Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 62


__ADS_3

Pagi ini Geo beranjak kekamar Farel.Sejak semalam tidak bisa memejam hingga pagi.


"Kau sudah bangun?"Geo membuka pintu kamar tempat Farel berada.


" Ada apa?"


Geo duduk melantai menyandarkan diri pada dinding yang terbuat dari kayu.


"Kau sudah tau siapa bajing*n yang berusaha mencelakai ku?" Farel memicingkan mata nya.


"Aziz..?!."


Geo menghela.


"Sebenci itu kah dia?"


Geo memberikan ponsel nya memperlihatkan foto foto tiga bersaudara Aziz,Khamed dan wanita yang pernah Ia kenal 7tahun yang lalu saat masih kuliah di london.


Farel terperangah."Kenyataan macam apa ini?"


"Aku menemukan nya di Mansion,beberapa waktu yang lalu sebelum kau kecelakaan aku mendatangi mansion itu."


Geo menghela.


"Maaf jika aku lengah."


"Jangan menyalahkan dirimu. Ini semua salah ku sendiri. Tidak mengabari mu sebelum nya"


"Mereka tiga bersaudara." Geo meninggikan alis nya."Wanita itu tewas bunuh diri." lirih Geo.


"Tentang itu aku juga dengar berita nya."


"Jadi kau tau jika dia mengandung anak mu???"


Geo meninggikan suara.


"What...?!"


"Aku tidak pernah tidur dengan wanita..!!" Pekik Farel."Ya..tentu selain istri ku Aisyah."


"Aku tau,tapi Aziz menganggap jika saudara perempuan nya tewas bunuh diri dalam keadaan mengandung anak mu!."


"Ya Tuhan..." Farel mengusap wajah nya kasar.


"Ku harap kau kembali ke Mesir secepat nya setelah kau pulih. Tidak menutup kemungkinan Aziz kembali mencelakai mu,jika Ia tau kau masih hidup."


"Geo..."


"Hm..."


"Mulailah memikirkan dirimu sendiri." ujar Farel menepuk bahu Geo.


"Perhatikan usia mu yang tidak muda lagi."


Geo hanya diam tak bergeming.Geo masih mengenakan arloji pemberian Aisyah waktu itu.


Geo memperhatikan arloji nya,mengulas senyum disana.


"Akan kupastikan dulu kau dan Aisyah bahagia."


ujar Geo sambil beranjak meninggalkan Farel yang masih berbaring disana.


"Geo pinjam ponsel mu?!.punyaku lowbatt"


Geo mengeluarkan ponsel membemberikan pada Felisya.

__ADS_1


Felisya meraih ponsel dari Geo sepersekian detik melesat menaiki bukit mencari sighnal untuk menghubungi seseorang.


"Siapkan helicopter,jemput Aisyah dan bawa dia Kemari!."


"Baik Nona." terdengar suara orang yang jauh disana.


"Juga siapkan untuk ku puluhan solar panels beserta lampu nya juga bla... bla... bla...Segera."


Felisya mematikan ponsel nya sambil melesat menuruni bukit.


Felisya berpapasan dengan anak anak yang akan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.


Menelusuri jalan setapak melawati hutan sekitar 10 Km.Itu adalah jalan terdekat untuk keluar dari perkampungan ini.


"Selamat pagi kakak"


sapa mereka.


"Selamat pagi,semangat ya.." Senyum Felisya sambil melambai pada mereka.


"Hai Felisya." sapa Naray yang hendak pergi mengajar bersama Jian istri nya juga dengan berjalan kaki.


"Kau akan langsung mengajar pak Guru?.tanya Felisya melihat pasangan pengantin baru yang baru semalam menikah sudah langsung pergi bekerja tidak mengambil cuti lebih dahulu.


" Mereka membutuhkan ku."


Felisya beramah tamah dengan Jian yang akan pergi bekerja di kantor pemerintahan di samarinda.Sedangkan Naray mengajar di Sekolah Dasar yang jarak nya 10 km dari sini.


Felisya meminta izin pada Naray untuk mendaratkan helicopter nya di lapangan sekolah tempat Narai mengajar. Tidak mungkin untuk mendaratkan helicopter di area perkampungan ini karena akan merusak atap atap rumah penduduk yang terbuat dari daun nipah yang telah kering.


"Hati hati.." Lambai Felisya pada mereka.


***


Helicopter mendarat di halaman belakang kediaman tuan Ramadhian. Para penghuni rumah terkesiap dengan ada nya helicopter mendarat disitu.Tidak ada pemberitahuan apapun sebelumnya,membuat mereka bertanya tanya ada apa.


Bodyguard mendekati Aisyah. "Nona, Nona Felisya memerintahkan saya untuk menjemput anda."


"Aku?"


Aisyah mengerutkan dahi.


"Tuan Farel telah ditemukan."


Seluruh penghuni rumah terperangah mendengar ucapan Bodyguard.


"Apa?Kau bilang apa tadi?" tanya Nyonya Ramadhian memastikan ucapan Bodyguard tadi.


"Anda tidak salah dengar Nyonya, Tuan Farel telah ditemukan dengan selamat,hanya memerlukan waktu untuk bisa pulih seperti sebelum nya dan saya ditugaskan untuk menjemput


Nona Aisyah segera."


"Alhamdulillah..." ucap Aisyah yang kemudian melakukan sujud syukur disana.Air mata nya tumpah seketika,perasaan haru dan bahagia berkali kali berucap syukur atas anugrah yang Allah berikan pada nya.


Netra Nyonya Ramadhian berkaca kaca,berucap syukur berkali kali memeluk suami nya kemudian memeluk Bu Inah dengan perasaan mengharu biru bercampur bahagia saat ini.


Sepersekian detik kemudian Aisyah melesat menuju kamar nya bersiap memasukan pakaian dan barang pribadi nya juga milik sang suami memasukan pada taravel bag disana.Secepat itu Aisyah bergegas melesat menuruni tangga menuju Bodyguard berada.


Aisyah berpamitan mencium punggung tangan Bu Inah juga kedua mertua nya.


"Aisyah pergi dulu bu,mom..Dad.."


"Kami akan segera menyusul"ujar tuan Ramadhian.


"Assalamu'alaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam"


"Mari Nona.." ujar Bodyguard pada Aisyah agar bergegas.


Aisyah mengangguk kemudian melesat menuju helicopter,melambai pada orang tua nya juga pelayan disana.


Helicopter mengudara menciptakan angin bergemuruh seolah ingin menerbangkan menghempas apapun yang ada disana.Suara gemuruh mengudara seiring meningginya helicopter disana.


Helicopter terus mengudara menuju pulau Kalimantan bagian timur jauh dari kota samarinda.Mendarat di lapangan depan sekolah dasar seketika anak anak berhamburan melihat helicopter yang mendarat disana.


Bodyguard dan Orang orang suruhan Sekertaris Rey telah menunggu disana.Sesuai perintah Felisya, Mereka membawa barang barang yang diinginkan Felisya.


Naray yang juga telah menunggu bersiap mengantarkan Aisyah beserta rombongan orang orang itu.


"Kau istri nya Farel kan?Perkenalkan Nama ku Naray.Aku yang akan mengantar mu."


"Nama ku Aisyah,maaf merepotkan mu."


Naray tampak bingung dengan orang orang yang bersama nya membawa kardus kardus besar,Juga ada yang memanggul karung karung seperti nya berat sekali.


"Naray, kau akan mengerti jika sudah sampai disana." tutur lembut Aisyah yang seolah mengerti apa yang Naray fikirkan.


Orang orang itu mengangkat Kardus kardus besar beserta karung karung melewati jalan setapak melewati hutan.


Rombongan melewati jalan setapak yang cukup melelahkan.


"Ini masih jauh,Apa kau masih sanggup?" tanya Naray pada Aisyah.


"Seberapa jauh dari sekolah ke desa?"


"10 km."


"Aku masih sanggup." Senyum Aisyah.


Perjalanan yang cukup melelahkan,sesekali rombongan beristirahat mengusap tetesan peluh dari dahi mereka.


Sampailah mereka di perkampungan


penduduk suku Dayak yang memang sengaja tinggal di dalam hutan karena mereka sangat mencintai alam.


Felisya yang telah menunggu Aisyah sejak tadi tampak gelisah karena Aisyah tidak kunjung menampak kan batang hidung nya.Mondar mandir gelisah dengan sesekali menggigit bibir bawah nya.


Netra Felisya menangkap sosok wanita cantik yang tidak asing lagi untuk nya Felisya berlari menghambur memeluk Aisyah.


Air mata Aisyah kembali terurai.


"Terimakasih.. "lirih nya sambil mengusap mata yang basah.


" Aku menepati janjiku bukan?...hik.."Felisya menghapus airmata nya.


Uma melihat drama pertemuan Aisyah dan Felisya dari rumah panggung disana.


Felisya menggenggam tangan Aisyah. Memperkenal kan nya pada Uma sang istri kepala suku yang menolong dan merawat Farel suami Aisyah.Aisyah mencium punggung tangan Uma,memeluk nya kemudian.


Felisya juga menyerahkan puluhan karung beras juga sembako secara simbolis untuk dibagi kan pada penduduk disana.


Felisya juga memohon izin untuk memasang Solar panels (Panel tenaga surya)agar Uma juga para penduduk bisa menikmati aliran listrik walaupun terbatas.


Uma mengharu mengucapkan terimakasih menggunakan bahasa daerah nya disana.Tentu saja Naray lah sang translator yang mengartikan bahasa Uma disana.


Felisya melepaskan liontin yang melingkar di lehernya memberikan pada Uma memasangkan liontin itu leher wanita tua yang sangat berkarisma.Uma,sang Istri dari kepala suku.


-


-

__ADS_1


Terimakasih telah membaca.. Terimakasih banyak untuk yang sudah VOTE..LIKE AND KOMEN..aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian...


__ADS_2