
Farel keluar dari helicopter yang baru saja mendarat diikuti dengan Rangga dan Kristian.
Tiga pria tampan disambut para bodyguard dengan stelan jas warna hitam sedikit membungkuk tanda mereka menghormati.
"Selamat datang kembali tuan."
Tiga pria itu melewati para bodyguard kemudian memasuki mobil sport masing masing yang telah disiapkan disana.
Wuuusssshhhh... Wuuusssshhhh..... Wuuusssshhhh
Tiga mobil melesat dengan kecepatan tinggi menembus jalan tol. Terus melaju menuju kota Kairo tepat nya ke resto Aisyah.
Tiga mobil terparkir sempurna di depan resto dengan Aisyah telah menunggu mengembangkan senyum disana.
"Alhamdulillah."Ucapan rasa syukur pada Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih atas kembali nya Farel dengan selamat.
Farel keluar mendatangi istri nya yang berdiri didepan pintu utama.
"Assalamu'alaikum ya Aisyah?" أنا حقا أفتقدك"(Aku sangat merindukan mu)
Aisyah menyalami suami nya mencium punggung tangan nya kemudian.
"Wa'alaikumsalam."
"Aku juga." Lirih nya dengan senyum malu malu.
Kristian yang melihat itu, terlihat menarik nafas lega "Sepertinya Farel sangat bahagia."batin nya.
Berbeda dengan Kristian, Rangga justru terpana melihat Aisyah." Ternyata rumor tentang istri Farel sangatlah cantik memang benar. Juga terlihat sangat baik."
"Kris?"
Sapa Aisyah kemudian menoleh pada Pria disamping Kristian.
"Perkenalkan Ini Rangga."
"Rangga."
Rangga mengulurkan tangan pada Aisyah.
"Aisyah."
Aisyah tidak menjabat tangan Rangga, Hanya sedikit membungkuk menghormati. karena memang Ia tidak pernah bersentuhan dengan pria selain Farel suami nya.
"Silahkan masuk Kris, Rangga."
Tutur lembut Aisyah.
"Seperti nya Aisyah seorang muslimah yang taat." Gumam Rangga seolah mengerti mengapa Aisyah tidak menjabat tangan nya tadi.
Aisyah masuk kedalam resto diikuti Farel dan Kristian dengan Rangga berada di paling belakang.
"Kondisinakan mata mu!"
Bisik Kristian pada Rangga dengan tatapan menbun*h mengintimidasi Rangga disana sambil menepuk bahu Rangga.
"Sial..!! Kau menyadari juga brengs*k."
Gumam Rangga sambil mengikuti Kristian masuk ke Resto.
"Terimakasih atas bantuan anda tuan Charles."
Farel berkata kemudian sedikit membungkuk disana.
"Jangan sungkan tuan Farel." Charles bangkit dari duduk nya sedikit membungkuk membalas Farel disana.
" Saya harap bisa bekerja sama dengan anda di kemudian hari."
"Suatu kehormatan untuk saya tuan Farel."
Charles melihat arloji nya."Maaf nona Aisyah, Tuan Farel, Saya harus pergi sekarang."
"Mengapa terburu buru sekali tuan?"
Aisyah menimpali.
"Ada urusan yang harus saya selesaikan."
"Maaf mengganggu waktu anda tuan Charles, Terimakasih untuk bantuan anda."
Senyum tulus Aisyah.
"Berkunjung lah lain waktu tuan."
"Pasti."
Charles keluar dari Resto dengan bodyguard yang telah menunggu membukakan pintu mobil untuk tuan Charles disana.
Charles melambai pada Aisyah dan Farel yang mengantar sampai di depan pintu utama.
Mobil melaju meninggalkan Resto menjauh hingga tidak terlihat disana.
__ADS_1
Farel menggenggam tangan Aisyah.
"Terimakasih." lirih nya.
"Untuk?"
Aisyah berkerut dahi.
"Untuk tetap bertahan dengan ku, dan menerima seluruh kekurangan ku."
Berbicara sambil menatap kedepan.
"Kak Farel bicara apa? Aku juga bukan wanita sempurna."
Senyum Aisyah pada Farel disamping nya.
Farel mengecup tangan lembut Aisyah.
"Terimakasih untuk tidak menjauh dari ku meski aku memiliki banyak musuh."
"Semua sudah berahir. Mari melangkah memulai hidup yang baru."
Aisyah meraih tangan Farel mengusap pada perut nya.
"Kau hamil?" Antusias Farel. Menatap Aisyah dengan rona bahagia.
Aisyah menggeleng"Belum."
"Lalu?"Farel mengerutkan dahi nya.
Aisyah menunduk.
"Tidak Apa, Kita bisa membuat nya lagi.Senyum Farel memperlihatkan giginya.
" APA?"
Aisyah terkesiap dengan ucapan Farel kemudian memukul dada suami nya seketika wajah Aisyah memerah.
Farel terkekeh membawa Aisyah masuk kedalam Resto.
***
"Oh ya, Dimana Felisya dan Geo?"
Aisyah tidak melihat mereka berdua disana.
"Mungkin sebentar lagi mereka kemari."
Kristian menimpali.
"Istri mu terlihat sangat baik, Jadilah suami yang baik pula."
Ucap Rangga menasehati.
Farel mengangguk"Aku akan berusaha." Menghela merendahkan diri di sofa.
"Segera lah menyusul. Sampai kapan kau akan berpetualang!. Dasar Playboy?!."
Kristian menimpali.
"Diam kau Sialan?!."
Rangga jauh berbeda dengan Farel dan Kristian,
Rangga suka berpetualang, entah sudah berapa wanita yang pernah tidur dengan nya.
"Huuh.. Entah lah, Semua terasa begitu membosankan."Rangga menghela.
Aisyah meletakkan nampan berisi minuman dingin dan cemilan yang baru saja Ia buat.
"Silahkan."
"Terimakasih Aisyah."
Balas Kristian.
***********
Helicopter terus mengudara dengan pilot terus Fokus mengendalikan itu tanpa berani menoleh kebelakang.
"Bisa bisa nya kau tidur lelap sekali."
Usap Geo pada pucuk kepala Felisya yang masih terlelap di dada bidang nya, Hanya nafas yang beraturan terdengar disana.
Geo mendekap erat wanita itu meletak kan dagu di pucuk kepala Felisya.
Helicopter pun ahir nya mendarat sempurna di kota Kairo tidak jauh dari Resto Aisyah.
Felisya perlahan membuka mata nya"Sudah.. Sampai?"
Felisya terkesiap menatap sekeliling."Dimana Geo?."
__ADS_1
Mata Felisya menangkap punggung Geo yang telah berlalu menjauh dari sana.
"Geo tunggu..?!" Suara serak khas bangun tidur.
"Jika masih ingin tidur, Aku akan meninggalkan mu!."
Berkata tanpa menoleh kebelakang.
Namun, Geo sedikit menarik ujung bibir nya samar, Tanpa Felisya sadari.
"Dasar kau Geo menyebalkan." Umpat Felisya kemudian turun dari Helicopter mengejar Geo disana.
"Tunggu..?!"
"Bisa bisa nya kau tidur selama itu?" Geo menoleh kearah Felisya.
"Hehe.. " Tersenyum khas Felisya memperlihatkan gigi gigi nya.
"Senyum mu jelek sekali?!. Karus nya ku lempar saja kau tadi."
Berbicara kemudian memalingkan wajah nya sambil terus melangkah kedepan.
"Apa?Lempar?"
"Astaga..?! Lau kejam sekali Geo...!!"
Membayangkan dirinya dilempar dari Helicopter melayang di udara bereteriak disana.
Felisya bergedik ngeri kembali mengejar Geo.
"Geo mengapa tidak ada yang menyambut kedatangan kau dan aku?"
Tidak ada jawaban dari lawan bicara.
"Jawab Geo, Mengapa tidak ada yang menjemput kita disini."
Mengedarkan pandangan menatap sekeliling lapangan.KOSONG.
"Dengan apa kita kembali?Ponsel ku lowbat tidak bisa memesan taxi online."
"Jika terus mengoceh kita tidak akan sampai!."
Pekik Geo.
"Mengapa kau begitu terlihat menggemas kan. Jika bisa menyumpal mulut mu, itu akan lebih mudah." Gumam Geo tersenyum samar disana.
Felisya mengejar Geo yang terus melangkah kemudian terlihat mengeluarkan kunci mobil dari kantong jaket nya.
"Bip.. Bip."
"Kau tidak lihat ini Felisya?"
Meraih pintu mobil dan membukanya.
"Jangan tinggalkan aku!."
Felisya berlari secepat itu masuk kedalam mobil sport duduk di sebelah Geo disana dengan ter engah engah.
Geo melajukan mobil nya perlahan.
"Mengapa pelan sekali?" Gumam Felisya dalam hati.
"Geo..."
"Hm."
Felisya menoleh pada Geo yang sedang mengemudi. "Mengapa kau terlihat semakin tampan." Batin Felisya membentur kan kepala pada sandaran jok mobil disana.
"Kau mengagumi ketampanan ku?."
Geo meninggikan alis nya melirik pada Felisya.
"Tidak..!! Kau terlalu percaya diri?!."
"Kau tau? Tadi aku bermimpi ada pria yang mendekap ku didalam Helicopter. Terasa nyaman sehingga aku enggan untuk bangun."
"Sungguh?"
Felisya mengangguk.
"Kalau begitu tidak usah bangun."
"Ku harap itu Kau Geo."
Gumam Felisya dalam hati.
Felisya terdiam.
Geo terus melajukan mobil nya tanpa bicara menembus indah nya sore hari di Kota Kairo.
-
__ADS_1
-
Next