Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 44


__ADS_3

Pagi ini Tuan dan nyonya Ramadhian bersiap untuk kembali ke jakarta begitu juga dengan Kristian.Geo juga Felisya ikut serta bersama mereka.


"Hati hati mom." Aisyah memeluk nyonya Ramadhian.


"Kalian juga.Jaga Aisyah boy?!." balas tuan Ramadhian.


"Kau juga pergi?" tanya Aisyah pada Felisya yang keluar dari kamar menarik travel bag di tangan.


"Aku harus secepat nya kembali ke london." jawab Felisya berhambur memeluk Aisyah.


Felisya melepas pelukan nya kemudian mengusap perut Aisyah."Hai..?!apa kau tumbuh disana."tertawa kemudian segera menutup mulut dengan mata melirik ke kiri dan ke kanan.


Aisyah mengerti yang Felisya fikirkan,Ia menarik telinga Felisya agar sadar dari bayangan nya. "Aauu..Sakit Aku hanya bercanda.Hentikan?!."


Aisyah melepaskan tangan nya.Bu Inah hanya menggeleng."Felisya berangkat bu."ucap Felisya sambil mencium punggung tangan Bu Inah diikuti Kris dan Geo.


"Hati hati nak." balas nya.


Mereka beramah tamah sebelum berpisah.Entah adat atau kebiasaan wanita yang selalu ber drama menangis jika berpisah setelah bertemu, drama itu pun muncul di sana.


Geo mendekati Farel dan Aisyah.Mengulas senyum pada mereka,menepuk bahu Farel tanpa sepatah katapun.


"Terimakasih." ucap Farel.


Sopir menjemput tuan dan nyonya Ramadhian juga Kris.Sedangkan Geo dan Felisya dengan mobil yang berbeda.


Mobil melaju meninggalkan rumah Aisyah.Felisya menurunkan kaca dan melambai disana.


"Kau bersaudara tapi sangat tidak mirip." ucap Geo memecah keheningan."Aku melihatnya,Foto foto masa kecil mu dan Aisyah di dinding lorong itu."


Felisya tidak menjawab namun balik bertanya"Sejak kapan kau penasaran dengan ku Geo? "


"Sama sekali Tidak?!" balas nya


"Kami bukan saudara kandung." lirih Felisya.


Geo mengangguk,tidak lagi membahas apapun disana hingga sampai di airport.Pesawat pribadi milik keluarga Ramadhian telah siap untuk lepas landas barang bawaan pun telah tersimpan di bagasi.Kelima penumpang telah duduk didalan juga dua pramugari yang menyapa dengan ramah.


Armada besi menerbangkan mereka sampai di jakarta.Tuan dan Nyonya Ramadhian juga Kris berpisah dengan Geo dan Felisya yang akan ke luar negeri.


"Sampa jumpa lagi sayang." nyonya Ramadhian melambaikan tangan juga suami nya yang tersenyum pada Felisya.


"Ku serahkan semua pada mu Geo." ujar tuan Ramadhian.


"Baik." Geo sedikit membungkuk menghormati bos besar nya.


"Sampai jumpa." ujar Kris sambil menepuk bahu Geo.


Bodyguard bersama seorang sopir menjemput bos mereka.Felisya melambai pada nyonya Ramadhian, wanita ramah dan sangat menyenangkan itu.


Tersisa Felisya dan Geo disana."Sepertinya kita juga harus berpisah.Jaga dirimu"ujar Geo.


Geo akan kembali ke Kairo sedangkan Felisya ke London untuk menyelesaikan pendidikan S3 nya disana.


Felisya mengangguk. "Senang bertemu dengan mu Geo,Kau teman yang baik." pungkas nya.


"Terimakasih." lirih Geo.

__ADS_1


"Untuk?" Felisya tidak mengerti.


Geo tidak menjawab.Ia menyentuh kepala Felisya


Kemudian berlalu sambil berucap "Gadis bubur"


Geo berlalu meninggalkan Felisya disana.Sedikit menarik ujung bibir nya samar.


Felisya memegang kepala nya yang baru saja disentuh Geo sambil menatap punggung dia yang terus berlalu di sana.Felisya mengulas senyum.


"Hati hati Geo..?!" Felisya berteriak pada pria yang terus menjauh menuju pesawat pribadi disana. Ya..tentu saja pesawat pribadi itu akan membawa Geo ke Kairo.


Geo mengulas senyum samar terus berlalu tanpa menoleh kebelakang.


Armada besi menerbangkan Geo menuju Kairo.


Sedangkan Felisya menuju London.


***


Di tempat lain.


Assalamu'alaikum.seseorang mengetuk pintu rumah Aisyah.


"Wa'alaikumsalam." jawab bu Inah.


Seorang utusan dari pak wali kota mengantar surat undangan untuk Aisyah.Tidak lama utusan itu berpamitan.


"Siapa itu bu?" tanya Aisyah.


"Surat undangan untuk mu." jawab Bu Inah.


"Undangan untuk mengisi tausiah di acara syukuran pak wali kota besok malam." ucap Aisyah pada Ibu nya.


"Hadiri lah nak,Minta lah pada nak Farel untuk mengantar mu."


"Baik bu.Aisyah permisi dulu." Ucap Aisyah kemudian menuju kamar nya meletakkan undangan itu di meja.


Aisyah menuju kamar mandi membersihkan diri kemudian melaksanakan shalat dzuhur dan membaca Al-Qur'an.Sedangkan Farel shalat dzuhur berjama'ah di masjid.


"Assalamualaikum." Farel membuka pintu kamar.


"Wa'alaikumsalam." Aisyah meletak kan Al-Qur'an


di lemari.Mengulas senyum manis nya pada suami.


"Kau cantik sekali sayang." Bisik Farel pada Istri nya.Farel meraih undangan di meja dan membaca itu.


"Pergi lah,aku akan mengantar mu." ujar nya.


"Kau mengizin kan?" Antusias Aisyah.


Farel mengangguk sambil mendekat pada istri nya kemudian mencium tangan lembut Aisyah.


"Aku mencintai mu karena Allah."ucap Farel


Aisyah mencubit hidung Farel " Terimakasih."lirih nya.

__ADS_1


Farel mengangkat tubuh Aisyah, "Turunkan aku kak Farel,kau ini berlebihan." Aisyah melingkarkan tangan nya pada leher sang suami.


Farel membaringkan Aisyah di ranjang."Kau mau lagi?"bisik Farel pada telinga Aisyah.


"Tidak?!."Aisyah menggeleng.


" Sungguh..?"Farel menggoda.


"Hentikan kak Farel,aku sangat malu." Aisyah bersemu."Aku lelah,bukan kah kita baru melakukan nya."Aisyah mencubit pinggang sang suami.


"Kapan kita kerumah mommy?"tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan sambil menggeserkan tubuh nya sedikit menjarak dari farel.


"Setelah kau mengisi tausiah di sana." ujar Farel sambil mengecup dahi istri nya.


"Apa masih terasa sakit di bawah sana?" Bisik Farel.Aisyah mengangguk malu.


"Maafkan aku." ucap Farel.


Aisyah menggeleng"Kau tidak perlu meminta maaf.Itu kewajiban ku."jawab nya.


"Tidak seharusnya aku memaksa mu." lirih nya.


"Tidak ada yang memaksa atau terpaksa.Aku juga menginginkan nya sama seperti mu." lirih Aisyah menutup wajah nya yang memerah dengan tangan."Kenapa aku bicara begitu?"Aisyah mengutuki dirinya sendiri.


Farel mengulas senyum"Kau lebih berani dari yang ku bayangkan."Bisik nya menggoda Aisyah.


Aisyah memukul dada suami nya namun tidak sakit.


Farel meraih Aisyah ke dalam dekapan nya.


"Terus lah bersamaku,menemani ku hingga ahir hayat." ucap nya.


\*\*\*


Di dalam pesawat,Geo meraih remote televisi. Melihat lihat beberapa chanel disana.Tidak ada yang menarik.


Geo merebahkan diri di sofa.Seorang pramugari mendekati nya."Ada yang bisa saya bantu tuan."


tanya pramugari dengan ramah.


"Tidak ada.Pergilah jangan mengganggu ku."


"Astaga?!,Ketus sekali pria ini!!" gumam pramugari dalam hati.


Pramugari itu berlalu dari sana dengan raut wajah yang cukup kesal.Menghentak kan kaki mengumpat entah dengan bahasa apa.


Geo tidak peduli akan hal itu.


Ia lebih memilih memejamkan mata disana.


Armada besi terus terbang melewati beberapa negara hingga sampai di kota tujuan.Kairo Mesir.


-


-


vote..vote..

__ADS_1


Mohon dukungan nya kawan..terimakasih sudah membaca.


__ADS_2