengakuan dari mereka semua nya.


Rangga sampai di hotel melangkah lebar tidak mengidahkan orang orang yang membungkuk tanda menghormati nya.Melesat menggunakan lift mengacuh kan siapapun yang menyapa nya kemudian masuk menuju kamar nya membanting pintu disana."SIAL...!!!"


***


Hari sudah gelap,tampak Geo yang perlahan membuka mata nya,termenung melihat Felisya disana yang sedang meniup niup api yang Ia buat.


"Apa yang kau lakukan?"suara serak Geo khas bangun tidur.


"Kau sudah bangun Geo?."


"Hm..."


"Seperti yang kau lihat,Aku sedang membuat api." Berbicara dengan terus meniup api disana.

__ADS_1


"Kau lihat sekeliling mu?!Kita terjebak di tengah hutan Felisya!."Geo mengedarkan pandangan menatap sekeliling melihat gelap nya hutan dikelilingi pohon pohon yang menjulang tinggi.


"Kau takut???"Felisya menatap Geo meninggikan alis nya.


"Tidak!."Geo menghela kemudian.


"Lain kali jangan bertindak semaumu. jangan buat orang lain khawatin?!."lirih nya.


" Kau menghawatirkan ku Geo?"tersenyum pada nya.


Geo bergedik"Tidak!"


Geo menjawab cepat.


"Kita tidak akan tau jika tidak mencoba nya Geo, Kita akan menelusuri hutan mencari Farel juga menemui suku pedalaman disini. Ku harap mereka bisa membantu."


"Perintahkan saja orang orang mu untuk menelusuri hutan,seperti yang kita lakukan."


tersenyum senang melihat api yang menyala.


"Kita akan bermalam disini?" Geo meninggikan alis nya.


"Tidak,kita lanjutkan perjalanan!Jika sudah lelah, baru tidur."berbicara dengan melirik kekiri dan kekanan khas Felisya.


"Kau bersemangat sekali?Kau sudah tidur?


Felisya menggeleng.


" Lalu mengapa tidak kau bangunkan saja aku?"


"Kau tidur lelap sekali,Kau tampak kelelahan.Jadi aku tidak tega membangun kan mu.?!." Felisya menghedik kan bahu nya.Bangkit dari duduk membuka ransel nya,mengeluarkan senter disana.


"Ayo Geo?!."


Geo meraih ransel yang Felisya bawa.


"Eh..Apa yang kau lakukan?"


"Biar aku yang membawa nya." ujar Geo sambil meraih ransel dari punggung Felisya, kemudian menggendong nya.


"Apa isinya ini?kenapa berat sekali?"


"Bahkan kau menggendog nya sejak tadi."


"Diam,dan " Belum selesai Felisya berkata.


"JANGAN BERTANYA!!" Geo menimpali menekan kan kalimat nya.


"Hahaha.." Mereka tertawa bersama menelusuri hutang melewati bukit didepan nya.Terus berjalan di tengah hutan yang sangat gelap dengan mengandalkan penerangan senter yang Felisya bawa.Bunyi bunyi suara binatang malam terdengar di telinga,menambah seram nya suasana disitu.


Geo berjalan dibelakang Felisya, memandang wanita didepan yang sepertinya tidak memiliki rasa takut,Geo sedikit mulai memahami karakter wanita itu yang sedikit berbeda dari wanita pada umum nya.Karakter yang sangat berani,berjiwa sosial sangat tinggi,juga peka terhadap orang orang disekitarnya,tidak cengeng tidak manja nanun sangat keras kepala.


"Jika senter itu mati, habis lah kita?!"


Geo yang berjalan di belakang Felisya, membuat Felisya reflek berbalik pada sumber suara.


"Seperti yang kau kata kan,ransel ku seperti kantong Doraemon, bisa mengeluarkan senter yang baru." Felisya memperlihatkan gigi nya.


"Senyummu jelek sekali?!"

__ADS_1


"Katakan jika kau menyukai nya." Felisya berbalik melanjutkan perjalanan.


Geo mengetuk dahi Felisya yang tiba tiba Geo sudah berdiri di samping nya.


"Tidak,itu jelek sekali."


Sampailah mereka diatas bukit.Felisya mengedarkan pandangan menggunakan teropong.


"Asap..!!Geo lihat?!!..ada asap disana. Kita hampir sampai" antusias Felisya.


Geo menggunakan teropong,melihat arloji kemudian. 02.30.Geo menunjukan arloji nya pada Felisya. Felisya melihat itu.


"Baik lah,kita istirahat dulu Geo. Setidak nya kita sudah dekat."


Felisya memunguti ranting ranting yang telah mengering membawa nya ke bawah pohon yang tidak begitu besar kemudian membuat api disana.


"Ini akan menghangatkan tubuh kita."Felisya kembali berlalu mencari daun daun yang Ia gunakan untuk alas mereka tidur malam ini.


Felisya menghamparkan daun daun itu mengeluarkan bantal kecil dari ransel yang berada di punggung Geo.


"Tidur lah Geo." Berbicara sambil menepuk nepuk kan bantal kecil di sana.


Geo mengulas senyum."Lalu mana bantal mu?"


"Aku hanya membawa satu."


Geo merentangkan tangan nya kemudian.


"Jangan mengambil kesempatan Geo, aku tidak ingin dipeluk oleh mu?!"


"What..???..Apa yang kau Fikirkan Felisya?? Kesempatan apa yang kau maksud?? Aku hanya merenggangkan otot,tidak berniat memeluk mu!!"


"BODOH!!"


"Ya Tuhan.. Benar juga..Apa yang ku fikir kan tadi?? Ah.. memalukan sekali." Gumam Felisya dalam hati mengutuki dirinya sendiri.


"Kau juga BODOH Geo?!"


"Kita mirip?!" Geo memicingkan mata nya.


"Aku tidak mirip dengan Mu?!"


Geo meraih senter melihat lihat disekitar.


"Ada apa?"


"Tidak ada,tidur lah. Aku hanya memastikan tidak ada binatang yang akan mengganggu."


"Kalau begitu kau pakai saja bantal nya."


ujar Geo kemudian duduk beralaskan daun yang disusun Felisya.


Felisya mengeluarkan kain untuk menutupi tubuh nya yang dingin,meringkuk dibawah pohon beralaskan daun. Tidak lama Felisya pun memejam.


Geo menatap Felisya yang sedang terlelap.


"Tidur lah,kau sangat lelah hari ini."


-

__ADS_1


-


Mohon dukungan nya kawan...Terimakasih sudah membaca..


__ADS_2