
Sudah dua minggu Farel dirawat di rumah sakit.
Kondisi nya semakin membaik,luka operasi pun sudah mengering tidak lagi terasa sakit bagi nya.
"Keluarkan aku dari tempat ini Geo,disini ini sungguh membosankan."ucap Farel.
"Kau berisik sekali,tunggulah sampai kau dinyatakan sehat." Geo berbicara sambil bergelut dengan layar lipat nya yang sedari tadi Ia tidak berpindah dari sofa itu.
"Geo kau lihat sendiri bukan,aku sudah sembuh!"
ujar farel sambil menyentuh luka di dada nya yang memang sudah kering.
"Diam dan tutup mulut mu!!ucap Geo sambil melirik ke arah Farel.
"Ada masalah?ya Tuhan..mengapa aku jadi terlihat bodoh di depan mu!seharusnya aku yang memaki mu brengsek!!" umpat Farel melihat Geo yang tampak serius dengan layar lipat nya.
"Aku sedang bekerja kau lihat!!,kau sungguh sangat merepotkan!!kau menambah pekerjaan ku!!" umpat Geo yang memang sejak Farel masuk rumah sakit pekerjaan Geo semakin bertambah.
Dokter memasuki ruang perawatan,memeriksa kondisi Farel yang tampak sudah sehat dari sebelum nya.
"Dokter,bagaimana?apa saya sudah bisa pulang?"tanya Farel pada Dokter yang sedang memeriksa nya.
"Tuan Farel Ramadhian,kondisi anda sudah bagus.anda bisa pulang hari ini."ucap dokter dengan ramah.
" Kalau begitu saya permisi."Dokter berlalu meninggalkan tempat itu.
tok..tok..
"Masuk." ucap Farel menoleh pada pintu
Aisyah datang,berjalan mendekati ranjang pasien."Kau sudah baikan?" tanya Aisyah.
"Aku bisa pulang hari ini.maaf merepotkan mu,Aisyah."jawab Farel.
" Alhamdulillah kalau begitu."ucap Aisyah sambil tersenyum.
"Apa kau tidak memberitahu mommy jika kau dirawat disini?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Untuk apa?mommy sebaiknya tidak perlu tau." pungkas nya.
"Maaf Geo aku mengabaikan mu,seperti nya kau sedang sibuk?" sapa Aisyah.
"Tidak apa,lanjutkan."
"Seperti yang kau lihat,aku sedang bekerja." jawab Geo berkata tanpa menoleh ke arah lawan bicara.
"oh ya kak,Ibu sudah pulang kemarin.maaf tidak sempat berpamitan pada mu."
"Tidak apa,Ibu pulang untuk mengurus pernikahan kita bukan?Seharusnya tidak perlu Ibu repot melakukan nya.Ada Geo yang akan mengurus semua nya.Katakan itu pada Ibu."
"Kau yakin?" Tanya Aisyah.
"Tentu saja,Dia akan melakukan yang terbaik." jawab Farel.
Geo menutup layar lipat nya bangun dari duduk mendekati Farel juga Aisyah.
"Mobil sudah disiapkan,kau bisa keluar dari sini sekarang." Geo mendekati Farel ingin memapahnya untuk keluar dari ruangan itu.
"Aku bisa sendiri,kau tidak perlu seperti itu." Farel keluar dari rumah sakit bersama Geo dan Aisyah.
Di apartement Farel,Aisyah tidak pernah mengunjungi Farel karena Aisyah sangat menjaga diri dan etika.Mereka belum sah menjadi suami istri,tidak mungkin Aisyah berkunjung ke dalam apartement Farel.Geo sesekali memanggil perawat dan dokter untuk memeriksa keadaan Farel.
***
Bu inah sudah sampai di solo,Ia kembali ke kampung halaman berencana untuk mempersiapkan pernikahan untuk putri semata wayang nya.
Bu Inah mendatangi makam pak Nang,Ayah Aisyah, menabur bunga disana juga melantun kan ayat ayat suci disana.
"Assalamu'alaikum mas.Anak kita sudah tumbuh dewasa,menjadi anak yang shalihah sesuai harapan mu.Juga mampu menghafal kitab suci sesuai dengan cita cita mu.Aisyah juga akan menikah dengan Farel,sosok pria yang baik seperti mu mas.Aku mewakili Aisyah memohon restu dari mu." ucap bu Inah sambil meneteskan air mata menyentuh nisan almarhum suami nya.
Terbesit kenangan indah bersama almarhum suami bu Inah,susah maupun senang bersama. hingga maut yang memisahkan mereka.
"Kau ayah yang baik,juga sosok suami terbaik.itu lah yang membuat ku setia hingga hari ini pada mu.Aku selalu mencintai mu mas"hik..hik..
Bu inah meninggalkan makam itu,kemudian mengunjungi keluarga Almarhum pak nang suami nya,memohon do'a restu mewakili Aisyah dan almarhum suami nya.Juga memberi kabar jika Aisyah sudah menjadi seorang Doktor.
__ADS_1
Adik ipar bu Inah memeluk bu Inah ber ucap syukur." Alhamdulillah... selamat ya mbak yu. .kami mendo'akan kebahagiaan untuk mbak yu dan Aisyah. "Ucap nya.
" Terimakasih dek...."jawab bu inah sambil mengeluarkan oleh oleh yang Ia bawa dari Mesir.
"Apa ini mbak yu?Tanya adik ipar bu Inah sambil mengeluarkan pakaian wanita muslimah khas timur tengah." Terimakasih banyak"Adik ipar bu Inah antusias menerima itu.
" Itu dari Aisyah, "Jawab bu inah kemudian berpamitan" mbak pulang ya dek,di tunggu kedatangan nya di acara pernikahan keponakan mu."ucap nya.
"Insya Allah mbak yu..,kami akan datang sekali lagi selamat."
Adik ipar Bu Inah melambaikan tangan,Bu Inah pun membalas nya.
Bu inah pulang ke rumah dengan menggunakan becak,melewati jalanan terjal desa tempat tinggal bu Inah.Melewati jalan jalan ladang juga rimbun pepohonan menjulang tinggi khas pedesaan.Tidak butuh waktu lama untuk sampai di kediaman bu inah.
Bu Inah menduduk kan dirinya di kursi yang bisa bergoyang tempat faforite nya juga tempat kenangan yang manis bersama almarhum suami nya dulu.
Seorang pelayan menghampiri bu Inah.
"Bu....ada apa?" tanya Asisten rumah tangga bu Inah.
"Tidak...Aisyah sebentar lagi akan menikah,tidak terasa ya..Dia sudah dewasa." tutur bu Inah.
"Benar bu...Nona Felisya pun juga akan menyusul."
"apa aku akan kesepian nanti nya?" tanya Bu Inah pada Asisten rumah tangga nya.
"Tidak Bu..akan ada cucu cucu mu yang meramaikan rumah ini.jawab nya
"Kau benar...Alhamdulillah ya Allah.." Bu Inah bersyukur atas nikmat yang Ia dapatkan,anak shalihah,sukses dalam usaha dan karir.berbakti pada nya juga kebahagiaan anaknya mendapatkan calon suami yang baik.
Bu Inah mengulas senyum memandangi taman di depan rumah,mengingat Aisyah yang dulu sering disana."Kau sudah besar nak...,namun bagi Ibu kau tetaplah gadis kecil ku".
-
-pengumuman Cerita cinta Kristian dan Desi rilis pada 9 juli ya kawan...Selamat membaca..
terimakasih.
__ADS_1