Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 37


__ADS_3

"Sudah sampai,Alhamdulillah terimakasih Geo." Felisya mengulas senyum.menyentuh pintu mobil mau membuka nya.


"Tunggu." Geo menahan Felisya.


"Ada apa?" Felisya menoleh ke arah Geo tidak mengerti.


"Bisa kah kau membantu ku?mengartikan bahasa yang mereka ucapkan." jawab nya.


"Itu saja?tidak masalah."Felisya keluar dari mobil diikuti Geo dari belakang.


" Assalamu'alaikum"sapa Felisya dengan suara sangat nyaring berharap penghuni rumah keluar menyambut nya.


"Wa'alaikumsalam." Bu Inah membuka pintu keluar menyambut Felisya.


Felisya menyalami Bu Inah kemudian mencium pipi"Aku merindukan Ibu."bisik nya.


"Mari nak,kita masuk.Katakan pada Geo,Ibu sangat berterima kasih." Bu Inah tersenyum pada Geo,Geo pun membalas nya.


"Ibu mengatakan terimakasih mada mu Geo." ucap Felisya menoleh ke arah Geo.


Geo hanya mengangguk mengiya kan.


Felisya masuk kedalam rumah bersama Bu Inah diikuti dengan Geo.Aisyah datang menghampiri mereka."Nyaring sekali suara mu seperti speeker toa memekik telinga?"


"Aisyah Aku merindukan mu." Felisya menghambur memeluk Aisyah.


"Aku tidak!!" Aisyah menarik rambut Felisya.


"Au...SAKIT..!!" Felisya memekik.


Aisyah tidak menghiraukan itu,terus saja menarik rambut Felisha hingga mendudukan nya di kursi kayu ruang tamu.


"Ibu..tolong...?!" ucap Felisya memelas.


Bu Inah hanya mengherdik kan bahu tidak bisa membela.Felisya menatap Aisyah memelas"Sakiiittt..."lirih nya.Felisya menatap Geo memajukan bibir nya,berharap Ia bisa menolong.


Geo bergedik ngeri melihat Aisyah yang bermuka masam.


Aisyah melepaskan tangan nya dari rambut Felisya.


Felisya merapikan lagi rambut yang berantakan akibat ulah Aisyah.


"Sudah ku katakan,aku akan menutup nya jika tujuan ku tercapai." Felisya memajukan bibir nya lagi.


"Masih berfikir balas dendam?" tanya Aisyah meninggikan suara.


"Tentu saja ...Apa lagi?"


Aisyah menghela."Itu seharusnya tidak perlu,berapa kali sudah ku katakan...ini takdir,anggap saja begitu."Aisyah berkata dengan lembut memeluk Felisya.


"Aaaaa aku merindu kan mu." ucap Felisya.


"Aku sangat menyayangi mu" Gumam Aisyah.


***


Tim dekorator terbaik datang bekerja sesuai perintah dari Geo.Bekerja mendekorasi rumah Aisyah.Geo tampak berbicara pada tim dekorator mengenai dekorasi mewah untuk hari pernikahan Aisyah sesuai imajinasi nya.Mereka mengerti bekerja sesuai instruksi dan keinginan klien nya.


Felisya dan Aisyah sedang memanjakan dirinya melakukan spa dan perawatan kecantikan lainya.


Siapa lagi kalau bukan Geo yang memanggil tim dari klinik kecantikan untuk merawat Aisyah disana.


Seseorang mengantar kiriman entah apa isi nya,Geo sendiri yang memasuk kan nya ke lemari pada kamar yang telah Ia ubah menjadi kamar pengantin.

__ADS_1


Felisya telah selesai dengan aktifitas itu kemudian keluar melihat begitu banyak orang yang sedang bekerja di sana.


"Wow...Amazing!!melihat takjub dekorasi pernikahan Aisyah.


" Geo..?!"Felisya menghampiri Geo yang duduk melantai di teras belakang rumah Aisyah.


"Ini luar biasa Geo,kali ini aku memuji mu." ujar Felisya yang ikut melantai di samping Geo.


Tidak ada balasan dari pria di sebelah nya,Felisya melirik ke arah Geo yang hanya diam sejak tadi.


Mereka saling diam dengan pemikiran masing masing.


"Aku sangat berterimakasih pada mu Geo,kau mencintai saudaraku sepenuh hati.Mengorbankan diri mu sendiri untuk berusaha melindungi nya.Menyakiti dirimu untuk membuat nya bahagia."ujar Felisa memecah keheningan.


Degg...


Geo menolek kearah Felisya,terkesiap dengan perkataan yang baru saja Ia ucapkan.


"Aku pernah melihat mu di belakang tirai saat pertunangan Aisyah.Kau yang mengatur semua nya bukan?hingga kau meluksi dirimu sendiri" ujar Felisya mengharu.


"Aku mengerti perasaan mu Geo."Felisya bangun dari duduk kemudian menepuk bahu Geo.


Geo hanya diam tidak bergeming,tidak membantah juga mengiyakan perkataan Felisya.


"Kau pria yang baik Geo,Tuhan akan mempertemukan mu dengan wanita yang baik pula."Felisya berlalu tanpa menoleh kebelakang.


Geo hanya diam tidak berkata apapun.


Ponsel Geo berdering,muncul nama Ainsyel disana.Geo menghela.


" Ada apa?"


"Seperti biasa Geo,sikap mu selalu ketus pada ku membuatku semakin gila karenamu" Suara dari sana memekik telinga.


"Aku merindukan mu Geo,apa lagi?"


"kau sedang apa?" balas nya.


"Lalu?"Geo diam sejenak.


"Farel akan menikah."


"Benarkah?aku akan datang."ujar Ainsyel.


" Lakukan sesuka mu."Geo mematikan ponsel nya.


"Aku mencintai mu Geo,walaupun kau tidak pernah membalas nya." Lirih Ainsyel.


Geo masih belum beranjak dari tempat Ia duduk.Entah apa yang Geo sedang fikirkan.


"Berbahagialah Aisyah, biarpun itu tidak bersama ku..." Geo melihat arloji pemberian Aisyah melingkar di tangan nya,mengulas senyum disana.


Aisyah sedang melaksanakan prosesi adat di sana seperti acara siraman dan lain nya.


Geo tidak di izinkan melihat itu.Hanya tetua adat wanita,Bu Inah juga Felisya yang di perkenankan menyaksikan prosesi itu.Karena akan terlihat Aurat Aisyah.


Semua prosesi adat telah dilakukan.Aisyah Bu Inah Felisya juga Geo berziarah ke makam Almarhum pak Nang,ayah Aisyah.Membaca ayat ayat suci disana.


Aisyah berdo'a kepada Allah,Tuhan Yang Maha Kuasa.Memohon kan Ampun untuk Ayah tercinta.


\*\*\*


Keluarga juga kerabat dekat mulai berdatangan untuk menyambut mempelai pria.Tidak lama rombongan keluarga besar Ramadhian datang.

__ADS_1


"


Kristian juga ada di sana.


"Assalamu'alaikum."sapa tuan dan nyonya Ramadhian.


" Wa'alaikumsalam"Jawab bu Inah.


Mereka beramah tamah juga bu Inah memperkenalkan pria tampan dengan stelan toxedo kepada Keluarga disana.


"Nak,Ibu kekamar dulu."


Farel mengangguk.


"Kau gugup nak?" tanya mommy.


"Tidak juga." jawab Farel.


tuan Ramadhian menepuk pundak Farel.


Bu Inah menuju Aisyah dan Felisya yang sudah selesai di rias di kamar.Aisyah terlihat sangat cantik sentuhan make up dengan mengenakan kebaya mewah terlihat sangat elegant.Bu Inah mengharu."Kau cantik sekali nak."


"Ibu jangan sedih,kita sedang berbahagia.Nanti make up ibu luntur." UsapFelisya pada mata bu Inah yang sudah tampil cantik juga elegant dengan kebaya modern melekat pada tubuh nya.


Prosesi akad nikah akan dilangsungkan.Jantung Farel berdetub kencang menjabat tangan penghulu yang akan menikahkan mereka.


"Ankahtuka wa Zawwajtuka makhtubataka binti Aisyah Ramadhan mahri surah Ar Rahman."penghulu menekan kan jabatan tangan nya pada Farel.


" Qobiltu nikahaha watazwijaha alal mahril madzkuur wa radhii tu bihi Wallahu waliyuttaufiq."


Ucap Farel dengan tegas dan lantang.


"Bagai mana saksi?"


"Sah..!" Ucap para saksi serempak.


Para tamu yang hadir melantunkan shalawat nabi,Aisyah pun keluar dari kamar didampingi Felisya juga bu Inah.


Farel tertegun melihat kecantikan Aisyah yang telah sah menjadi istri nya.


Aisyah duduk di samping Farel.Seseorang di teras belakang duduk melantai mengusap bulir bening lolos dari ujung mata nya.Tanpa disadari Felisya memperhatikan pria itu.Felisya menghela.


"Geo, semoga kebahagiaan juga datang pada mu."


Farel mulai melantun kan surah Ar Rahman untuk mahar nya pada Aisyah.Itu adalah mahar yang diminta Aisyah.Beruntung Farel memang sudah menghafal nya sejak lama,sehingga tidak ada kesulitan untuk melantunkan ayat itu saat ini.


Para tamu juga tidak terkecuali nyonya Ramadhian dan bu inah menitikkan air mata penuh haru.


Aisyah menyalami Farel suami nya.Untuk pertama kali Farel bersentuhan dengan Aisyah.


Jari lembut itu meraih tangan Farel kemudian mencium punggung tangan nya.


Farel sangat gemetar ketika hendak mencium kening Aisyah."Bismillahirahmanirrahim"Farel berdo'a terlebih dahulu sebelum melaku kan nya.Mencium kening Aisyah membuat desiran hangat di dada mengalir hingga relung hati.


-


-


Bersambung...


Trimakasih sudah membaca..


Mohon dukungan nya kawan..

__ADS_1


__ADS_2