Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 48


__ADS_3

Aisyah membuka layar lipat nya banyak Email yang masuk untuk menghadiri undangan mengisi tausiah di berbagai kota.Juga tawaran secara resmi dari beberapa universitas untuk menjadi dosen disana.


"Kak Farel, lihat ini." Aisyah menunjukan layar lipat nya.


Farel mendekat memeluk pinggang istri nya mencium telinga disana."Apa sayang"bisik Farel membuat Aisyah bergedik.


Farel membaca email yang masuk."Sayang kau sangat berprestasi,tidak heran jika banyak universitas menginginkan mu.Namun kita akan kembali ke Kairo bukan?"Farel terus mempererat pelukan nya.


"Jika mengisi tausiah bagaimana?"


"Aku mengizinkan,namun tidak untuk di luar kota sayang.." Farel terus menghujani ciuman untuk Aisyah.


"Di jakarta boleh?"


"Lakukan sesukamu." Farel terus menciumi istri nya.


"Aku ingin mandi." Bisik Farel.


"Mandilah"


"Bersamamu." Farel langsung menggendong Aisyah.


"Hentikan kak Farel,turunkan aku." Pukul Aisyah pada dada suaminya namun tidak sakit.


Farel tidak mengidahkan Aisyah, Ia membawa Aisyah masuk ke kamar mandi."Aku mencintai mu"Farel menyentuhkan hidung nya yang mancung dan hidung Aisyah.


"Ini sangat luas" Aisyah mengedarkan pandangan.


"Bisa bermain bola dengan mu." Bisik Farel sambil meletak kan Aisyah di dalam bathub yang telah terisi air.Tentu saja Farel yang sejak tadi sudah mempersiapkan itu semua.


Farel menarik tirai disana,secepat itu langsung masuk de dalam bathub dan cup...


Bibir kedua nya bertautan dengan tangan Farel melepas resleting di punggung Aisyah.Terus bergerilya hingga tubuh bagian atas ter ekspose.


"Bismillah."Farel membaca Do'a Jima' dalam hati.


Tentu saja karna ini di kamar mandi Farel tidak mengucapkan nya.


Farel kembali menghujani Aisyah dengan ciuman.


Meraih sabun cair kemudian menggosok tubuh bagian depan."Kak Farel.."


Cup..Farel membungkam Aisyah yang mendesah dengan bibir nya.


Terus bertaut dengan tangan yang terus menggosok tubuh mulus dihadapan nya.Desahan nafas Aisyah membuat Farel semakin melancarkan aksi nya meremas bagian kenyal besar yang terawat membuat Aisyah meremang.


Aisyah mencengkeram punggung Farel yang terus meremas bagian kenyal dengan tangan yang satu menyentuh inti disana di dalam air yang berbusa.


Entah sejak kapan kedua nya telah polos dengan pakaian yang telah basah berserak di lantai.Busa sabun memenuhi bathub menutupi tubuh polos kedua nya yang sedang benikmati setiap sentuhan yang menciptakan efek tagih ingin segera menyatu disana.


"Sayang" Farel mulai membelah memasuki inti dengan perlahan,proses penyatuan yang sempurna"Sakit?"bisik Farel pada istri nya.


Aisyah memggeleng.Farel menggoyang perlahan dengan ritme yang lembut membuat cipratan air keluar dari bathab membasahi lantai.

__ADS_1


"Kak Farel.." Aisyah menggerang mencengkram punggung suami nya meledak disana.Jauh lebih nikmat dari sebelum nya karena sudah tidak begitu perih.Sesuatu yang hangat terasa disana membuat Farel terus menghentak dengan ritme yang lebih cepat membuat air di dalam bathub semakin tumpah.


"Sayang.." Aisyah terus mengerang meledak lagi


Rasa hangat semakin membuat Farel bersemangat pun ahirnya ikut meledak disana.


Farel menautkan bibir menikmati aktifitas yang baru terjadi.


Kedua nya mandi hadas besar bersama mensucikan diri.Farel meraih handuk melilitkan pada pinggang nya."Aku keluar dulu sayang."


Aisyah menyelesaikan aktifitas nya di kamar mandi,meraih lingerie di lemari.


Farel mengenakan piyama duduk di tepi ranjang menunggu sang istri yang berganti pakaian disana.


"Kau menggodaku sayang." Farel memeluk Aisyah yang hanya mengenakan lingerie yang Ia bawa dari solo.


"Ini ide kak Farel untuk malam pertama?"


ucap aisyah bersemu malu mengingat malam pertama mereka.


"Geo bahkan sangat mengerti kemana arah otakku bekerja" bisik Farel sambil mencium telinga yang masih basah.Menghirup aroma khas Aisyah yang bisa membangunkan jody di bawah sana.


"Naruri lelaki tetap lah sama." Aisyah reflex menoleh merasakan ada yang mengeras menempel di belakang sana.


Farel menyeringai memperlihatkan giginya. Aisyah menggeleng mencubit hidung suami nya.




***


Geo membuka layar ponsel nya."Sudah hampir pagi".Menarik selimut memejam lagi disana.


***


Di tempat lain..


Sepertiga malam Aisyah dan Farel shalat tahajud berjama'ah kemudian melantunkan ayat ayat suci tanpa membaca.Farel menyimak ayat demi ayat yang di lantunkan Aisyah sambil menunggu waktu subuh.


Adzan subuh berkumandang di masjid masjid seluruh kota.Farel meletak kan Al-Qur'an di tempat sebelum nya Ia mengambil.


"Sayang,kau shalat di kamar saja.Aku akan ke masjid bersama Dady."


Aisyah mengangguk.Farel mengucapkan salam sambil keluar kamar.


Aisyah melaksanakan shalat subuh di kamar nya.


Membaca Do'a do'a disana.


Para asisten rumah tangga berperang dengan alat alat dapur disana.Juga pelayan yang bertugas membersihkan rumah tampak sibuk dengan pekerjaan nya.


Aisyah menuruni tangga menuju dapur."Selamat pagi nona."sapa pelayan wanita.

__ADS_1


"Selamat pagi." Aisyah tersenyum ramah.


Mulai meraih pisau ikut membantu disana.


"Tidak usah nona,kembalilah ke kamar."


"Tidak apa,kita kerjakan bersama." ujar Aisyah dengan lembut.


"Tapi nona.." pelayan tampak gusar.


"Ssttt." Aisyah meletakkan telunjuk nya di bibir.


Semua nya pun tampak diam tidak bersuara lagi.


Hanya dentingan alat dapur terdengar disana.


Aisyah beserta para pelayan menyiapkan sarapan di meja makan.


"Assalamu'alaikum" ucap Farel juga tuan dan Nyonya Ramadhian baru datang dari masjid.


"Wa'alaikumsalam."


"Apa yang kau lakukan sayang?" tanya Ibu mertua tampak heboh melihat celemek yang Aisyah kenakan.


"Aku hanya membantu mereka."Senyum ramah Aisyah.


" Kami sudah melarang Nyonya, namun nona tetap memaksa."ujar pelayan sedikit takut pada Nyonya Ramadhian.


Aisyah menyentuh bahu pelayan itu tersenyum pada nya"Tidak perlu khawatir bu..tidak ada yang akan memarahi mu."tutur lembut Aisyah pada pelayan paruh baya disana.


"Silahkan mom,Dad.." Aisyah mempersilahkan mertuanya untuk duduk menikmati santapan pagi bersama.


"Baik lah sayang..Maaf merepotkan mu." ucap Mommy pada menantu nya.


Aisyah mengambilkan nasi beserta lauk disana untuk suami nya."Silah kan kak Farel."


"Terimakasih sayang." cup..


Farel mencium pipi Aisyah tiba tiba.


Aisyah terkesiap"Kak Farel hentikan."Aisyah bersemu melirik kearah mertua nya.


Dady hanya menggeleng"Kau ini boy?!Dady jauh lebih mesra dari mu."Tuan Ramadhian mencium bibir istri nya didepan Farel dan Aisyah.


Aisyah membelalak hingga sendok yang dipegang nya terjatuh.


"Jangan pernah mengulangi hal ini Kak Farel... Aaaaaaaaa ciuman nya tidak juga berhenti." Gumam Aisyah dalam hati.


-


-


Terimakasih sudah membaca..Aku tidak ada apa apanya tanpa kalian.mohon dukungan nya kawan..

__ADS_1


__ADS_2