
Farel masuk menuju gedung perusahaan milik nya.Menghampiri Geo di ruang kerja yang sedang sibuk dengan layar lipat di meja kerja.
Ceklek..
"Kau sudah datang?" tanya Geo tanpa berpaling dari layar dipat di depan nya.
"Kau bahkan tidak menyambut kedatangan bos mu??" Farel memekik.
Geo bangun dari duduk menghampiri Farel yang masih berdiri.
Farel melihat lebam tampak keunguan di pipi Geo dan bibir yang sedikit terluka.
Farel menghela nafas berat.
"Maaf.... kau begini karena aku." Farel menyentuh bahu sahabat nya.
"Kau bekerja dengan sangat baik...Terimakasih" tutur Farel.
"Sudah lah..aku tak apa."
kleek...Geo menutup pintu yang terbuka.
"Duduk lah.." Geo menarik kursi mempersilahkan duduk.Ia memberikan map berisi data tentang khamed beserta orang misterius yang berhasil lolos dari penyergapan waktu itu.
"Apa ini?khamed sudah masuk penjara bukan?Farel membuka map berisi data tentang orang yang lolos saat penyergapan kemarin.
" Ini jauh lebih rumit dari yang ku bayangkan.
berhati hati lah.."
Geo memberi peringatan,Ia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sebaiknya jangan buat masalah dengan nya." jawab Farel.
"kau benar."Geo menghela nafas nya berat.
"Ikut aku"Farel mengikuti langkah Geo tanpa bertanya.
Mobil membawa Geo bersama Farel menuju ke gedung sunyi jauh dari pinggiran kota.Farel pun tidak bertanya kemana Geo akan membawa nya.
Tidak ada percakapan di dalam mobil...hening sepanjang perjalanan.
Terlihat para bodyguard menjaga tempat itu.Gedung tiga lantai yang sangat kotor lapuk seperti lama terbengkalai.
Geo dan Farel turun dari mobil disambut para bodyguard serempak membungkuk tanda menghormati.
Geo dan Farel melangkah lebar menuju kedalam gedung yang tidak begitu tinggi.menuruni tangga hingga lantai bawah tanah.
Farel tertegun melihat begitu banyak lorong di bawah tanah dengan lampu tamaran yang berada di dinding dinding lorong.Terdapat beberapa ruangan seperti kamar tidur, ruang pertemuan,tempat bilyard hingga toilet.tempat ini mirip seperti tempat persembunyian.
Sampailah di depan pintu yang terbuat dari baja.Geo meletak kan benda kedalam tembok yang berlubang dan otomatis pintu baja terbuka.
Greeeggg!!...pintu bergeser.
Farel tercengang dengan apa yang Ia lihat.Senjata ilegal dalam jumlah sang sangat besar mencapai ribuan memenuhi tempat itu.
Yang lebih menarik,Ia melihat koleksi senjata dari berbagai Merk dan dari berbagai negara.Disusun rapih pada lemari kaca.
__ADS_1
"Ini milik khamed." Ia pemasok senjata ilegal juga buronan internasional yang bersembunyi di negara ini."
ucapan Geo tegas,dan sangat serius.
"Serahkan saja pada pihak berwajib.Mereka lebih berhak atas ini semua."kata Farel.
"Tidak!!Aku akan melenyapkan tempat ini tanpa tersisa."jawab Geo.
"Baiklah.. Lakukan sesukamu.!"Farel melirik kearah teman nya.
"Keluarlah dari tempat ini kurang dari lima belas menit."ucap Geo sambil berlalu menuju pintu yang ada di dalam sana.
Farel dan para bodyguard bergegas keluar dari tempat itu tanpa bertanya apapun,menuju kendaraan masing masing berpacu menginjak pedal gas sekuat tenaga dan...tiga..dua..satu..
DOOORRRRRRR......Ledakan terjadi di dalam bawah tanah menimbulkan getaran hebat yang meruntuhkan tembok utama gedung itu.
Membuat gedung itu perlahan miring..miring..
dan BRUUUGGGHHHH...... Runtuh lah bangunan tua yang sudah lapuk termakan waktu.
Seorang pria berjalan cool ciri khas nya keluar dari
bukit batu tertutup pasir di belakang bangunan yang telah runtuh.Pria tampan berjalan tanpa dosa menuju mobil sport yang telah menunggu nya.
" KAU LAMA SEKALI.."Pekiknya sambil membuka pintu mobil kemudian duduk di samping pengemudi.
"Ha..Ha..Ha..Kupikir kau sudah mati!!!jawab Farel
" Bagaimana tadi?"Tanya Geo berharap pujian karena terlihat sangat keren.
"Entahlah..kau selalu bertingkah diluar dugaan,
Tadi Farel benar benar khawatir jika Geo tidak selamat.Meski bagaimanapun Geo itu sahabat dekat sekaligus orang kepercayaan Farel setelah saudaranya Kristian.Farel melacak ponsel yang digunakan Geo lalu mencari nya.
Geo mengangkat bahunya" Kau lihat kan?"
menunjukan jika Ia baik baik saja.
"Apa yang akan ku katakan pada Ibu mu jika kau mati?Mungkin Ia juga akan membunuhku!!." Farel membayangkan Ibu nya Geo yang sangat garang..
menghajar nya habis habisan.
"Kau tenang saja aku tidak akan mati dalam waktu dekat." tutur Geo sambil menatap ke luar kaca mobil.
"Bahkan aku belum laku"gumam Geo dalam hati.
Farel menarik nafas berat." Mulailah membuka hati mu.."
"Sudah lah..Ayo jalan." Geo mengalihkan pembicaraan.Seperti itulah yang Ia lakukan jika ada yang membahas urusan pribadi Geo.
"Maaf jika aku tertarik pada calon istri mu,Aku menyukainya dengan cara ku sendiri,tanpa ingin melukai mu juga menyakiti nya." Gumam Geo dalam hati.
Mobil melaju menembus hening nya malam menuju apartemen mewah milik Geo.
"Istirahat lah..kau sudah bekerja keras hari ini"
"Terimakasih" jawab Geo.
__ADS_1
Farel meninggalkan Geo menuju apartement nya.
Melepas lelah di ranjang yang sudah satu minggu ditinggalkan nya.
Aisyah sedang membagi bagikan oleh oleh yang ibu nya bawa untuk teman teman nya di rumah kontrakan tempat tinggal Desi dulu.
Mereka menyambut Aisyah dan ibu nya.
Aisyah menuju kamar yang pernah Desi tempati.Kamar nya masih kosong tidak berpenghuni.Teringat wajah sembab Desi ketika menangis seharian dan memeluk nya.
"Bagaimana kabar Desi sekarang kak?"Baritone membuyarkan lamunan.
" Kakak tidak tau..Desi tidak bisa lagi dihubungi." jawab Aisyah.
"Benar juga..Kris juga tidak ada kabar." gumam Aisyah dalam hati.Apakah mereka bersama atau berakhir Aisyah tidak tau.
Jasmin dan penghuni rumah kontrakan antusias menerima oleh oleh dari Ibu Aisyah, mereka tampak gembira tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Bu Inah.
Malam sudah hampir larut Aisyah dan Ibu nya kembali ke restoran.
Restoran ramai pengunjung di jam segini.Bu Inah membantu karyawan memasak di dapur.
Aisyah sudah melarang namun Ibu nya tetap memaksa.
Para karyawan senang dengan sikap Aisyah dan Ibu nya yang sangat baik dan ramah.Bu Inah menceritakan pada karyawan jika Ia dulunya seorang Asisten rumah tangga. Bu Inah tidak pernah malu,malah sebaliknya Ia memberi semangat pada para karyawan.
"Nasib bisa di ubah,jika kalian mau mengubah nya." Tutur Ibu nya Aisyah.
Mereka benar benar merasa salut dengan sosok Ibu yang satu ini.
Dibalik Bos nya yang seorang wanita hebat dan mandiri,ada sosok Ibu yang ternyata luar biasa.
Restoran sudah sepi,karyawan sudah tidak terlihat lagi.Bu Inah beristirahat bersama putri nya Aisyah.
Aisyah tidur sambil memaluk Ibu nya,"Terimakasih kak Farel.."gumam gumam..
Aisyah bersyukur Farel membawa Ibu nya kemari.
Karena lusa adalah hari yang penting untuk hidup nya.
Ya..hari yang ditunggu tunggu setelah sekian lama bergelut dengan buku..
Ujian terbuka yang menentukan nasib nya....
"BISMILLAH"
-
-
Vote..vote..vote..
Terimakasih sudah mumbaca cerita Aisyah..
Mohon maaf banyak kekurangan dan kesalahan menulis..
like dan komen agar bisa lebih baik lagi.
__ADS_1
Terimakasih..