
"Semua sudah berahir, Lusa aku kembali ke jakarta." Ucap Kristian sambil melesap minuman dingin di hadapan nya.
"Ku titipkan Mommy dan Dady pada mu."
Farel menimpali.
Kristian mengangguk."Sesekali berkunjung lah ke Jakarta."
"Kami akan sering mengunjungi nya."
Ujar Farel sambil mengusap pucuk kepala Aisyah yang tertutup hijab.
***
Mobil masuk menuju area parkir resto Aisyah.
Geo keluar dari mobil dan berlalu begitu saja meninggalkan Felisya.
"Tidak bisa kah kau menunggu ku sebentar saja?" Kesal Felisya melepaskan seatbelt disana.
Geo tidak mengidah kan ucapan Felisya. Terus melangkah memasuki resto.
Felisya hanya bisa menggerutu entah apa yang Ia ucapkan sambil menatap punggung tegap didepannya.
"Memang nya apa yang akan kau lakukan jika aku menunggumu?."
Seketika Geo berhenti. Berputar arah balik menuju Felisya.
"Benar juga. Apa yang ingin aku lakukan?" Gumam Felisya dalam hati.
Kebingungan harus jawab apa, melirik kekiri dan ke kanan mencari alasan.
"Tidak mungkin kan jika aku katakan aku ingin berjalan di sisi mu."
"Ah... Tidak tidak! Itu memalukan sekali?!." Gumam gumam dalam hati.
"Jangan bilang kau ingin selalu disamping ku." lirih Geo menyentuh pucuk kepala Felisya, mengusap nya disana.
"Eh..Apa?" Felisya terkesiap dengan ucapan Geo.
Lebih lagi hati nya menghangat ketika tangan kekar itu menyentuh kepalanya.
"Ya Tuhan.. Kenapa jadi berdebar begini sih?" Gumam Felisya.
"Tidak Geo, Aku hanya kesal jika Aku selalu dibelakang mu."Menatap pria didepan nya.
"Rambut mu kotor sekali Felisya. Masuk dan bersih kan diri mu!."Geo menurunkan tangan nya seperti tampak risih disana.
"APA?!."
"Minggir Geo, aku mau masuk!". Felisya mendorong Geo sambil berlalu kesal meninggalkan Geo yang menarik ujung bibirnya samar.
Mereka lama sekali?"
ujar Rangga sambil melihat arloji.
"Biar kan saja, Aku berharap mereka bisa saling dekat." Kristian menimpali.
"Dekat? Siapa yang Dekat?"
Seketika semua menoleh pada sumber suara.
"Felisya?."
Aisyah bangun dari duduk nya menghambur memeluk Felisya.
"Kau tidak apa apa?"
"Kau tidak perlu mencemaskan aku."
Felisya melepaskan pelukan nya.
"Farel sepertinya semua sudah berahir. Kembali lah hidup dengan normal, dan ajak saudara ku bersenang senang."
"Kau benar Felisya, Maaf menyusahkan kalian semua."ujar Farel.
"Kau tidak perlu sungkan. Aku punya sesuatu untuk kalian."
Felisya duduk di sofa diikuti Aisyah yang berada di sebelah Farel kemudian Felisya mengeluarkan sesuatu dari ransel nya.
"Ini."
"Ini?" Aisyah terkesiap. Menoleh pada Felisya seketika.
__ADS_1
"Paket honeymoon."
Felisya mengerlingkan sebelah mata nya pada Aisyah.
Aisyah tersipu dihadapan semua orang.
" Pergilah ke pulau itu. Bersenang senang lah disana. Jangan lupa segera dapatkan keponakan untuk ku." Senyum Felisya menggoda Aisyah duduk blingsatan membayangkan sesuatu.
"Maaf sedikit terlambat. Banyak problematika saat kalian baru saja menikah." Felisya menghela.
"Maafkan aku sayang." Farel mengusap pucuk kepala istri nya lagi.
"Aku tidak apa apa."
Senyum tulus Aisyah pada Farel suami nya membuat iri para jomblo disana.
"Istri mu idaman setiap pria Sialan!" Umpat Rangga dalam hati.
"Aauuu...!!"
Pekik Rangga dalam hati yang meringis kaki nya di injak oleh Kristian dibawah sana.
Tatapan elang dari mata Kristian seolah mengintimidasi Rangga. "Kondisikan mata mu!!"
"Baik.. baik."
Menyerah. (Rangga).
"Pulau itu sudah menjadi destinasi wisata, tempat nya sangat indah dan nyaman.. Aku bisa menutup nya hanya untuk mu."
"Hanya untuk ku?" Aisyah berkerut dahi.
Felisya mengangguk."Akan tidak nyaman untuk kalian jika terlalu ramai dan diliput berbagai media.
"Kau tidak ingin ikut?" Aisyah meninggikan alis nya.
"Tidak Aisyah, Aku akan jadi nyamuk pengganggu mu nanti."
Geo muncul disana, Berjalan cool khas nya melewati sofa berlalu begitu saja menuju kamar tamu dengan tidak memperdulikan orang orang yang duduk disana.
Para sahabat Geo yang sudah faham atas dirinya memilih acuh tidak berkata apapun.
"Kau lihat orang kepercayaan mu Farel?, Sungguh tidak ada etika."
Kesal Felisya.
"Kau bisa memahami Geo jika telah dekat dengan nya." Balas Kristian sambil melesap minuman dingin disana.
"Masuk lah, Bersih kan dirimu."
Sentuh Aisyah pada lengan Felisya mengusap usap disana.
"Pakaian ku di hotel."
"Sekertaris Rey telah membawa nya kemari."
"Sungguh?"
Seketika Felisya mengembangkan senyum melesat naik ke lantai dua masuk ke dalam kamar .
***
Geo memasuki ruangan tempat yang lain berkumpul dengan stelan jas melekat pada tubuh nya.kemudian duduk dengan menyilangkan kaki di sana.
"Kau mau kemana Geo?."
Kristian memperhatikan Geo yang tampak begitu sangat rapih.
"Mengantar kalian."
"Kau mengusir ku?"
"Astaga Geo kau kejam sekali?!."
Umpat Rangga.
Farel mengulas senyum sambil memijat pelipis nya.
Tentu Farel tau apa yang Geo fikirkan.
"Kau tau saja Geo jika aku ingin masuk ke kamar bersama istri ku."gumam nya.
"Kami bisa pergi sendiri tidak perlu kau antar."
__ADS_1
Kristian bangun dari duduk nya menepuk bahu Rangga bermaksud mengajak nya keluar.
Kristian melihat sorot mata Geo dengan Geo berkata tanpa bicara terlihat disana.
" Segera pergi dari sini. Kalian mengganggu suami istri yang harusnya istirahat!."
Begitu lah kira kira yang ingin Geo katakan.
"Aku akan mengantar kalian kerumah ku."
"Baik lah itu tidak buruk." Rangga bangkit dari duduk nya.
"Selamat malam Aisyah Farel."
Besok aku kembali dan tolong buatkan menu terbaik yang ada di sini."
"Tentu brother. Terimakasih."
Farel melambai disana.
Tiga mobil keluar meninggalkan Resto.
"Ayo naik." Farel membawa Aisyah menggenggam tangan nya menaiki tangga menuju kamar.
Cup.
Farel mengecup dahi Aisyah."Aku mencintai mu."
"Terimakasih kak Farel. Tapi bersihkan dulu diri mu."
Sentuh Aisyah pada pipi suami nya.
"Baik lah."
Farel meraih handuk kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Aisyah menyiapkan piyama untuk Farel, Kemudian melepas hijab nya, Pakaian nya mengganti dengan lingerie warna hitam memperlihatkan setiap lekuk mulus disana.
Aisyah menunggu Farel didepan meja rias mengoles krim malam juga memakai parfume dengan aroma khas nya disana.
"Kau menggodaku, hm?"
Farel keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang nya kemudian mameluk Aisyah dari belakang me..nge..cup telinga sambil berbisik."I Love you."
Aisyah pun bergedik bangkit dari duduk nya seketika berbalik meletak kan tangan nya di dada suami yang bertubuh atletis itu.
Aisyah menjinjit kemudian menautkan bibir nya dengan tangan beralih mengalungkan di leher Farel. Seketika Farel membalas tautan itu dengan tangan kekar nya berada pada pinggang Aisyah.
***
Felisya keluar dari kamar dengan piyama panjang melekat pada tubuh nya dan alas kaki berbulu berbentuk kucing melangkah menuruni tangga menuju dapur.
Felisya membuka lemari pendingin meraih beberapa kue kemudian membuat minuman hangat dan membawa nya menuju meja dapur disana.
"Kau baik sekali. Terimakasih."
Felisya terkesiap ketika Geo tiba tiba muncul dan meraih secangkir teh hangat dan meminum nya.
"Geo, itu milik ku."
Felisya memajukan bibir nya.
Geo tidak menghiraukan Felisya yang terus menggerutu.
"Kau dari mana?"
"Mengantar Kris dan Rangga."
"Kemana?"
"Kerumahku"
"Mengapa?"
"Mereka mengganggu."
"Kau kejam sekali!."
"Eh... Tadi kau bilang mengganggu?" Felisya membulatkan matanya mencerna kata kata Geo.
"Artinya mengganggu Farel. Apa yang sedang mereka lakukan ya?" Berfikir membayangkan adegan di kamar itu saat ini.
"Apa yang kau bayangkan Felisya?!."
__ADS_1
"Aaauuuu....?!"
Pekik Felisya menyentuh dahi nya yang baru saja Geo pukul dan membuyarkan lamunan nya.