
Kairo Mesir
Setelah berbekal izin dari suami nya, Aisyah melangkah memasuki universitas. Walaupun sebelumnya harus ada sedikit Drama sebelum dia pergi. Merayu Farel dengan jurus terAmpuh agar semua yang Ia usahakan mendapatkan dukungan dari sang suami.
" Bismillah"
Aisyah melangkah dengan kaki kanan memasuki area gedung universitas ini untuk pertama kalinya. disini lah para mahasiswa mengenyam pendidikan mengejar cita-cita. Bukan sebagai Mahasiswa Aisyah di tempat ini, tapi sekarang Ia datang sebagai Dosen di sini.
Begitu luar biasa, itu lah perasaan lega di hati Aisyah. Rona bahagia semakin terpancar. Berucap syukur berkali kali pada Allah Tuhan Yang Maha Pengasih yang telah memberi karunia luar biasa untuk nya.
Gadis Desa yang beruntung mendapat bea siswa di universitas Kairo hingga pertemuan nya dengan Pria bernama Farel yang sekarang menjadi suami nya seolah merubah cerita hidupnya. Menjadi istri pengusaha muda putra dari Ramadhian orang ternama di negara nya.
Hingga memiliki Fasya, buah hati dari Aisyah dan Farel menambah kebahagiaan dalam hidup mereka.
Resto yang Aisyah rintis mulai dari nol, Sekarang berkembang pesat berkat bantuan dari Farel suami nya.
Dan sekarang Aisyah menginjakan kaki di universitas ini sebagai Dosen. Impian yang akhirnya tercapai.
Bernafas lega karena semua yang Ia dapatkan lebih dari yang Ia inginkan.
"Hanya tiga jam setiap hari nya."
Aisyah melangkah masuk kedalam sana.
Melangkah dan disambut hormat dari para mahasiswa dan para Dosen yang lain.
***
Farel sibuk fokus dengan layar lipat nya. Setumpuk berkas yang harus segera Ia tanda tangani. Kesibukan nya bertambah karena Geo sedang tidak mendampingi.
"Sampai kapan kau pergi bulan madu sialan."
Farel menyandar di kursi kebesaran nya. Memijat pelipis karena lelah.
Menoleh pada jam dinding telah menunjukan jam makan siang.
Tok..Tok..
Seseorang mengetuk pintu.
"Masuk."
Berkata tanpa menoleh kearah pintu.
"Assalamualaikum."
Suara lembut yang selalu Ia rindukan sedang membuka pintu.
"Aisyah."
Farel terkesiap melihat siapa yang datang.
Rasa lelah nya pun sirna seketika.
"Wa'alaikumsalam."
"Apa aku mengganggu?."
Aisyah tersenyum mendekat kearah Farel.
"Aku terkejut kau datang."
Farel mengulurkan tangan meraih Aisyah.
"Kemarilah sayang."
Meletak kan kedua tangan di pinggang Aisyah.
"Aku ingin cepat pulang karena merindukanmu dan Fasya."
"Oh ya?."
Aisyah meninggikan alisnya.
__ADS_1
Farel menarik nafas nya panjang."Bagaimana hari pertama mu di kampus."
Tetap bertanya meski Ia sendiri kurang suka dengan hal hal seperti itu.
"Semua menyenangkan. Sangat menyenangkan. Semua menyambut sangat baik, mungkin karena aku itu istri mu. Aku baru tahu jika perusahaan ini ikut berperan penting disana."
Aisyah mengusap kepala Farel.
"Terimakasih, Kau selalu mendukung ku dan memberi semua yang aku inginkan."
"Tapi ingat ya, Jangan abaikan suami dan Fasya. Karena aku bisa cemburu lho?!."
Meraih Aisyah duduk di pangkuan nya, mendekap erat menikmati aroma khas Aisyah yang selalu Ia rindukan.
Cemburu dengan pekerjaan? Memang nya ada yang begitu.
"Kak Farel, ini di kantor. Bagaimana jika ada yang masuk."
Aisyah mencubit hidung Farel.Hal yang sering Aisyah lakukan jika sedang bermanja pada nya.
"Mereka tidak akan masuk, Jika aku tidak mengizinkan."
Mendekatkan wajah nya pada Aisyah.
"Kak Farel tunggu.."
Farel menutup bibir Aisyah dengan bibir nya.
Akhir nya terjadi lah di dalam ruangan prededir hingga keheningan menyelimuti ruangan itu.
Hanya terdengar suara jam dinding berputar disana. Ciuman yang cukup lama terjadi di dalam ruangan prededir.
"Ini di kantor, Kau jangan menggoda ku."
Farel mengusap bibir Aisyah dengan ibu jari.
Senyum kemenangan menyeringai disana.
Aisyah bangkit dari pangkuan Farel berdiri merapikan pakaian nya.
"Kau mau kemana. Kemarilah."
"Kak Farel, Mau makan siang bersama? Fasya telah menunggu mu di resto."
"Kau kemari bersama Fasya?. Mengapa tidak memberi tahu sebelumnya. Kau datang bersama siapa?"
"Aku ingin memberikan kejutan untuk mu."
?Mengusap pipi Farel.
"Jangan khawatir begitu. Sopir yang mengantar, jadi Kami tidak apa apa."
"Baiklah, ayo"
Farel dan Aisyah keluar dari kantor berjalan kaki menyeberangi jalan dengan tangan yang saling bertaut.
Membuat iri para karyawan yang memandang takjub pasangan dihadapan mereka.
Memasuki restoran yang telah ramai pengunjung di jam makan siang.
Disambut senyum ramah dari para karyawan, Dan Aisyah pun membalas nya.
"Syifa, tolong siapkan makan siang untuk kami."
Berkata dengan lembut, kemudian menuju lantai dua.
"Baik mba"
Sedikit membungkuk dengan tersenyum ramah.
Membungkuk lagi menyapa Farel disamping Aisyah. Kemudian berbalik menuju kebelakang.
"Dady merindukan mu sayang"
__ADS_1
Farel mengangkat baby Fasya yang berbaring dikamar Aisyah. Menangkubkan di dada, mengusap usap rambut coklat nya disana.
Seketika dua baby sitter yang menjaga Fasya membungkuk dan keluar dari kamar itu.
"Jika sudah begini, aku enggan kembali ke kantor."
Menciumi pipi cuby putri nya
Aisyah tersenyum manis disana, melihat Farel yang terlihat begitu bahagia
"Kenapa sayang, apa kau ingin aku cium juga."
Meletakkan baby Fasya di ranjang kemudian meraih Aisyah dan memeluk dari belakang.
"Kak Farel, "
Aisyah bergedik ketika Farel menyibakkan hijab nya dan kecupan mendarat di leher bertubi tubi.
tok..tok..
"Mba makan siang sudah saya siapkan."
Terdengar suara Syifa dibalik pintu.
Aisyah berusaha melepaskan pelukan Farel namun sepertinya dia gagal. Ahir nya hanya menyahut dari dalam kamar.
"Terimakasih Syifa, aku segera keluar."
Syifa pun berlalu setelah mendengar itu.
"Apa yang mba Aisyah laku kan didalam ya."
Bergumam sambil senyum senyum menuruni anak tangga. Membayangkan adegan itu di dalam otak nya.
"Aku yang masih jomblo tidak sanggup membayangkan adegan di kamar itu sekarang."
Cekikikan menuju dapur.
"Sayang,Kita makan siang dulu."
Menggendong Fasya memberikan pada baby sitter.
"Saya titip Fasya sebentar."
Farel dan Aisyah melaksanakan ibadah kemudian menikmati hidangan di meja. Sesekali dengan keisengan Farel menggoda Aisyah, mencium mencubit disana.
"Kak Farel."
Farel terkekeh.
"Kau sangat menggemaskan itu sebab nya aku suka menggoda mu."
"Selesaikan dulu makan nya sayang"
"Apa, Kau panggil apa aku tadi?"
Merangkul Aisyah mencium pipi nya.
"Darah ku berdesir kau memanggilku sayang."
Berbisik di telinga Aisyah membuat nya merinding.
"Kak Farel..."
Farel tergelak, tertawa sambil menyandar di sofa.
"Entah lah, aku jadi tidak berselera. Selesaikan makan mu Aisyah. Aku menunggumu di kamar."
Farel masuk menuju kamar Aisyah.
"Memang nya mau apa siang siang ke kamar."
Aisyah menggeleng kan kepala
__ADS_1