Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 53


__ADS_3

Sudah menjadi kebiasaan Felisya terbangun di sepertiga malam melaksanakan shalat sunah dua raka'at kemudian membaca Ayat suci hingga menunggu waktu subuh.


Hidup sederhana di desa dibawah asuhan bu Inah bersama Aisyah menjadikan Felisya wanita yang berpendirian teguh.Tidak terpengaruh oleh bebas nya pergaulan.Apalagi Ia tinggal Negara lain di kota London.


Felisya belum berhijab karena ada alasan tertentu hanya dia yang tahu.Felisya telah selesai melaksanakan Ibadah untuk mengingat dan memohon ampun pada Allah Tuhan Seluruh Alam.


Tidak lupa berdo'a untuk memohon diberikan titik terang dari usaha nya mencari kebenaran dan bukti tewas nya Farel.


Felisya menuju kamar mandi melepaskan piyama nya,berdiri di bawah shower yang terus mengguyur tubuh nya,pancaran air hangat yang mengenai kepala nya seperti merelaksasi otak nya agar berfikir lebih jernih.Tidak lama Felisya pun selesai dengan aktifitas nya.


Felisya meraih ponsel duduk di tepi ranjang dengan mengenakan bathrobe.Felisya mengabaikan panggilan dari Aisyah sejak kemarin.Begitu banyak pesan yang masuk disana.


Felisya membalas pesan dari Aisyah.


"Maaf mengabaikan mu.BerDo'alah agar kami yang disini bisa segera menyelesaikan nya."


"Kau tidak perlu khawatir sekertaris Almarhum papa selalu mengurus ku dengan baik."


"Jangan lupa makan dan selalu beristighfar.Hehe"


Felisya menjiplak kata kata Aisyah yang selalu Aisyah ucapkan lewat pesan untuk Felisya ketika di London. mengirim emoji yang imut untuk Aisyah, berharap Aisyah tersenyum disana.


Felisya memoles wajah nya,meraih pakaian dan mengenakan nya


"Sempurna"


ujar Felisya menatap bayangan dirinya di cermin.


Meraih ransel kemudian keluar dari hotel.


"Hah?!..Shit."


Felisya mengumpat seketika berpaling dari sana.


Tanpa sengaja melihat Rangga yang berciuman dengan wanita sexy di depan kamar hotel tempat nya menginap.


Walaupun bukan hal baru,Felisya sering melihat itu di negara lain." tapi seharusnya tidak di negara ini."kesal nya.


Felisya,Rangga dan Geo memang menginap di hotel yang sama sesuai rekomendasi Geo agar mudah untuk bertemu.


"Aku akan menemui mu lagi nanti malam"


Terdengar suara dari wanita sexy itu dengan lembut.


"Aku akan menyambut mu."


ucap Rangga.Cup......


mereka menautkan bibir lagi seperti enggan berpisah.


"Sampai jumpa baby.." Rangga melambaikan tangan pada kekasih nya yang berlalu dari sana menuju lift dan masuk ke dalam.


Rangga mengeryitkan dahi melirik Felisya yang berdiri mematung.


"Kau mengintip ku???"


"Eh.." Felisya menoleh.


"Ya??"


"Ya,Kau?!Kenapa menguntit ku?!."

__ADS_1


"Hah..Aku tidak menguntit mu pak polisi,hanya tidak sengaja melihat mu?!Aku mau turun ke bawah." Menunjuk lift yang tidak jauh dari tempat Rangga berdiri.


"Nama ku Rangga."


tegas nya.


"Aku Felisya,senang bertemu dengan mu Pak polisi,Hahaha ternyata lucu pacar sendiri dikatakan BABI."


Berbasa basi sambil berlalu menuju lift menekan tombol dan masuk ke dalam sana.


"What?!Apa yang kau katakan??"


Felisya menaikkan dua jari tanda bersahabat dan meminta maaf.


"Tunggu..?! Nama nya Rangga??? Apakan dia Rangga..Kak Rangga yang dulu?.."gumam Felisya dalam hati.


" Kau sudah siap?"


Felisya terkesiap melihat Geo yang tiba tiba berdiri di samping nya.


Felisya mengangguk."Iya."


"Kita pergi dengan helicopter."


"Baik" Felisya mengangguk lagi.


Helicopter mendarat di lapangan yang tidak jauh dari hotel menjemput Felisya dan Geo.


Geo naik ke helicopter lebih dulu kemudian mengulurkan tangan dari sana "Kau Siap??" Felisya menyambut tangan Geo yang kemudian meraih nya."YA!"


"Terimakasih Geo."


Senyum tulus Felisya pada nya sambil duduk di sebelah Geo.


"Rendahkan helicopter nya!."


"Kita mendarat di sana." tunjuk Felisya berdiri mengeluarkan kepalanya dengan tangan satu berpegangan.


"Apa yang kau lakukan?!itu berbahaya!."


"Tidak apa Geo,Kau lihat?!."


Rambut Felisya tertiup angin yang begitu kencang, dengan senyum di wajah nya terlihat begitu


Helicopter mendarat sesuai perintah Felisya,tidak jauh dari tempat kejadian.


"Ayo cepat Geo?!"


Felisya turun lebih dahulu dari helicopter melesat menuju atas tebing memasang alat pengaman menuruni tebing itu dengan tali.


Geo melakukan hal yang sama ketika Felisya telah sampai di dalam jurang.


Felisya mengenakan handscoon memeriksa apapun yang mungkin bisa ditemukan disana.


Tim ahli Forensik telah tiba sesuai yang dikatakan Felisya semalam.Geo juga mengerahkan orang orang nya untuk mecari apapun yang berhubungan dengan Farel.


Hingga melacak siapa saja yang menghubungi bahkan mengirim pesan pada Farel.


Ponsel Geo berdering,nama Rangga tertulis di sana.Geo pun menjawab nya.


Geo membelalak setelah mendengar seseorang berbicara di sana.

__ADS_1


"Ada apa Geo??"


Geo mendekati Felisya."Hasil tes DNA nya tidak cocok,dugaan Aisyah benar.Farel tidak ada di dalam taxi."bisik Geo pada Felisya.


"Benar kah?.".. Felisya terbelalak mata nya berkaca kaca.


" Jangan senang dulu,kita belum tau Farel masih hidup atau tidak."


Geo menunjuk tebing yang sangat tinggi,mustahil jika melompat dari sana akan selamat.


"Lakukan terus penyelidikan kalian.Aku akan menunggu hasil nya." ujar Felisya melambai pada tim ahli Forensik menarik Geo dari sana."Laporkan apapun yang kalian dapatkan pada ku."


"Baik nona." ujar salah satu tim Forensik disana.


"Apa yang akan kau lakukan.??"


"Diam lah,kita menjauh dulu dari sini."


Geo mengikuti Felisya yang terus berjalan ke arah selatan meninggalkan tim yang sedang meneliti bangkai taxi disana.


Felisya menyandarkan tubuhnya di pohon yang besar.Membenturkan kepalanya disana.


" Jika begitu sepertinya Farel telah melompat sebelum mobil terbakar,artinya dia tidak langsung melompat dari atas tebing".Felisya menunjuk ke arah tebing yang sangat tinggi.


Felisya mengeluarkan ponselnya melakukan panggilan.


"Hallo sekertaris Rey, kerahkan orang orang mu untuk berjaga di sekitar bukit menangis.Aku tidak mau ada media yang meliput!! terus awasi ahli Forensik yang kau bawa,aku tidak mau mencium bau penghianatan?!!!!"


"Ikut lah dengan ku Geo."


Geo mengangguk.


"Cari tau siapa keluarga dari sopir taxi yang menjadi korban itu Geo."


"Sudah kulakuan?!."


Felisya melirik ke arah Geo. Geo menininggikan alis nya seolah bertanya "ada apa" tanpa bicara.


"Kita akan kesana meminta maaf,memberikan kombensasi yang pantas dan mengganti mobil nya dengan yang baru?! memberikan bae siswa untuk anak anak nya hingga sampai di perguruan tinggi." ujar Felisya.


Geo tertegun dengan ucapan Felisya yang bahkan Geo tidak sampai memikirkan anak anak dari sopir taxi.


"Kita akan kesana secepatnya Geo,cari tau alamat nya cepat..?!"


"Aku mengerti." Geo melanjutkan perjalanan.


"Hey..jangan tinggalkan aku??" Felisya tersadar jika Geo sudah menjauh.


"Awas Felisya, ada ular yang akan memakan mu."


"Sudah ku katakan..kau menakuti orang yang salah?!..GEO..TUNGGU....!!"


Pekik Felisya.


-


-


Terimakasih sudah mendukung Cinta Tulus Aisyah..


Mohon maaf banyak kesalahan dan tempo yang bertebaran..

__ADS_1


Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian..


TERIMAKASIH.


__ADS_2