
Aisyah membuka lebar tirai kamar tempat nya honeymoon di sebuah resort di tengah pulau.
Kamar dengan fasilitas Vvip dengan desighn sempurna dan fasilitas sempurna khusus untuk pasangan yang hampir mendekati kata istimewa.
Semilir hembusan angin di pagi hari menambah sejuk nya hati Aisyah.
"Kau mau kemana?."
Memeluk Aisyah dari belakang mencium bahu nya.
"Aku ingin kesana."
Menunjuk tenda putih di bibir pantai.
"Kau tidak apa apa?"
Masih mendekap Aisyah, enggan untuk beranjak.
"Maksud kak Farel?."
Aisyah memutar tubuh nya berbalik.
"Biasanya orang hamil akan mengalami morning sickness."
Menyentuh kan dahi pada dahi Aisyah.
"Anak Ku sangat baik, Dia tidak menyusahkan dan tidak akan merepotkan."
Mengusap pada perut yang masih rata.
"Baik, Jika begitu kita akan kesana."
Farel menggenggam Aisyah membawa nya ke tempat yang dia tunjuk tadi.
Berjalan tanpa alas kaki sambil saling menggenggam menunggu matahari yang akan terbit.
"Tumbuh lah dengan sehat, Ayah akan menjaga kau dan ibu mu."
Mengusap perut Aisyah.
"Kak Farel."
Menatap Farel di depan nya.
"Terimakasih membuat ku pria paling beruntung yang menjadikan aku seorang Ayah dari anak mu."
Merendahkan tubuh nya mencium perut yang masih rata.
"Kak Farel, kau membuatku terharu."
Mengusap kepala Farel disana.
Farel bangkit kemudian memasukan Aisyah dalam dekapan nya.
"Aku mencintai mu karena Allah."
"Terimakasih kak Farel."
Mempererat pelukan nya.
Farel menyentuh dagu Aisyah, Menautkan bibir nya disana. Tautan semakin dalam dengan background matahari terbit di atas luasnya hamparan laut.
Cekrek.
Seseorang mengabadikan moment tersebut.
Siapa?
Fotografer profesional yang Farel perintahkan untuk mengabadikan setiap moment tanpa Aisyah ketahui.
"Kau ingin sarapan disini?."
Duduk melantai di atas lantai kayu mengkilap di bawah tenda putih dengan kaki menyentuh air laut.
"Boleh?"
Senyum mengembang di bibir Aisyah.
"Tentu saja. Lakukan yang kau suka."
Menggerak gerak kan kaki yang terendam air laut.
"Apapun yang aku suka?"
Memastikan.
"Apapun."
Farel mengangguk.
"Es kelapa muda."
"Pagi pagi begini? yang benar saja."
Wajah Aisyah berubah.
__ADS_1
"Kau marah?"
Farel berkerut dahi.
Aisyah menggeleng.
"Baik lah, tapi sarapan dulu baru es kelapa."
"Kenapa jadi membujuk ku seperti anak kecil."
Wajah Aisyah terlihat masam.
"Hahaha baiklah sayang kali ini aku akan mengalah untuk mu. Makan lah sesuka mu."
Farel terkekeh mengusap pucuk kepala Aisyah yang tertutup hijab.
"Benarkah?."
Aisyah mengembangkan senyuman.
Farel benar benar menuruti kemauan Aisyah sekarang. Pelayan menyiapkan jagung bakar lengkap dengan alat pemanggang nya disana.
Membuka kelapa muda memasuk kan beberapa butiran es kedalam nya.
"Ini enak sekali. Kak Farel mau?."
Menyodorkan kelapa pada Farel.
"Tidak. Aku bukan orang nyidam yang minum itu di pagi hari."
"Ini enak sekali."
Meniup niup jagung bakar yang masih panas.
"Aku tidak tertarik pagi pagi makan makanan seperti itu."
"Kak Farel menggemaskan sekali. Sebenar nya aku tidak serius ingin berbagi dengan mu. hahha"
Tertawa menutup mulut nya kemudian.
Farel mencubit pipi Aisyah yang sangat menggemaskan.
"Kak Farel."
"Hm. Kau ingin sesuatu?."
Menoleh pada Aisyah.
"Itu."
"Jangan katakan kau ingin menaiki nya?!."
Farel menggeleng kan kepala.
Aisyah mengangguk menatap dengan tatapan memelas pada Farel.
" Tidak sayang, itu berbahaya untuk mu."
"Please...."
Memohon.
"No Aisyah. walaupun kau memohon hingga menangis meraung raung, aku tidak akan mengizinkan. Itu berbahaya untuk wanita hamil seperti mu."
Farel bergedik ngeri membayangkan Aisyah menaiki motorboat dengan kecepatan tinggi menembus ombak melompat lompat disana.
"No Aisyah."
Menaikan jari telunjuk nya.
"Kak Farel, imajinasi mu terlalu berlebihan."
Kesal Aisyah memajukan bibir nya.
Farel meraih Aisyah masuk dalam dekapan nya.
"Maafkan aku sayang. tapi bisa kah kau menginginkan yang lain? Selama itu tidak berbahaya untuk mu. Apapun itu akan aku berikan."
Kecup Farel pada dahi Aisyah.
"Kak Farel."
Aisyah meletak kan kepala nya pada bahu Farel. Memandang luas nya laut yang biru nan jernih sambil menikmati hangat nya matahari yang baru saja terbit.
***
Malam semakin larut hawa dingin tercipta dari hembusan angin menerpa masuk kedalam kamar nya.
Aisyah melipat mukena setelah melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
Aisyah mengoles kan krim malam di wajah nya juga menyemprotkan parfume khas nya di depan cermin meja rias disana sambil menunggu Farel melantunkan ayat ayat suci.
"Kau menggoda ku rupanya."
Berbisik di telinga Aisyah membuatnya bergedik.
__ADS_1
Farel mengganti pakaian nya dengan piyama.
Menuju Aisyah yang telah berbaring di ranjang.
"Kau lelah?."
Menyentuh rambut Aisyah.
"Tidak."
Tersenyum disana.
"Besok hari terahir kita disini. Kau ingin sesuatu?."
Berbisik dengan tangan berjalan kemana mana.
"Kak Farel, kondisikan tangan mu."
Aisyah menggig*t telinga Farel karena gemas.
"Beraninya kau menggigit ku. "
Farel menggelitik Aisyah.
"Au.. Hentikan Kak Farel. ini mengheli kan."
tertawa kemudian menggeser tubuh nya menghindari Farel.
"Kau mau kemana?"
Meraih Aisyah mendekap nya dari belakang menarik tali lingerie yang Aisyah kenakan melempar nya ke sembarang tempat.
"Apa yang akan kak Farel lakukan?."
Aisyah me..nin..dih tubuh Farel menautkan bibir nya disana.
Tautan semakin dalam dengan tangan Farel yang bergerilya kemana mana membuat Aisyah meremang.
Farel menggendong Aisyah membawa nya pada kolam renang air hangat yang terdapat di dalam kamar nya dengan kelopak bunga mawar mengapung disana. Farel menarik tirai menutupi aktifitas kedua nya disana.
Kali ini berbeda dari biasa nya Aisyah yang mulai memimpin.
Entah pengaruh dari kehamilan nya atau apa sehingga membuat Aisyah jadi ag..re..sif.
Hawa dingin tidak lagi terasa dengan hangatnya air di dalam kolam renang.
De..sa..han lembut terdengar dari balik tirai oleh keduanya menikmati aktifitas yang sedang mereka lakukan hingga malam semakin larut.
********
Farel dan Aisyah kembali setelah beberapa hari menghabiskan waktu berdua di pulau itu.
Kapal berlayar membawa mereka bersandar sempurna di dermaga.
Mobil menjemput kedua nya hingga sampai di landasan pesawat pribadi yang telah menunggu Farel dan Aisyah.
Para pelayan melambai pada Aisyah dan Farel yang berlalu menaiki pesawat.
"Datang lah lagi di lain hari nona."
"Terimakasih sudah melayaniku dengan baik. maaf merepotkan kalian semua."
Aisyah terus melambai hingga pintu pesawat tertutup.
Armada besi mengudara meninggi meninggalkan tempat itu menerbangkan Aisyah dan Farel menuju kota Jakarta.
Aisyah dan Farel disambut bagaikan tuan putri yang datang.
Mobil yang membawa Aisyah dan Farel melaju hingga sampai di depan kediaman tuan Ramadhian.
Gerbang terbuka.
Aisyah tertkesiap ketika melihat begitu banyak orang yang datang menyambut nya.
Sebuah dekorasi indah menyulap halaman rumah itu dengan karangan bunga berjajar kiriman dari para kolega tuan Ramadhian bertuliskan ucapan selamat atas kehamilan nona Aisyah.
Tamu undangan dan seluruh anggota keluarga telah menunggu kedatangan Aisyah dan Farel.
"Kak Farel?."
Menoleh pada pria di samping nya.
Farel mengangguk.
"Surprise....?!"
Aisyah turun dari mobil mendapatkan kejutan dari suami dan mertua nya.
"Terimakasih sayang."
Aisyah begitu terharu hingga menitik kan air mata.
-
Next
__ADS_1