Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 83


__ADS_3

Paris.


Armada besi telah mendarat sempurna. Farel menggenggam tangan lembut istri nya menuruni tangga.


Aisyah memandang wajah tampan disamping nya merasa penuh dengan rasa syukur pada Tuhan Sang Pencipta.


Mobil limousine telah menunggu dengan sopir sedikit membungkuk menghormati.


"Bienvenue M. Farel et aussi Mlle Aisyah"


("Selamat datang tuan Farel dan juga nona Aisyah.")


Kemudian membukakan pintu limousine disana.



Aisyah masuk kedalam diikuti Farel kemudian.


Limousine pun melaju dengan kecepatan.


"Kak Farel."


Aisyah menyandarkan kepala nya pada bahu Farel yang duduk disamping nya.


"Kau sejak tadi memperhatikan ku."


Membindahkan tangan nya pada pinggang Aisyah.


"Terimakasih."


Aisyah mengulas senyum menoleh pada Farel disamping nya.


"Maaf sedikit terlambat. Seharus nya kita lakukan sejak baru menikah."


Menyentuhkan kepala nya pada Aisyah yang bersandar di bahu nya.


"Kak Farel tidak perlu meminta maaf. Kau tau?"


Aisyah memperbaiki posisinya.


"Ya?"


"Aku sangat bahagia kak Farel mau menginap di resto kemarin. Padahal kamar nya mungkin sangat berbeda dengan apartement mu."


"Kau ini bicara apa?"


Farel mencubit hidung Aisyah.


"Aku ini mencintai mu. lagi pula kamar mu tidak buruk. Aku menyukai nya."


"Kita berhenti sebentar. Tempat itu indah di sore hari."


Farel menunjuk kaca limousine yang memperlihatkan pemandangan sekitar.


"Kak Farel, aku ingin segera sampai di hotel. Kesana nya lain waktu saja ya?."


Aisyah terlihat enggan.


"Baik lah."


Mobil terus melaju hingga sampai di depan hotel.


"Silahkan tuan."


Sopir membukakan pintu.


"Terimakasih."


"Segera hubungi saya jika anda ingin pergi ke mana pun."


ujar nya ramah.


Farel menggenggam Aisyah masuk kedalam hotel dengan fasilitas Vvip tentu nya.


Kedatangan Farel dan Aisyah disambut istimewa disana.


"Selamat datang Tuan Farel Ramdhian dan juga Nona Aisyah."


Farel bersama Aisyah menyapa dengan ramah kemudian menaiki lift khusus disana.


"Kak Farel, sepertinya kau diperlakukan istimewa disini."

__ADS_1


"Pemilik hotel ini adalah rekan ku. Juga teman kuliah ketika di london."


"O..Pantas saja."


Aisyah mengangguk.


Pintu kamar hotel terbuka.


Aisyah terpana melihat interior disana.


"Kau suka?."


Aisyah mengangguk.


"Kak Farel, kita bisa melihat menara Eiffel dari san



Farel menutup pintu seketika setelah pelayan membawa kan barang barang nya menuju dalam kamar.


Farel menghampiri istri nya yang berada di balkon memandang pemandangan kota yang indah disertai menara Eiffel disana memperindah kota itu.


" Aku mencintai mu."


Peluk Farel dari belakang Aisyah.


Seketika Aisyah berbalik.


"Aku juga."


Tersenyum malu malu.


Farel mendekatkan wajah nya pada Aisyah. Menautkan bibir nya disana. Bibir bertaut lama hingga Farel memindahkan tangan nya pada pinggang Aisyah. Sedangkan Aisyah mengalungkan kedua tangan nya di leher.


Farel melepaskan tautan nya meraih Aisyah menggendong nya.


"Kak Farel."


Aisyah bersemu.


Farel membawa Aisyah masuk ke kamar kemudian perlahan membuka pintu kamar mandi.


Farel menurunkan Aisyah perlahan.


"Kita mandi bersama."


Farel terkesiap dengan ucapan Aisyah.


"Kau mulai berani sayang."


Bisik Farel.


Aisyah mengalungkan tangan nya pada leher Farel menautkan bibir kemudian.


Aisyah benar benar ingin memimpin kali ini.


Tangan Aisyah beralih melepaskan jas Farel kemudian melepaskan kancing kemeja satu per satu.


Dada kekar terekspose sempurna kemudian Aisyah melepaskan tautan bibir nya.


Air dari shower membasahi tubuh kekar disana kemudian Farel melepaskah hijab pasmina Aisyah yang basah. Kemudian kembali menautkan bibir disana.


Tangan Farel mulai melepas satu persatu kain yang menutupi tub*h mulus Aisyah hingga terekspose sempurna.


Lid*h Farel mulai berpindah pada telinga turun ke leher mu..lus disana menciptaka beberapa tanda tanda disana.


Tangan kanan Farel meraih sabun cair menggo...sok lembut tu..buh Aisyah, me..re..mas pada bagian gun..du..kan besar terawat disana.


"Kak Farel."


Li..dah Farel menyesap pada gun..du..kan itu dengan tangan kiri bermain di sebelah nya.


Guyuran air yang terus membasahi kedua nya membuat mereka semakin menik..ma..ti aktifitas disana.


"Kak Farel."


Aisyah berkali kali menyebut nama nya dengan de..sah..an terdengar indah di telinga Farel.


"No.."


Tangan kanan Farel mulai menjelajah me..ma..suki inti disana bermain main membuat Aisyah me..re..mas rambut Farel disana.

__ADS_1


Entah sejak kapan Farel sudah polos dengan pakaian ke dua nya telah tergeletak di lantai.


Farel meng..him..pit Aisyah pada dinding kaca tebal yang menjadi sekat disana. Farel mulai membelah membenam kan milik nya perlahan.


"Aaa...hhhh."


Ahirnya terbenam lah sempurna milik Farel yang memang sudah sejak tadi mero...nta me..ne..gang.


Farel me..mom..pa dengan ritme lembut bergerak me..nik..mati keha..nga..tan disana.


De..sa..han kedua nya terdengar tidah lagi beraturan. Tangan Farel me..re..mas gun..du..kan itu sedangkan tangan kanan nya me..na..han Aisyah.


Farel terus me..mom..pa hingga Aisyah pun meledah disana.


Farel kembali menautkan bibir nya kemudian membawa Aisyah masuk kedalam bathup.


Farel kembali membe..nam kan milik nya.


Me..mom..pa hingga tumpah lah air yang ada di dalam bathup menciprat membasahi lantai.


Aisyah kembali meledak disana diikuti Farel pun ahir nya meledak bersama.


Nafas kedua nya ter engah engah


kemudian menautkan bibir nya lagi dan lagi.


Aisyah dan Farel saling me..me..luk erat dengang milik Farel masih terbenam disana.


"I love you."


Berkata dengan masih terengah engah.


"Love you too."


Menautkan bibir lagi dengan Farel menekan ping..gul.. nya memperdalam milik nya di bawah sana.


"Sepertinya aku ingin lagi."


Farel tersenyum memperlihatkan giginya.


"Kak Farel."


Aisyah bersemu kemudian mencubit hidung Farel namun tidak sakit.


Farel pun melepaskan milik nya yang kembali me..ne..gang. meraih Aisyah membawa nya menuju ranjang pun ahir nya mengulang melakukan aktifitas itu di atas ran..jang.


Rin..ti..ha... dan de..sa..han kembali terdengar di salah satu kamar hotel di kota Paris tepat nya di negara Perancis itu.


***


"Jangan katakan kau ingin melakukan nya lagi."


Ujar Farel sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.


"Aku?"


"No!."


Aisyah menutupi tu..buh nya dibawah selimut.


"Cepat bersiap."


Farel meraih selimut nya melempar sembarangan.


"Bagaimana jika aku yang memaksamu."


Melompat menai..ki ranjang kemudian melemparkan handuk sembarangan.


"What????"


"Kenapa bisa bisa nya me..ne..gang lagi!!."


Teriak Aisyah dalam hati.


-


-


Maaf ya kawan.. Episode honeymoon Aisyah dan Farel sedikit mengo..to..ri otak kita semua.....


wkwkwk...

__ADS_1


Terimakasih telah mendukung Cinta tulus Aisyah.


Mohon beri like dan komentar nya ya..


__ADS_2