
Jakarta
Farel menggenggam erat tangan Aisyah memasuki Kediaman nya. Menaiki tangga menuju kamar mereka yang sudah mereka tinggalkan beberapa waktu.Para pelayan mengusap air mata penuh haru disana.Mommy dan Bu Inah membiarkan Farel da Aisyah pergi untuk beristirahat.
"Mommy.. kita akan menemui Rangga esok.Bersiaplah kita akan ke Samarinda besok pagi." ujar tuan Ramadhian yang duduk di sofa menyilangkan kaki menyandarkan kepala di sana.
Mommy mengangguk meng iya kan.
Farel menggenggam kedua tangan Aisyah mengecup nya kemudian. Meraih handle pintu membuka nya perlahan masuk bersama sang istri, Kemudian Farel menutup nya.
"Terimakasih Semesta masih mengizinkan ku menjaga mu." lirih Farel mengecup dahi Aisyah.
Aisyah menyentuh pipi Farel dengan kedua tangan meng*cup bibir kemudian.
"Kau mulai berani...hm.." Farel terlekeh menggelitik Aisyah.
"Au..hentikan kak Farel?! Geli.." Aisyah tertawa seketika terdiam ketika Farel tiba tiba menggendong nya membawa Aisyah masuk kedalam kamar mandi.
"Aku ingin mandi bersama mu." Farel mengerlingkan mata nya menurunkan Aisyah dibawah shower memutar kran disana.Aisyah seketika bersemu mencubit hidung Farel yang manja.
"I love you.."
Farel menautkan bibir disana dibawah guyuran shower memperdalam cium*n nya dengan lidah mulai memasuki disana bertaut sempurna.
Tangan yang mulai bergerilya membuka kain yang melekat di tubuh Aisyah menyisakan cup disana menyentuh cup itu merem*s perlahan.
Farel membuka kait cup merah itu melepaskan perlahan.Farel me...re...mas gundukan kenyal terawat membuat Aisyah meremang.
Farel meraih sabun cair menggosok tub*h Aisyah perlahan merem*s bukit ke...nyal membuat nafas kedua nya semakin tidak beraturan.
Rasa geli bercampur efek tagih membuat kedua nya semakin me...*de..sah dengan Aisyah mulai melepas kancing kemeja Farel yang basah dibawah guyuran air dari shower menikmati setiap sentuhan lembut dari tangan kedua nya.
Li...dah Farel mulai menjelajahi lekuk disana hingga meciptakan tanda tanda disana. Farel menyes..*p pu...t...*ng bukit kembar disana dengan tangan kiri me...re...mas.. pada bukit di sebelah nya.Tangan kanan mulai me...ra...ba.. bagian inti disana me...re..mas perlahan me..ma...suk...an jari perlahan membuat Aisyah me...*de...sah menyebut nama nya.
"Kak Farel..."
Rin..ti...*an kecil membuat Farel semalin meng gila me..nye..sap disana semakin dalam dengan li..dah pun ikut bermain.
"saya..ng... No..."
lirih Aisyah me...re..mas rambut Farel.
Farel memasuki inti Aisyah perlahan.
"Sakit?
Aisyah menggeleng.
Terasa penuh diba...wah sana dengan Farel mulai menggerak kan
meng..hen...*ak dengan ritme lembut me...nik...mati membuat Aisyah merasa ada yang tumpah disana.Farel mempercepat ritme nya dengan menaut kan bibir di sana semakin mempercepat ritme nya membuat Aisyah menggila hingga tumpah untuk yang kedua kali nya.Farel tiba pada pun..cak nya pun meledak disana.Tautan semakin dalam melepas rasa rindu juga aktifitas yang baru saja dilakukan dengan penuh cinta.
"Ku lelah?"
Tanya Farel sambil menyelesaikan mandi wajib nya meraih handuk kemudian.
Aisyah menggelengkan kepala dengan wajah yang memerah.
"Aku keluar dulu sayang,selesai kan mandi mu."
Cup...Farel mengecup bibir Aisyah kemudian.
__ADS_1
Farel mengenakan pakaian santai memakai sandal rumah menuruni tangga menyapa tuan dan nyonya juga Bu Inah disana.
Farel mendudukan diri di sofa merain Mommy dan memeluk nya.
"Mom,kau terlihat kurus?!."
"Bagaimana tidak,Mommy hampir gila karena kepergian mu." ujar tuan Ramadhian.
"Dady ingin bicara dengan mu Boy?!."
ujar tuan Ramadhian kemudian bangkit dari duduk berlalu dari sana diikuti Farel menuju ruang kerja tuan Ramadhian.
********
London
Di tempat lain Felisya sedang mengabadikan hari bahagia nya berfoto bersama para profesor juga Geo disana.Tidak tertinggal Sekertaris Rey yang selalu menjaga nya hingga hari ini.
Geo memberikan baket bunga untuk Felisya.
"Selamat."
"Terimakasih Geo."
Entah mengapa ada rasa yang begitu sangat bahagia Geo berada disini.Seperti sebuah kejutan yang Ia tidak pernah bayangkan sebelum nya.
"Ya Tuhan perasaan apa ini?" gumam Felisya.
Felisya yang sejak dulu merindukan sosok Rangga yang pernah menolong nya dimasa lalu perlahan memudar seiring bertemu nya dia dengan pria datar dihadapan nya itu.
Sekertaris Rey mengulas senyum melihat Felisya dan Geo disana.Sekertaris Rey lah yang sebelum nya mengatakan pada Geo tentang sidang promosi calon dokter Felisya melaui pesan singkat ketika Geo berada di Kairo.
Felisya menoleh kearah Geo.
"Aku akan mengantar mu." ujar nya.
Sekertaris Rey sedikit membungkuk kemudian berlalu dari sana.
Felisya keluar dari gedung berjalan berdampingan dengan Geo disamping nya dengan wajah berseri membawa dua baket bunga ditangan nya.
Geo membukakan pintu mobil untuk Felisya.
"Masuk lah."
"Terimakasih Geo."
Felisya menhangat atas sikap Geo kali ini,Ia duduk di samping kemudi.diikuti dengan Geo yang menuju tempat nya menginjak pedal gas berlalu dari sana.
"Geo.."
"hm.."
"Kau jauh jauh datang kemari untuk ku?"
"Tidak."
"Lalu?"
Sedikit kecewa atas jawaban Geo.
"Kau lupa?ini kampung halaman ku bukan?"
__ADS_1
Felisya mengherdikkan bahu.
"Mencari informasi tentang wanita itu(adik Aziz yang tewas bunuh diri 7tahun yang lalu)."
"O..."
Felisya menunduk sejenak sedikit kecewa yang awal nya Felisya mengira Geo sengaja datang ke London untuk nya namun kenyataan nya tidak.
"Bodoh sekali kau Felisya!" gumam Felisya dalam hati menertawakan diri sendiri.
Geo melirik kearah Felisya mengulas senyum tanpa Felisya sadari.
Tidak ada pembicaraan lagi diantara kedua nya hingga sampai di depan apartement Felisya.
"Ganti pakaian mu, Aku menunggumu disini."
"Ya?" Felisya berusaha mencerna kata kata Geo.
Geo tidak mengulang kata kata nya.Kemudian Felisya keluar dari mobil bergegas memasuki apartement melesat menaiki lift menuju kamar nya.Felisya bersiap membersihkan diri meraih dress kemudian mengenakan nya.Felisya meraih blazer pun juga mengenakan menutupi lekuk tubuh nya dari belakang juga melindungi hawa dingin disana.Memoles wajah nya kemudian berdiri di depan cermin.
"Sempurna!."
Felisya tampil memukau bergegas melesat menuju Geo yang masih berada di dalam mobil sport milik nya."ternyata Geo benar mau mengajak ku."batin Felisya.Senang?!...Sudah pasti!
"Maaf lama menunggu."
Felisya membuka pintu mobil duduk di sana kemudian.
Geo diam tak bergeming melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu.
"Kau akan membawa ku kemana Geo?"
Felisya menoleh pada Geo yang diam sejak tadi.
"Mengunjungi keluarga ku."
"Ya?"Felisya tidak mengerti.
"Ibu."
berbicara dengan masih menatap kedepan tidak mengidahkan Felisya disamping nya.
"Kau memiliki ibu?"
Felisya memperhatikan Geo menelisik disana.
"Apa yang kau fikirkan FELISYA??? Kau fikir aku lahir dari batu?!!." Pekik Geo.
"Aaa....hahaha.. Bukan begitu?! Tidak kusangka manusia datar seperti mu masih memiliki keluarga." Secepat itu Felisya menutup mulut nya melirik kekiri dan kekanan takut Geo marah pada nya.
"Eh..."
Felisya tertegun ketika tangan kekar itu menyentuh kepala nya mengusap disana. Seketika Felisya menghangat wajah nya pun memerah.
"Oh Tuhan.. perasaan apa ini.." batin Felisya.
-
-
Like.. like...
__ADS_1