Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 80


__ADS_3

"Aisyah?"


Farel membuka mata namun istri nya tidak ada disamping nya.


Farel bangun dari tidur nya meraih remote untuk menghidupkan lampu di kamar.Mengulas senyum disana yang ternyata Aisyah sedang melaksanakan shalat sunah yang biasa Ia kerjakan di sepertiga malam terahir. Farel turun dari ranjang meraih handuk melilitkan pada tubuh nya yang masih polos akibat langsung terlelap semalam belum mengenakan piyama.


Farel mengguyur tubuh atletis nya yang sebelum itu membaca Do'a jinabah.


Aisyah menoleh kearah ranjang ketika terdengar gemericik air di kamar mandi.


"Kak Farel sudah bangun." Gumam nya sambil bangkit meraih kitab suci.


"Tunggu sebentar. Kau bisa mengulang hafalan mu biar aku yang menyimak seperti biasa."


Ujar Farel yang tiba tiba muncul dari kamar mandi.


"Baik lah, terimakasih."


Aisyah menunggu Farel menyelesaikan aktifitas nya memasang baju koko dan sarung kemudian memulai shalat sunah disana.


"Sudah."


Farel membuka kitab suci dan menyimak lantunan ayat ayat suci yang Aisyah hafal kan hingga masuk waktu subuh.


Adzan subuh berkumandang di masjid masjid di kota itu. Farel dan Aisyah memilih melaksanakan ibadah itu berdua berjamaah didalam kamar.


"Hari ini resto sudah mulai buka. Geo sudah menyiapkan semuanya."


"Sungguh???"


Antusias Aisyah.


"Kau senang?"


"Tentu saja. terimakasih sayang." senyum mengembang terlihat di wajah cantik disana.


"Hanya itu?"


Farel memicingkan mata nya.


"Maksud nya?"


Aisyah tidak mengerti.


"Hanya terimakasih?"


Aisyah mengulas senyum mengecup pipi Farel suami nya.


"Terimakasih sayang." Bisik Aisyah pada telinga Farel.


"lepaskan dulu mukena nya."


"Maaf, sampai lupa."


Aisyah melepaskan mukena melipat kemudian meletakkan di tempat sebelum nya mengambil menyisakan piyama panjang melekat di tubuh Aisyah.


Farel melakukan hal yang sama pun melepas baju koko menggantinya dengan piyama pendek disana.


"Mengapa pakai itu? Kak Farel tidak ke kantor?"


Farel mendekati Aisyah seketika langsung menggendong nya.


"Kak Farel, turunkan aku."


"Pakaian mu terlalu panjang. Akan sulit membuka nya."


"YA?!"


Farel menggendong Aisyah merebahkan di ranjang perlahan.


Farel mengecup dahi Aisyah beralih pada kedua pipi kemudian menautkan bi..bir disana.


"Kak Farel, ini sudah pagi." mencubit hidung suaminya.


"Aku tidak mengatakan sudah sudah malam."


"Semalam kan sudah."


Bersemu malu malu.


"Lanjut lagi, Boleh?"


"Jika tidak. Aku akan memaksa." Bisik nya.


"Ya?"

__ADS_1


“Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa.”


Farel menautkan bi..birnya dalam dengan lembut dengan tangan kiri bergerilya me..nyen..tuh setiap lekuk Aisyah dan tangan kanan me..ra..ba gun..du..kan keny..al terawat membuat Aisyah meremang.


Tautan semakin berlanjut hingga Farel me..le..pas kancing piyama satu per satu membuka nya menyisakan cup merah senada dengan bagian bawah nya.


Tangan Farel bergerilya me..re..mas gundukan itu perlahan.


"Kak Farel..."


De..sa..han Aisyah terdengar lembut di telinga membuat Farel semakin melancarkan aksi nya dengan li..dah menjelajahi setiap lekuk disana menciptakan tanda tanda.


Se..sa..pan terjadi dengan li..dah bermain pada gun..dukan ke..nyal disana menye..sap membuat Aisyah semakin medes*h.


"Sayang..."


Entah sejak kapan kedua nya polos di bawah selimut dengan Farel mulai membelah me..ma..suki inti disana.


"Aaa....hhhhh"


De..sa..han kedua nya terjadi berulang kali dengan Farel terus me..mom..pa disana membuat ritme yang sedikit lembut. Tetesan peluh tercipta dengan Farel mempercepat ritme nya me..mom..pa disana membuat Aisyah mencapai pun..cak..nya disana.


Seketika Farel menutup bi..bir Aisyah dengan bi..bir nya meresapi.


Farel semakin mempercepat ritme nya membuat kedua nya meledak bersama.


"Aaa..hhh...."


Farel kembali menautkan bibir nya.


"Aku mencintai mu."


***


Dentingan suara alat alat dapur kembali terdengan di dalam dapur resto Aisyah.


Para koki datang menciptakan menu menu andalan disana.


Sesuai dengan keinginan Kristian, Koki menyiapkan nya special untuk nya kali ini.


"Ahir nya bisa kembali bekerja." Ujar Syifa sambil merapi kan kembali meja yang terdapat di VIP room.


"Selamat pagi semuanya."


Sapa Felisya.


Para karyawan sedikit membungkuk tanda menghormati.


"Apa Kak Aisyah disini?."


Tanya Syifa, Sedangkan karyawan yang lain kembali bekerja.


"Aisyah ada di dalam."


Syifa sedikit membungkuk "Permisi nona."


Felisya mengangguk.


"Benar juga, Ini sudah pagi. Aisyah belum juga keluar. Apa yang sedang suami istri itu lakukan ya?"gumam gumam dalam hati sambil tersenyum senyum disana.


"Berhenti membayangkan yang tidak tidak."


Tarik Geo pada hidung Felisya.


"Aaauuu..."


"Geo kau selalu melakukan kekerasan pada ku."


Menyentuh hidung mancung nya yang memerah.


"Oh..ya?"


"Kau sudah mandi?"


Menyentuh ujung rambut Felisya yang baru Ia keringkan dengan hair dryer.


"Eh...?."


Felisya terkesiap.


"Mengapa setiap sentuhan mu selalu membuatku berdebar?"


Batin Felisya.


"Kau mau kemana?"

__ADS_1


Felisya melihat Geo dengan stelan jas dan rambut yang sedikit basah dan begitu rapih.


"Dan sial nya kau semakin tampan."


Gumam gumam dalam hati.


"Glek."


Menelan silva.


"Ke kantor."


Felisya membelalak ketika Geo membisikan kata itu di telinga.


"Ke kantor saja, mengapa harus berbisik?"


"Kau yang mengatakan aku melakukan kekerasan bukan? "


"Kau sulit sekali diajak bicara."


Felisya memajukan bibir nya.


"Ini tuan Geo."


Pelayan resto meletak kan beberapa potong kue beserta dua cangkir minuman hangat disana.


Geo pun duduk disana meraih secangkir minuman hangan melesap nya disana.


"Kau hanya akan berdiri di situ?."


Berbicara tanpa menoleh.


Felisya kemudian duduk di hadapan Geo.


"Aku memakan kue mu, malam tadi."


Berkata sambil menyodorkan garpu menyuapkan kue kedalam mulut Felisya.


Felisya memakan nya."Terimakasih. "


Senyum mengembang disana.


Geo hanya diam tak bergeming.


Kembali menyuapkan kue itu kedalam mulut Felisya.


"Hanya seperti ini saja sudah membuatku sangat senang." Gumam Felisya.


"Selesaikan sarapan mu. Aku mau kekantor."


Geo bangun dari duduk nya berlalu dari sana.


Felisya mengikuti Geo mengantar nya sampai di depan resto.


Felisya menatap punggung tegap dihadapan nya.


"Aku tidak pernah mengerti perasaan ku. Apalagi tentang dirimu. Namun untuk kali ini mengapa aku sungguh tidak ingin jauh dari mu."


Batin Felisya.


"Kau memikirkan sesuatu?"


Geo meninggikan alis nya.


"Tidak. um...."


Berfikir sejenak.


"Hati hati Geo."


Lirih nya dengan wajah Felisya memerah.


Geo masuk kedalam mobil dengan senyum samar terlihat disana tanpa Felisya sadari. Mobil keluar dari area resto dengan Felisya masih berdiri melambai pada Geo yang berlalu disana.


"Eh.. bukan nya perusahaan Farel ada di seberang sana."


Felisya membulat kan mata melihat gedung tinggi yang berada di seberang jalan itu.


"Dasar Geo!. Kesana saja harus pakai mobil. lalu untuk apa aku harus mengantarmu sampai disini."


Felisya menggerutu sambil masuk kedalan resto menghabis kan sarapan nya kemudian.


-


-

__ADS_1


Next


__ADS_2