Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 93


__ADS_3

Pagi ini Felisya lebih semangat dari biasa nya.


Meraih Travel bag menuruni tangga.


"Biar saya bantu nona."


Pelayan meraih Travel bag yang ada di genggaman Felisya.


"Terimakasih."


Senyum manis Felisya.


"Anda sudah siap nona?.


Bram baru saja datang melihat arloji.


" Kita masih ada waktu 2 jam."


"Sepertinya aku terlalu bersemangat.Eh tunggu!"


Felisya berfikir sejenak.


"Geo tidak membatalkan keberangkatan ke London kan?."


Berkata pada Bram.


"Tuan Geo tidak berkata apapun. Itu berarti perjalanan ke London tidak dibatalkan. Berhati hatilah Nona."


"Kau mencium pergerakan dari mereka?."


Menoleh pada Bram disamping nya.


Bram tidak menjawab.


"Aku mengerti."


Lirih Felisya.


Bram membawa travel bag memasukan nya kedalam bagasi.


"Tidak kan ini merepotkan nona? Bukan kah anda bisa membeli pakaian disana?."


"Itu hanya beberapa helai."


Bram membukakan pintu mobil.


"Silahkan nona."


"Terimakasih Bram."


Berkata kemudian masuk ke dalam mobil.


"Bram, Apa bu Inah masih belum kembali?."


"Bu Inah masih di rumah tuan Farel. Nanti saya yang akan menjemput nya."


Berkata kemudian melajukan mobil nya meninggalkan rumah Felisya.


"Sepekan ini Geo tidak pernah menghubungi ku.


Pesanku juga tidak pernah dibalas. Aku sangat sibuk hingga tidak pernah mengunjungi nya. Apa dia masih sakit?."


"Tidak."


"Apa kau bisa jelaskan lebih lengkap?."


Felisya memicingkan mata nya.


"Tuan Geo sudah sembuh."


balas Bram.(Menghela)


Felisya bernafas lega.


Mobil terus melaju. Keheningan menyelimuti di dalam mobil. Bram hanya bicara jika di tanya.


"Bram."


Memecah keheningan.


"ya Nona?."


"Mungkin kau heran mengapa aku harus repot repot membawa pakaian padahal bisa saja aku membeli nya yang baru di sana."


Bram diam mendengarkan.


"Itu karena aku sejak dulu terbiasa berhemat."


Felisya menarik nafas nya panjang.


Bram terkesiap dengan ucapan Felisya kemudian menetralkan dirinya.


" Aku hidup dan di besarkan Desa, di bawah asuhan dan didikan Bu Inah. Beliau mengajarkan ku banyak hal. Pendidikan Agama, Sopan santun hingga Berbagi dengan orang lain."


Felisya mengulas senyum kemudian kembali bercerita.


"Aku tidak pernah menghamburkan uang Bram. Apalagi untuk sesuatu yang tidak perlu. lebih baik aku bagi kan dengan orang lain. Bukan begitu Bram?"


Diam sejenak kemudian kembali bercerita.

__ADS_1


"Kau tau Bram, Aku bahkan terbiasa mencuci baju di sungai. Jika air Kran di sana mati. Hehehe"


Tertawa receh.


Aku sangat bersyukur Bram, Pernah tinggal di Desa. Aku juga bersyukur memiliki orang orang yang begitu mencintai ku seperti Aisyah, bu Inah juga Ayah mu."


"Nona..."


Perkataan Felisya sukses menggetarkan hati Bram.


"Ya... walaupun hati ku masih ingin membalas dendam pada mereka."


Tertawa disana.


Mobil terus melaju hingga sampai di landasan pesawat jet pribadi milik Felisya.


Bram keluar membukakan pintu.


"Silahkan nona."


Felisya keluar dari mobil.Senyum mengembang melihat sosok tampan yang dia rindukan sedang menyandar pada mobil sport sambil melihat arloji.


"Geo...?!"


Felisya melangkah medekati Geo, Dengan Geo yang memperbaiki posisi berdiri dan merapikan Jas nya.


"dan Sial nya kau semakin tampan Geo." Gumam gumam.


Bram meletak kan Travel bag di dalam pesawat.


"Geo, Kau terlihat cerah hari ini. Sepertinya kau tidur nyenyak malam tadi."


Tersenyum manis disana.


"Kau sudah lama menungguku?."


Tidak menjawab, Geo memilih melangkah kedepan menaiki tangga menuju ke dalam pesawat.


Felisya berada di belakang tubuh tegap itu.


Senyum senyum sendiri kegirangan.


"Apa yang kau fikirkan?."


Geo berhenti melangkah. Berkata tanpa menoleh kebelakang.


"Aaaa Geo, Aku hanya sedang senang."


"Sebentar lagi bertemu calon mertua ku. dan meminta restu. Ya Tuhan... Senang nya..


Ini lebih dari kata berkencan?!."


"Bergegas dan berhenti berkhayal!!."


"Ketus sekali?!.tunggu! apa kau memiliki mata di punggung mu?"


"Terimakasih Bram"


Batin Felisya memasuki pesawat jet pribadi milik nya.


Sesuai keinginan Felisya. Tidak ada satupun pengawal yang turut serta. Begitupun Bram.


Hanya ada Felisya dan Geo juga Kru dari pilot disana.



Pesawat jet mulai lepas landas mengudara meninggi menjauh dari sana.


Felisya dan Geo menyandar pada sofa sambil melihat layar televisi. Duduk berjauhan membuat Felisya ingin mendekat.


Namun Felisya mengurungkan niat nya karena malu. khawatir Geo menggap nya wanita ag..resif.


"Huh..Aku kira perjalanan ini akan manis dan hangat. Kau akan memeluk ku sepanjang perjalanan."


Gumam Felisya.


"Menyebalkan..?! padahal Aku sudah memikirkan adegan kau mencium dahi ku lagi ditempat ini."


Kembali bergumam.


Sepertinya khayalan Felisya menguap begitu saja.


Sejauh ini Geo tampak dingin, acuh dan seperti biasa tak berperasaan.


"Apa yang kau fikirkan Felisya..?!"


Menunjuk dahi Felisya menekan dengan jari telunjuk nya disana.


" Ah.. tidak ada."(Menggelengkan kepala)


Ucapan Geo sukses membuyarkan lamunan.


"Berhenti berkhayal yang tidak tidak."


Geo menyusun bantal merebahkan dirinya di sofa.


"Perjalanan ini akan butuh waktu cukup lama. Kau istirahat lah di kamar mu!."


Menunjuk arah pintu yang terbuka. Kemudian Geo memejam.

__ADS_1


"Kamar mu??."


"Iya, Kamar mu?!. "


Geo membuka mata nya.


"Mengapa kau terlihat tidak senang? Apa kau ingin aku me..niduri mu?."


Geo bangkit dari tidur nya kemudian mendekatkan wajah nya pada Felisya.


"Tidak..Tidak.. Aku akan kekamarku sekarang."


Felisya langsung menuju kearah yang Geo tunjuk tadi.


Melesat menyembunyikan rasa malu nya disana.


Geo mengulas senyum nya samar.



"Bisa bisa nya Geo mengerti yang aku fikirkan.


Aaa Bodoh sekali..?! Bisa bisa nya aku hilang kendali tidak bisa berfikir jernih jika dekat dengan nya."


Gerutu Felisya.


*********


Di tempat lain.


Di rumah sakit khusus Ibu dan Anak ( Rumah sakit bersalin.)


Farel mengantar Aisyah untuk priksa kehamilan disana.


Aisyah memilih Dokter wanita untuk memeriksa diri dan calon bayi nya.


Dokter menanyakan keluhan yang Aisyah rasakan.


"Saya tidak ada keluhan apa apa hanya sedikit malas terkadang enggan melakukan aktifitas apapun."


Ujar Aisyah ramah.


Dokter melakukan serangkaian pemeriksaan.


Sebuah hasil foto USG dicetak disana.


Begitu bahagia hati Farel dan Aisyah.


Melangkah bersama keluar dari Rumah sakit dengan wajah berseri.


"Terimakasih sayang."


Kecup Farel pada dahi Aisyah kemudian melajukan mobil nya.


"Kak Farel senang?."


"Aku bahagia sekali."


Mengusap kepala Aisyah yang tertutup hijab.


"Jaga kandungan mu dan jangan lupa minum vitamin yang kau dapat tadi. Jangan lupa Susu yang telah aku belikan."


"Aku yang hamil tapi mengapa kak Farel yang repot."


Terkekeh disana.


"Sayang, berhentilah bercanda."


Terlihat raut khawatir di wajah Farel.


"Insya Allah aku akan baik baik saja. Percaya lah."


Senyum tulus Aisyah.


"Kau ingin sesuatu?."


"Aku ingin kembali ke Mesir."


Menatap pinggiran jalan.


"Kita akan kesana secepat nya.


Tapi aku tidak mengizinkan kau tinggal di resto."


"Kenapa?."


Menoleh pada Farel.


"Kau akan lelah jika disana. Lebih baik kau tinggal di apartement menghabiskan waktu dengan ku"


Mengerlingkan sebelah mata nya.


"Kak Farel..."


-


-


Next

__ADS_1


__ADS_2