
Kairo Mesir.
"Sayang, Maaf sering mengabaikan mu."
Berbicara sambil mengenakan dasi pada suami nya.
"Aisyah. Aku tidak merasa di abaikan. Apa kau tidak kesulitan mengurus Fasya sendirian?."
Farel membenturkan dahi nya pada dahi Aisyah.
"Tidak. Aku sangat menikmati. Lagi pula, pelayan yang Mommy kirim kemari sangatlah membantu."
Aisyah mengecup bibir Farel.
"Terimakasih."
"Aku mencintai mu."
"Kau sudah berani sekarang."
Mencubit hidung Aisyah.
"Aku berangkat dulu."
Aisyah menyalami suami nya, mencium punggung tangan nya disana.
Farel mengecup dahi Aisyah dan Fasya yang masih terlelap di dalam ranjang bayi.
"Kak Farel."
"Ya?."
"Ini tentang Geo dan Felisya. Ibu bilang sudah hampir dua bulan Geo tidak datang mengunjungi Felisya."
lirih Aisyah.
Farel kemudian berbalik dan duduk di sofa.
"Geo sangat sibuk. Aku sudah memerintahkan dia untuk pulang ke Jakarta namun Geo memiliki alasan lain."
"Sumpah setia Geo pada keluarga ku, malah menyakiti diri dan istri nya."
Farel menarik nafas panjang.
"Kak Farel. Maaf kan aku. Seharusnya aku tidak ikut campur. Tapi percayalah Felisya itu bisa memahami Geo. Sama hal nya Aku memahami Felisya."
Mengusap bahu Farel suami nya.
"Mungkin Ibu terlalu berlebihan mencemaskan Felisya."
"Kau bisa memberinya hadiah paket honeymoon seperti yang dia lakukan pada mu."
"Tidak. Dia tidak ingin kan itu."
Aisyah duduk di samping Farel.
"Oh Ya?."
Farel meninggikan alis nya.
Aisyah mengangguk.
"Berdua bersama Geo sambil duduk di balkon melihat bintang dan menikmati secangkir capucino saja sudah membuat nya bahagia."
Lirih Aisyah.
"Sesederhana itu?."
Farel berkerut dahi.
"Itulah Felisya."
Farel keluar dari gedung apartement milik nya. Hanya ada satu pintu disana. Diatas lantai gedung tertinggi sengaja Ia tempati bersama sang Istri.
Farel keluar dari apartement akan menuju ke menuju kantor telah menunggu sopir di bawah sana.
***
Jakarta.
Perbedaan waktu antara Kairo dan Jakarta cukup lama.
Felisya menutup layar lipat nya. Pekerjaan hari ini telah selesai.
Felisya membuka layar ponsel nya.
Berharap ada balasan dari pesan yang Ia kirim untuk Geo suami nya.
Tidak ada.
__ADS_1
"Silahkan nona."
Bram membuyarkan lamunan.
Bram mengerti yang Felisya rasakan. Sudah hampir dua bulan Geo tidak kembali.
Sudah satu minggu Geo sedikitpun tidak membalas pesan dari Felisya.
Biasanya Geo pulang ketika ahir bulan. Walaupun hanya satu malam berada di rumah dan esok nya pergi lagi. Itu sudah membuat Felisya sangat senang.
Felisya hanya diam sejak tadi. Bahkan biasanya mengajak Bram berbicara ketika di dalam lift. Sekarang tidak lagi.
"Silahkan nona."
Bram membuka pintu mobil untuk Felisya.
Felisya masih diam tanpa ekspresi. Tidak seperti biasanya mengucapkan terimakasih.
Bram mrlajukan mobil nya. Hening suasana di dalam mobil.
"Nona, apa saya siapkan penerbangan untuk ke Kairo?."
Bram seolah mengerti yang Felisya rasakan.
"Tidak Bram. Kau mengerti juga ya, Jika aku merindukan Geo."
tersenyum disana.
Senyum anda terpaksa sekali.
Batin Bram sambil melirik Felisya yang ada di belakang Bram.
"Geo mungkin sangat sibuk Bram. Kau tidak perlu mencemaskan aku."
"Saya mengerti."
Bram merasa tidak tega jika Felisya bersikap srperti ini.
Mobil terus melaju hingga memasuki area Kediaman Gunatama.
Bram membukakan pintu untuk Felisya.
Felisya keluar dari mobil disambut para pelayan
dan Bu inah disana.
Felisya menyalami bu Inah dan mencium punggung tangan nya Kemudian.
Bu Inah dan para pelayan menatap punggung Felisya yang pergi begitu saja.
Bu Inah beralih menatap Bram.
Bram hanya bergedik.
yang berarti "Tidak tahu."
"Ini pasti karena Nak Geo."
Bu Inah berlalu diikuti para prlayan dan Bram pun ikut berlalu meninggalkan Kediaman Felisya.
Felisya melepas pakaian nya. Membenamkan diri di dalam bathtub.Meresapi aroma teraphi untuk menetralisir diri nya.
Terus berendam dalam waktu yang lama.
Felisya selesai dengan aktifitas nya di kamar
mandi, meraih bathrobe kemudian mengenakan itu.
Keluar dari kamar mandi meraih piyama dan memakainya. Mengoles Krim malam kemudian bangkit membuka tirai dan melihat langit.
"Geo, Aku merindukan mu."
Terlihat bintang bintang di langit. Menatap jauh kesana. Merindukan pria yang jauh pula disana.
Felisya merebahkan diri di atas ranjang big size
itu. Mematikan lampu mengganti nya dengan lampu tidur.
Mengusap mata nya yang basah kemudian memejam.
Malam semakin larut. Tidak ada tanda tanda kehidupan lagi disana.
Tiba tiba terdapat tangan kekar berada di perut Felisya, yang memeluk Felisya dari belakang.
Terasa hangat dengan aroma yang khas mendekap Felisya. Menciptakan rasa yang sangat nyaman disana.
Nafas nya terasa hangat di punggung Felisya membuat Felisya seketika terperanjat dan terbangun.
Felisya menyibak kan selimut dan menepis tangan kekar itu kemudian langsung bangun dari tidur nya karena kaget.
__ADS_1
"Apa aku membangunkan mu?.
Suara lembut disana.
Apa aku sedang bermimpi?
"Kau tidak sedang bermimpi."
Berkata dengan lembut sambil meraih remote menyalakan lampu.
"Geo."
"Sejak kapan kau?."
Belum selesai Felisya berbicara Geo meraih tubuh Felisya masuk dalam dekapan nya.
"Hik...hik...."
Felisya malah menangis.
"Hei, Ada apa dengan mu. Hm?."
Mengusap kepala Felisya.
"Pergilah dari sini. Lindungi keluarga Ramadhian dan Tidak usah peduli pada ku."
Memukul dada Geo namun tidah sakit.
"Hey.. hentikan sayang."
Memegangi tangan Felisya dengan lembut.
Felisya memberontak memukul dada Geo lagi dan lagi.
"Kau jahat..! Kau Jahat Geo! Aku benci pada mu."
Memukul dada Geo sambil terus menangis.
"Sayang maafkan aku."
Mendekap erat Felisya
Cup..
Kecupan hangat mendarat di dahi.
"Aku minta maaf."
Geo menyentuh dagu Felisya.
"Maaf."
Lirih Geo.
Felisya mengangguk.
Geo kembali mendekap Felisya.
"haaaa"
"Sssttttt."
Geo meletak kan jari telunjuk nya di bibir Felisya.
"Kau bisa membangunkan orang seisi rumah."
Felisya mengusap air mata nya.
"Maaf membuat piyamamu basah."
Mengusap dada Geo.
"Aku akan melepas nya nanti."
Meraih tangan Felisya mengecup nya kemudian.
"Ya?."
Menatap Geo penuh arti.
"Ya, Melepas. "
Tersenyum penuh arti.
Geo menyentuh dagu Felisys.
Cup...
Geo menautkan bibir nya disana. Memperdalam tautan nya. melepas rindu yang hampir dua bulan tidak pernah bertemu.
__ADS_1
Ekstra part ya...
rasanya aku rindu dengan Geo...