
Kairo,MESIR.
Bodyguard menjemput Geo yang baru saja keluar dari pesawat.Geo menuruni tangga dengan gaya cool khas nya disambut bodyguard dan sopir disana.Diikuti dua pramugari cantik di belakang nya.
"Selamat datang tuan."Bodyguard dan sopir sedikit membungkuk menyambut kedatangan Geo.
" Silahkan tuan."Bodyguard membuka pintu mobil.
Geo masuk ke dalam mobil di ikuti sopir dan Bodyguard di samping kemudi.
" Antarkan aku ke kantor."ucap Geo datar.
"Apakah tidak sebaiknya anda beristirahat di apartement dulu tuan,anda pasti lelah?"tanya Bodyguard.
Namun tidak ada jawaban dari lawan bicara, artinya ucapan Geo tidak ingin di bantah.
" Baik,tuan"Bodyguard melirik pengemudi di sebelah nya.Pengemudi mengangguk kemudian menginjak pedal gas melaju meninggalkan tempat itu.
"Diam dan jangan banyak bertanya"itu kata kata yang selalu diingat saat bekerja dengan tuan Geo.
Gumam sopir dalam hati.
"Dua pramugari tadi sangat cantik tuan." ujar Bodyguard mencairkan suasana sambil melirik ke arah Geo.
"Tutup mulut mu!!!" Geo meninggikan suara nya.
"Hahaha..Astaga tuan.Baik lah..maaf..maaf.."
ujar nya.Bodyguard itu telah lama bekerja dengan Geo menggantikan ayah nya sehingga jauh lebih berani.
Suasana hening di dalam mobil hingga sampai di tempat tujuan.Bodyguard membuka pintu mobil mempersilahkan bos nya keluar dari sana.
Geo memasuki gedung kantor disambut security yang sedikit membungkuk"Selamat datang tuan."
ucap nya.
Geo mengangguk tanpa bicara berlalu menuju lift khusus yang diikuti Bodyguard di belakang nya.
Security tertegun dengan heran sambil memandang pria yang berlalu disana.Ini pertama kali nya Geo mengangguk ketika disapa.Biasa nya acuh tanpa ekspresi.
Geo keluar dari lift memasuki ruangan nya.
"Silahkan tuan."Bodyguard membukakan pintu.
Geo masuk kemudian duduk di kursi kebanggaan nya.Geo menghela " Berikan laporan mu?"ucap Geo pada pria di depan nya.
"Semua nya tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Aziz tidak ada pergerakan dari sana.Hanya saja.."
Bodyguard menggantungkan kalimat nya.
"Nyonya menghawatirkan anda,tuan." ujar nya.
"Sudah lama aku tidak berkunjung kesana atau sekedar memberi kabar.Ibu ku baik baik saja,
tidak perlu dikhawatirkan."
__ADS_1
"Seperti nya nyonya merindukan anda,tuan." lirih Bodyguard menarik kursi dan duduk disana tanpa di perintah."Nyonya tidak membutuhkan uang dari anda.Datang lah kesana tuan"Menatap wajah Geo yang selalu berubah saat membicarakan tentang ibu nya.
"Apa dia tidak menanyakan apapun?" tanya Geo.
"Nyonya ingin anda mulai memikirkan masa depan anda tuan.
Tidak..tidak..ini bukan tentang karir atau semacam nya,tapi tentang wanita."Bodyguard diam sejenak.
" Mulailah membuka hati anda tuan."lirih Bodyguard sambil bangun dari duduk menarik handle pintu"Saya permisi tuan."
Bodyguard berlalu meninggalkan Geo.
"Huuh.." Geo menarik nafas nya berat.Geo masih belum bisa menghapus nama Aisyah dari hati nya.
Tok..tok..
Suara itu membuyarkan lamunan.
"Masuk" ujar Geo.
"Ini pekerjaan mu Geo." Almora datang membawa setumpuk kertas,meletakkan di meja kerja nya.
"Sepertinya aku bermalam disini." Geo melihat setumpuk map di hadapan nya.
"Selamat bekerja Geo?!" Almoora mengherdikan bahu ingin berlalu dari sana.
"Kau mau kemana?"
"Tentu berkencan dengan pacarku Geo,tidak seperti mu!" ujar Almoora dengan nada mengejek.
"Secepat itu kau melupakan Kris?" Geo memicingkan mata nya.
\*\*\*
Aisyah bersiap untuk menghadiri undangan dari pak wali kota.Farel mengantar Aisyah untuk pergi ke sana yang sebelum nya telah berpamitan pada bu Inah.
Mobil sport milik Farel melaju meninggalkan rumah,butuh waktu satu jam untuk sampai di kediaman wali kota solo.
Para tamu undangan hadir disana membaca Do'a bersama juga melantunkan Ayat suci disana.
Tiba saat nya panitia memperkenal kan nama Aisyah beserta gelar nya juga prestasi nya disana sebagai contoh wanita kebanggaan kota itu.
Aisyah menaiki panggung memberikan tausiah disana.Juga acara sesi tanya jawab dengan tamu yang hadir.
Aisyah menjawab setiap pertanyaan dengan menyenangkan yang tentu saja sesuai Al-Qur'an dan hadist nabi.
Acara itu disiarkan live di stasiun Tv swasta juga sosial media.Secepat itu nama Aisyah menjadi populer,banyak komentar positif membanjiri sosial media juga kekaguman dan penasaran dengan sosok Aisyah.
Acara selesai Aisyah dan para tamu undangan berpamitan beramah tamah disana.Para tamu yang berprofesi sebagai pejabat dan pengusaha sangat mengenal Farel,putra dari tuan Ramadhian salah satu pengusaha terkaya di negara ini.
Farel menggenggam tangan Aisyah menuju parkiran.Banyak wartawan yang ingin mewawancarai Aisyah dan Farel namun Aisyah menolak dengan lembut.
Farel membukakan pintu mobil untuk Aisyah.
"Masuklah sayang."
"Terimakasih" senyum manis Aisyah pada suami nya.
__ADS_1
Mobil melaju menembus indah nya kota solo di malam hari.Aisyah dan Farel singgah di salah satu masjid di kota itu untuk melaksanakan shalat isya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan sampailan ditempat yang remang remang dan sangat sepi.Dua wanita berpakaian sangat terbuka memperlihatkan belahan dada dan paha nya yang mengundang shahwat para lelaki melambai lambai menyetop mobil para lelaki hidung belang di pinggir jalan.
"Berhenti disini kak Farel." ujar Aisyah.
"Untuk apa sayang?" Farel sepertinya enggan menuruti kemausn Aisyah.
Aisyah tersenyum lalu mengangguk.Seolah mendapatkan maghnet dari senyuman Aisyah. Farel pun menuruti permintaan nya.
Mobil menepi,Aisyah mengeluarkan amplop yang diberikan panitia mengeluarkan uang dan membagi dua bagian.
Aisyah keluar dari mobil menuju dua wanita disana."Assalamu'alaikum"ujar Aisyah.
"Wa'alaikumsalam." jawab mereka menatap Aisyah dengan tidak suka."Pasti wanita ini akan menceramahi kami."Gumam wanita itu.
Aisyah memberikan dua amplop pada wanita itu
"Terimalah,ini rizki dari Allah." ucap Aisyah lembut.
Wanita itu saling berpandangan"Maaf nona kami tidak pantas menerima nya."
Aisyah memeluk salah satu wanita itu,"terimalah"
ujar nya.
"Terimakasih nona." ucap wanita itu sambil mengusap bulir bening lolos dari mata nya.
Dua wanita itu terharu menerima amplop dari Aisyah.Malam sudah selarut ini namun wanita itu belum juga mendapatkan pria yang mengajak nya.
Aisyah memberikan kartu nama."Jika kalian membutuhkan sesuatu,silshkan hubungi saya."
ujar Aisyah dengan tulus.
Aisyah melambaikan tangan nya sambil masuk kedalam mobil dan mengucap salam.
Para wanita itu menjawab salam melambai pada Aisyah.
"Kau bersedekah pada mereka?" tanya Farel.
"Itu bukan uang ku.Aku hanya menjadi perantara untuk mereka agar anak dan keluarga nya menikmati rizki yang halal." ucap Aisyah dengan lembut.
"Aku bangga pada mu sayang." Farel mengecup dahi Aisyah.
"Aku belajar ini dari Felisya." Aisyah menatap kedepan."Dia seperti pahlawan bagi kami."
"Kami?" tanya Farel tidak mengerti.
"Aku,Ibu juga Desi.tidak terkecuali untuk orang orang disekitar nya."
Farel mengangguk,melajukan mobil nya melewati jalanan sepi menuju desa,tempat tinggal Aisyah.
-
-
Like..like..like...
__ADS_1
Terimakasih kawan sudah membaca..